Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 88. Kejujuran yang pahit


__ADS_3

Anye sudah masuk ke dalam kelas, ternyata ia melihat Adam sudah duduk di kursi yang biasa di duduki dosennya. Kemudian ia memberi salam dan mengatakan kata maaf karena terlambat datang.


Adam hanya tersenyum sembari mempersilakan Anyelir duduk di tempatnya, lalu Adam mulai memperkenalkan diri bahwa dia adalah dosen pengganti sementara karena dosen yang biasanya mengajar sedang di rawat di rumah sakit, kemungkinan untuk waktu yang cukup lama.


Sebelum memulai materi, Adam ingin berkenalan dulu dengan para mahasiswanya dengan cara mereka menyebutkan namanya masing-masing. Kebetulan di kelas sore mahasiswa tidak terlalu banyak jadi ia akan gampang mengingatnya.


Mahasiswa di kelas sore hanya berjumlah 20 orang, mereka mulai menyebutkan nama dan asal daerah, kadang kala ada yang ke centilan dengan menyebutkan bahwa dirinya masih single, padahal dari segi penampilan, ia sudah berusia setengah baya.


Adampun mulai menyampaikan materi, dengan sangat telaten Adam menjelaskan semuanya hingga para mahasiswa merasa gampang menyerapnya.


Setelah selesai menyampaikan materi Adam membuka sesi tanya jawab, ia mempersilakan bagi yang ingin bertanya. Banyak mahasiswi di kelas Anye yang hanya menanyakan tentang hal pribadi Adam, namun ia tetap menjawab seperlunya saja.


Adam tidak ingin mereka semua tahu kecuali Anyelir, bahwa dirinya masih single, jadi saat ada pertanyaan apakah ia telah memiliki istri maka Adampun menjawab bahwa ia sudah berkeluarga.


Mereka yang berharap Adam masih single merasa kecewa, namun Anye hanya tersenyum sembari menggelengkan kepala. Ia tidak mengerti kenapa Adam berkata demikian.


Jam perkuliahan pun usai, satu persatu mahasiswa telah keluar dari ruangan karena suami-suami mereka juga telah menunggu di depan gerbang kampus.


Sementara Anye yang hendak keluar, di tahan oleh Adam, ia berkata,"Sebentar Nye, bolehkah aku minta sedikit waktumu?", ucap Adam.


Anye kemudian menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Adam. Sebenarnya ia ingin menghindar karena Anye tahu Satya tidak suka jika ia dekat dengan Adam. Namun Anye juga sadar Adam sekarang adalah dosennya jadi sangat tidak sopan jika ia pergi tanpa menghiraukan perkataannya.


"Maaf Pak Adam, ada keperluan apa ya, bapak memanggil saya", tanya Anyelir dengan sesopan mungkin.


"Jangan formil gitu Nye, jam perkuliahankan sudah selesai, panggil saja aku seperti biasa kamu memanggilku", ucap Adam yang merasa tidak nyaman dengan panggilan Bapak dari Anye.


"Baik Kak, Anye tetap akan panggil kakak saat diluar jam perkuliahan."


"Begini Nye, kenapa tadi aku bilang ke mereka bahwa aku sudah berkeluarga, jujur semua itu karena kamu", ucap Adam sembari menarik napas dalam.

__ADS_1


Anye yang mendengar pengakuan Adam merasa terkejut, ia tidak mengerti mengapa Adam bilang semua itu karena dirinya, kemudian Anye bertanya,


"Apa maksudnya Kak", tanya Anyelir penasaran.


"Sebenarnya tidak pantas lagi aku mengatakan hal ini kepadamu Nye, namun rasanya sulit, aku tidak bisa mengatakannya kepada siapapun karena ini adalah aibku dan jika di dengar orang lain tentu saja bisa menimbulkan masalah. Aku hanya ingin melepaskan beban yang ada di hatiku bukan bermaksud mengusik kebahagiaanmu mana tahu setelah ini beban dihatiku bisa lepas dan aku bisa hidup tenang", ucap Adam lagi sambil tertunduk.


"Coba kakak katakan yang jelas sebenarnya ada masalah apa yang mengganggu hati kakak mana tau Anye bisa bantu", ucap Anye.


Adam mengangkat kepalanya dan menatap Anyelir, kemudian berkata," Mama selalu memaksaku untuk segera berumahtangga, tapi aku tidak bisa Nye, rasanya hatiku sudah kamu bawa pergi jauh, saat kamu dipersunting Satya. Berulang kali aku sudah coba mendekati seorang gadis, namun nihil, hanya kehampaan yang aku rasakan", ucap Adam lirih.


Sangat jelas terdengar ada kesedihan, kekecewaan di balik ucapannya.


"Mama Kak Adam benar, kak Adam harus segera menikah, kak Adam tidak boleh seperti ini terus, cobalah buka hati Kakak untuk gadis lain, masih banyak di luaran sana, gadis cantik dan baik, lebih semuanya dari Anye. Sebagai contoh rumah tangga kami kak, kakak tentu masih ingatkan kami awal menikah juga karena dipaksa oleh keadaan namun sekarang kami sama merasakan cinta, saling butuh dan saling memberi perhatian. Inshaallah kak bahagia itu pasti datang", ucap Anye ingin memberi support kepada Adam.


"Terimakasih Nye sudah mau mendengarkan ku, Setidaknya dengan aku mengatakannya kepadamu beban di hatiku akan berkurang. Terimakasih sekali lagi dan tolong maafkan aku, anggap aku tidak pernah mengatakan apapun", ucap Adam lagi.


Adampun bangkit dari tempat duduknya, ketika mereka hendak meninggalkan kelas terdengar suara langkah kaki mendekat.


Anye menoleh kearah pintu ternyata disana sudah berdiri seseorang sambil menyeringai, dia adalah Radit. Radit datang menjemput Anye karena Satya masih belum kembali dan ia meminta tolong agar Radit menjemput dan mengantarkannya pulang.


"Hahh..."


Terdengar Anye menarik napas lega.


Kemudian Raditpun berkata," Aku tidak mengganggu percakapan kalian kan?", tanya Radit seraya memberi kode akan mengunci mulutnya.


"Oh tentu saja tidak Dit", ucap Adam yang merasa tidak enak.


"Memangnya Mas Satya belum selesai bertemu klien ya Kak", ucap Anyelir.

__ADS_1


"Yups betul, makanya kak Radit dimintanya untuk menjemput kamu Nye."


"Ya sudah, ayo kita pulang kak, maaf kak Adam, Anye dan kak Radit duluan ya. Semoga Mama kak Adam cepat sembuh, maaf kami belum jadi menjenguk beliau karena Mas Satya masih repot", ucap Anye.


"Nggak apa-apa kok Nye, lagipula kondisi Mama sudah mendingan setelah minum obat dari dokter", ucap Adam.


"Aku duluan ya Dam, harus jalankan tugas nih!", ucap Radit.


Adam mengangguk sembari mengacungkan kedua jempolnya, kemudian ia membereskan mejanya lalu ikut keluar menyusul mereka ke parkiran untuk segera pulang.


Radit sudah menjalankan mobilnya saat Adam sampai di tempat parkir, kemudian ia juga menghidupkan mobil, melajukan ke jalan raya menuju rumahnya.


Selama dalam perjalanan, Anye hanya diam, ia kepikiran omongan Adam tadi, dirinya telah menyebabkan orang lain menderita.


Radit yang melihat Anye hanya diam kemudian berkata,"Kak Radit nggak nyangka Nye, jika cinta Adam begitu dalam sama kamu, pantas saja Satya sering mengingatkan aku untuk memperhatikan kalian", ucap Radit.


"Kak Radit, please jangan cerita ya ke Mas Satya, apa yang kakak dengar tadi anggap saja nggak pernah terjadi, kasihan Kak Adam semuanya ini gara-gara Anye", ucapnya.


"Kamu tidak baik Nye menyalahkan dirimu, hal ini sudah jalannya, jodoh, pertemuan dan maut semuanya sudah di atur Allah. Kak Radit juga nggak nyangka kok, jika akhirnya akan berjodoh dengan Tina."


"Iya kak", jawab Anye.


"Yang penting sekarang tetap jalani hidup kita di jalan yang telah Allah pilihkan, kerikil-kerikil kecil dalam rumah tangga itu wajar tinggal kita menyikapi bagaimana supaya kerikil tersebut tidak membuat kita tersandung dan terjatuh", ucap Radit bijak.


Bersambung.......


🌻Maaf telat update terus ya para pembaca kesayangan author.... sampai hari minggu depan ada urusan keluarga yang tidak bisa saya tinggalkan. Saya akan usahakan update walau tengah malam. 🙏🙏🙏


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys....vote like, comment dan rate bintang limanya 🙏😉

__ADS_1


__ADS_2