Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 65. Membuktikan Ancaman


__ADS_3

"Ayo Mas, Anye sudah selesai dandan nih, jadi kan kita jalan-jalan dan berenang", ucap Anye sambil menarik selimut yang masih menutupi tubuh suaminya.


"Iya Sayang...sebentar ya, mas masih ngantuk nih."


"Mas curang tadi Anye masih ngantuk mas banguni."


"Iya... iya, sebentar ya mas mandi dulu", Satya mengambil handuk yang diberikan oleh Anye dan berlalu masuk ke toilet.


Sambil menunggu suaminya bersiap Anye membuka-buka handphonenya, ia mengunggah foto kebersamaan mereka saat makan malam, langsung banyak komentar masuk dari sahabat-sahabatnya, mereka memberi ucapan selamat dan semua mendoakannya agar pulang membawa kabar gembira.


Tina juga mengomentari foto unggahan sahabat karibnya itu, walau hatinya kini sedang berduka ia tetap menyembunyikannya dari Anye dan Tina sudah meminta semua sahabat yang ada di kost Bu Ida jangan ada yang membocorkan berita itu kepada Anyelir sampai ia kembali dari bulan madu.


Saat ia sedang asyik membalas komentar sahabatnya itu, ada sebuah pesan messenger masuk yang mengandung nada ancaman yang isinya, "Bahagialah kamu diatas penderitaan orang lain, kebahagiaanmu tidak akan bertahan lama camkan itu!"


Anye tidak menanggapi pesan masuk itu dan dia juga tidak ingin memberitahukan hal ini kepada Satya. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan suaminya dengan menyampaikan ancaman ini, cukup dia saja yang tahu. Sekarang Anye bertekad akan mempertahankan rumah tangganya, ia akan melawan siapapun yang menjadi musuhnya yang berniat menghancurkan rumah tangganya baik yang secara terang-terangan maupun yang secara sembunyi menerornya.


Setelah puas berbalas komentar dengan sahabat-sahabatnya Anyelir segera menutup telephone genggamnya, ternyata Satya telah selesai bersiap dan sedang berdiri memperhatikannya. Anyelir sejenak gugup sejak kapan suaminya berdiri disana, namun ia berusaha menormalkan kembali perasaannya.


"Sepertinya sedang asyik nih, mas lihat dari tadi senyum-senyum sendiri."


"Alhamdulillah", ucap Anye dalam hati, ternyata yang Satya perhatikan adalah saat ia sedang membalas komentar-komentar sahabatnya.


"Ini nih mas, Tina dan teman-teman yang lain sedang mengomentari makan malam kita tadi malam."


"Oh...bagaimana kabar mereka?".


"Alhamdulillah, mereka sehat semua kok mas."

__ADS_1


"Syukurlah, ayo kita berangkat", ajak Satya.


Satya senang melihat istrinya bahagia, ia tidak mempermasalahkan jika Anye aktif di medsos.


Kemudian ia mengulurkan tangannya agar Anye menggandengnya. Mereka pun segera keluar dari kamar menuju taman hotel.


Disana Anye begitu senang melihat pemandangan sekelilingnya yang berbukit-bukit. Setelah puas Satya lalu mengajak istrinya ke kolam renang yang ada di dalam hotel ini. Anye heran kenapa kolam renang disini begitu sepi, lalu ada seorang pelayan wanita memberikan pakaian bikini renang untuknya, dia hanya memandang suaminya dengan penuh tanda tanya.


"Pakailah", ucap Satya.


"Malu ah Mas, nanti jika ada yang masuk bagaimana?"


"Mana mungkin Mas izinkan orang lain melihat apa yang menjadi kebanggaan dan candu mas, lagipula kolam renang ini adalah kolam renang tertutup dan itu kunci pintunya ada pada kita. Anggap kita sedang bersenang-senang seperti di dalam kamar"


Anye tersenyum, lalu ia berjalan ke ruang ganti, Sekarang Anye bertekad apapun permintaan suaminya yang bisa membahagiakan rumah tangga mereka akan Anye lakukan.


Anye mengambil ponselnya dan memfoto tulisan ancaman tersebut. Ia tetap tenang, berharap bisa membuat siapapun yang menerornya semakin iri atas kebahagiaan yang ia dapat bersama Satya. Anye yang cengeng dan Anye yang penakut telah hilang sejak ia telah seutuhnya menjadi milik Satya.


Setelah memakai bikini renangnya, Anye keluar menemui suaminya, Satya yang melihat keseksian tubuh istrinya menelan salivanya. Satya mendekati Anye lalu memeluknya dan menciumi Anye sepuasnya, kemudian ia menggendongnya dan menenggelamkan separuh dari tubuh mereka ke dalam air.


"Ayo mas katanya mau berenang kok malah meluk Anye terus, bagaimana Anye bisa berenang jika begini."


Satya tidak mengindahkan perkataan istrinya ia terus memeluknya dari belakang, menciumi punggung dan leher istrinya hingga ia puas. Anye kemudian punya ide, ia ingin malam ini istirahat tanpa diganggu oleh kemesuman suaminya, lalu ia mengajukan pertandingan renang.


"Mas ayo kita lomba berenang dengan gaya bebas, jika Anye kalah, Anye akan melayani mas sepuasnya malam ini, mau berapa rondepun oke, tapi jika mas yang kalah maka malam ini Anye bebas tugas, tidur sepuasnya tanpa ada gangguan sedikitpun dari mas."


Satya yang mendengar persyaratan itu sangat senang, iya yakin jika dirinya pasti menang.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kamu jangan curang ya, harus tepati janji, ingat Nye malam ini kamu harus memimpin permainan", ucap Satya sambil tersenyum genit kepada istrinya.


Anye sangat merasa yakin jika dia pasti menang cuma yang dia tidak yakin apa Satya akan menepati janji untuk tidak mengganggunya malam ini.


"Oke sampai hitungan ketiga baru kita mulai. satu...dua...tiga..."


Keduanya berenang dengan gayanya masing-masing, mereka saling menunjukkan kemampuannya. Anye yang notabene berasal dari kampung yang memiliki anak sungai, begitu mahir dalam hal berenang. Satya kagum dan akhirnya harus mengaku kalah.


Anye yang sangat gembira dengan kemenangannya, tidak menyadari jika di dasar kolam suaminya mulai merangsang bagian bawah tubuhnya, Satya tidak ingin melepaskan Anye begitu saja. Nanti malam ia tidak akan mendapatkan jatahnya bukan berarti siang ini dia tidak bisa mengambil bagiannya. Dalam kolam renang tertutup itu Satya berhasil membangkitkan gairah istrinya dan akhirnya mereka melakukan penyatuan disana.


Setelah selesai mereka membersihkan diri, saat Anye hendak keluar dari ruangan ganti tiba-tiba ia menginjak sebuah kabel listrik yang terjulur di lantai, dengan kakinya yang masih basah membuatnya merasakan sengatan hebat, tubuhnya merasa ditarik namun Anye berusaha sekuatnya untuk melepaskan diri dari sedotan arus listrik tersebut, Anye terpental, kepalanya terbentur pintu kamar mandi dan akhirnya ia pun jatuh pingsan.


Satya yang telah menunggu Anyelir tidak juga keluar dari ruangan ganti merasa heran, ia lalu memanggil-manggil Anyelir namun tetap tidak ada jawaban, ia takut terjadi sesuatu dengan istrinya langsung saja ia masuk ke ruangan ganti. Alangkah terkejutnya Satya saat melihat Anye tergeletak di lantai dalam keadaan pingsang.


"Sayang bangun, bangun Nye, kamu kenapa? jangan buat mas khawatir Nye. Bangun Nye...bangun!",


Satya yang panik terus mengguncang-guncang tubuh istrinya, memeluknya sambil menangis dan terus mengguncangnya. Kemudian Satya segera menutupi bagian tubuh istrinya dengan handuk besar, memakaikan jilbabnya lalu menelephone Ardiansyah agar menghubungi dokter.


Dokter pun datang bersama Ardiansyah, Satya yang merasa panik terus meminta dokter agar segera menyadarkan Anyelir. Dokter memeriksa bagian kaki Anye dan menemukan noda gosong di ujung telapak kakinya. Untuk sementara analisa dokter adalah Anye tersengat aliran listrik.


Kemudian Satya meminta Ardiansyah untuk memeriksa tempat dimana ia menemukan Anyelir pingsan, Ardiansyah meneliti dan akhirnya menemukan kabel kecil yang sengaja dipotong kulitnya agar siapapun yang terkena kabel itu akan kesetrum.


Setelah mendapatkan penyebabnya, Ardiansyah menceritakan semuanya kepada Satya, Satya sangat marah dan dia sendiri yang akan mengkonfirmasi pihak hotel, kenapa kesalahan fatal ini bisa terjadi. Kenapa pengurus area kolam renang tidak teliti, tidak memperhatikan jika ada kabel yang menjulur disana.


Satya bersyukur saat dokter menjelaskan bahwa Anyelir hanya pingsan dan hanya ada sedikit memar di kepalanya karena terbentur pintu.


Anyelir kini telah sadar dari pingsannya, kemudian Satya memberinya minum lalu menggendongnya dan membawanya kembali ke kamar mereka agar Anye bisa beristirahat.

__ADS_1


__ADS_2