Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 125. Makna kebahagiaan hakiki


__ADS_3

"Masih ada hadiah satu lagi," ucap Satya ketika sampai di rumah.


"Banyak sekali hadiah untukku Mas, kalian bertiga selalu ada di sisiku saja sudah merupakan hadiah terindah untuk ultahku tahun ini," ucap Anyelir.


"Bukan dari aku yang ini, tapi dari Radit dan Tina. kita akan jemput anak-anak untuk melihat hadiah dari mereka," ucap Satya lagi yang membuat Anyelir bingung.


"Apa dan di mana hadiah dari mereka Mas?" tanya Anye.


"Kejutan lah, jika di katakan sekarang bukan surprise namanya," jawab Satya lagi sembari mengerlingkan matanya untuk menggoda Anye.


Merekapun tiba di rumah, pengasuh bayi sudah bersiap dengan membawa anak-anak dalam gendongan mereka. Ibu dan Ayah juga sudah di beritahu oleh Satya, jika mereka akan pergi lagi untuk menjenguk Tina.


Satya meminta pengasuh bayi untuk segera naik ke mobil, ketika melihat Mama Papanya baby kembar pun menangis ingin di gendong oleh mereka.


Anye langsung menggendong baby putra sedangkan Satya menggendong baby Yasmine, mencium lalu memberikannya kembali kepada pengasuh karena dia harus menyetir.


Baby Yasmine menangis, karena dia masih mau bermanja kepada Papanya. Lalu Anye memangku kedua anaknya agar Yasmine berhenti menangis dan tidak mengganggu konsentrasi Satya dalam menyetir.


Mobil Satya melaju ke arah rumah orang tua Tina, hal ini membuat Anyelir heran dan bertanya kembali kepada Satya, "Lho memangnya kadonya di titipkan kepada orang tua Tina ya Mas?"


Satya hanya mengangguk dan tetap pokus menyetir. Tidak membutuhkan waktu yang lama, merekapun sampai di rumah orang tua Tina.


Orang tua Tina menyambut kedatangan mereka dan langsung meminta agar Anye dan Satya masuk ke kamar depan, tepatnya kamar Radit dan Tina.


Anye semakin heran, kenapa Satya menurut saja, saat diminta masuk ke kamar tersebut. Ketika mereka hendak membuka pintu kamar, terdengarlah suara tangisan bayi.


"Kak, kenapa ada suara tangis bayi?" tanya Anyelir.


Satya hanya tersenyum, Radit yang sudah berdiri di ambang pintu kamar pun menjawab, "Selamat datang calon besan," ucap Radit sembari nyengir kuda.


"Kak Radit kok di sini? Bukannya Kak Radit sedang di luar kota? dan kamu Tin, sejak kemaren menginap di kost Bu Ida kan?" tanya Anyelir.


Tina pun menjawab dari dalam kamarnya, "Benar Nye, aku kemaren memang menginap di tempat kost, sudah lama 'kan nggak kesana, eh tiba-tiba Kak Radit telephone sudah dalam perjalanan pulang karena tugasnya sudah selesai, jadinya aku minta tolong deh ke Kak Adam untuk mengantarkan aku pulang."


"Kemudian Tina melanjutkan perkataannya, ketika sampai rumah, Kak Raditpun juga sampai dan bercerita bahwa kalian pergi ke sini, aku paksa deh kak Radit ke sini, kalau tidak mau aku mau berangkat sendiri."


"Dasar kamu! penyiksa suami, Kak Radit baru pulang, eh...kamunya malah paksa dia nyetir begini jauh," ucap Anye.


"Tapi Aku bersyukur kok Nye, ternyata anak kami maunya lahir di sini," ucap Radit.


"Lho...suara bayi yang aku dengar tadi betulan Kak anak kalian?" tanya Anye.


Tanpa menunggu jawaban dari Radit, Anye menyerobot masuk, di sana dia melihat Tina sedang menyusui seorang bayi mungil.


"Aduh gemesnya, buruk sekali badannya Tin? ganteng banget kamu sayang?" puji Anye.

__ADS_1


"Siapa dulu dong Papanya!" seru Radit sembari masuk ke dalam mengajak Satya karena Tina telah selesai menyusui bayinya.


"Wah-wah...anak kalian ternyata sama ganteng dengn Baby Putra!" seru Satya.


"Jadi bagaimana? tetap dengan rencana kita?" tanya Radit.


"Boleh! Kita akan menjadi calon besan," ucap Satya sambil merangkul Radit.


"Tapi, tetap saja kita tidak boleh memaksakan jika saat mereka dewasa nanti, keduanya tidak saling cinta," ucap Anye.


"Iya! Aku setuju denganmu Nye, kita tetap memberikan mereka hak untuk menentukan pilihan," ucap Tina.


"Terimakasih Tin, Kak Radit, kelahiran bayi kalian merupakan salah-satu kado terindah ultahku."


"Oh ya kamu ultah Nye?" tanya Radit dan Tina barengan.


"Iya, makanya tadi pas Mas Satya bilang ada kado selanjutnya dari kalian dan langsung mengajakku ke sini, akupun bingung, ternyata calon menantu kado untukku," ucap Anye sambil tersenyum bahagia, begitu pula dengan yang lainnya.


"Mana mereka Nye?"


"Sebentar ya!"


Anye pun keluar untuk menjemput anak-anak yang sedang asyik bermain di teras dengan kedua pengasuh. Mereka tidak betah di dalam rumah, maunya berjalan bebas kesana kesini. Anye membiarkan mereka bebas bergerak untuk melatih kecepatan dan keseimbangan mereka berjalan.


"Jadi kalian balik ke Jakarta kapan Sat?" tanya Radit.


"Iya deh, paling satu minggu lagi aku baru balik ke Jakarta, Tina biarlah di sini dulu sampai selapanan. Ibu juga masih ingin berlama-lama membantu mengurus cucunya," ucap Radit.


"Kami Inshaallah sebulan sekali datang kesini Dit, Anye harus mengontrol kebun bunganya. Anye berencana ingin mengembangkan usaha bunga. Jadi kami bisa sering jenguk Ibu dan Ayah, kasihan 'kan mereka semakin tua hanya tinggal berdua. Setidaknya dengan seringnya kami ke sini, mereka akan terhibur dengan kedatangan anak-anak."


Sejenak Satya terdiam lalu melanjutkan ucapannya, "Kita sibuk terus mencari uang sementara waktu terus berjalan, kapan lagi bisa menyenangkan hati mereka. Di hari tua mereka bukan melulu soal uang yang dibutuhkan dari anak-anaknya tapi lebih membutuhkan perhatian."


"Kamu benar Sat, Inshaallah kami juga akan sering ke sini mengunjungi Ibu dan Ayah, apalagi aku Sat yang tidak punya orang tua, siapa lagi yang bisa kami bahagiakan selain mereka."


"Alhamdulillah, aku dan Tina sangat bersyukur memiliki suami seperti kalian, benar 'kan Tin?" ucap Anyelir yang baru saja masuk sembari membawa anak-anak dalam gendongannya.


Mereka adalah salah satu wanita yang beruntung, memiliki suami yang sayang bukan hanya terhadap istri tapi juga sayang terhadap orang tua dan keluarga.


Kekayaan memang merupakan salah satu hal penting dalam hidup tapi tentunya itu hanya sebagai bonus pelengkap kebahagian.


Sedangkan makna kebahagiaan yang hakiki itu dibagi menjadi tiga bagian, pertama adalah ketika seseorang mendapat nikmat maka dia bersyukur, kedua ketika mendapatkan musibah maka akan sabar dan tabah, ketiga ketika seseorang melakukan kesalahan maka dia akan meminta ampun dan beristigfar. Itulah makna kebahagiaan yang hakiki.


Waktupun terus berjalan, anak-anak telah tumbuh menjadi remaja, bisnis Satya semakin berkembang begitu juga dengan usaha bunga Anyelir. Radit dan Tina juga sudah memiliki bisnis sendiri berkat bantuan Satya.


Mereka hidup bahagia sembari membangun kampung halaman dan memantau perkembangan anak-anak menuju kedewasaan.

__ADS_1


🌻🌻TAMAT🌻🌻


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


TERIMAKASIH AKU UCAPKAN KEPADA SELURUH PEMBACA KESAYANGAN " TERIKAT CINTA LAIN " YANG SELAMA INI TELAH MEMBERIKAN DUKUNGANNYA DARI AWAL HINGGA AKHIR.


SEMOGA ALLAH MEMBALAS JASA KALIAN SEMUA, KARENA BERKAT KALIAN LAH AKU JADI BERSEMANGAT UNTUK MENYELESAIKAN KARYA TAMAT KEDUAKU INI. DAN SEMOGA ILMU HIDUP YANG AKU COBA SISIPKAN DI DALAMNYA BISA BERMANFAAT BAGI KITA SEMUA.


AKU MOHON MAAF ATAS SEGALA KEKURANGAN, AMBILLAH MANFAAT TERBAIK DI BALIK ISINYA DAN BUANGLAH HAL BURUK YANG HANYA MENJADI PELENGKAP DI DALAMNYAπŸ™πŸ™πŸ™


SAMPAI BERTEMU KEMBALI, SAHABATKU SEMUA DALAM KARYAKU BERIKUTNYA DAN AKU TETAP MEMOHON BANTUAN DAN DUKUNGAN DARI KALIAN SEMUA NANTINYA. πŸ™πŸ™πŸ™


Salam santun pagi, selamat beraktifitas, semoga kita semua tetap di beri kesehatan, kebahagiaan dan tentunya kesuksesan. Aamiiin.....


AKHIRUL KALAM " ASSALAMU'ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH"


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


UNTUK MUHASABAH DIRI TENTANG BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANGTUA



🌻"Rabb-mu menyuruh manusia untuk beribadah kepada-Nya dan selalu berbuat baik keada orang tua. Jika salah satu atau keduanya berusia lanjut, maka janganlah mengatakan β€˜ah’ dan membentaknya.” (Al-Isra’ : 23)



πŸŒ»β€œKatakanlah kepada keduanya perkataan yang baik, rendahkan dirimu dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, β€œWahai Rabb-ku sayangi keduanya sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.” (Al-Isra’ : 24)



πŸŒ»β€œKami memerintah kepada manusia untuk berbakti kepada orang tua, ibu yang telah mengandung dalam keadaan lemah dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kalian kepada-Ku dan kepada orang tua. Hanya kepada-Ku lah kamu kembali.” (Luqman : 14)



πŸŒ»β€œDan apabila keduanya memaksa mempersekutukan sesuatu dengaan Aku yang tidak ada pengetahuannya, maka jangan kamu mengikutinya. Pergaulilah keduanya dengan cara yang baik dan ikuti jalan orang-orang yang kembali kepada-Ku, hanya kepada-Ku lah kembalimu maka Aku kabarkan apa yang kamu kerjakan.” (Luqman : 15)



πŸŒ»β€œKami memerintah manusia untuk berbuat baik kepada ibu dan bapak, ibu yang mengandung dan melahirkan dengan susah payah. Mengandung hingga menyapihnya selama tiga puluh bulan hingga ia menjadi dewasa, saat ia berumur empat puluh tahun, ia berdoa β€œYa Rabb-ku tunjukilah aku dalam mensyukuri nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan orang tuaku supaya aku dapat mengerjakan amal shalih, berilah kebaikan kepadaku dan anak cucuku. Sesunggunya aku bertaubat dan termasuk dalam orang yang berserah diri.” (Al-Ahqaaf :15).



PROMOSI


Rekomendasi karya dari sahabatku, mohon dukungannya ya para reader, silahkan mampir di sana dan jangan lupa tinggalkan jejak, like dan komentarnya. Terimakasih πŸ™

__ADS_1




__ADS_2