
Seharian mereka menghabiskan waktu untuk menikmati keindahan danau, bermain permainan yang seru seperti banana boat, jet sky dan permainan air lainnya.
Tak terasa suasana disekitar danau sudah mulai sepi namun Satya dan Anye belum ingin kembali ke resort, mereka masih ingin menikmati keindahan senja, menikmati panorama terbenamnya matahari dengan duduk di tepi danau.
Satya memeluk erat istrinya sambil bercerita tentang kehidupan masa kecil mereka, masa dimana hanya ada kebahagiaan demi kebahagiaan tanpa ada beban hidup sedikit pun.
Keduanya akhirnya memutuskan untuk kembali karena waktu Maghrib hampir tiba, Satya dan Anye langsung masuk ke kamar mereka membersihkan diri lalu sholat berjamaah. Malam ini mereka akan makan malam diluar sambil menikmati terangnya bulan purnama.
Anye sudah berdandan sangat cantik dengan gaun malamnya sementara Satya juga dengan memakai stelan kasualnya terlihat sangat tampan, keduanya terlihat sangat serasi. Mereka berjalan ke arah resto, ternyata disana juga sudah ada Queen, Queen yang melihat kedatangan mereka tidak menyia-nyiakan kesempatan, ia ikut bergabung di meja yang telah Satya pesan.
"Selamat malam, boleh ya Sat aku ikut gabung dengan kalian, rasanya tidak enak jika harus makan sendirian", ucap Queen tanpa memandang Anyelir.
Satya memandang Anyelir, lalu berkata, "Jika istriku merasa terganggu dan keberatan aku mohon maaf ya Queen bila tidak mengizinkanmu ikut bergabung disini, karena makan malam ini khusus aku buat untuknya", jawab Satya tegas.
Walaupun Queen adalah sahabat Nadia, namun Satya tidak ingin suasana romantis mereka terganggu oleh kehadirannya. Pagi tadi Queen hampir berhasil merusak suasana hati Anye dan malam ini Satya tidak ingin membiarkan hal itu terjadi lagi.
Queen yang mendapatkan perlakuan seperti itu merasa kesal dalam batinnya berkata, "Apa sih kelebihan kamu gadis kampung, hingga Satya bisa tunduk kepadamu, kamu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan aku."
Anyelir merasa tidak enak dengan Queen atas ucapan Satya, kemudian ia berkata," Biarlah Mas, malam ini Queen ikut bergabung dengan kita, kasihan juga kan jika dia harus makan sendirian, sementara kita sebagai temannya ada di sini."
Jika itu keputusanmu Nye...baiklah, "Silahkan duduk Queen sebentar lagi hidangan yang kami pesan datang, kamu pesanlah sesuai seleramu!".
Malam ini Queen berdandan sangat seksi, ia memakai gaun malam yang ketat hingga menampilkan lekuk tubuhnya, bagian depan menampakkan belahan dada yang rendah serta di bagian bawah juga menunjukkan pahanya yang putih dan mulus karena belahan gaunnya sampai diatas lutut.
Dengan rambut yang dijepit ke atas terlihatlah lehernya yang putih dan jenjang, hidungnya sangat mancung serta bibirnya juga terlihat seksi. Laki-laki mana yang tidak akan jatuh pandangannya jika melihat wanita seperti Queen, Anye saja sebagai sesama wanita sampai menelan salivanya.
__ADS_1
Queen yang mengambil posisi duduk dihadapan mereka sepertinya sengaja ingin menarik perhatian Satya, namun Satya tidak meliriknya sedikitpun. Satya tetap fokus terhadap makanan pesanannya yang baru saja tiba dan sesekali menatap wajah istrinya.
Kemudian Queen meminta pelayan itu untuk menyiapkan makanan dan minuman yang sama persis seperti yang dipesan Satya.
Anye yang merasakan adanya unsur kesengajaan dari semua sikaf Queen, hatinya merasa tertantang, ia tidak ingin hanya tinggal diam. Anye
memotong steak pesanannya kemudian dengan garpu ia mengambil potongan tersebut dan mengarahkan ke mulut Satya.
Satya pun senang Anye bisa menunjukkan perhatiannya terhadap diri Satya walaupun ada Queen disana, kemudian Satya melakukan hal yang sama, ia mengambil satu sendok mie goreng dihadapannya lalu menyuapkannya kepada Anye. Mereka melakukannya berulang-ulang, hingga membuat Queen berdehem, ia merasa iri dengan kemesraan mereka.
Queen semakin iri saat ia melihat Satya membersihkan bumbu mie goreng yang tertinggal di sudut bibir Anye dengan ibu jarinya seraya mengelus bibir istrinya dan tersenyum mesra.
Rasa iri di hati Queen membuat ia ingin secepatnya menghentikan kemesraan yang terjadi dihadapannya ini dengan menumpahkan jus pokat miliknya ke gaun Anye dengan alasan tidak sengaja tersenggol.
Namun noda itu belum juga hilang, kemudian Anye hendak membersihkannya di toilet restoran, saat Anye berjalan melewati Queen, tiba-tiba saja kaki Queen sengaja menyenggol kaki Anye hingga Anye menabrak meja di sebelah mereka dan akhirnya ia jatuh ke lantai.
Anye merasa malu, semua tamu melihat kearahnya saat ia terjatuh menabrak meja dan terduduk di lantai, sementara Queen tersenyum tipis, dalam hati ia merasa menang, ia telah berhasil membuat Anye malu dan berharap Satya akan kecewa karena istri kampungannya itu berhasil membuatnya Satya malu dihadapan banyak tamu.
Anye hendak bangkit dan kembali ke tempat duduknya semula namun kakinya terasa sakit hingga ia sulit untuk berdiri tegak.
Satya yang melihat istrinya jadi tontonan orang banyak tidak tinggal diam, ia bangkit dari tempat duduknya, menghampiri Anye lalu menggendongnya ala bridal style dan segera membawanya kembali ke kamar tanpa menghiraukan Queen yang terpaku melihat apa yang dilakukan oleh Satya.
Sepanjang jalan menuju kamar mereka, Anye menyembunyikan wajahnya di balik dada Satya, ia masih merasa malu atas kecerobohan dirinya hingga bisa terjatuh.
Para tamu yang melihat perlakuan Satya terhadap Anyelir pun merasa kagum, masing-masing dengan komentarnya memuji kemesraan keduanya dan sebagian tamu juga mengatakan so sweet sambil bertepuk tangan.
__ADS_1
Satya yang merasa acara makan malam mereka rusak awalnya karena ulah Queen tanpa menoleh lagi dan tanpa berkata sepatah katapun terus menggendong Anye meninggalkan Queen yang masih duduk di sana.
Sesampainya di kamar, Satya membaringkan tubuh Anye diatas tempat tidur, lalu ia menelephone pihak hotel agar mengantarkan minyak kusuk ke kamarnya. Dengan telaten Satya memijat bagian kaki Anye yang terasa sakit hingga Anye merasa nyaman. Setelah itu ia membuka pakaian Anye yang kotor dan menggantinya dengan pakaian tidur.
Anye merasa tersanjung dengan perlakuan Satya, lalu ia mengucapkan terima kasih dan memberi hadiah sebuah ciuman saat Satya mulai membaringkan tubuhnya di samping Anyelir.
"Terimakasih sayang...cups π", ucap Anyelir sambil memberikan kecupan di pipi suaminya.
Satya memanfaatkan kesempatan ini untuk meminta lebih, ia meminta ciuman lagi di pipi sebelahnya, di keningnya lalu di bibirnya.
Ciuman yang awalnya hanya sebagai ucapan terimakasih berubah menjadi ciuman hangat dan semakin panas. Gairah mereka mulai bangkit, lalu Satya mulai menelusuri area kesukaannya, satu persatu pakaian yang membalut tubuh mereka pun mulai lepas dan tercampak kesembarang arah. Kini hanya tinggal selimut yang menutupi tubuh keduanya saat penyatuan demi penyatuan terjadi.
Malam ini mereka kembali merasakan kebahagiaan setelah melakukan beberapa kali penyatuan yang membuat keduanya kelelahan.
Walaupun lelah Satya dan Anye tidak lupa membersihkan diri mereka dari sisa-sisa penyatuan lalu meminum jamu penyubur dari Mama Tiara dan setelah itu keduanya pun tertidur saling berpelukan hingga waktu menjelang subuh tiba.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
π» Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys....vote, like , comment dan rate bintang limanya ππ
π» Dukung author juga ya guys dalam dua karya author yang lain " MENIKAHI CUCU BILLIONER " dan " PERSAHABATAN TELAH MENGUBAH TAKDIR ". Terimakasih πππ
π» Semoga sehat dan sukses selalu ya guys.... untuk semua reader kesayangan Author ππ
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
__ADS_1