
"Maaf dok! saya yang telah menyebabkan sayatan operasi Anyelir kembali berdarah," ucap Nadia.
"Alhamdulillah, tidak terlalu serius kok Mbak, hanya jahitannya saja sedikit terbuka karena mbak Anye mungkin melakukan gerakan yang di paksakan," ucap Pak Dokter.
Perawat khusus yang bertugas untuk menjaga Anye langsung melakukan tugasnya membersihkan darah di sekitaran luka, lalu menutup luka itu kembali sesuai petunjuk dokter.
Setelah menyelesaikan tugasnya, dokter pun mengucapkan terimakasih kepada Nadia, berkat bantuannya, kesadaran Anyelir telah kembali.
Ternyata naluri seorang ibu sangatlah tajam, ketika anak mereka dalam keadaan terancam bahaya, secara spontan dari ambang bawah sadarnya muncul kekuatan untuk menyelamatkan mereka.
Dokter pun meninggalkan rumah Satya setelah memberikan resep obat yang harus ditebus di apotik. Kini Satya bisa tenang setelah dokter mengatakan kondisi Anye sudah stabil, hanya memerlukan beberapa asupan vitamin saja untuk memulihkan lukanya.
Mama Tiara heran saat melihat dokter keluar dari kamar Anye pada jam malam seperti ini, lalu beliau mengejar Satya yang sudah diambang pintu kamar sembari bertanya, "Tunggu Nak, kenapa dokter datang pada saat malam begini, apakah ada hal serius terjadi pada anak-anak dan istrimu?"
"Mari Ma masuk, Satya punya kejutan buat Mama."
Mama Tiara mengikuti langkah Satya masuk ke dalam kamar, betapa terkejutnya sang Mama saat melihat Anyelir.
"Subhanallah," ucap Mama Tiara sembari menghambur, memeluk Anyelir.
"Syukur Alhamdulillah Nak, kamu sudah sadar."
"Iya Ma, semua berkat Mbak Nadia," ucap Anyelir.
"Memangnya apa yang Nadia lakukan?" tanya Mama Tiara.
Kemudian Anye menceritakan yang telah Nadia lakukan hingga membuatnya sadar dari koma. Mama pun langsung memeluk Nadia sembari berterimakasih.
Ketika mereka asyik mengobrol, baby putra dan baby Yasmine menangis, lalu Satya menggendong putranya dan memberikan kepada Anyelir, sementara Yasmine dia berikan kepada Nadia.
Anyelir mendekap putranya sembari meneteskan air mata, dia sangat bahagia, sekarang hidupnya lebih sempurna. Dia bisa merasakan kebahagiaan menjadi seorang ibu.
"Sayang, maafkan Mami ya? baru sekarang bisa melihat dan menggendong kalian," ucap Anyelir sembari menciumi putranya.
__ADS_1
Baby putra masih menangis, dia haus, lalu Anye belajar menyusui putranya. Awalnya Anye maupun bayinya kuwalahan karena ini pengalaman pertama bagi mereka.
Saat baby putra mulai menghisap air susu yang keluar dari ****** susu Anyelir, dia merasakan perasaan yang luar biasa, sakit, geli, bahagia bercampur jadi satu.
Selesai menyusui putranya, kini giliran sang putri, tapi saat Anye hendak menyerahkan kepada Satya, ternyata baby putra kencing hingga pakaiannya basah begitu juga dengan baju Anye.
Melihat hal itu, lalu Nadia memberikan Yasmine kepada Anyelir sembari berkata, "Yasmine cantik, sekarang sama Mami dulu ya, ibu mau mengganti pakaian baby putra," ucap Nadia.
"Maaf Mbak, aku boleh minta sesuatu hal sama Mbak Nadia?" ucap Anyelir.
"Iya Nye, silahkan! apa yang kamu minta Nye?"
"Tolong Mbak! aku tidak mau mereka memanggilmu ibu," ucap Anyelir.
Permintaan Anye membuat Nadia dan Mama terkejut, Nadia hampir saja menangis, dia merasa kecil hati, apakah memang dirinya tidak pantas hanya sekedar ingin ikut merasakan kebahagiaan menjadi ibu dari anak-anak Satya dengan Anyelir.
Nadia hanya menundukkan kepala untuk menutupi air matanya yang hampir jatuh sembari membuka pakaian baby putra. Dia tidak berani menatap maupun berkomentar.
Mama Tiara yang merasakan perasaan Nadia lalu berkata, "Tolong Nye! izinkanlah anak-anakmu memanggilnya Ibu, walau bagaimanapun Nadia masih istrinya Satya dan dia juga berhak menyayangi anak-anak kalian!" ucap Mama dengan sedikit kesal.
Nadia menoleh ke arah Satya lalu memandang Anyelir, dia tidak percaya dengan perkataan Satya yang menurutnya itu suatu hal yang mustahil. Impiannya untuk di panggil Mama sudah terkubur bersama jasad putranya.
Melihat air mata menetes di pipi Nadia, Anyelir pun berkata, "Benar Mbak yang di ucapkan Mas Satya, kami memang telah sepakat. Pada saat dokter menyatakan bahwa aku positif hamil, aku telah berjanji, jika anak kami lahir dengan selamat dan sehat, kamulah yang berhak menerima panggilan Mama dan mereka akan memanggilku dengan sebutan Mami," ucap Anyelir sembari tersenyum.
Kemudian Anyelir melanjutkan ucapannya, "Berkat keikhlasanmu Mbak, aku bisa menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anak Mas Satya.
Kebahagiaan yang kini kudapatkan semua atas ridho Allah melalui perantara dirimu."
Sejenak Anyelir terdiam lalu dia berkata lagi, "Kamulah Mama mereka Mbak, terimakasih atas keikhlasanmu berbagi dan sekarang aku juga ikhlas membagi kebahagiaanku kepadamu. Mereka bertiga adalah kesayangan kita, jadi kita harus menjaga dan merawatnya secara bersama."
Nadia menangis sesenggukan, dia tidak menyangka, Allah memberinya kesempatan sebelum ajalnya tiba untuk merasakan menjadi Mama dari malaikat kecil yang ada dalam gendongannya.
Dia menciumi baby putra lalu mendekati Anye sembari memeluknya dan mengucapkan terimakasih. Mereka berpelukan sembari menggendong baby Putra dan baby Yasmine.
__ADS_1
Rasa haru dan bahagia bercampur jadi satu, senyum menghiasi wajah mereka yang ada di kamar itu. Satya merasa dirinya sangat beruntung, Allah telah memberikan dua bidadari dan dua malaikat kecil untuk melengkapi kebahagiaan hidupnya.
Di sela tangis haru, Satya pun berkata, "Papa kok di cuekin nih! Papa jadi iri? boleh dong ikutan di peluk," ucap Satya.
Anyelir dan Nadia tertawa mendengar perkataan Satya, lalu keduanya meletakkan para baby di pangkuan masing-masing lalu merentangkan tangan, mereka ingin Satya datang memeluk.
Satya pun memeluk kedua istrinya, mencium mereka bergantian serta menggendong putra-putrinya.
Mama Tiara pun yang menyaksikan kebahagiaan rumah tangga putranya mengucap syukur, dia tidak menyangka, kehidupan poligami yang di jalani Satya bisa berakhir bahagia.
Memang kebanyakan, bukti nyata dalam kehidupan ini, poligami hanya menorehkan luka karena sulitnya suami untuk berlaku adil dan sedikit banyaknya sebagai manusia, pasti ada sifat iri, dengki terlintas di hati para istri.
Jika iman para pelaku poligami tidak kuat, sifat iri dan dengki ini akan sangat mudah dimanfaatkan oleh syeitan untuk menghancurkan semuanya.
Akan tetapi, di balik sisi buruk poligami pasti ada sisi baik yang bisa diambil sesuai ajaran yang dijelaskan di dalam Al-Qur'an.
Mama Tiara bangkit dari duduknya lalu menghampiri anak, menantu serta cucu-cucunya, dan beliaupun berkata, "Semoga kehidupan kalian selalu bahagia dan berkah dunia akhirat."
"Aamiin."
Jawab mereka serempak di ikuti suara tangis baby Yasmine. Hal itu mengingatkan Anye dan Nadia jika Yasmine belum diberi susu.
Anyelir buru-buru menyusui putrinya. Dia tidak puas hanya memandangi wajah Yasmine yang ternyata begitu mirip dengannya. Setelah selesai menyusui mereka, Anye menina bobokan keduanya hingga mereka pun tertidur.
Setelah Mama Tiara berpamitan hendak beristirahat, kini giliran Satya berterimakasih kepada Nadia dan Anye.
Satya duduk dihadapan keduanya, menyatukan tangan mereka dengan tangannya, lalu berkata, "Terimakasih untuk kalian bidadari surgaku, yang telah memberi kebahagiaan tak ternilai untuk keluarga kita. Tetaplah bersamaku hingga ke jannah dan ku mohon ingatkanlah aku bila berlaku tidak adil terhadap kalian."
Bersambung......
π»Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys.....vote, like, coment, hadiah dan rate bintang limanya. Terimakasih π
Salam para reader, hari ini aku punya rekomendasi karya yang sangat oke ya...dari penulis kece kita Kak Phopo Nira, yang berjudul "WILLEA", Silahkan di kepoin ya dan jangan lupa tinggalkan jejaknya di sana. ππ
__ADS_1