Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 71. Panik


__ADS_3

Satya begitu kesal, hasrat terpendamnya gagal tersalurkan hanya gara-gara seorang pengantar makanan, seperti bara api yang menganga tiba-tiba tersiram bongkahan es, langsung dech....mas Satyanya lemes. Dengan menarik nafasnya dalam dalam dan menghempaskannya dengan kasar Satya pun mengenakan jubah mandi lalu menemui pelayan itu.


Melihat wajah Satya yang terlihat begitu dingin sang pelayan pun takut, lalu buru-buru meletakkan makanan itu di atas meja dekat nakas. Ia sadar mungkin kehadirannya telah mengganggu waktu istirahat pasangan pengantin ini.


Sebenarnya ia hanya menjalankan perintah berupa memo yang mengatasnamakan Ardiansyah untuk mengantarkan makan siang ke kamar Satya.


Merasa tidak enak pelayan itupun berkata, "Maaf Tuan, Mas Ardian yang meminta saya untuk mengantarkan makan siang ini ke kamar, karena Mas Ardian bilang kemungkinan Tuan dan Nyonya tidak akan makan di luar soalnya Nyonya lagi sakit."


"Ya sudah, terimakasih ya, lain kali tunggu konfirmasi dari Saya apakah makanan perlu diantar atau tidak", jawab Satya yang masih merasa kesal, namun ia tetap memberikan uang tips sebelum pelayan itu pergi.


Anyelir sudah selesai membersihkan diri, ia keluar hanya dengan berbalut handuk, Satya yang melihat keseksian istrinya tidak ingin membuang kesempatan, ia mendekati Anye, memeluknya lalu mencium sepuasnya.


Harum aroma jeruk dari minyak terapi yang digunakan Anye saat mandi menimbulkan kesegaran tersendiri yang membuat Satya semakin terlena. Tak puas hanya sebatas mencium, ia menjelajahi semua area favorit milik istrinya sepuasnya hingga hasrat mereka yang sempat tertunda kembali memuncak.


Namun ketika Satya menarik tubuh istrinya ke tempat tidur hendak membuat penyatuan tiba-tiba


krieuk...krieuk...krieuk, terdengar bunyi dari perut Anye yang menandakan dirinya sedang lapar.


Anye hanya menyeringai malu, kali ini pasti karena dirinya Satya harus rela menunda penyaluran hasratnya lagi.


Rasa sayang dan tidak tega membuat Satya harus meredam kembali keinginannya dan berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, ia tahu tadi pagi kan Anye hanya makan sedikit bubur, jadi saat ini benarlah jika ia sudah merasa kelaparan.


Selesai mandi Satya mengajak Anye untuk makan namun sebelumnya ia membisikkan ke telinga istrinya bahwa Anye harus membayarnya nanti malam dengan beberapa ronde permainan.


Anye hanya tersenyum sambil mencebikkan bibirnya saat mendengar kemesuman suaminya, namun ia tidak membantah karena apa yang diminta suaminya adalah memang haknya dan itu adalah ibadah bagi seorang istri untuk melayani suami.


"Ayo Sayang kita makan", ajak Satya.


Anye melayani suaminya mengambilkan nasi, lauk dan sayur, baru kemudian ia mengambil untuk dirinya sendiri. Mereka makan dengan lahap, Anye yang memang sedang kelaparan menghabiskan lebih dari separuh hidangan yang tersedia dan meminum dua gelas jus jeruk.


Satya yang melihatnya kemudian berkata", Sepertinya pulang dari bulan madu harus siap-siap ngeborong baju nih".

__ADS_1


Anye yang tidak faham dengan maksud perkataan suaminya pun hanya bengong memperhatikan, terus berkata", Memangnya mas mau kemana kok ngeborong baju, apa ada tugas keluar kota?".


"Nah itu, baju kamu bakalan nggak muat lagi", jawab Satya sambil tertawa.


"Ah...Mas ngejek nih, Anye nggak akan segemuk itu hingga baju Anye nggak muat", ucap Anye dengan manja.


"Mas kan benar, jika kamu hamil kan harus banyak beli baju nggak mungkin kan anak kita terhimpit di balik baju kamu yang sekarang ini", jawab Satya yang terus ingin menggoda istrinya.


"Apa Mas yakin, Anye bisa cepat hamil?", tanya Anye dengan tidak yakin.


"Makanya kita harus terus membuatnya setiap saat, ayo sekarang kita buat lagi mumpung nggak ada yang ngeganggu", jawab Satya lagi seraya tersenyum menggoda.


"Ah mas curang, katanya ntar malam, malah sekarang minta juga!",


"Namanya juga usaha," Dituruti Alhamdulillah..., jika tidak nggak apa-apa dech, sabar menanti sampai nanti malam yang penting lima ronde kan?", ucap Satya sambil terus menggoda istrinya.


Sore ini mereka masih menghabiskan waktu di kamar, saling bercerita, bercanda dan tertawa. Tiba-tiba saja Anye merasa perutnya seperti di remas-remas, ia menyeringai menahan sakit, Satya yang melihatnya pun terkejut, lalu ia memegangi perut istrinya.


Satya yang kebigungan segera menelephone Ardian agar membawa dokter ke kamar mereka. Tidak membutuhkan waktu yang lama Ardian bersama seorang dokter pun datang. Dokter segera memeriksa Anye lalu memberikan obat untuk diminum, jika dalam waktu sepuluh menit sakitnya tidak reda maka Anye harus dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa secara intensif.


Mereka masih menunggu perkembangan dari sakit perut yang dirasakan Anye, ternyata dalam waktu yang ditentukan oleh dokter, sakit perutnya tidak berkurang juga malahan semakin sakit.


Satya yang merasa tidak sabar dan panik segera menggendong istrinya, diikuti dokter dan Ardian dibelakangnya dengan setengah berlari mereka menuju mobil untuk membawa Anye ke rumah sakit.


Di dalam perjalanan dokter menanyakan makanan apa yang di makan oleh Anye hingga ia bisa sakit perut seperti ini. Kemudian Satya menjawab bahwa makanan yang siang tadi mereka makan adalah makanan dari resto yang di bawa oleh pelayan atas suruhan Ardian.


Ardian terkejut lalu ia berkata", Apa bos, makanan apa? aku tidak pernah menyuruh pelayan untuk mengirimkan makanan ke kamar bos", jawab Ardian bingung.


"Apa!, bukankah kamu yang tadi siang mengirim makanan ke kamar kami dengan bantuan pelayan. Pelayan itu sendiri yang berkata", ucap Satya lagi.


"Sumpah bos, aku tidak ada menyuruh siapapun."

__ADS_1


Satya semakin bingung dan ia berkata," Pasti ada yang tidak beres ini".


Kemudian Pak dokter berkata", begini saja, kita akan periksa sisa makanan yang ada, apakah istri anda ada alergi terhadap salah satu makanan itu atau tidak."


"Baiklah dok, saya akan kembali untuk mengambil sisa makanan dan minuman itu", ucap Ardian.


Kemudian Ardian meminta kunci kamar Satya lalu ia minta agar diturunkan di sebuah halte bis. Ardian akan kembali ke kamar Satya untuk mengambil sisa makanan dan minuman yang telah dimakan Anye tadi siang dengan menggunakan ojek online.


Ardian segera menghidupkan aplikasi, tak lama setelah itu tiba seorang driver dengan mengendarai sepeda motor, kemudian Ardian naik dalam boncengan driver dan memintanya agar lebih cepat melajukan motornya.


Kini Ardiyan telah sampai, iapun bergegas setengah berlari menuju kamar Satya. Kemudian ia membuka kamar itu dan melihat diatas meja dekat nakas terdapat sisa hidangan yang dimaksud Satya.


Ardian segera mencari kantong plastik yang bisa ia gunakan untuk membawa sisa makanan dan sisa jus jeruk yang ada di dalam gelas tadi. Setelah itu ia kembali mengunci pintu kamar, langsung menuju ke parkiran mengambil mobilnya dan segera melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke rumah sakit tempat Anyelir akan di rawat.


Bersambung......


_________________


Bagaimanakah nasib Anyelir selanjutnya? Apakah makanan dan minuman itu yang menyebabkan ia sakit perut?


Ikuti terus kelanjutannya ya guys....dalam episode berikutnya.πŸ™πŸ˜‰


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


🌻Jangan lupa tinggalkan jejak ya, Vote sebanyak-banyaknya, like, comment, dan rate bintang limanya πŸ™πŸ˜‰


🌻Mohon dukungannya juga ya guys...dalam karya Author yang lain, nggak kalah seru lho...


dalam judul " MENIKAHI CUCU BILLIONER" dan "PERSAHABATAN TELAH MENGUBAH TAKDIR"πŸ™πŸ™πŸ™


🌻 Happy Reading β™₯️β™₯️β™₯️ semoga sehat dan bahagia selalu buat semua reader kesayangan Author.

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2