
Satya dan Anye sudah tiba di rumah, sedangkan Radit langsung mengantar Tina kembali ke tempat kost baru ia memutuskan pulang ke apartemennya untuk beristirahat.
Perjalanan panjang melelahkan namun menyenangkan bagi Anyelir tidak membuatnya langsung tertidur.
Anye menggoda Satya hingga sang suami kembali menunaikan tugasnya, mereka tidak akan melewatkan masa-masa subur untuk terus mencoba melaksanakan program kehamilan sesuai petunjuk dokter kandungan.
Waktu terus berlalu, hari demi hari, minggu demi minggu mereka jalani dengan aktivitas seperti biasa. Satya, Anye, Radit dan Tina sibuk dengan tugasnya masing-masing.
Saat Anyelir hendak keluar makan siang bersama Satya tiba-tiba kepalanya merasa pusing, pandangannya berkunang-kunang, hampir saja ia terjatuh jika Satya tidak cepat berlari menopangnya dan memintanya untuk duduk.
Satya cemas dan hendak memanggil dokter namun Anye melarang, dia mengatakan bahwa dirinya sehat mungkin hanya faktor lapar dan kelelahan saja hingga membuatnya pusing.
Setelah merasa baikan, Anye kemudian mengajak Satya makan siang di luar, entah mengapa Anye memaksa Satya untuk membawanya makan di tempat saat mereka memutuskan setuju untuk menikah.
Di sana Anye terlihat gembira, dia mengenang semua peristiwa yang pernah terjadi dulu bersama Satya, lalu diapun memesan makanan yang sama pula dan memakannya begitu lahap hingga tak bersisa.
Satya merasa heran sebenarnya apa yang sedang terjadi dengan istrinya, selama ini Anye tidak pernah makan serakus itu hingga semua makanan habis tak bersisa, bahkan sisa makanan Satya juga di habiskannya dengan alasan mubajir membuang makanan.
Setelah selesai makan, tiba-tiba Anyelir merasa perutnya mual dan seperti di putar-putar, dia tidak bisa menahannya lagi lalu langsung berlari ke dalam toilet.
Satya yang melihat Anye pergi berlari sambil memegangi perut dan mulutnya pun merasa khawatir. Lalu Satya mengejar Anye dengan ikut berlari masuk ke dalam toilet wanita, syukurnya di sana hanya ada mereka berdua saja.
Anye yang sudah tidak tahan, lalu memuntahkan semua makanan yang tadi masuk ke dalam perutnya hingga tak bersisa dan sampai keluar cairan kuning yang sangat terasa pahit. Setelah itu dia merasa tubuhnya tidak bertenaga dan nyaris terjatuh.
Satya panik, dia menahan tubuh Anye seraya membersihkan sisa muntahan yang sempat mengenai baju Anyelir.
Kemudian Satya membopong tubuh Anyelir ala bridal style ke dalam ruangan yang di tunjukkan oleh seorang pelayan karena melihat Satya berlari sambil membopong tubuh sang istri.
Kekawatiran terlihat sangat jelas di wajah Satya saat dirinya mengetahui Anye tidak sadarkan diri.
Wajah Anye sangat pucat seperti mayat dan keringat dingin keluar dari sekujur tubuhnya.
Hal itu semakin membuat Satya panik, lalu dia berteriak meminta tolong kepada Mbak pelayan tadi agar segera memanggilkan dokter.
Pelayan tersebut segera menemui bosnya untuk meminta izin keluar mencari dokter terdekat yang ada di sana.
__ADS_1
Untung saja, tidak jauh dari cafe tersebut ada klinik kesehatan tempat dokter umum membuka praktek. Lalu Mbak pelayan meminta tolong kepada Bu dokter untuk ikut bersamanya melihat kondisi Anyelir yang sedang pingsan.
Bu dokter pun segera menyiapkan peralatan, lalu memasukkannya ke dalam tas dan segera menyusul pelayan tadi yang sudah berlari terlebih dahulu kembali ke cafe.
Satya yang melihat Bu dokter datang segera menceritakan awal mula penyebab sebelum Anye pingsan. Dokter pun segera memeriksa denyut nadi Anyelir, membuka sedikit baju bagian atas Anye lalu memeriksanya dengan Stetoskop.
Kemudian Bu dokter kembali memeriksa denyut nadi Anye untuk lebih meyakinkan diagnosanya sementara, lalu beliau tersenyum sembari berkata, "Selamat Pak, jika diagnosis saya tidak salah ibu Anye sedang hamil."
Satya yang mendengar perkataan Bu dokter seperti bermimpi, dia tidak percaya dengan pendengarannya sendiri, lalu dia mencubit lengannya dan mengaduh sambil melihat ke arah pelayan yang masih berdiri di sana.
Pelayan dan Bu dokter pun yang melihat reaksi Satya tertawa lalu secara berbarengan mereka mengangguk dan kembali mengucapkan selamat.
Satya sangat senang lalu tanpa malu ia memeluk tubuh Anyelir yang belum sadarkan diri sambil menitikkan air mata. Akhirnya apa yang Satya dan seluruh keluarga Permana rindukan dan harapkan akan segera terwujud.
Setelah sadar dengan keadaan sekitar, Satya tersenyum malu sembari menghapus air matanya, lalu ia bertanya, "Bagaimana dengan istri Saya dok? kenapa dia belum juga sadar dari pingsannya? apakah ada hal serius yang terjadi dengannya?" tanya Satya tanpa memberi jeda Bu dokter untuk menjelaskan.
"Tenang pak, sebentar lagi ibu Anye juga sadar, ini hanya efek dari kehamilan mudanya. Untuk lebih memastikan kebenaran dari hasil diagnosa Saya, dan untuk mengetahui berapa usia kandungan Bu Anyelir, sebaiknya Bapak segera membawa Ibu ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan yang lebih intensif, " ucap Bu dokter.
Satya pun berkata, "Baik dok, saya akan segera membawa istri saya setelah sadar untuk melakukan pemeriksaan ke dokter kandungannya," ucap Satya sambil terus memegangi tangan Anye supaya cepat sadar.
Dokter pun permisi untuk kembali ke klinik, karena banyak pasien menunggu yang tadi dia tinggalkan.
Bu dokter pun heran melihat nilai cek itu lalu beliau berkata, "Maaf pak, jangan-jangan bapak salah memberikan ini," ucap Bu dokter sembari mengembalikan cek itu ketangan Satya.
Satya pun tersenyum lalu berkata, "Tidak dok, Saya tidak keliru, itu memang buat dokter sebagai ucapan terimakasih saya atas kabar gembira ini."
Lalu Bu dokter menjawab, "Terimakasih Pak, dan Inshaallah saya akan menyumbangkan dana ini sebagian kepada pasien-pasien saya yang kurang mampu."
Setelah mengatakan hal itu, Bu dokter pun permisi sembari mengulurkan tangannya kepada Satya tanda ucapan terimakasih.
Tak lama setelah kepergian Bu dokter, Anyelir pun mulai membuka mata, pelayan yang membantu Satya tadi begitu melihat Anye sadar, langsung pergi mengambilkan air minum hangat dan menyerahkan kepada Satya agar memberikannya kepada Anyelir.
Satya sangat berterimakasih kepada Mbak pelayan yang telah menolongnya dan telah begitu perhatian, ikut menunggu sampai Anyelir sadar.
Melihat Anyelir tersenyum membuat Satya langsung memeluknya hingga saking bahagianya dia kembali meneteskan air mata tanpa bisa berkata sepatah katapun.
__ADS_1
Anye kemudian berkata, "Kenapa Mas peluk Anye kuat sekali, Anye sesak Mas? Anye tidak apa-apa kan Mas? Anye hanya lapar!"
Mendengar perkataan Anye Satya langsung melepaskan pelukannya, kemudian mengelus dan mencium perut sang istri sembari berkata, "Anak Papa lapar ya, sabar ya sayang? Papa tanya dulu Mami kamu mau makan apa?" ucap Satya kepada calon bayinya.
Anye membulatkan mata saat mendengar ucapan Satya, dia tidak percaya dengan apa yang dirinya dengar, lalu Anye memandang wajah sang suami ingin mencari kebenaran atas ucapannya.
Ternyata disana Anye masih melihat sisa air mata yang jatuh di wajah Satya, lalu dia menghapus dengan kedua jarinya sembari ingin bertanya.
Sebelum sempat Anye bertanya, Satya sudah mengangguk sembari mengedipkan mata, memberi kepastian atas ucapannya.
Seketika Anye memeluk Satya, derai air mata bahagia membasahi pipinya, tidak ada lagi kebahagiaan yang lebih besar daripada kabar ini. Kabar bahagia akan menjadi seorang ibu dari Satya junior.
Pelayan yang melihat keharuan keduanya pun ikut senang lalu diapun berkata, "Calon mami, adek bayinya lapar lho, memangnya kepingin makan apa ya dek? biar Tante yang masakin buat dedek bayi," ucapnya tulus hingga membuat Satya dan Anye tertawa dan melepaskan pelukan mereka.
Kemudian Anye berkata, "Terimakasih Mbak, aku hanya kepingin udang goreng tepung Mbak," ucap Anye sembari memegang perutnya yang berbunyi karena lapar.
Pelayan pun segera meninggalkan mereka untuk menyiapkan permintaan Anyelir, sementara Satya terus mencium dan mengelus perut istrinya sembari mengucapkan terimakasih karena sudah memberikan kebahagiaan yang tidak ternilai harganya
π» Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys...vote, like sebanyak-banyaknya, coment dan rate bintang limanyaππ
π» Mohon dukungannya juga ya guys pada karya saya yang sedang di ikutkan lomba dengan judul " DARINYA KU TAHU ARTI CINTA DAN KEHILANGAN
( Sudah Up 5 Episode ). Kisah cinta antara sang guru dan muridnya, yang berakhir cinta sejati yang di bawa sampai mati.
π» Silahkan favorit karya dan ikuti akun author ya guys, agar para reader tahu kapan author up dan menerbitkan karya baru πππ
π» Author juga mengundang para reader untuk singgah ke karya sahabat-sahabat author yang karyanya bagus-bagus dan tentunya tidak kalah seru dan menarik. Silahkan di kepoin ya......
β₯οΈ Happy reading ya di akhir pekan.π
__ADS_1