
"Terimakasih Tirta sudah mau mengantarku," ucap Nadia.
"Apa Mbak baik-baik saja, kulihat sejak tadi Mbak seperti sedang menahan rasa sakit," ucap Tirta.
"Mbak baik-baik saja kok, kamu nggak mampir dulu," ucap Nadia sengaja mengalihkan perhatian Tirta.
"Serius Mbak, aku lihat wajah Mbak pucat sekali," selidik Tirta yang masih tidak yakin dengan jawaban Nadia.
"Oh, mungkin karena kurang tidur saja, tadi malam 'kan Mbak ikutan begadang menjaga si kembar," dalih Nadia.
"Baiklah Mbak, aku pulang dulu ya, jika Mbak Nadia butuh bantuan jangan segan untuk menelephoneku. Mbak harus banyak beristirahat agar pulih kembali," ucap Tirta.
Nadia pun mengangguk lalu memanggil Mang Ujang agar menutupkan gerbang setelah Tirta pergi. Lalu Nadia berjalan menuju kamarnya, menjatuhkan diri di tempat tidur sembari mengambil bantal dan mendekapnya di perut agar sakitnya berkurang.
Tapi rasa sakit itu bukannya berkurang malah semakin jadi dan Nadia merasakan sepertinya ada gumpalan darah keluar dari area sensitifnya. Nadia histeris ketika melihat begitu banyak darah mulai mengotori pakaian dan seprainya.
Bibi yang mendengar suara teriakan segera berlari masuk ke kamar Nadia, beliau sangat terkejut melihat begitu banyak darah, lalu Bibi berkata, "Nyonya kenapa begitu banyak darah? Saya telephone Tuan ya biar segera kesini dan mengantar Nyonya ke rumah sakit," ucap Bibi.
"Tolong Bi! jangan beritahu Tuan, bantu saja saya ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan ambilkan pembalut beserta baju tidur saya di dalam lemari. Bibi pokoknya jangan khawatir, nanti saya juga baikan setelah minum obat," ucap Nadia.
Bibi pun mengantar Nadia ke kamar mandi, lalu mengambil handuk, pembalut juga pakaiannya.
Setelah itu Bibi mengganti seprai, membersihkan darah yang menempel di kasur sembari menunggu Nyonyanya selesai mandi.
Nadia sudah selesai membersihkan diri lalu dia keluar dan melihat Bibi telah menunggunya di depan kamar mandi. Bibi segera membantu Nadia agar bisa rebahan, mengambilkan obat serta air minum.
Kemudian Bibi duduk sembari memijat kaki Nadia hingga majikannya tertidur. Setelah melihat Nadia tidur, Bibi kembali ke dapur hendak memasak untuk makan malam.
Nadia terbangun menjelang maghrib, lalu dia berwudhu sembari menunggu suara adzan berkumandang. Walaupun kondisinya seperti itu Nadia tidak mau melalaikan sholatnya.
Hari demi hari terus berlalu, kondisi Anyelir sudah membaik tapi kondisi Nadia malahan semakin ngedrop. Satya kini lebih banyak menghabiskan waktunya untuk mengurus Nadia dan telah meminta izin kepada Anyelir.
Anyelir paham dengan posisi Satya, malah sekarang dia hampir setiap hari berkunjung ke rumah Nadia dengan membawa anak-anak untuk menghibur Nadia.
Nadia selalu merindukan si kembar, sementara kondisinya yang sangat lemah tidak memungkinkan lagi untuk dia bisa bepergian. Hal itulah yang menyebabkan kenapa Anye memilih dirinya yang datang berkunjung bersama anak-anak.
Sekarang Nadia tidak mau lagi di rawat di rumah sakit, dia ingin menghabiskan sisa waktunya di rumah bersama orang-orang yang dia sayangi. Dokter lah yang setiap hari harus datang untuk merawatnya sesuai dengan permohonan Satya.
__ADS_1
Baby Putra dan baby Yasmine beberapa bulan ini telah tumbuh menjadi anak-anak yang lucu dan menggemaskan, hingga kelucuan mereka bisa membuat Nadia melupakan penyakitnya.
Hari ini Nadia ingin bermanja dengan Satya, dia tidur di pangkuan Satya sembari berkata, "Kak... setelah aku tiada, aku ingin dikebumikan di sini dekat taman bunga agar ketika kalian datang ke rumah ini, bisa sekalian nyekar di pusaraku," pinta Nadia.
"Kamu jangan berkata seperti itu Yang, kami semua membutuhkanmu. Apa kamu tidak ingin melihat anak-anak tumbuh dewasa?" tanya Satya sedih melihat sikap pesimis istrinya.
"Aku ingin Kak, tapi aku sudah tidak kuat lagi," jawab Nadia sembari mengatur napasnya.
Satya mengelus puncak kepala Nadia, kemudian bercerita tentang kenangan masa kecil mereka dimana Satya begitu jahil suka mengisengi Nadia bahkan seringkali membuatnya menangis.
Nadia tidak banyak menanggapi cerita Satya, dia hanya tersenyum sembari memandang lekat wajah suaminya hingga Satya mengakhiri ceritanya.
Satya bisa merasakan, Nadia akan segera pergi, makanya dia tidak mau meninggalkannya barang sesaat kecuali pergi mandi. Mereka tetap menjalankan sholat berjamaah walau dalam posisi Nadia berbaring.
Makanan pun di antar oleh Bibi setiap jam makan ke kamar mereka sesuai permintaan Satya. Dia tidak ingin melewatkan waktu kebersamaannya di saat-saat terakhir Nadia walaupun sebenarnya Satya rindu ingin pulang ke rumah Anyelir.
Setiap selesai sholat, Nadia selalu mengikuti Satya mengaji dengan suaranya yang nyaris tak terdengar. Dia ingin dipenghujung usianya masih bisa terus melaksanakan hal baik sampai malaikat maut datang menjemput.
Saat ini Nadia meminta Satya untuk mendekatkan telinga ke mulutnya, dia ingin membisikkan sesuatu. Ternyata Nadia ingin melihat Anyelir dan anak-anak untuk terakhir kalinya.
Anyepun meminta Bi Imah agar mempersiapkan pakaian ganti untuk baby kembar beserta tasnya, sementara dia berganti pakaian. Setelah Anyelir selesai, dia langsung meminta kedua Baby Sitter membawa anak-anaknya ke teras sembari menunggu taksi yang akan datang menjemput.
Tidak lama mereka menunggu sebuah taksi memasuki pekarangan rumah, lalu merekapun naik dan segera menuju ke rumah Nadia.
Taksi yang di naiki Anye telah sampai, mang Ujang menyambut kedatangan Anye dan membukakan pintu, lalu beliau mengantarnya ke kamar Nadia sesuai perintah Satya.
Anye mengucap salam lalu di jawab oleh Satya juga Nadia. Satya pun meminta Anye agar duduk di dekatnya sembari menggendong baby Putra sementara baby Yasmine ada di pangkuan Anyelir.
Nadia mengacungkan ke dua tangannya, dia ingin menggendong Baby Putra, kemudian Satya mendekatkan Baby Putra hingga Nadia bisa menciumnya begitu juga dengan Baby Yasmine.
Setelah mencium keduanya, diapun mengelus kepala baby kembar lalu Nadia memegang tangan Satya dan Anyelir, menyatukan tangan keduanya sambil tersenyum, dengan lidah yang sudah mulai keluh diapun berkata, "Ma...'afkan aku."
Anye dan Satya mengangguk sembari meneteskan air mata, lalu keduanya balik berkata bahwa merekalah yang harus meminta maaf.
Nadia membalas permintaan maaf mereka dengan tersenyum sembari mengedipkan mata terlihat seperti orang yang sangat lelah dan ingin segera tidur.
Melihat Nadia yang sudah kepayahan, Satya langsung mengangkat kepala Nadia ke dalam pelukannya, mencium kening, lalu membisikkan dua kalimat syahadat di telinganya dengan diikuti oleh Nadia secara perlahan.
__ADS_1
Tepat di penghujung kalimat, Nadia menghembuskan napas terakhirnya di dalam pelukan Satya. Satya memeluk erat Nadia sembari menangis. Kini salah satu orang yang di cintainya telah pergi dan tidak akan pernah kembali.
Dalam batinnya Satya berkata, 'Selamat jalan Sayang, terimakasih atas cinta dan kasih sayang yang selama ini kamu berikan untukku dan keluarga kita. Semoga Allah mengampuni semua dosamu, menerima amal ibadahmu dan memberikan tempat kembali yang terbaik disisi-Nya.' Aamiin....
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
...مَنْ كَانَ آخِرُ كَلَامِهِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ دَخَلَ الجَنَّةَ...
...Artinya :...
..."Barang siapa yang akhir perkataannya adalah ‘lailaha illallah’, maka dia akan masuk surga.”...
...(HR. Abu Daud. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Misykatul Mashobih no. 1621)...
Dan kini ketentuan Allah SWT, telah berlaku terhadap Nadia, sesuai janji Allah dalam firman-Nya dalam Q.S. Ali 'Imran : 185
كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ
Artinya:
..."Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya.”...
...(Q.S. Ali 'Imran : 185)...
BERSAMBUNG........
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys...., favorit, vote, like, coment dan rate bintang limanya.
Jika berkenan tentunya hadiah☺️🤭, author mengharap ya guys.... maklum sudah mendekati hari-hari penghujung cerita dan mudah-mudah kita ketemu lagi dalam karya baruku nantinya.
Author terus mengharapkan dukungan dari kalian semua para pembaca setia karyaku. Terimakasih 🙏♥️♥️♥️
PENGUMUMAN
Hai para pecinta TERIKAT CINTA LAIN, kali ini aku punya rekomendasi karya sahabatku lho... silahkan mampir ya dan jangan lupa tinggalkan jejaknya di sana. Terimakasih 🙏
__ADS_1