Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 70. Mengisengi Istri


__ADS_3

Dengan sangat telaten dan tanpa rasa jijik, Satya membersihkan bekas muntahan istrinya, terutama yang mengenai baju Anyelir, yang tercecer di meja dan juga yang berserak di lantai.


Sebenarnya ia bisa saja meminta pelayan untuk membersihkannya dengan memberikan sejumlah tips namun Satya merasa ini adalah tanggung jawabnya makanya dia tidak mau orang lain yang melakukannya. Ardiansyah juga sudah mencoba menawarkan bantuan tapi Satya tetap menolaknya.


Setelah selesai membersihkan semuanya, iapun menggendong Anye kembali ke kamar dan sebelumnya berpesan kepada pelayan untuk mengantarkan makanan serta air jahe untuk menghilangkan rasa mual.


Queen yang merasa jijik melihat muntahan Anyelir sudah berlari menjauh, meninggalkan makanannya yang baru saja beberapa suap ia nikmati.


Sangat jelas terlihat di wajahnya bahwa Queen amat marah dan kesal, akibat ulah Anye nafsu makannya jadi hilang dan usahanya kali ini yang nyaris berhasil ingin membuat bulan madu mereka, pulang dengan tidak membawa hasil akhirnya pun harus gagal.


Namun bukan Queen namanya jika ia putus asa, dalam hati ia berkata, "Bangsat kamu Anyelir, tunggu saja saatnya aku akan membuatmu menangis dan kamu sendiri dengan sukarela yang akan pergi meninggalkan Satya."


Queen akan terus mencoba di kesempatan lain, selagi ia masih bisa mendekati Ardiansyah yang merupakan tourguide perjalanan honeymoon Satya dan Anye, iya yakin usahanya pasti akan berhasil.


Ardiansyah juga ikut meninggalkan tempat itu setelah Satya pergi, ia ingin mengejar Queen dan pergi bersamanya sesuai kesepakatan mereka tadi.


Setibanya di kamar, Satya membaringkan tubuh istrinya di atas tempat tidur, menggosokkan minyak kayu putih pada tempat-tempat yang memang di perlukan untuk menghangatkan dan memulihkan perasaan mualnya, lalu meminumkan air jahe hangat yang baru saja diantar oleh pelayan bersama semangkuk bubur ayam.


Setelah Anye merasa lebih baikan, Satya pun mulai menyuapkan bubur ayam untuk menggantikan makanan yang tadi sudah terbuang semua dari dalam perut istrinya.


Sesuap demi sesuap buburpun masuk ke mulut Anye, namun karena masih takut akan muntah lagi akhirnya ia hanya menghabiskan setengahnya saja. Kemudian Satya meminta Anye agar beristirahat setelah menghabiskan sisa air jahenya.


Kejadian ini membuat mereka memutuskan hari ini tidak akan pergi keluar, cukup beristirahat di kamar sembari mengumpulkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan esok.


Agar tidak timbul kebosanan karena seharian mereka hanya di dalam kamar saja, Satyapun mengajukan sebuah ide untuk memainkan sebuah permainan yaitu bermain game via handphone, dengan konsekuensi siapa ya kalah harus menerima apapun yang di minta oleh pihak lawan.


Lalu Keduanya duduk di atas kasur bermain sambil tertawa lepas, seperti dua orang anak kecil yang sedang asyik bermain.

__ADS_1


Hukuman demi hukuman masing masing-masing sudah mereka terima, dari mulai telinga yang diikat dengan karet, mencolek wajah dengan lipstik, menguncir rambut dan juga saling mencium.


Permainan pun semakin seru, kali ini Satya meminta dengan hukuman yang berbeda, yaitu yang menang berhak membuka satu persatu helai kain yang ada ditubuh lawan.


Dalam permainan ini, Satya berusaha untuk selalu menang walau terkadang dengan triknya dia berhasil mencurangi Anye istrinya.


Anye yang berhasil dikalahkan oleh Satya pun cemberut, ia terpaksa harus menerima hukuman yaitu pakaiannya akan di buka oleh Satya.


Satya sangat senang melakukannya, dengan perlahan iapun membuka atasan baju istrinya, dengan tersenyum jahil penuh kemenangan.


Lalu mereka meneruskan permainan dan kali ini Satya yang kalah, walau Satya kalah ia tetap memanfaatkan kesempatan, saat Anye membuka kemeja suaminya tiba-tiba cupsπŸ‘„cupsπŸ‘„cupsπŸ‘„cupsπŸ‘„, empat ciuman mendarat di kening, kedua pipi dan bibir Anye.


Anye semakin cemberut, kali ini dia sadar ia sudah dicurangi oleh Satya. Anye meminta berhenti bermain, namun Satya menolak dengan ancaman, besok mereka juga akan seharian dikamar dan Satya akan meminta jatah penyatuan beberapa ronde, dengan kata lain perjalanan ke Bukit Tinggi di tunda lagi.


Dengan terpaksa Anye kembali bermain daripada menolak, karena jika ia menolak, besok ia pasti akan lebih parah dihukum oleh Satya.


Saat ini Satya telah kembali memimpin permainan, dia memilih menanggalkan rok, hingga Anye hanya tinggal memakai pakaian dalaman saja. Anye tidak bisa berkutik akibat ulah suaminya, setiap Satya menang ia pasti meninggalkan satu tanda kepemilikan di bagian tubuh sang istri dan setiap ia kalah ia juga mencuri kesempatan saat istrinya lengah.


Untuk beberapa saat Anye merasa aman, namun ia baru teringat jika ia tidak membawa pakaian ganti dan handuk mandi, mau tidak mau Anye harus kembali meminta tolong Satya untuk mengambilkannya, nggak mungkin kan dia akan seharian dan semalaman tidur di dalam kamar mandi tanpa busana yang bisa saja membuatnya menggigil dan mati kedinginan.


Satya sengaja membiarkan istrinya bersembunyi di sana, karena ia ingin tahu sampai kapan sih Anye sanggup bertahan tanpa meminta pertolongannya.


Ternyata tebakan Satya benar, Anye menyembulkan kepalanya dari balik pintu seraya berkata, " Mas tolong dong ambilkan handuk dan baju mandi Anye, Anye lupa tadi membawanya, please...", mohon Anye kepada Satya sembari mengatupkan kedua tangannya.


Senyumpun terkembang lebar di sudut bibir Satya, membayangkan kemenangan yang akan ia dapatkan maka dengan senang hati iapun berlari melakukan apa yang diminta oleh Anye.


Ketika sampai di depan pintu ia langsung saja menerobos masuk, mengunci pintu hingga membuat Anye bertambah kesal.

__ADS_1


Satya tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung mendorong perlahan tubuh istrinya ketembok, menciumi bibirnya yang sedang manyun dengan ciuman mesra dengan sepuasnya, semakin lama ciuman itu semakin lembut dan panas.


Sementara tangannya terus bergerilya ke semua area kesukaannya, hingga tanpa Anye sadari sisa kain yang melekat pada tubuhnya sudah terbang ke sembarang arah serta stempel tanda kepemilikan semakin penuh di seluruh tubuhnya tanpa ada ruang kosong lagi yang tersisa.


Anye yang sudah terlena, terbuai angan dengan permainan panas suaminya tidak bisa menahan gairahnya lagi, lenguhan demi lenguhan keluar dari mulutnya hingga membuat Satya semakin bersemangat.


Satya pun yang sudah mencapai semangat 45 ingin terus membuai istrinya dengan aneka gerilya dari tangannya, ia ingin hari ini mereka melakukan permainan dengan kesan yang berbeda dari hari-hari sebelumnya.


Usaha Satya akhirnya pun berhasil, Anye dengan bersemangat segera memimpin permainan panas mereka sesuai dengan keinginan Satya.


Ketika kebahagiaan mereka sudah hampir memuncak, tiba-tiba terdengar beberapa kali suara ketukan pintu.


"Tok...tok...tok."


"Permisi tuan, tok...tok...tok."


"Saya mengantarkan makan siang Tuan."


Akhirnya suara ketukan pintu yang ternyata dilakukan oleh seorang pelayan yang mengantarkan makan siang itupun berhasil membuat Anye mendorong tubuh suaminya hingga penyatuan yang sedang mereka lakukan gagal untuk mencapai puncaknya.


Bagaimanakah, sikap Satya dan Anye setelah itu? kabur dulu ah.... authornya mau masak dulu ya guys... πŸ™πŸ˜‰


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


🌻Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys....dukung author terus dengan vote sebanyak-banyaknya, like, comment dan rate bintang limanya πŸ™πŸ˜‰


🌻 Mohon dukungannya juga ya guys....ikuti yuk karya author yang lain " MENIKAHI CUCU BILLIONER" dan "PERSAHABATAN TELAH MENGUBAH TAKDIR" πŸ™πŸ™πŸ™ nggak kalah seru lho....

__ADS_1


🌻 Semoga sehat dan bahagia selalu buat para reader kesayangan Author.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2