Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 100. Hadiah dari Kakek


__ADS_3

"Assalamualaikum Kek," sapa Satya dan juga Anyelir.


Kakek menjawab salam dari kedua cucunya dan mempersilakan mereka duduk. Mama Tiara yang sudah selesai mencuci tangan lalu meminta bibi untuk membawakan jus jeruk hangat untuk putra dan menantunya.


Tirta yang melihat Anye datang membawa bunga Anyelir milik Nadia ingin mengusili Kakak dan Kakak iparnya kemudian dia berkata, "Lho Kak, bunga apa yang kamu bawa? memangnya Kak Satya sudah nggak mampu ya membelikan bunga yang baru? masak istri pengusaha sukses cuma dapat bunga bekas," cerocos Tirta hingga membuat sang Kakak membulatkan matanya.


"Kamu ya dasar! adik tukang provokator, bukan aku tidak mampu membelikan kakakmu bunga yang baru, kebun Anyelir di Bandung pun aku sanggup membelikannya untuk istriku bila dia minta."


Kini Anyelir yang membulatkan matanya menatap Satya, lalu dia berkata, "Apa benar yang kamu bilang itu Mas. Nggak usahlah Anye di belikan kebunnya, di bawa jalan-jalan kesana saja sudah senang. Jangan sampai anakmu ngences nanti ya Mas jika nggak kesampaian," ucap Anye yang ingin sekali diajak mengunjungi kebun Anyelir yang ada di Bandung.


Semuanya saling pandang, Kakek, Mama dan Tirta, mereka terbengong, merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar, perkataan Anye barusan membuat Mama Tiara menunjuk ke arah Anye dan bertanya, "Kamu hamil Nye? benarkah? apakah kami tidak salah dengar?" tanya Mama yang merasa tidak sabar ingin mendengar jawaban dari Anyelir.


Satya dan Anye kemudian mengangguk, melihat anggukan dari keduanya membuat Kakek, Mama dan juga Tirta berbarengan mengucap Alhamdulillah tanda mereka bersyukur atas rezeki keturunan yang memang sejak lama mereka impikan.


Lalu Satya meminta Anye memberikan surat dan foto USG dari dokter kepada mereka. Mama Tiara menerimanya dengan gembira lalu menunjukkannya kepada Kakek dan Tirta.


Kakek meraba dadanya, entah mengapa beliau merasa beban berat lepas dari dadanya dan berganti kebahagiaan. Mama dan Kakek meneteskan air mata, mereka bahagia sekaligus terharu, akhirnya penerus keluarga Permana hidup di rahim Anyelir.


Tirta memeluk Kakaknya, memberikan ucapan selamat, di susul oleh Kakek dan Mama Tiara.


Kakek mengelus puncak kepala Anyelir seraya membacakan doa untuk kesehatan dan keselamatan cucu menantu dan calon buyutnya.


Mama Tiara juga memeluk menantunya seraya berkata, "Terimakasih Nak, kehadiranmu di keluarga ini telah memberikan kebahagiaan yang tidak ternilai. Semoga kalian sehat, diberi kemudahan hingga proses persalinan tiba dan seterusnya hidup dalam kebahagiaan," ucap Mama Tiara dan di aminkan oleh Anyelir dan yang lain.


Mama kemudian meminta Anye duduk dan menasehatinya bagaimana menjaga dan merawat kandungan. Lalu Kakek berkata, "Hadiah apa yang kamu inginkan Nak? kamu telah memberi kami kebahagiaan jadi pantas mendapatkan hadiah," ucap Kakek.


"Nggak usah Kek, melihat keluarga ini bahagia saja sudah merupakan hadiah terindah buatku," ucap Anye.


"Ayo Kak, ini kesempatan Kakak lho, minta perusahaan sendiri saja Kak, biar Kakak nggak di atur dan dikekang terus oleh Kakakku," ucap Tirta asal sambil menjulurkan lidahnya kepada Satya.


Satya yang mendengar ucapan Tirta pun kesal lalu dia menjewer telinga Tirta hingga dia menyeringai kesakitan sembari meminta ampun dan meminta tolong kepada Mamanya agar membelanya hingga Tirta lepas dari jeweran Satya.

__ADS_1


Semua Tertawa termasuk Mama Tiara, beliau bukan membela malah meminta Satya untuk memberi pelajaran kepada Tirta yang suka usil.


Setelah Satya melepaskan jewerannya, diapun berkata, "Aku mengatur dan mengekang Kak Anye karena Kakak mu ini tipe suami yang menyayangi istri bukan seperti kamu! kalau kamu tipe yang sayang wanita pasti sudah membawa iringan pengantinmu kesini, bukan hanya janji-janji doang sama Mama dan Kakek!," ucap Satya yang di benarkan oleh Mama dan Kakek.


"Oh...sabar Kak, tunggu saja tanggal mainnya. Kakak pasti kalah denganku, aku bakalan tipe pria yang sayang istri lho Kak, aku akan biarkan istriku mengurus perusahaan dan aku mengurus rumah, anak dan memanjakan istriku, kalah Kakak kan?" ucap Tirta asal hingga membuat semua yang ada di sana membulatkan mata dan Satya melempar kunci mobil hingga mengenai jidat Tirta.


Tirta yang merasa sakit di jidatnya segera mengelusnya dan Satya mengejeknya dengan berkata, " Mampos lu, rasakan tuh suami dibawa ketiak istri!"


Semua akhirnya tertawa melihat tingkah Kakak beradik tersebut. Lalu Kakek mengulangi perkataannya, "Ayo Nak, sebutkan saja kamu mau minta hadiah apa, jangan sungkan Inshaallah apapun permintaanmu akan Kakek kabulkan," ucap Kakek serius.


Mama Tiara juga mengangguk, meminta Anye agar menyebutkan keinginannya. Karena semua memaksa akhirnya Anyelir menyebutkan permintaannya.


"Baiklah Kek, Anye minta kita sekeluarga liburan ke Bandung, Anye kepingin melihat kebun bunga di sana," ucap Anye yang hanya menginginkan hadiah sederhana dari sang Kakek.


Tirta yang mendengar permintaan Kakak iparnya pun berkata, "Ah Kak Anye nggak asyik mintanya yang murahan banget, Kakek Billioner lho Kak, nggak akan habis hartanya jika Kakak minta," ucap Tirta sambil tersenyum memandang sang Kakek.


"Kita akan pergi liburan tapi harus tanya dokter kandungan dulu, bahaya atau tidak jika melakukan perjalanan jauh saat kamu hamil muda begini ya Nak," ucap sang Kakek.


"Dan satu lagi, jika kamu memang menyukai bunga, Kakek akan meminta orang untuk membuatkan kebun bunga untukmu sekalian toko bunga jika kamu ingin sekalian berbisnis," ucap Kakek lagi.


"Serius Kek?" ucap Anye gembira.


Kakekpun mengangguk, kemudian beliau berkata lagi, "Asalkan kamu bisa membagi waktu antara anak, suami dan pekerjaan, Kakek pasti akan mendukung bisnismu."


"Inshaallah Kek, terimakasih ya Kek atas hadiah dan dukungannya."


Satya lalu menimpali, "Waduh, Mas bakal di tinggalin nih, kamu udah punya bisnis sendiri," ucap Satya cemas.


"Rasain lu, keputasan Kakek dan Kak Anye benar. Aku dukung Kak Anye," ucap Tirta sambil sembunyi di belakang sang Mama, takut jika Satya melempar dan menjewernya lagi.


"Kita akan buat syukuran nanti atas berita bahagia ini, sekalian mengundang anak panti agar ikut merayakan kebahagiaan," ucap Kakek.

__ADS_1


"Oh ya Kek, mungkin syukurannya akan lebih baik jika kita adakan sekalian dengan pernikahan Radit," usul Satya.


"Boleh juga, terserah kalian, Kakek ikut saja. Kamu Tirta! apa nggak mau sekalian halalkan calon istrimu? biar lengkap kebahagiaan kita!," ucap Kakek.


"Ah Kakek, Tirta belum siap lho Kek, tahun depan ya Kek, Tirta janji deh, "ucap Tirta sembari mengacungkan kedua jarinya.


"Kalian dengar semua-kan? kita pegang janji dia, jika tidak juga, kita akan bawa dia paksa ke KUA," ucap Kakek sambil tertawa.


"Iya janji," ucap Tirta lagi.


Kebahagiaan demi kebahagian datang di keluarga Permana, sebentar lagi kabar kehamilan Anyelir pasti akan tersebar. Apalagi jika terekspose awak media bakalan menjadi berita hangat dan pasti akan muncul di halaman paling depan.


Koran, majalah, televisi bahkan internet pasti akan menyiarkan berita tentang penerus sang billioner yang sebentar lagi lahir. Berita tersebut pastinya bakal sampai kepada Nadia dan Kakaknya yang berdomisili di Amerika.


Bagaimanakah reaksi Nadia dan keluarganya nanti? Apakah Nadia akan segera kembali? ikuti terus kelanjutan ceritanya ya guys....🙏😉


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys vote like sebanyak-banyaknya, coment dan rate bintang limanya 🙏😉


🌻 Silahkan favorit dan ikuti akun author ya...agar readers tahu kapan author Up dan menerbitkan karya baru 🙏🙏🙏


🌻 Mohon dukungannya juga ya guys dalam karya terbaru author yang sedang diikutkan lomba yang berjudul" DARINYA KU TAHU ARTI CINTA DAN KEHILANGAN" Terimakasih 🙏🙏🙏


🌻 Yuk kepoin juga karya para sahabat author di bawah ini, pastinya bagus dan seru lho.





__ADS_1



__ADS_2