Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 22. Setuju menikah dengan syarat


__ADS_3

Kali ini Tina menginginkan Anyelir untuk tampil beda dari biasanya. Ia memberi Anyelir satu set pakaian casual atasan velvet (beludru lembut) dengan dominasi warna pastel (warna pucat yang menenangkan), rok berwarna hitam plisket dengan paduan hijab warna pink yang senada dan sepasang sepatu wedges berwarna hitam. Paduan warna ini memberi kesan mewah, terlihat lebih segar tapi tetap anggun dan cantik. Sedangkan untuk riasan wajah, Anyelir tetap memilih riasan natural.


Saat Anyelir telah selesai berdandan, Tina baru masuk ke kamarnya, ia hanya mengacungkan dua jempolnya melihat penampilan Anyelir.


" Semuanya sudah oke, yang penting sekarang tinggal mengatur perasaanmu agar tetap tenang", Saran Tina.


Tepat jam tujuh malam Pak Edi datang menjemput, Anye segera keluar dari kamarnya dan saat melewati ruang tamu, semua mata yang ada disana termasuk Adam memandang takjub akan kecantikan Anyelir malam ini.


Adam sampai tak berkedip memandang Anye, didalam hatinya ia berkata "kamu wanita sempurna yang pernah ku kenal dan nyaris seperti bidadari, Apakah ada kesempatan bagiku untuk lebih mengenalmu Anye?".


Adam terkesiap dari lamunannya saat Anyelir berpamitan kepada mereka. Sri, Diah, Rita, Lusy dan Ani juga mengacungkan dua jempolnya sambil berucap " Semoga bahagia ya Nye ". Anye pun hanya mengangguk sembari tersenyum.


Pak Edi yang melihat Anyelir datang segera menyapanya dan membukakan pintu serta mempersilahkan Anyelir untuk masuk ke dalam mobil.


" Silahkan Non".


" Terimakasih Pak, maaf ya Pak agak lama menunggu soalnya tadi pamitan dulu dengan ibu kost dan teman-teman".


" Enggak kok non, saya juga baru sampai".


" Mari pak kita segera berangkat agar tidak terlambat".


" Baik Non", Pak Edi kemudian memasang sabuk pengamannya dan melajukan mobil ke arah cafe The Awan Launge, tempat yang telah ditentukan Satya untuk bertemu Anyelir kembali.


" Nona Anyelir cantik sekali malam ini bapak sampai pangling, Tuan Satya pasti juga pangling non".


" Terimakasih pak, pak Edi bisa aja".


" Oh ya Pak, bagaimana kabar Kakek Permana? apa masih dirawat di rumah sakit?"


" Masih non, keadaannya belum stabil makanya dokter menganjurkan agar kakek tetap dirawat disana dulu".


"Oooh....gitu ya pak".


" Tapi sebenarnya obatnya mudah Non agar kakek cepat sembuh".


" Apa itu Pak?"


" Secepatnya Tuan Satya menikah, itulah obat paling ampuh buat kakek. Hanya Itu harapan kakek dipenghujung usianya".


Mereka telah sampai ditempat tujuan tapi ternyata Satya belum terlihat, kali ini dia yang terlambat. Pak Edi heran nggak biasanya Tuannya terlambat jika sudah membuat janji, kemudian ia membuka pesan di whatsApp nya siapa tahu Tuannya meninggalkan pesan disana.


Ternyata benar tertulis disana " Saya sedikit terlambat malam ini Pak, tolong sampaikan kepada Anyelir untuk menunggu saya ditempat duduk yang sudah saya pesan, hubungi pihak cafe agar segera mengantarkan kalian. Dan satu lagi Pak, tolong jangan tinggalkan Anyelir sebelum saya tiba soalnya saya tidak ingin ada orang yang datang mengganggunya".


Selesai membaca pesan dari Tuannya, Pak Edi tersenyum dan bermonolog di dalam hatinya


" Awal yang baik, Tuan sudah mulai perhatian dengan Nona Anyelir".


Kemudian Pak Edi berjalan menemui pihak Cafe agar mengantarkan mereka ke tempat yang telah dipesan Satya.


Mereka diantar sampai ketempat duduk yang telah disediakan pihak cafe kemudian pramusaji pun menghampiri mereka " Silahkan Nona, silahkan pak ini catalog menunya".


Anye memesan jus jeruk untuk sedikit mengurangi kegugupannya, sedangkan Pak Edi memesan secangkir kopi.


" Pak Edi silahkan jika ingin memesan makanan, saya nanti saja menunggu Tuan Satya".


" Terimakasih non atas tawarannya, bapak tadi sudah makan bareng keluarga".


" Oh ya non, bagaimana kabar Ayah dan Ibu dikampung?"


" Alhamdulillah, mereka sehat Pak. Tadi sore saya telephone mereka dan mereka nitip salam buat bapak".

__ADS_1


" Wa'alaikumsalam, titip salam kembali ya non buat mereka jika nanti non telephone mereka lagi".


Anyelir mengangguk mengiyakan permintaan Pak Edi. Merekapun terus berbincang tentang saat-saat mereka dikampung. Pak Edi menceritakan pengalamannya saat sedang memancing bersama Ayahnya Anyelir, hal ini membuat Anye kadang tersenyum dan kadang tertawa.


Saat mereka tengah asyik mengobrol terdengar suara deheman,


" Heeeem....", ternyata Satya telah berdiri dihadapan mereka.


Pak Edi segera berdiri dan bermaksud meninggalkan tempat itu.


" Habiskan dulu kopinya Pak", ucap Satya.


" Sudah Tuan, saya sudah kenyang tadi sempat makan dulu di rumah sebelum pergi menjemput non Anye, saya permisi dulu ya Tuan."


" Oh ya Pak, ini buat jajan anak-anak", seperti biasa Satya memberikan beberapa lembar uang ratusan sebagai hadiah buat anak-anak Pak Edi.


" Selamat malam Tuan, selamat malam Nona, semoga Tuan dan Nona selalu bahagia".


Satya hanya mengangguk sementara Anye mengucapkan terimakasih kepada Pak Edi.


Sejenak keheningan terjadi setelah kepergian pak Edi, kemudian Satya mulai membuka pembicaraan dengan nada dingin, " Lain kali aku tidak ingin lagi melihatmu berbicara terlalu akrab dengan pria manapun, apalagi tersenyum dan tertawa seperti itu. Aku tidak suka itu, termasuk kepada Pak Edi".


Dari omongan Satya ini, secara tidak langsung ia telah memberi ultimatum kepada Anyelir, mulai membatasi pergaulan Anyelir khususnya terhadap kaum pria.


Sementara Anyelir hanya berani berkata di dalam hatinya,


" Kenapa kamu bersikaf seperti ini Sat? apakah kamu cemburu? bukankah kamu telah menegaskan aku bukan siapa-siapa dihatimu, tidak boleh mengharapkan cinta darimu, apakah kedepannya aku boleh berharap mendapatkan sedikit cintamu dengan sikapmu ini? ", Anyelir terus tenggelam dengan pertanyaan-pertanyaannya sendiri.


Memang sebenarnya Satya telah sampai ditempat itu sepuluh menit yang lalu. Dari kejauhan ia telah memperhatikan Anyelir, Satya sangat terpana melihat penampilan Anyelir malam ini yang menurutnya terlihat lebih anggun dan lebih cantik dari biasanya, perasaan dihatinya meronta merasakan ketidak relaan melihat Anyelir bisa tersenyum dan tertawa bersama orang lain tapi bersamanya Anye sangat terlihat kaku.


" Aku akui kamu cantik, secantik bunga Anyelir yang sedang mekar membawa keindahan bagi sekitarmu dengan aneka warnamu. Sungguh tepat orang tuamu memberikan nama Anyelir karena dirimu melambangkan cinta, penghormatan dan daya tarik tersendiri bagi yang mengenalmu", Puji Satya di dalam hatinya".


Tapi kemudian ia tersadar dan segera mendekati Anyelir dan Pak Edi yang tadi asyik berbicara. Mungkin tanpa Satya sadari kecemburuan mulai menyusup kedalam hatinya.


" Tidak apa-apa kok Sat, lagian tadi kan aku ditemani Pak Edi jadi tidak sempat bosan menunggu".


Raut wajah Satya nampak berubah mendengar perkataan Anyelir, tapi karena Anyelir bicara sambil menunduk makanya ia tidak melihat perubahan itu.


Perhatian Satya kemudian beralih kepada pramusaji yang telah berdiri dihadapan mereka yang mengulurkan buku katalog menu kepadanya.


" Kamu mau pesan apa Nye?".


" Aku pesan steak ayam dan jus jeruk saja Sat".


" Mas...steak ayam 2, jus jeruk 2 dan tolong tambahkan air mineral 2 ya mas".


Setelah pramusaji mencatat pesanan dan pergi meninggalkan mereka, Satya pun kembali melanjutkan pembicaraan.


Jadi kita langsung saja dengan inti masalah, " apa keputusanmu Nye terhadap pilihan yang kuberikan?".


" Apa aku masih punya pilihan Sat?", dengan wajah bingung Anyelir menatap Satya.


" Kamu telah melunasi hutang ayahku kepada Tuan Danu dengan begitu kamu telah membuatku kehilangan pilihan. Apa mungkin kamu akan membiarkanku tidak memillihmu bila aku tidak sanggup melunasi hutangku kepadamu?".


"Ya jelas tidak", dengan dinginnya Satya pun menjawab.


" Berarti kamu sudah tahu apa jawabanku", lanjut Anyelir.


" Aku ingin mendengarnya langsung dari mulutmu", pinta Satya.


Sejenak Anyelir terdiam, ia menata kembali perasaannya kemudian berkata dengan tegas,

__ADS_1


" Aku Anyelir setuju menikah dengan Satya Permana dengan syarat yang kamu tentukan".


Satya tersenyum dan kembali memasang wajah dinginnya.


Jadi kamu setuju dengan syarat apapun yang akan aku ajukan?


" Ya, karena aku tidak punya pilihan kan?"


" Baiklah besok pengacaraku akan menemuimu dengan membawa surat perjanjian yang isinya adalah hak yang akan kamu dapatkan setelah sah menjadi istriku dan kewajiban yang harus kamu kerjakan dan yang harus kamu patuhi. Mengenai kapan aqad nikah akan dilangsungkan kita akan menunggu keputusan dari kakek".


Anyelir hanya mengangguk, dia pasrah dengan masa depan perkawinan seperti apa yang menunggunya nanti.


" Tapi disini aku tegaskan juga jangan berharap ada resepsi pernikahan, kita hanya akan melangsungkan aqad nikah saja".


" Ya, aku setuju. Tapi bolehkah aku memohon satu permintaan saja kepadamu sebelum kita melangsungkan aqad nikah! ".


" Apa itu? selagi itu tidak merugikanku, aku akan mengabulkannya".


" Aku hanya ingin kita datang mengunjungi orang tuaku di kampung untuk meminta restu sebelum kita melaksanakan pernikahan".


" Baiklah aku setuju, kita akan mengunjungi mereka setelah kita bertemu kakek".


Pembicaraan merekapun terhenti saat pramusaji datang membawa pesanan mereka. Kebetulan karena malam ini malam minggu, pengunjung cafe sangat banyak hingga membuat penyajian hidangan agak lebih lama dari hari biasa. Hal ini membuat Anye dan Satya lebih leluasa membicarakan kesepakatan mereka.


Bersambung......




Terimakasih kepada para reader yang telah memberikan dukungannya dalam karya perdana saya " TERIKAT CINTA LAIN ". Mohon maaf jika masih banyak kesalahan-kesalahan dalam pengungkapan cerita dan penulisan kata, karena kesempurnaan hanya milik Allah. 🙏🙏🙏



Jangan lupa dukungannya ya readers......biar saya tambah semangat menulis, saya tunggu lho...like, komen, hadiah dan vote nya.



NB : Bagi readers yang penasaran dengan wujud dan kecantikan bunga anyelir, silahkan searching di google ya.... Beneran cantik lho bunganya!!! secantik tokoh Anyelir dalam karya saya. 😊😊😊



Mengenai warna bunga anyelir terdapat enam pilihan warna :



1. Anyelir putih (melambangkan kesetiaan)


2. Anyelir merah (kekaguman dan persahabatan)


3. Anyelir pink (melambangkan cinta abadi)


4. Anyelir ungu (ingin merubah orang seperti harapan kita/ketidak teraturan)


5. Anyelir kuning (penolakan, emosi, benci dan kecewa)


6. Anyelir motif garis-garis seperti hati yang berdarah (melambangkan penolakan)



Secara umum bunga anyelir melambangkan Cinta, Penghormatan dan Daya tarik.

__ADS_1



...~HAPPY READING~...


__ADS_2