
Radit sudah mengkonfirmasi acara makan siang yang akan diadakan besok untuk seluruh karyawan kesemua bagian termasuk bagian dapur.
Mereka saling bertanya sebenarnya dalam rangka apa acara tersebut dibuat sementara ulang tahun perusahaan masih lama dan acara kenaikan jabatan juga biasanya tidak mengundang seluruh karyawan.
Berita ini akhirnya sampai ke telinga Anye, ia merasa heran kenapa tidak ada yang mengkonfirmasikan acara ini kepadanya, padahal seharusnya ini menjadi tanggungjawab bagiannya.
Anye kemudian menelephone Radit untuk menanyakan tentang kebenaran berita tersebut, begitu telephone tersambung Anyepun berkata, "Hallo Kak Radit, Anye ingin bertanya, apa benar besok ada acara makan siang bersama seluruh karyawan?", tanya Anye.
Raditpun menjawab,"Benar Nye, maaf ya kak Radit belum sempat memberi tahumu", ucap Radit merasa tidak enak.
"Maaf Kak, sebenarnya ada acara apa, kok sampai mengundang seluruh karyawan?, dan kenapa hal ini tidak dikonfirmasikan dulu kepada Anye?", tanya Anye lagi.
"Coba kamu telephone saja Satya, biar dia sendiri yang akan menjelaskan semuanya", ucap Radit lagi.
"Sudah Kak, Anye sudah telephone berulang kali namun handphone Mas Satya tidak bisa dihubungi, sepertinya sedang di silent", ucap Anye penasaran.
"Oh...tadi sih dia bilang katanya ingin bertemu klien, mungkin klien penting makanya handphonenya di silent."
"Mungkin juga ya Kak, Baiklah Kak Radit nanti biar Anye coba telephone Mas satyanya lagi, terimakasih ya kak", ucap Anye sembari menutup
Setelah menutup handphone, Anye segera melanjutkan pekerjaannya hingga tak terasa jam kantorpun hampir usai. Anye segera membereskan berkas, menutup laptop dan mencoba menghubungi Satya lagi untuk menanyakan keberadaannya, namun handphone Satya belum juga bisa dihubungi.
Anye kemudian mengambil tasnya, rencananya ia akan mencari Tina untuk mengajaknya pulang bareng.
Satya yang sudah selesai meeting segera melihat handphonenya dan ternyata ada banyak panggilan tak terjawab dari sang istri, ia menepuk keningnya, kenapa ia sampai lupa memberitahukan kepada Anye bahwa sore ini ada meeting penting dan mendadak.
Kemudian Satya melakukan panggilan balik untuk menanyakan keberadaan Anye karena ia tahu jam kantor telah usai.
Panggilan tersambung, terdengar suara Anye yang mencecar Satya dengan berbagai pertanyaan, Satya pun meminta maaf, ia tahu dirinya salah dan ia juga tahu Anye mengkhawatirkan dirinya.
Satyapun meminta Anye untuk menunggu, ia akan menjemput dan mengantarnya pulang kerumah mereka, barulah setelah itu Satya akan pulang ke rumah saat bersama Nadia sesuai janjinya untuk menghabiskan waktu tiga harinya disana dengan fokus mencari keberadaan Nadia.
Anye duduk ditemani oleh Tina, mereka membicarakan tentang rencana pernikahan Tina.
__ADS_1
Orang tua Tina ingin dirinya mengadakan resepsi pernikahan di kampung, namun Tina masih menunggu persetujuan dari Radit.
Keinginan orang tua Tina sebenarnya wajar, mereka hanya ingin warga kampung tahu jika putrinya sudah menikah hingga tidak timbul fitnah lagi seperti sebelumnya. Walaupun sebelumnya mereka tahu Tina sudah menikah namun warga kampung tidak pernah tahu siapa dan bagaimana rupa suaminya.
Anye setuju jika pernikahan sahabatnya dilakukan di kampung, selain memperkenalkan Radit kepada warga kampung toh Anye juga bisa sekalian mengunjungi orang tuanya.
Percakapan mereka terhenti saat Radit datang ingin mengajak Tina pulang, Radit yang melihat Anye bersama Tina lalu bertanya," Lho...kamu masih di sini Nye, memangnya Satya masih belum bisa dihubungi juga ya?"
"Sudah kok Kak Radit, sekarang mas Satya lagi dalam perjalanan kesini untuk jemput Anye", jawab Anyelir.
"Kak Radit tadi kami kan ngobrol tentang di mana pernikahan kita akan di adakan, Anye berpendapat bahwa lebih baik di laksanakan di kampung sekaligus Anye dan Kak Satya kan bisa mengunjungi orang tuanya", ucap Tina.
Raditpun menjawab", Aku terserah kamu saja Tin, mau di mana saja boleh yang penting kita menikah", jawab Radit sembari tersenyum menggoda Tina.
"Kita temani Anye dulu ya Kak Radit sampai Kak Satyanya datang, paling sebentar lagi juga tiba", ucap Tina.
Radit mengangguk, mereka terus membicarakan banyak hal tentang pekerjaan dan juga tentang suasana di kampung Anyelir dan Tina, hingga Satya tiba di sana.
tadi saat bersama klien, hp aku silent dan aku lupa beritahu kamu Nye dan terimakasih kepada kalian yang sudah menemani istriku. Aku janji dech traktir kalian tapi jangan hari ini ya!", ucap Satya sambil tertawa.
"Aman Sat", ucap Radit.
"Ya sudah, ayo kita berangkat Mas, terimakasih ya Kak Radit, terimakasih Tina yang sudah temani aku disini", ucap Anye.
Radit dan Tina mengangguk, kemudian Radit mengajak Tina pergi ke butik untuk membeli gaun pernikahan mereka, sementara Anye dan Satya pulang memutuskan pulang ke rumah.
Keduanya sampai di rumah, masing-masing membersihkan diri lalu mereka melaksanakan sholat maghrib berjama'ah. Bik Imah selesai melaksanakan sholat maghrib langsung ke dapur menata makanan di meja disusul oleh Anye yang ikut membantu.
Mereka makan malam bertiga, Satya dan Anye tidak pernah membedakan status, walaupun Bik Imah hanya seorang pembantu namun mereka telah menganggap Bik Imah bagian dari keluarga.
Selesai makan malam Anye dan Bik Imah membereskan meja, Satya pergi ke kamar untuk menyelesaikan pekerjaannya. Setelah selesai Anye pun segera menyusul Satya ke kamar.
Saat tiba di kamar Anye merasa perut bagian bawah yang sejak tadi pagi kram semakin sakit, dan kedua gunung kembarnya juga mengeras tanda hormon menjelang menstruasi semakin meningkat. Pengalamannya selama ini membuat Anye yakin malam ini siklus menstruasinya pasti datang.
__ADS_1
Ternyata benar, saat ia ingin mengambil baju tidurnya di lemari, ia merasakan ada cairan yang keluar dari bagian bawahnya, Anye segera buru-buru mengambil pembalut dan juga baju tidur nya lalu membawanya ke dalam kamar mandi.
Satya yang sedang asyik dengan pekerjaan di dalam laptopnya belum memperhatikan jika Anye sudah masuk ke dalam kamar.
Anye yang sudah berada di dalam kamar mandi segera menanggalkan semua pakaiannya, lalu memeriksa pakaian dalamnya dan ternyata benar, bercak-bercak darah menempel disana.
Bahkan ketika ia hendak membasuh bagian bawahnya tiba-tiba jatuh gumpalan darah kecil-kecil yang berwarna merah kehitaman, menurut pemikirannya mungkin ini adalah pengaruh dari obat pembersih kandungan yang telah ia minum sesuai petunjuk dokter ahli kandungan.
Dengan segera Anye membersihkan gumpalan darah itu tanpa rasa takut dan tanpa rasa jijik, kemudian mandi, lalu memakai pembalut dan juga baju tidurnya. Kini Anye merasa lebih fresh setelah mandi, lalu ia kembali ke kamar untuk menemui Satya.
Satya yang melihat Anye datang segera menutup laptopnya. Ia mendekati istrinya, memeluknya dari belakang, menciuminya, lalu berkata," Maaf Nye, malam ini mas mulai tidur di rumahnya Nadia, nggak apa-apa kan kamu tidur sendiri?, jika takut ajak saja Bik Imah untuk tidur disini menemanimu", ucap Satya yang sebenarnya mengkhawatirkan Anyelir.
Kemudian Anye menjawab," Nggak apa-apa kok mas, itukan memang sudah janji kita sejak awal dan mencari Mbak Nadia memang tanggungjawab Mas Satya sebagai suami", ucap Anyelir ikhlas karena ia sadar kebahagiaan yang sekarang ia dapatkan juga karena ke ikhlasan Nadia.
Satya semakin mengeratkan pelukannya dan ia tidak bosan mencium bagian tubuh istrinya yang menjadi candunya, Anye juga membalas ciuman Satya namun dalam hatinya berkata," Maaf Mas, malam ini aku pasti mengecewakanmu."
Birahi Satya semakin meningkat, ia terus menelusuri area kesukaannya, mencium dan meninggalkan jejak kepemilikan disana, dengan tidak sabar Satya kemudian menggendong tubuh Anye dan merebahkannya di atas tempat tidur serta membuka pakaian bagian atas tubuh istrinya.
Dengan sepuasnya ia mencium dan menelusuri bagian itu sembari berbisik ditelinga Anyelir bahwa sebelum pergi ia ingin meminta jatah.
Anye yang awalnya tidak berani menolak dan mengatakan tentang tamu bulanannya yang telah datang, saat ini harus segera mengatakannya.
Tangan Satya yang mulai menelusuri bagian bawah tubuhnya pun di stop lalu ia berbisik di telinga Satya," Maaf Yang, tamunya sudah datang."
Bersambung......
________________
Apakah yang akan dilakukan Satya selanjutnya? yang merasa penasaran, ayo ikuti terus ceritanya ya guys....
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys...vote, like, comment dan rate bintang limanya 🙏😉
🌻 Mohon dukungannya juga ya para reader kesayangan author untuk karya author yang sedang diikutkan lomba yang berjudul "MENIKAHI CUCU BILLIONER" sudah Up 23 Episode ya guys..... Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1