Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 86. Sedih karena diabaikan


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, Satya dan Anye memutuskan untuk pulang karena besok jadwal kerja mereka sangat padat.


Satya mengantarkan Anye terlebih dahulu, memberikan ciuman selamat malam lalu melajukan mobilnya membelah kesunyian malam menuju rumahnya bersama Nadia.


Setelah sampai dirumah, Satya segera membersihkan diri, memakai piyama tidur lalu membuka laptopnya. Ia ingin menyiapkan pekerjaan tadi siang yang sempat tertunda.


Mata Satya mulai mengantuk padahal pekerjaannya belum juga selesai, kemudian ia menelephone Anye untuk mengucapkan selamat tidur dan tak lupa saling memberi ciuman pengantar tidur.


Keduanya beristirahat di tempatnya masing-masing dan berharap mimpi mendapatkan kebahagiaan di masa datang.


Saat pagi tiba Anye berucap dalam batinnya," Alhamdulillah berlalu juga malam ini, tinggal satu malam lagi Mas Satya disana, besok malam jatahnya menginap di sini tapi sayang aku belum bisa memberikan haknya, ah...sudahlah yang penting saat ini aku harus semangat bekerja dan kuliah."


Setelah membantu Bik Imah, Anyepun bersiap berdandan rapi karena sebentar lagi Satya pasti datang menjemput.


Benar saja, saat Anye sedang memakai sepatunya suara mobil Satya telah terdengar sudah di depan rumah.


Anye berpamitan kepada Bik Imah, mengambil tasnya lalu berjalan keluar untuk menemui Satya. Satya tersenyum melihat sang istri bersemangat menghampirinya, mencium tangan lalu naik ke mobilnya.


Satya melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang namun tiba-tiba ia kaget dan mengerem mendadak saat ia melihat seorang wanita yang mirip Nadia naik ojek online.


Anyelir yang tidak menyangka Satya akan mengerem mendadak merasa terkejut, tubuhnya terdorong kedepan dengan kuat, untung saja ia memakai sabuk pengaman, jika tidak pasti keningnya sudah memar karena menatap bagian depan mobil.


Melihat istrinya kaget Satya pun meminta maaf namun ia tetap menjalankan mobilnya berusaha mengejar pengemudi ojek online itu.


Anye yang merasa heran kemudian bertanya, "Sebenarnya ada apa mas? Kenapa mas mengerem mendadak dan sekarang Anye lihat sepertinya mas sedang mengejar seseorang", ucap Anye penasaran.


"Maaf Nye, Mas sedang mengejar ojek online di depan sana, kamu lihat wanita yang diboncengnya, itu seperti Nadia", ucap Satya.


"Mana Mas?", tanya Anyelir.

__ADS_1


"Itu lho....di balik mobil ketiga di depan kita", ucap Satya lagi.


Anye pun membuka kaca mobil dan menjulurkan kepalanya karena merasa penasaran ingin melihat wajah wanita yang dibonceng ojek online yang menurut Satya adalah Nadia. Namun mobil yang ada di depan mereka menghalangi jarak pandangnya.


Satya mulai gelisah karena di depan rambu lalu lintas sudah menunjukkan lampu kuning, ia takut terhalang lampu merah dan yang pasti bakal kehilangan jejak Nadia lagi.


Benar perkiraan Satya, lampu merah sudah menyala, mau tidak mau ia harus berhenti hingga tidak bisa mengikuti ojek online itu lagi. Satya kesal dan marah kepada dirinya sendiri, lalu ia memukul setiurnya, sambil berkata," Ah...selalu seperti ini, susah sekali untuk menemukanmu Nad!", ucapnya kesal.


Anye yang sejak tadi memperhatikan suaminya pun merasa iba, kemudian ia memberikan support memegang lengan suaminya dan berkata," Sabar Mas, kita pasti nanti akan menemukan Mbak Nadia, mungkin saat ini belum waktunya", ucap Anye.


Satya mulai menormalkan rasa kesalnya dan ketika lampu hijau menyala ia mengklakson berkali-kali agar mobil di depannya segera jalan dan membuka jalan untuknya. Satya masih berharap bisa mengejar ojek online itu.


Namun sayang, ojek online yang membawa Nadia sudah tidak terlihat lagi. Wajah Satya murung, pikirannya kacau, tadi ia sempat melihat sekilas sosok istrinya terlihat begitu kurus dan lemah. Ia sangat menyesal kenapa waktu itu tidak memaksa Nadia untuk pulang bersamanya hingga ia bisa terus merawat dan menjaganya hingga kondisinya tidak seburuk itu.


Anye yang melihat ada kesedihan di wajah Satya, tidak berani membuka percakapan, Anyelir sengaja diam untuk memberikan kesempatan kepada sang suami menormalkan kembali perasaannya.


Suasana itu berlanjut hingga mereka tiba di kantor, Satya tetap diam, terlihat tak bersemangat. Ia membuka pintu mobil lalu berputar membukakan pintu buat Anye namun tetap saja tidak bersuara.


Akhirnya Anyepun berkata," Mas ayo kita masuk, kita kan banyak pekerjaan, jadi jangan membuang waktu disini."


Satya kemudian menjawab," Kamu masuk sendiri ya Nye, Mas mau pergi dulu", ucap Satya sambil berjalan ke arah mobilnya tanpa menunggu jawaban dari Anyelir dan iapun melajukan mobilnya kembali keluar dari parkiran menuju jalan raya.


Anye merasa sedih, baru kali ini setelah menikah ia merasa diabaikan dan di cuekin oleh Satya karena Nadia. Di dalam hati ia berkata,"Benar ternyata Mas, Mbak Nadia begitu berarti bagimu, hanya melihatnya dari jauh saja kamu bisa mengabaikan aku, apalagi jika Mbak Nadia sudah tinggal di antara kita? apa aku masih berani berharap untuk mendapatkan perhatian, cinta dan kebahagiaan darimu seperti yang telah aku rasakan selama ini!"


Anye belum beranjak juga dari tempatnya berdiri walau mobil Satya sudah tidak terlihat, pikirannya kacau, ia tidak bersemangat untuk bekerja. Hatinya terasa sakit, mungkin rasa cemburu mulai timbul di hatinya.


Tina yang baru tiba bersama Radit merasa heran melihat Anye yang berdiri di parkiran tapi pandangannya kosong menatap ke arah jalan raya.


Sebagai teman dekat, Tina tidak pernah melihat sikap Anye yang murung dan sedih seperti itu sejak masalah dengan rentenir selesai.

__ADS_1


Lalu ia mencoba menebak, mungkin ada masalah antara Anye dan Satya karena di sana tidak terlihat sosok Satya, sementara biasanya mereka selalu bersama-sama datang ke kantor sejak menikah.


Tina dan Radit saling pandang, lalu Tina menarik tangan Radit untuk bersama menghampiri Anyelir.


Radit berdehem, namun tidak membuat Anye bergeming dari tempatnya berdiri, kemudian Tina mendekati dan menepuk pundaknya, barulah Anye terkejut dan mengalihkan pandangannya ke Tina.


Tina melihat ada air mata mengambang di kedua kelopak mata Anyelir, namun buru-buru Anye berusaha menghapusnya sambil berkata," Aduh mataku sakit, tadi banyak sekali debu disana", ucap Anyelir sengaja mengalihkan perhatian Tina dan Radit.


Radit dan Tina tahu, Anye pasti berbohong namun mereka tidak berani mendesak karena mereka tahu gimana kepribadian Anye, pasti ia tidak akan membuka aib rumah tangganya walau terhadap sahabatnya.


Kemudian Anye berusaha ceria kembali, dengan senyum di paksakan ia pun berkata,"Kalian kok pagi sekali sudah datang, memangnya hari ini banyak pekerjaan ya kak Radit? tanya Anye tanpa melihat jam di pergelangan tangannya.


"Nye...coba kamu lihat jam di tanganmu, memangnya pukul berapa sekarang?", tanya Radit.


Anyepun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya, ia kemudian tersenyum malu sambil berkata," Eh iya Kak Radit ternyata Anye salah perkirakan jam, kalau begitu ayo kita masuk Kak, Tina. Banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan", ucap Anyelir sambil berlalu meninggalkan sahabatnya.


Karena tidak ingin kesedihan dan rasa kecewanya terlihat oleh sahabatnya, Anye tanpa menoleh lagi terus berjalan menuju ke ruangannya.


Tina dan Radit juga tanpa berbicara lagi segera mengikuti Anyelir berjalan masuk ke dalam hotel untuk melakukan pekerjaan mereka masing-masing.


Bersambung.....


Kemanakah Satya pergi? apakah ia akan meminta maaf kepada Anye karena telah mengabaikannya?


ikuti terus ceritanya ya guys....πŸ™πŸ˜‰


_____________


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys....Vote, like, comment dan rate bintang limanya πŸ™πŸ˜‰

__ADS_1


🌻 Terimakasih juga telah berkenan memberikan dukungan terhadap karya saya yang diikutkan lomba yang berjudul "MENIKAHI CUCU BILLIONER" yang sudah beberapa hari ini masuk di beranda karya sangat direkomendasikan dan juga di beranda 🌟Rising Star.


Dukungan para pembaca sangat berarti bagi kami para penulis, semoga dukungan kalian semua berkah dunia dan akhirat. πŸ™πŸ™πŸ™ Aamiiin...


__ADS_2