
Melihat kedekatan dan keakraban Tina dengan Radit saat di dalam mobil semakin membuat Anye penasaran, ia tidak sabar untuk menunggu penjelasan dari sahabatnya itu. Kemudian Anye berkata," Aku rasa ada rahasia yang kalian sembunyikan dari kami, ayo dong cerita sekarang jangan buat kami penasaran."
Tina pun tergelak, ia malu untuk mengatakannya, lalu ia menyenggol lengan Radit yang sedang menyetir agar Radit lah yang mengatakan kebenarannya.
Raditpun tersenyum, lalu ia berkata", Kami akan segera menikah."
"Apa ????", ucap Anye serasa tak percaya.
Anye sangat terkejut sampai-sampai memelototkan matanya memandang Tina ya saat ini juga sedang memandang dirinya yang duduk dibelakang bersama Satya.
"Benarkah ini kak Radit, Apakah Anye tidak salah dengar kak Radit?", tanya Anye kepada Radit.
Raditpun mengangguk dan Satya juga penasaran ingin memastikan, lalu Satya berkata", Kamu jangan bercanda Dit!, Tina itu sudah bersuami walaupun hanya nikah Siri, jika kamu menginginkan dia, tunggu sampai Tina bercerai dulu."
"Aku serius Sat, aku sedang tidak bercanda, nanti setelah masa Iddah Tina selesai, aku minta tolong kamu dan Kakek untuk melamarkan Tina buatku.
Kalian kan bisa sekalian pulang kampung untuk menjenguk orang tua Anye."
"Lho...memangnya kamu sudah bercerai ya Tin?", tanya Anye semakin penasaran.
"Suamiku meninggal Nye pada hari yang sama saat keberangkatan kalian, beliau dikebumikan di luar negeri oleh istri dan anak-anaknya."
"Kenapa kamu tidak berangkat kesana Tin, untuk melihat suamimu terakhir kali. Kan kamu bisa hubungi kami, dan aku bisa atur keberangkatan mu kesana melalui bantuan Radit", ucap Satya.
"Nggak mungkin Sat, keluarganya kan tidak tahu jika aku juga istrinya. Aku tidak ingin membuat hati mereka terluka apalagi disaat sedang berkabung.", jawab Tina.
"Iya benar juga kamu Tin", jawab Satya
"Jadi sejak kapan nih Kak Radit dekat dengan Tina, kalian kenapa tidak menelephone kami berbagi kebahagiaan ini", ucap Anye lagi.
"Kami mulai dekat sejak Tina tidak mempunyai supir pribadi untuk antar jemput bekerja, jadi aku menawarkan diri jadi supir pribadinya sekaligus menjadi calon suaminya. Eh...ternyata di terima", Radit menjawab pertanyaan Anye sambil tertawa.
"Alhamdulillah, Selamat kepada kalian berdua. Aku sangat senang kak Radit mendengar berita ini, akhirnya sahabatku akan mendapatkan kebahagiaanya", ucap Anye lagi.
"Kita jadi bisa sama-sama pulang kampung bersama-sama mereka kan Nye, pasti perjalanan lebih seru", timpal Satya.
__ADS_1
"Iya Kak, Ayah dan Ibu pasti senang mendengar berita ini", ucap Anye lagi.
"Berarti saat pernikahan mereka kamu sudah sembuh Nye, dan kita bisa membuat perjalanan double bulan madu. Bagaimana dengan rencanaku Dit?", tanya Satya kepada Radit.
"Boleh saja Sat, ide yang bagus", balas Radit.
"Aku setuju Mas", timpal Anye.
"Kira-kira dimana ya asyik nya", tanya Tina
"Bagaimana jika kita ke Bali, aku dari dulu kepingin kesana namun tidak pernah mendapatkan kesempatan punya pasangan, jadi belum terlaksana", usul Radit sembari tertawa.
"Bagaimana kalian berdua?", tanya Satya sambil melihat kearah Anye dan Tina.
"Asyik...kami setuju", ucap Anye girang.
Tanpa terasa mereka telah sampai dirumah kediaman Satya dan Anye, setelah membantu Satya menurunkan barang-barang, Radit dan Tina izin pulang, mereka tidak ingin mengganggu keduanya yang pasti butuh waktu untuk istirahat.
Bik Imah menyambut kedatangan majikannya, ia sangat senang, rumah akan kembali ramai. Mereka bersama-sama mengangkat barang-barang ke dalam rumah.
Setelah itu bik Imah menyiapkan jus jeruk hangat untuk majikannya, ia berharap dengan jus hangat akan menghilangkan rasa lelah mereka.
"Permisi Non!",
Anye kemudian membukakan pintu kamar, melihat Bik Imah membawa jus jeruk kesukaannya ia tersenyum lebar seraya berkata," Terimakasih Bi, bibi paling tahu yang Anye inginkan."
Bik Imah pun senang melihat senyum di wajah majikannya, ia kemudian pamit untuk memasak makanan.
Anye dan Satya kemudian membersihkan diri lalu keduanya memutuskan untuk rebahan sejenak melepas lelah sambil menunggu datangnya waktu maghrib.
Mama Tiara yang mendengar kabar dari Radit bahwa Satya dan Anye sudah sampai merasa tidak sabar, beliau ingin segera melihat keadaan menantunya. Mama mengajak papa Chandra untuk mengantarnya ke rumah Satya malam ini juga namun karena papa Chandra sedang ada perjamuan dengan rekan bisnis maka papa meminta Tirta untuk mengantarkannya.
Tirta yang melihat mamanya sudah berpakaian rapi tidak bisa menolak padahal Tirta malam ini ada janji ingin bertemu Sri, sahabatnya Anye.
"Tirta...ayo dong cepat, mama tidak sabar ingin bertemu dengan kakak iparmu!".
__ADS_1
"Iya ma...sabar dong, Tirta kan juga baru selesai berdandan."
"Waduh kok rapi amat ini anak mama, seperti mau ketemu pacar saja, ditempat kakak kamu cuma ada Bik Imah lho..., jangan bilang ya jika kamu naksir Bik Imah?"
"Ah mama, ya nggak mungkin lah Tirta naksir Bik Imah, jika naksir adik atau anaknya boleh kan?", canda Tirta.
"Mama mengacak-acak rambut putranya sambil berkata, kamu jangan jadi playboy cap gayung ya!", nasehat Mama Tiara.
"Siiiaaap Ma", jawab Tirta sambil memberi hormat kepada Mamanya.
"Ya sudah ayo kita berangkat, nanti keburu kakak kamu tidur", lanjut Mama Tiara.
"Oke Ma", jawab Tirta.
Kemudian mereka pun berangkat, diperjalanan Tirta menelephone Sri bahwa dia akan sedikit terlambat karena mengantar Mamanya ke rumah Anyelir. Sang mama yang mendengar putranya akan bertemu Sri pun berencana lebih baik menjemput Sri dulu lalu mengajaknya bersama-sama ke rumah Anye.
Begitu mendapat kesempatan Mama Tiara langsung menarik handphone Tirta karena ia ingin bicara dengan Sri, Tirta kaget dan berkata,"Ah Mama...jangan dong ma."
Mama Tiara tidak memperdulikan omongan Tirta, lalu ia menyapa Sri," Hallo Sri, kamu bersiap ya, sekarang Mama dan Tirta akan kesana menjemput kamu, temani Mama ya ke rumah Anye, Anye kan sore tadi sudah di Jakarta."
Sri tidak bisa menolak permintaan Mama Tiara, ia bersedia ikut kerumah Anyelir, sementara Tirta juga tidak bisa menolak permintaan Mamanya. Tirta segera memutar arah laju mobilnya, mereka akan ke kost Bu Ida menjemput Sri.
Saat mereka tiba disana ternyata teman-teman Anye semuanya sedang berkumpul di teras, mereka menyambut kedatangan Mama Tiara dengan ramah. Mereka bilang sebenarnya ingin ikut namun tidak ada kenderaan dan mobil Tirta jelas tidak cukup. Adam yang ada disana akhirnya berkata," Ayo jika kalian bersedia aku akan antar kalian kesana", ucap Adam.
Tentu saja semua bersedia, mereka bersorak senang dan berterimakasih kepada Adam, lalu mereka kembali ke kamar, bersiap untuk ikut ke rumah Anyelir.
Semua sepakat tidak akan memberi tahu kedatangan mereka ke rumah Anye, mereka ingin memberi kejutan. Mama Tiara juga mendukung ide mereka, karena dia tahu menantunya pasti akan senang mendapatkan kejutan ini.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
π»Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys, dukung author terus dengan vote, like, comment dan rate bintang limanya.ππ
π»Mohon dukungannya juga ya guys dalam karya saya yang lain " MENIKAHI CUCU BILLIONER" (karya ini sedang diikutkan lomba dengan tema mengubah takdir)πππβ₯οΈ
Jangan lupa tinggalkan jejak, VOTE, LIKE, COMMENT DAN RATE BINTANG LIMANYA πππ
__ADS_1
π» Semoga semua dukungan dari para pembaca kesayangan Author berkah di dunia dan di akhirat. Aamiin....
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ