Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 28. Kehilangan jejak


__ADS_3

Radit yang sejak tadi kembali dari mengambil kue dan buah sengaja menunggu diluar, ia tidak ingin mengganggu percakapan mereka. Setelah kakek memberi restunya kepada Satya dan Anyelir barulah Radit masuk dan kakek yang melihat Radit datang segera menegurnya.


" Dari mana kamu Dit, kok dari tadi kakek tidak melihatmu?".


Kali ini Satya yang ingin gantian menggodanya,


" Pasti kamu habis menggoda ibu perawat yang tadi kan Dit?"


" Enak saja, gini-gini masih banyak lho gadis cantik yang antri, masak kek Radit di suruh ngegandeng emak-emak, seperti drum pula tuh kek".


Semua tertawa, lalu kakek melanjutkan omongannya,


" Jika banyak yang antri pilihlah salah satu Dit dan ajak kesini jumpai kakek biar sekalian kakek beri restu, kamu mau hadiah apa untuk pernikahanmu tinggal bilang, sebelum kakek dipanggil Allah Dit".


" Ahhh... kakek, jangan ngomong gitu kek. Radit mau jika nanti Radit punya calon, kakeklah yang menjadi orang tua Radit untuk melamarnya. Kalau masalah hadiah dengan senang hati kek Radit pasti terima hehehe....Jika bisa rumah ya kek hadiahnya tapi Radit mohon rumahnya harus dekat dengan rumah mereka ya kek", jawab Radit sambil menunjuk ke arah Satya dan Anyelir.


" Dasar Radit...Radit siapa juga yang mau kasih kamu hadiah rumah, lagian aku nggak mau punya tetangga macam kamu, Belanda minta tanah".


Tahu kan para reader apa artinya, jika belum tahu author beri tahu ya arti dari Belanda Minta Tanah. Artinya sudah diberi sedikit minta banyak, eh setelah di kasih banyak malah minta semuanya.


Kakek dan Anyelir pun tertawa mendengar perumpamaan yang diberikan Satya buat Radit.


Radit menjulurkan lidahnya kepada Satya, setelah itu berkata " Biarin ya kek, tapi kan Belanda nya kali ini baik, Belandanya tidak minta semua harta kakek, cuma sedikit kan kek yang Radit minta".


Kakek semakin tertawa, " Terima kasih cucu-cucu ku kalian hari ini telah membuatku bahagia. Kakek sayang kalian, semua harta kakek tidak ada artinya jika dibandingkan kasih sayang yang kalian berikan".


"Jika tidak ada artinya, buat Radit semua aja kek harta kakek".


" Huuuuh dasar, benar kan kek yang Satya bilang Dia itu Belanda minta tanah".


Mereka semua kembali tertawa. Kakek hari ini sangat bahagia, semangat hidupnya telah kembali, ia ingin menyaksikan cucu-cucunya bahagia.


" Lho Dit, buah dan kuenya kok kamu pegangi aja kasi dong ke kakek ntar kamu bawa pulang pula",


" Heeheehee....iya, lupa Radit kek. Kakek mau makan kuenya dulu atau anggur?".


" Anggur aja Dit, besok pagi aja kuenya baru kakek makan".

__ADS_1


" Sebentar ya kek, biar Radit cuci dulu anggurnya".


Kakek pun mengangguk, kemudian kakek meminta Satya untuk mengenalkan Anyelir kepada orang tuanya.


" Bawalah Anyelir besok nak ke rumah, kenalkan kepada mama papamu, bagaimanapun mereka adalah orang tuamu", ucap kakek.


" Iya kek, rencana besok pagi Satya akan membawa Anye menemui papa dan mama baru kemudian kami akan berangkat ke kampung halaman Anye untuk meminta restu dari ayah dan ibunya Anyelir".


" Kampung Anyelir indah lho kek kata Pak Edi, sampai-sampai ia betah disana dan katanya Pak Edi ingin menghabiskan masa tua nya nanti di sana. Beliau ingin membawa istrinya kesana membeli ladang, sawah serta hewan ternak".


" Kakek jadi penasaran, jika kakek sehat pasti kakek ikut kalian nak sekalian melaksanakan lamaran buat Anyelir".


" Nak Anye, titip salam kakek ya buat ayah ibumu".


" Iya kek, insha Allah besok Anye sampaikan. Jika kakek bisa ikut pasti orang tua Anye akan sangat senang".


" Kapan-kapan kakek pasti akan berangkat kesana mengajak Pak Edi, kakek juga ingin mengenal orang tuamu nak".


" Oh ya kek, Satya permisi mau mengantar Anye pulang dulu ya kek, biar ia bisa beristirahat dan bersiap untuk perjalanan besok".


" Iya nak.... pulanglah istirahat karena besok kalian akan melakukan perjalanan panjang yang pasti sangat melelahkan. Selesaikanlah urusan kalian dan kakek tunggu kabar kapan kalian akan melaksanakan ijab qobul"


Sebelum mengantarkan Anye pulang ke kost, Satya mengajak Anyelir untuk makan malam terlebih dahulu, kemudian ia membelokkan mobilnya kesebuah cafe yang terletak tidak jauh dari tempat kost Anyelir. Pengunjung cafe sangat ramai karena ada artis ibu kota yang datang sebagai bintang tamu disana.


Mereka kemudian memesan menu ikan dan ayam bakar serta jus jeruk. Sambil menunggu pesanan mereka datang, Satya bermaksud pergi ke toilet sedangkan Anyelir tetap duduk menunggu pesanan mereka.


Saat hendak masuk ketoilet, Satya kembali melihat bayangan Nadia keluar dari toilet wanita. Ia pun segera melupakan niatnya untuk membuang hajat kemudian mencoba mengejarnya.


Ia terus berlari mencari orang yang mirip dengan Nadia itu, yang tadi terlihat olehnya berjalan cepat masuk ke kerumunan massa yang sedang menyaksikan pertunjukan musik disana.


Dengan susah payah Satya berusaha masuk ke dalam kerumunan itu, dia penasaran dan ingin terus mencarinya. Karena ramainya penonton membuatnya kesulitan berjalan diantara desakan pengunjung yang bersorak-sorai ingin meminta tanda tangan kepada artis yang datang.


Anye gelisah menunggu Satya, ia penasaran kenapa Satya begitu lama ke toilet, kemudian ia berniat menyusul Satya tapi langkahnya terhenti saat seorang wanita cantik dengan terburu-buru setengah berlari menabraknya hingga Anye pun hampir terjatuh. Kemudian wanita itu meminta maaf kepada Anye dan segera pergi meninggalkannya seperti sedang ketakutan.


Kemudian Anye melanjutkan niatnya untuk mencari Satya dan dia terjebak dalam kerumunan massa, Anye terkejut saat tiba-tiba ada seseorang menariknya untuk keluar dari kerumunan itu.


Setelah sampai ditempat yang agak lengang orang tersebut melepaskan pegangannya dan ternyata dia adalah Adam.

__ADS_1


" Maaf.... maafkan aku Anyelir, aku telah menarik tanganmu. Sebaiknya kita keluar dari tempat ini karena lihatlah massa semakin ramai berkumpul dan takutnya nanti terjadi keributan atau terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan karena ikut berdesakan, ayo kita duduk disana ditempat yang agak lengang", ajak Adam.


" Dari sana kita masih bisa mendengarkan suara artis yang lagi manggung walaupun tidak melihat wajah artis tersebut".


Anyelir mengikuti ajakan Adam untuk menghindari keramaian tapi hatinya tetap tidak tenang, ia ingin kembali mencari Satya. Dia ingin menelphonenya tapi kan Satya tidak membawa handphone karena handphonenya tertinggal di kantor.


Anye kemudian menceritakan kepada Adam bahwa ia sebenarnya datang bersama Satya, kini ia sedang mencarinya karena Satya sedang ke toilet tapi sudah lama belum juga kembali.


Lalu Anye melanjutkan perkataannya,


" Maaf Dam aku harus kembali ketempat dudukku semula bersama Mas Satya, aku takut Mas Satya telah kembali kesana dan sekarang pasti lagi khawatir mencari keberadaanku".


Adam kemudian menjawab," Baiklah Nye aku akan mengantarkan kamu kesana, aku takut kamu terjebak kerumunan massa lagi".


Anye pun setuju dengan omongan Adam, kemudian saat mereka hampir tiba ditempatnya semula, Anye melihat Satya sedang berbicara dengan pramusaji yang mengantar makanan mereka. Anye merasa tenang telah menemukan Satya tapi dia kan tidak mungkin mengusir Adam begitu saja agar meninggalkannya, makanya Anye memilih tetap diantar Adam sampai ke tempat Satya berdiri.


Sementara ya para readers, kita kembali kepada cerita Satya yang tadinya kehilangan jejak Nadia, Satya berusaha dengan susah payah keluar dari kerumunan itu, ia teringat telah meninggalkan Anyelir terlalu lama. "Pasti Anyelir khawatir", fikirnya dalam hati.


Satya terus berusaha keluar dan akhirnya berhasil, ia kembali ke tempatnya semula saat duduk memesan makanan dan ternyata ia tidak menemukan Anyelir disana. Sedangkan di meja telah terhidang makanan pesanan mereka dan terlihat belum disentuh sedikitpun.


Kemudian ia mencoba bertanya kepada pramusaji yang tadi mencatat pesanan mereka,


"Mbak maaf ya.... saya mau tanya, mbak melihat pacar saya tadi yang sedang duduk disana?", tanya Satya sambil menunjukkan telunjuknya kearah tempat duduk mereka tadi.


" Oh...Nona yang pakai baju dan kerudung hijau muda ya pak?"


" Iya mbak", sahut Satya.


" Tadi nona itu bilang ke saya untuk meletakkan hidangannya dulu, dia akan pergi mencari Anda Pak. Katanya bapak sudah lama pergi ke toilet kenapa belum kembali juga, dia sangat khawatir kelihatannya".


" Terimakasih mbak atas infonya saya akan pergi mencarinya dulu".


"Iya pak, sama-sama", pramusaji itupun segera meninggalkan Satya.


Satya bermaksud ke toilet kembali untuk mencari Anyelir tapi kemudian ia melihat Anye sedang berjalan bersama Adam menuju ke arahnya.


Melihat Anyelir datang bersama Adam, membuat perasaan Satya tidak nyaman, ia kemudian berjalan mendekati Anye dan Adam. Anye yang mulai mengenal kepribadian calon suaminya tidak ingin terjadi kesalahpahaman diantara mereka kemudian ia menjelaskan bagaimana ia bisa bertemu dengan Adam disana.

__ADS_1


Satya pun berusaha menutupi kecemburuannya, ia mengucapkan terimakasih kepada Adam dan mengajaknya bergabung untuk menikmati makanan pesanan mereka dan memanggil pramusaji agar menambahkan pesanan sesuai permintaan Adam.


__ADS_2