Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 44. Hukuman dari Satya


__ADS_3

Satya dan Tirta mengantarkan Kakek ke kamar untuk beristirahat, sebelum mereka keluar kakek kembali mengingatkan mereka, " Ingat dengan janji kalian, berdamailah..."


Keduanya mengangguk, kemudian keluar meninggalkan kakek. Kini hati Kakek sedang gembira, ketika berbaring beliaupun tersenyum dan bermonolog dalam hatinya, " Mudah-mudahan kali


ini aku berhasil mendamaikan mereka".


Sementara di luar kamar, Satya bermaksud menyelesaikan semua kesalahpahaman antara dirinya dan Tirta, ia mengajak Tirta untuk bicara dari hati ke hati dikamarnya.


Kali ini Tirta tidak membantah, ia mengikuti Satya berjalan dibelakangnya menuju kamar Satya yang berada di lantai dua bersebelahan dengan kamar pribadinya.


Kemudian Satya mulai membuka percakapan,


" Maafkan Kakak dek, Kakak mungkin yang kurang tanggap dan kurang perduli akan perasaanmu, selama ini Kakak terlalu egois selalu memikirkan dan mengejar kebahagiaan sendiri, Kakak lupa jika ada sebuah hati lagi yang harus di jaga", kemudian Satya terdiam.


Tirta merasa heran mendengar perkataan kakaknya, didalam hati ia berkata apa mungkin Satya telah mengetahui tentang perasaannya. Kemudian ia menanggapi ucapan Satya, " Apa maksud Kakak?"


" Maaf...Kakak terlambat mengetahuinya, Kamu juga mencintai Nadia kan Dek?".


Tirta sangat terkejut, bagaimana Kakaknya bisa tahu bukankah perasaan ini sudah bertahun ia tutup hingga tidak ada seorangpun yang tahu.


Satya yang melihat keterkejutan adiknya segera merangkulnya dan memintanya duduk diatas tempat tidurnya agar lebih nyaman mereka berbicara.


" Kakak menyesal kenapa tidak memahami perasaanmu sejak awal, jadi kesalahpahaman ini tidak berlarut-larut. Kenapa kakak baru menyadarinya setelah Anyelir menganalisa cerita tentang hubungan diantara kita yang sudah bertahun memburuk".


" Tirta yang pantas meminta maaf Kak, Tirta salah dan tidak mampu berbesar hati menerima bahwa cinta Kak Nadia hanya untuk kakak, Tirta hanyalah dianggap sebagai seorang adik oleh Kak Nadia, tidak lebih. Selama ini Tirta iri kenapa semua orang mencintai Kak Satya dari Kak Nadia, Kakek, Mama bahkan Papa Chandra semua bangga terhadap Kakak. Tirta merasa kecil dan tak berarti apa-apa di mata mereka".


Kemudian Tirta berdiri dijendela menatap keluar menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan lalu ia melanjutkan ucapannya,


" Tirta bodoh selama ini kenapa menganggap Kakak selalu mendapat prioritas utama dari semuanya terutama dari Kakek dan begitu saja mempercayai omongan orang jika Kakak sampai mendapatkan keturunan Tirta bakal tersisih karena Tirta bukanlah cucu kandung Kakek".


" Kenapa kamu berfikir seperti itu, Kakek kan tidak pernah membedakan kita bahkan telah memberikan nama keluarganya untukmu, menyerahkan bisnisnya untuk kita kelola masing-masing jadi tinggal bagaimana kita membuat bisnis itu hingga semakin berkembang, bahkan Kakek juga memikirkan jodoh untukmu".


" Iya Kak, Tirta memang bodoh kenapa mudah terhasut".


" Siapa orangnya yang tega ingin memecah belah keluarga kita, padahal selama ini Kakek kan selalu baik terhadap siapapun".

__ADS_1


" Sudahlah Kak, yang penting sekarang Tirta harus lebih berhati-hati agar jangan mudah terpancing dengan hasutan orang-orang yang hanya ingin menghancurkan keluarga kita".


" Iya, kamu harus bisa berfikir jernih sebelum bertindak dalam situasi apapun itu".


" Satu lagi yang ingin Tirta akui Kak, mungkin inilah yang paling fatal kesalahan Tirta, waktu itu Tirta sengaja ingin membunuh putra Kakak yang masih dalam kandungan Kak Nadia hingga terjadi pendarahan. Hal itu kan Kak yang membuat Kakak dan Kak Nadia berangkat ke luar negeri, lalu membuat Kak Nadia harus kehilangan bayinya dan menderita sakit hingga sekarang".


Keduanya sama terdiam, kemudian dengan wajah yang merah padam karena menahan amarah tiba tiba Satya menampar Tirta dengan kuat sembari berkata,


PLAAAK


" ini untuk kesalahanmu yang terakhir", ucap Satya.


Lalu ia menamparnya sekali lagi,


PLAAAK


" Ini dari Nadia, karena kamu telah menyakitinya", lanjut Satya.


Dan yang terakhir ia memukul perut Tirta,


" Ini untuk kesalahanmu yang berniat membunuh putra kami".


Tirta terhuyung dan meringis menahan sakit sambil menundukkan kepalanya seraya berkata,


" Maafkan Tirta Kak, Maaf...".


Ia sangat menyesal dan menyadari bahwa perbuatannya sangat salah dan hukuman yang diberikan Satya belum seberapa jika di bandingkan dengan apa yang telah ia lakukan kepada keluarga Kakaknya itu.


Kemudian Satya memeluk Adiknya sambil menangis 😭, " Maafkan Kakak...Sejak kamu kecil kakak selalu menyayangimu, rela melakukan dan memberikan apapun asal kamu bahagia tapi kenapa kamu tega Dek melakukannya. Kakak juga tidak pernah sekalipun memukulmu kan, kali ini kamu sudah sangat keterlaluan sampai ingin menghilangkan nyawa bayi yang tidak berdosa".


Tirta pun menangis 😭 dan mengeratkan pelukannya terhadap Satya, keduanya saling menyesal dengan apa yang telah mereka lakukan.


Satya memandang wajah adik kesayangannya dan mengelus kedua pipinya, terlihat pipi Tirta memerah dan tertinggalah cap lima jari Satya menempel di sana.


Setelah keduanya tenang mereka kembali duduk dan melanjutkan obrolannya.

__ADS_1


" Sebenarnya bayi kami meninggal dan sakitnya Nadia bukan karena perbuatanmu waktu itu tapi karena memang sudah ada sel kanker yang tumbuh di rahim Nadia. Dokter memutuskan anak dalam kandungan Nadia harus digugurkan tapi Nadia tidak mau. Dokter kemudian berusaha semampu mereka dan Nadia juga sudah berusaha mempertahankannya walau dengan resiko mengancam nyawanya sendiri tapi ia tetap tidak perduli, tetap bersikeras dengan keputusannya ingin melahirkan anak kami hingga akhirnya bayi kamipun meninggal menjelang kelahiran."


Dengan masih menahan perasaan sedihnya, Satya melanjutkan ucapannya,


" Manusia hanya bisa berharap dan berusaha Dek tapi ketetapan Allah SWT jugalah yang terbaik. Dan baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Kakak yakin akan hal itu Dek, pasti Allah telah menyiapkan hal yang indah dibalik cobaan ini, sesuai dengan Firman-Nya,


وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡ‍ٔٗا وَهُوَ


شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللَّهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ .


Artinya :


..." Boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui....


...( QS. Al Baqarah 216 )....


Kemudian Tirta melanjutkan omongannya untuk menguatkan hati Kakaknya yang sedang sedih,


" Kakak harus kuat, Tirta yakin suatu saat Allah pasti akan memberikan kebahagiaan dalam rumah tangga Kakak".


" Aamiin...terimakasih Dek, mudah-mudahan Allah juga akan memberikan kebahagiaan untukmu dan untuk seluruh keluarga kita".


" Oh ya Kak, ayo kita turun kasihan Kak Anyelir sudah kita tinggalkan terlalu lama bersama Mama".


" Iya Dek, Kakak sampai lupa, Kak Anyelir juga pasti sangat lelah tadi sepulang kerja langsung Kak Satya bawa kesini, dia juga butuh istirahat karena besok selain bekerja masih banyak kegiatan lain yang harus kami lakukan, harus mengurus baju untuk acara nikahan dan harus ke kampus untuk mendaftar kuliah".


" Kalau begitu ayo Kak cepat, let's go...", ajak Tirta.


Satya dan Tirta segera turun mencari keberadaan Mama Tiara dan Anyelir, ternyata yang dicari sedang menunggu di dekat tangga dengan cemas, melihat senyum tersungging di bibir keduanya membuat Mama dan Anye lega, apa yang mereka takutkan ternyata tidak terjadi.


Kemudian Mama mendekati kedua putranya dengan perasaan bahagia Mama memeluk keduanya lalu berkata, " Mama senang kalian bisa menyelesaikannya dan kembali menjadi anak-anak Mama seperti dulu, walau ini ada dua stempel tertinggal di wajah adikmu", ucap Mama sambil mengelus kedua pipi Tirta.


" Tapi Tirta tetap ganteng kan Ma?", lanjut Tirta.


Satya dan Anyelir yang mendengar ucapan Mama Tiara dan Tirta pun tertawa, sementara Mama memanyunkan bibirnya sambil mengacak-acak rambut Tirta.

__ADS_1


Berhubung hari telah larut Satya dan Anyelir kemudian mohon pamit pulang kepada Mama dan Tirta, mereka mengucap salam dan menitipkan salam untuk Kakek dan Papa Chandra lalu keduanya pun bergegas meninggalkan rumah itu menuju tempat kost Anyelir yang jarak tempuhnya lumayan jauh dari rumah kediaman Kakek Permana.


__ADS_2