Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 52. Mencari keberadaan Nadia


__ADS_3

Satya telah sampai di cafe tempat yang telah ia sepakati untuk bertemu Radit, ternyata Radit sudah menunggunya di sana.


Saat ia duduk telah tersedia jus jeruk kesukaannya, Radit telah memesannya sebelum dirinya sampai, ia tahu pasti sahabatnya membutuhkan itu untuk menenangkan hatinya.


Satya pun langsung meneguk jus jeruk kesukaannya itu hingga hampir habis, Radit yang melihatnya hanya menggeleng-gelengkan kepala saja dan berkata :


" Kenapa? nggak sempat minum memangnya kamu dirumah!"


" Terimakasih Dit!," kamu tahu aja kebiasaanku.


Radit pun yang melihat pramusaji melintasi meja mereka kemudian memanggilnya.


" Mas, tolong tambahkan segelas jus jeruk dan seporsi chicken fingers ya!",


" Baik mas", jawab sang pramusaji sambil mencatat pesanan Radit.


" Oh ya Sat, sebenarnya masalah apa yang ingin kamu ceritakan?"


Satya kemudian menceritakan ketika ia menelephone Nadia kemaren sebelum pernikahan tapi handphonenya tidak aktif hingga sekarang lalu ia menelephone Kak Nina ternyata Nadia sudah tidak berada di Amerika lagi dan kak Nina juga tidak tahu keberadaannya sekarang.


Kemudian ia menceritakan lagi tentang dirinya yang melihat bayangan Nadia menyeberang jalan di saat lampu merah dan di cafe dekat kost Anyelir sekitar seminggu yang lalu.


Satya menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghempaskan dengan kasar lalu bertanya kepada Radit,


" Apakah Nadia sudah kembali kesini ya Dit?, tapi dua hari sebelum pernikahan aku sempat menelephonenya, dia sedang berbaring di kamar kami yang ada di Amerika karena aku masih ingat dengan dekorasi indoorny, lalu kenapa kak Nina mengatakan Nadia sudah tidak ada kabar sejak tiga minggu yang lalu, aku jadi bingung Dit?"


" Memangnya kamu sudah coba Sat mencarinya disekitar tempat saat kamu melihat orang yang mirip dengan Nadia?"


" Saat di lampu merah aku tidak sempat mengejarnya tapi saat di cafe aku mengejarnya namun kehilangan jejak karena waktu itu cafe ramai sekali pengunjung, ada artis ibu kota yang datang dan aku tidak mungkin terus mencarinya sementara Anyelir saat itu ikut bersamaku".


" Coba kamu terus bel nomornya siapa tahu sekarang ia sudah mengaktifkannya", ucap Radit.


Satya kemudian mencoba menelephone Nadia kembali namun nomornya masih juga belum aktif. Satya menatap Radit sambil menggelengkan kepalanya.


" Aku Cemas Dit, bagaimana kondisinya sekarang, apakah ia masih rutin meminum obatnya atau tidak. Aku tidak ingin kondisinya ngedrop kembali."

__ADS_1


" Ya sudah, jika kamu penasaran ayo sekarang kita coba cari di tempat saat kamu melihat bayangan yang mirip dengannya, tapi sebelumnya kita makan dulu chicken fingersnya mubajir kan jika tidak kita makan."


" Tidak selera makan aku Dit sebelum mendapatkan kabar tentang Nadia."


" Ayolah, aku janji akan menemanimu mencarinya dan berusaha mendapatkan kabar tentangnya melalui orang-orang kepercayaanku. Ayolah Sat kasihan juga kan Anyelir kamu tinggal terlalu lama."


Satya kemudian mengambil chicken fingers dan memakannya lalu meneguk habis minumannya sambil memijit keningnya yang terasa sangat sakit karena masalah yang ia pikirkan.


Radit yang melihatnya kemudian menarik tangan sahabatnya dan membawanya pergi namun sebelumnya ia membayar tagihan makanan mereka di kasir.


Radit meminta kunci mobil Satya, ia yang akan mengemudikannya ke tempat yang disebutkan Satya.


" Mana kunci mobilmu Sat, biar aku yang mengemudi, aku nggak mau terjadi hal yang buruk dengan kita jika kamu yang mengemudi, kamu sedang stress dan aku kesini tadi sengaja tidak membawa mobil. Aku kan masih belum menikah Sat, belum merasakan nikmatnya pernikahan nggak maulah aku jika kita celaka."


" Makanya kamu cepat menikah biar kamu tahu rasanya pusing seperti ku, aku masih belum faham dengan sifat wanita terutama Nadia, dia yang keras kepala memaksaku menikah lagi dan berjanji tuk kembali eh malah sekarang dia menghilang, apa sebenarnya yang ia inginkan, jika tahu begini aku tidak akan menuruti permintaannya yang bisa menyakiti hati yang lain".


Radit terdiam, ia faham dengan apa yang dimaksud oleh Satya, walaupun sahabatnya ini belum mencintai Anyelir tapi ia juga tidak bisa menyakiti hatinya.


Radit mengenal betul kepribadian Satya sejak kecil, ia rela mengorbankan perasaannya sendiri demi membahagiakan orang-orang disekitarnya dan ia juga faham dengan sifat keras kepala Nadia yang akan tetap bertahan dengan prinsipnya sampai apa yang dia inginkan tercapai.


Ditengah kebingungannya Radit menurut saja saat Satya memintanya untuk menghentikan mobilnya di dekat trotoar tak jauh dari lampu merah walaupun resikonya mereka bisa kena tilang atau terkena caci maki dari pengendara lain yang sedang melintas disana.


Mereka menyusuri jalanan disekitar lampu merah saat pertama Satya melihat orang yang mirip Nadia namun tidak ada tanda-tanda orang itu muncul disana kemudian Satya dan Radit menghampiri orang-orang yang berjalan di trotoar sambil menunjukkan foto Nadia yang ada di handphonenya, namun mereka semua menggelengkan kepala sambil berkata tidak pernah melihatnya.


Radit kemudian menarik lengan sahabatnya dan mengajaknya pergi dari tempat itu sebelum polisi lalu lintas mendekati mereka, sangat terlihat jelas di wajah Satya perasaan kecewa karena tidak mendapatkan petunjuk sedikitpun dari tempat itu. Lalu Satya meminta Radit menuju cafe dekat kost Anyelir, Radit hanya menurut saja kemana Satya memintanya pergi.


Saat mereka tiba disana cafe masih terlihat lengang, masih sepi pengunjung karena hari menjelang maghrib, Satya buru-buru turun dari mobil dan berjalan menghampiri pramusaji yang dulu menghidangkan makanan untuknya saat ia dan Anye berkunjung kesana.


Kemudian Satya bertanya, " Mas masih ingat dengan Saya yang waktu ada artis ibukota datang kesini saya bersama calon istri saya makan disini", ucap Satya sambil menunjuk meja tempat makan mereka waktu itu.


Pramusaji itu menatap Satya dan mengkerutkan keningnya mencoba mengingatnya, akhirnya ia menjawab:


" Bukannya Tuan yang memberikan saya tips dua lembar uang ratusan dan yang sempat kehilangan calon istri Tuan yang saat itu sama-sama saling mencari !".


Satya pun mengangguk, kemudian pelayan itu lanjut bertanya," Ada yang bisa saya bantu Tuan?"

__ADS_1


Satya kemudian menunjukkan foto Nadia yang ada di handphonenya dan berkata,


" Saat itu wanita ini juga ada disini, apakah mas mengenalnya atau pernah datang kesini lagi setelah hari itu!".


Pramusaji itupun menggelengkan kepalanya, "Saya tidak ingat Tuan banyak pengunjung yang datang kesini setelah hari itu, memangnya siapa wanita itu Tuan?", tanya balik pramusaji kepada Satya.


Satya terdiam mendengar pertanyaan sang pramusaji, ia tidak mungkin menjelaskan secara detail tentang siapa Nadia.


Radit lah yang menjawabnya, " Dia adalah teman kami yang baru datang dari luar negeri, waktu itu sahabat saya ini melihatnya ada disini namun karena keramaian yang ada membuatnya kehilangan jejaknya dan kami juga tidak memiliki nomor telephonenya."


" Oh gitu ya Tuan, Tuan boleh share foto wanita itu dan nomor handphone Tuan ke handphone saya, jika saya melihatnya datang kesini lagi, pasti saya akan segera menghubungi Tuan."


Satya segera men-share foto dan nomor handphonenya ke nomor pribadi sang pramusaji, setelah itu Satya dan Radit mengucapkan terimakasih dan pergi meninggalkan tempat itu.


Di dalam mobil Radit mengingatkan Satya agar menghentikan pencarian Nadia untuk hari ini, ia bermaksud mengantar Satya pulang namun Satya masih ingin melanjutkan pencarian menyusuri jalanan sekitar cafe, dia masih berharap menemukan petunjuk tentang Nadia disana.


" Sudahlah Sat ayo aku antar kamu pulang, sebentar lagi makan malam, apa kamu tidak ingin menemani istrimu makan bareng keluargamu!,


mereka pasti menanyakan tentangmu kepada Anyelir terutama Kakek. Kamu bisa membohongi Anye tapi tidak dengan Kakek, Kakek tahu semua urusan kantor sudah aku selesaikan, aku tidak bisa berbohong kepada Kakek jika beliau mendesakku", ucap Radit.


Satya akhirnya menuruti ucapan Radit, dia meminta Radit untuk mengantarnya pulang, walaupun ia tahu, pasti tetaplah terlambat untuk bisa makan malam bersama istri dan keluarganya.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


🌷VOTE YANG BANYAK YA SAY.......


LIKE, COMENT DAN RATE BINTANG LIMANYA


🌷HAPPY READING β™₯️β™₯️β™₯️ TERIMAKASIHπŸ™πŸ™


🌻Fb : Juliatik


🌻IG : juliatikj


🌻WA: 089666644746

__ADS_1


__ADS_2