
"Sabar ya Mas Satya, Mbak Nadia pasti bakal kembali, saya akan coba bantu dengan cara kontek teman-teman satu profesi yang bertugas di rumah sakit lain, siapa tahu Mbak Nadianya pernah berobat di tempat mereka", ucap dokter Indra untuk menenangkan Satya.
Dokter Indra tidak berani mengungkapkan prediksinya tentang kondisi Nadia, beliau takut Satya bertambah khawatir. Beliau hanya menepuk bahu Satya agar bersabar.
Kemudian Satya berkata,"Baiklah Dok saya permisi, terimakasih atas bantuan Dokter, jika ada kabar tentang Nadia tolong kontek saya ya Dok", ucap Satya.
Dokter indrapun mengangguk, kemudian beliau mengantar Satya sampai di depan pintu ruang prakteknya.
Satya berencana kembali ke kampusnya Anyelir, ia ingin menunggu Anye walau jam pulang masih lama. Daripada ia pulang dan bengong di rumah sendirian lebih baik ia nongkrong di kantin kampus sambil minum kopi. Lagipula Satya ingin sekalian melihat apakah Adam juga masuk hari ini.
Mobil Satya sudah memasuki area kampus, kemudian ia melajukannya ke area parkir dan ternyata ia melihat di tempat parkir khusus dosen, mobil Adam terparkir di sana.
Akhirnya Satya mengurungkan niatnya untuk minum kopi, ia memilih menunggu Anye di tempat parkir, dengan begitu ia bisa melihat apakah Adam keluar bareng dengan Anye atau tidak.
Satya duduk di dalam mobilnya sambil memainkan ponselnya namun matanya tidak lepas memandang ke arah pintu masuk fakultas Anye.
Setelah menunggu beberapa saat, terlihat beberapa mahasiswa telah keluar, Satya terus fokus pandangannya untuk mencari sosok Anyelir.
Anyelir baru saja keluar dari ruangan, namun di belakangnya terlihat sosok Adam sembari memanggil sedang mengejarnya untuk menyamakan langkah.
Mendengar ada suara memanggil, Anye lalu mencari asal suara dan terlihatlah Adam dibelakangnya sedang tersenyum sambil berkata,
"Bagaimana pengalaman pertamamu di kampus Nye", tanya Adam.
"Alhamdulillah Kak, ternyata tidak sesusah yang Anye bayangkan dan teman-teman juga welcome, mereka ramah dan baik semuanya kepada Anye."
"Tidak ada orang yang tidak menyayangi dan menyukaimu Nye, paling jika adapun karena mereka belum mengenal kepribadianmu", ucap Adam yang memang mengagumi kepribadian Anye.
"Kak Adam kok sudah pulang? memangnya sudah tidak ada kelas lagi?", tanya Anyelir.
"Untuk hari ini, cuma satu kelas Nye, lusa baru dua kelas, makanya ini bisa langsung pulang dan rencananya mau mengantar Mama berobat."
"Lho memangnya Ibu sakit Kak? Kenapa Tina tidak cerita ya?", tanya Anye.
"Iya Nye, tekanan darahnya naik dan juga kolesterol nya tinggi, mungkin karena sibuk makanya Tina lupa cerita ke kamu."
__ADS_1
"Mungkin juga ya kak, Sejak kapan sakitnya Kak?"
"Sudah dua hari Nye, awalnya Mama jatuh di kamar mandi eh setelah di periksa ternyata tekanan darah dan kolesterolnya naik, untung saja tidak sampai stroke Nye."
"Alhamdulillah ya Kak, Ibu tidak apa-apa. Inshaallah kalau Mas Satya tidak sibuk besok, setelah pulang dari kampus kami usahakan ke kost untuk jenguk Ibu", ucap Anyelir.
"Iya Nye, Terimakasih ya. Ibu pasti senang jika kalian datang, ibu rindu sama kamu Nye", ucap Adam.
Anye dan Adam asyik mengobrol sambil berjalan ke arah parkiran, keduanya tidak menyadari jika ada sepasang mata dari kejauhan sedang menatap mereka sejak tadi. Kemudian Adam bertanya," Kamu pulang dengan siapa Nye, jika tidak keberatan biar Kak Adam antar sekalian jalan pulangkan", ucap Adam.
"Terimakasih Kak, Mas Satya katanya mau jemput, cuma kok belum ada nelephone."
"Oh, mungkin sedang dalam perjalanan kali Nye."
"Iya Kak", jawab Anyelir.
Semakin dekat ke parkiran Anye baru melihat ada mobil Satya di sana, tapi ia tidak melihat dimana Satya, Anye celingukan mencari kesana kemari namun Satya tidak ada. Adam yang melihat sikap Anye segera bertanya,"Ada apa Nye, kamu sepertinya mencari sesuatu?"
"Itu lho Kak, mobilnya ada tapi kok Mas Satyanya nggak ada ya!", ucap Anyelir sambil menunjuk ke arah mobil Satya.
"Ehh...Mas Satya buat Anye kaget, ternyata Mas di sini. Anye lihat mobil Mas tapi kok nggak tampak Mas di sana", ucap Anye malu.
Adam juga terkejut, kemudian ia berkata,"Ooh Sat, ternyata kamu, aku pikir siapa orang yang berdehem tadi, kamunya tiba-tiba saja muncul dibelakang, jadi buat kami terkejut."
"Kalian sih terlalu asyik mengobrol, jadinya tidak sadar jika ada orang di sini. Maaf Dam kami duluan ya, soalnya mau singgah lagi ke mall mau belanja keperluan harian untuk stok sebulan, maklumlah waktu Anye sekarang terbatas Dam, jadi kami tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang tersisa", tegas Satya.
"Oh ya nggak apa-apa Sat, silahkan...aku juga mau buru-buru nih bawa Mama berobat", ucap Adam.
"Iya Mas, Bu Ida sakit sudah dua hari, besok jika Mas tidak sibuk, kita jenguk Ibu ya Mas!", ajak Shinta.
"Iya, Inshaallah besok malam kami kesana Dam", jawab Satya.
"Terimakasih Sat, maaf jika merepotkan", ucap Adam sungkan.
"Ayo Nye kita berangkat", ajak Satya.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum Kak Adam, kami duluan ya!"
Adampun mengangguk, ia juga naik ke mobilnya saat melihat mobil Satya telah meninggalkan area parkir. Adam menghela napas, rasanya kok sulit baginya untuk melupakan Anyelir, susah dia menemukan wanita seperti Anye, sayang ia terlambat, ia datang disaat Anye telah menyerahkan hatinya untuk Satya.
Kemudian Adam melajukan mobilnya ke arah pulang, disana mamanya sudah menunggu di temani oleh sahabat-sahabatnya yang juga sahabat Anye.
Adam sampai di rumahnya, kemudian ia menemui Mamanya yang sedang duduk di ruang tamu, kemudian Adam segera mengajak sang Mama untuk kedokter karena takut kemalaman. Adampun mengucapkan terimakasih kepada semua sahabatnya yang telah menemani Bu Ida sampai ia kembali.
Sebelum sampai diambang pintu, Adam menoleh kembali ke arah sahabat-sahabatnya, kemudian iapun berkata,"Oh ya, besok malam rencananya Anye dan Satya akan kesini, mereka ingin menjenguk Mamaku."
"Serius Kak, mereka akan kesini?", ucap Diah dan di susul yang lainnya.
"Beneran Dam, Mama kangen banget dengan Anye. Alhamdulillah jika ia besok kesini. Jangan lupa ya...besok kalian bantu ibu, kita akan masak kesukaan Anye, pasti dia senang."
"Oke Bu", jawab mereka serempak.
Kemudian Adam dan Mamanya berangkat, mereka akan ke klinik langganan Bu Ida. Sementara Satya yang sudah berada di Mall segera mengajak Anye ke sebuah cafe, ia ingin santai menikmati malam sebelum mereka pulang ke tempatnya masing-masing.
Anye yang masih bingung dengan alasan Satya tadi di depan Adam lalu bertanya,"Mas, Anye boleh bertanya nih, kenapa mas bilang tadi ke Kak Adam bahwa kita mau belanja bahan kebutuhan bulanan, padahal kan masih banyak stok kita?", ucap Anye.
"Satya terdiam sejenak, lalu ia berkata,"Memangnya kenapa? Apa kamu mau berlama-lama disana, ngobrol dengan Adam? Mas kan mau ngajak kamu jalan, waktumu sekarang terbatas Nye, mas nggak mau sisa waktu itu terbuang sia-sia hanya untuk menemani ngobrol pria lain sementara Mas ingin kita menghabiskan sisa waktu luang bersama-sama", jawab Satya.
Anye hanya terdiam, ia tahu apa yang dikatakan Satya itu benar tapi dia juga kan dengan Adam hanya sebatas teman jadi bagaimana ia bisa menghindar atau menolak pertemanan itu yang mungkin akan melukai hati temannya.
Namun begitu, Anye tetap tahu menjaga batasan antara mana teman dan mana suami yang harus ia utamakan.
Bersambung.....
_______________
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys....vote like, comment dan rate bintang limanya 🙏😉
🌻 Mohon dukungannya juga ya guys dalam karya author yang lain yang sedang diikutkan lomba yang berjudul "MENIKAHI CUCU BILLIONER"🙏🙏🙏
🌻 Atas semua dukungan, author ucapkan terima kasih, semoga di tahun baru ini kita selalu di beri kesehatan, kebahagiaan dan rezeki yang berlimpah Aamiin....
__ADS_1