Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 108. Berinteraksi dengan janin kembar jenius


__ADS_3

Melihat Anye kecewa Satya benar-benar menyesal, dia tadinya ingin jujur sebelum pergi menjemput Nadia tapi dia takut akan berakibat buruk terhadap kondisi psikis Anye yang sedang hamil.


Tapi kebohongan juga tidak membuatnya tenang hingga Satya memutuskan untuk jujur saat dia pulang walaupun harus menanggung resiko seperti ini, membuat hati Anye terluka.


Apapun alasannya kebohongan tetap akan berdampak buruk meskipun niatnya berbohong demi kebaikan.


Sebelum semuanya bertambah buruk dan berlarut larut, Satya memeluk Anyelir yang tidur membelakangi dirinya, dia sungguh minta maaf, dia berjanji sepahit apapun perjalanan rumah tangga mereka kedepannya, Satya tidak akan berbohong lagi, baik kepada Anye maupun Nadia.


Melihat Anye masih dengan posisi tidurnya dan belum bereaksi apapun, kemudian Satya berpindah tempat, saat ini wajahnya berhadapan dengan wajah Anyelir.


Satya menghapus air mata yang menetes di wajah Anye lalu dia mencium kedua matanya, kemudian dia mengelus dan mencium perut Anye sembari mengatakan, "Maafkan Papa Nak, Papa telah membohongi kalian dan kebohongan Papa telah menyakiti hati Mami, Papa menyesal. Kalian boleh menghukum Papa apapun, asal jangan melarang Papa untuk mendekati dan berbicara dengan kalian," ucap maaf Satya kepada anak-anaknya.


Anye belum juga bergeming, Satya bingung, apa lagi yang harus dia lakukan agar Anye memaafkanya, kemudian terpikir sebuah ide, Satya akan meminta tolong kepada anak-anaknya.


Satya kembali mengelus perut Anye, menciumi sepuasnya, bahkan dia menyibakkan pakaian yang di pakai Anye hingga perut yang mulai membesar itu terlihat menonjol. Lalu Satya mencium kembali dan berkata, "Papa minta tolong Nak, bagaimana caranya supaya Mami kalian mau memaafkan Papa dan jika kalian memaafkan Papa tolong beri tanda!" ucap Satya bersungguh-sungguh.


Setelah Satya menyelesaikan kata-katanya, janin dalam perut Anyelir pun bergerak-gerak seperti menendang tangan Satya, mereka terus bergerak saat Satya menempelkan pipinya di sana. Satya sangat senang bisa merasakan kelincahan janinnya mereka seperti mengerti dengan apa yang di bicarakan olehnya.


Kemudian Satya berkata lagi, "Jika kalian memang benar telah memaafkan Papa, berhentilah bergerak Nak, kasihan Mami kalian," ucap Satya lagi.


Seketika gerakan merekapun berhenti, Satya tersenyum, dia yakin anak-anaknya telah memaafkan kesalahannya.


Sebenarnya di dalam hati Anyelir geli, dia mengakui hal itu, tapi egonya masih ingin Satya membuktikan keseriusannya untuk meminta maaf. Dia tahu anak-anak dalam kandungannya telah memaafkan kesalahan Papanya.


Satya kemudian mencium Anye, lalu dia membisikkan di telinganya bahwa anak-anak telah memaafkan dirinya jadi Satya memohon agar Anye juga mau memaafkannya.


Lalu Satya kembali mengelus dan bicara kepada anak-anaknya, "Beritahu Mami kalian Nak, agar Mami mau memaafkan Papa. Papa bingung, Papa tidak pandai bersikap romantis hingga bisa meluluhkan hati Mami kalian," pinta Satya lagi kepada anak-anaknya.


Mereka pun bergerak tak henti-henti, perut Anyelir seperti di goyang-goyang hingga membuatnya merasa geli, kedua janinnya sepertinya sengaja bergelut di dalam perut agar Anye mau memaafkan Papa mereka.


Anye lalu membuka mata, dia memegang perutnya sembari berkata, "Tidurlah kalian, Mami capek! berhentilah bergerak atau Mami besok tidak akan memberi kalian makan," ucap Anye kesal karena janinnya berpihak kepada sang Papa.


Satya tersenyum melihat Anye sudah mau berbicara, walaupun tidak dengan dirinya.


Tapi perkataan Anye tidak di dengar oleh anak-anak, mereka tetap bergerak malah semakin kencang, perut Anye meliuk kesana-kesini hingga membuat Satya ngeri melihatnya.


Kemudian Satya mencium dan memeluk Anye sembari kembali mengucapkan permintaan maaf, akhirnya Anye menyerah dan dia memeluk Satya erat sambil menangis.


Satya terharu, anak-anaknya berhasil menyatukan dirinya dan Anye, lalu dia berkata, "Terimakasih Nak, kalian memang anak-anak Papa yang jenius. Mami sudah memaafkan Papa, jadi sekarang tidurlah! Papa janji sebentar lagi akan menjenguk kalian untuk mengucapkan terimakasih, Papa minta persetujuan Mami kalian dulu ya?" ucap Satya sembari tersenyum mesum kepada Anye.


Anye membulatkan mata dan mencebikkan bibirnya, lalu dia berkata, "Siapa juga yang mau? Anye lelah dan ngantuk Mas! ulah Papa dan anak sama saja, sukanya buat lelah," rajuk Anye sembari membelakangi Satya kembali.


Kini janin di dalam perut Anye sudah berhenti bergerak, mereka benar menuruti perintah Papanya, Anye merasa iri, dia yang mengandung dan yang akan merasakan sakit saat nanti melahirkan, malah yang mereka turuti permintaan sang Papa bukan permintaan dirinya.


Satya tahu, Anye tidak marah lagi, lalu dia mulai menggoda istrinya hingga kemarahan berakhir dengan keromantisan.


Anye sudah memaafkan Satya, walaupun saat ini dia merasa lelah tapi Anye berusaha melaksanakan kewajibannya dengan ikhlas yaitu melayani permintaan sang suami.


Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW dalam sabdanya memperingatkan para wanita yang telah bersuami agar tidak menolak ajakan suami dalam melakukan hubungan badan.


  

__ADS_1


وعن أَبي هريرة - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُول الله - صلى الله عليه وسلم: إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امرَأتَهُ إِلَى فرَاشِهِ فَلَمْ تَأتِهِ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا، لَعَنَتْهَا المَلائِكَةُ حَتَّى تُصْبحَ 


Artinya :


..."Jika seorang suami mengajak istrinya untuk berhubungan, akan tetapi ia (istri) tidak memenuhi ajakan suami, hingga malam itu suaminya marah, maka ia (istri) mendapatkan laknat para Malaikat sampai subuh." (HR Muslim)....


Itulah moms... derajat suami di mata Allah, jika berhasil mentaati suami kita bisa memilih pintu surga mana yang kita inginkan.




Setelah melakukan Sunnah Rasul, Satya kemudian menggendong Anye ke kamar mandi, dia akan membantu Anye membersihkan diri, berwudhu lalu merekapun kembali ke kamar untuk tidur.



Sebelum suara Adzan berkumandang Satya dan Anye sudah terbangun, mereka mandi wajib lalu melaksanakan kewajiban terhadap Robnya.



Setelah selesai sholat seperti biasa keduanya mengaji, walau sedikit ayat yang mereka baca setidaknya mereka berusaha rutin. Apalagi saat seperti ini mereka harus lebih rajin memperdengarkan lantunan ayat-ayat Al-Qur'an kepada calon bayi.



Anye mencium tangan Satya, membuka mukenah lalu pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Ternyata Bi Imah sudah menyiapkannya, dengan malu Anye berkata, "Maaf Bi, pagi ini saya nggak sempat membantu Bibi memasak sarapan," ucap Anye.



"Non, ini memang tugas saya, Non tidak usah sungkan, lagipula Non sekarang harus lebih fokus dengan kesehatan dan dengan calon baby," ucap Bi Imah.




Anye pun kembali ke kamar ingin memanggil Satya untuk sarapan, saat dia tiba di sana, Satya memintanya agar duduk.



"Mendekatlah Nye, ada yang ingin Mas bicarakan."



Anye pun duduk di depan Satya, kemudian dia bertanya, "Apakah masalah Mbak Nadia Mas?"



Satyapun mengangguk, sekarang dia tidak mau ada kebohongan lagi di dalam rumah tangganya, dia akan jujur walaupun kejujuran itu pahit.



"Begini Nye, Nadia sudah kembali, dia sekarang tinggal di rumah yang tidak jauh dari rumah kita ini. Kondisinya semakin parah dan lemah, kankernya sudah masuk stadium akhir," ucapan Satya sejenak terhenti, dia menarik napas dalam dan membuangnya dengan kasar.

__ADS_1



"Astaghfirullah Mas, apa Mbak Nadia selama ini tidak melakukan check-up rutin, kok penyakitnya makin parah," tanya Anye.



"Dokter Amerika sudah menyerah Nye dan Nadia sendiri juga sudah pasrah dengan penyakitnya, dia tidak mau melanjutkan pengobatan, tapi Mas harus memaksa dia agar mau kembali berobat."



"Iya Mas, kita tidak boleh pasrah, harus terus berusaha siapa tahu ada keajaiban Allah untuk Mbak Nadia. Dokter boleh memvonis tapi tetap Allah penentu semuanya," ucap Anye dengan bijak.



Satyapun mengangguk, lalu dia berkata lagi sembari memandang wajah Anyelir," Nanti malam Mas menginap di sana ya Nye? dan besok Mas akan kembali ke sini. Kalian berdua sama membutuhkan perhatian dari Mas, Mas akan berusaha adil kepada kalian. Jika Mas dalam menjalani rumah tangga kita kedepan nanti menyimpang, Mas mohon, tolong! kamu ingatkan Mas."



"Iya Mas, kita akan saling mengingatkan. Kita hanya manusia kan Mas! kita tempatnya salah dan khilaf."



"Mas tahu Nye, kamu istri yang bijak dan Sholehah. Inshaallah...Mas nggak pernah menyesal telah menikahimu. Kalian berdua adalah wanita terhebat untukku. Mas tidak bisa memilih diantara kalian, jadi Mas mohon tetaplah di sisiku sampai maut memisahkan kita," ucap Satya tegas sembari menatap mata Anyelir.



"Inshaallah Mas, Anye juga nggak pernah menyesal, walaupun awalnya pernikahan kita hanya karena keadaan yang memaksa, tapi Anye yakin, Cinta Anye hanya untuk Mas dunia dan akhirat," jawab Anye dengan yakin.



"Terimakasih Nye," ucap Satya sembari mencium kening Anyelir.



"Ayo Mas kita sarapan, nggak enak nanti jika nasi gorengnya dingin," ajak Anyelir.



Merekapun keluar dari kamar menuju ke ruang makan, lalu Anye memanggil Bi Imah untuk makan bersama, Anye tidak pernah membedakan dirinya dengan Bi Imah. Di matanya pembantu juga manusia yang sama seperti dirinya, sama-sama ingin dihargai.



Bersambung.......



🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote, like, dan coment sebanyak-banyaknya.🙏🙏🙏



🌻 Muhasabah diri : Dunia adalah tempat persinggahan sementara dan yakinlah akhirat adalah tempat kita kekal selama-lamanya.

__ADS_1



Happy reading ♥️♥️♥️


__ADS_2