
Mereka tiba di rumah yang khusus dibeli Satya untuk Anyelir, rumah minimalis berlantai dua dengan desain kekinian memiliki sebuah ruang tamu, ruang keluarga dan dapur mini serta sebuah kamar tidur cukup besar di lantai dasar yang di lengkapi dengan fasilitas kamar mandi dan garasi, sedangkan di lantai atas terdapat dua buah kamar tidur mini untuk anak dan sebuah kamar tidur tamu plus toilet serta dilengkapi balkon untuk bersantai.
Satya sengaja membelikan rumah dengan standard yang hampir sama dengan rumah milik Nadia, hanya desain rumah dan taman yang membedakannya.
Nadia yang kesehariannya memilih tidak berkarir saat itu meminta Satya untuk membelikan rumah yang ada tamannya jadi dia bisa mengisi waktunya dengan kegiatan mengurus taman disaat Satya pergi ke kantor.
Sementara Anyelir yang sejak awal sebelum mereka menikah telah meminta kepada Satya ingin tetap berkarir dan ingin melanjutkan kuliah membuat Satya memilih membelikannya rumah tanpa taman yang luas karena menurut Satya sudah pasti kegiatan Anyelir akan lebih banyak dilakukan di luar rumah ketimbang di rumah. Hal itu pasti akan membuatnya tidak sempat memperhatikan dan mengurus taman.
Bik Imah yang melihat kedatangan majikannya segera berlari membuka pintu pagar dan menyapa mereka, " Selamat datang Nyonya, Tuan".
Anye pun tersenyum ramah kepada Bi Imah lalu berkata,
" Bi, panggil saja saya Anye rasanya terlalu formal jika Bibi memanggil saya Nyonya lagian umur kita juga tidak jauh beda."
" Jika begitu Bibi panggil Non Anye aja ya, Bibi juga tidak enak jika harus memanggil nama !",
" Nah panggilan itu lebih baik Bi buat Saya."
Kemudian Bi Imah mempersilakan mereka masuk.
" Ayo Non, Tuan, silahkan masuk!",
Ketika langkah kaki Anye sudah diambang pintu ia berhenti sejenak berucap di dalam hati,
" Bismillahirrahmanirrahim, di sinilah akan kugapai Surgaku bersamamu Mas!",
Barulah Anye melangkahkan kaki kanannya kembali untuk masuk ke dalam rumah mengikuti Satya yang sedang mengangkat koper menuju kamar mereka yang terletak di lantai dasar.
Sedangkan Bik Imah setelah meletakkan barang langsung menuju dapur, ia hendak menyajikan minuman untuk majikannya. Bik Imah yang sebelumnya sudah di beritahu Satya bahwa minuman kesukaannya dan Anyelir adalah jus jeruk tidak menunggu perintah lagi langsung saja membuatnya dan membawa ke kamar mereka.
" Non, Tuan silahkan diminum jusnya!",
" Terimakasih Bik, maaf kami sudah merepotkan Bibi."
" Nggak merepotkan kok Non, ini kan memang tugas Bibi."
Kemudian Bi Imah kembali ke dapur untuk memasak menu makan siang.
Anye memperhatikan sekeliling kamar, ia melihat kamar mereka telah dilengkapi dengan satu set tempat tidur, lemari rias dan lemari pakaian empat pintu. Semuanya terbuat dari kayu jati berukir yang berasal dari Jepara.
Lalu ia menarik koper ke depan lemari hendak menyusun pakaian yang mereka bawa dari rumah Kakek. Ketika Anye membuka lemari ternyata sudah tergantung dan tersusun rapi beberapa set pakaian baru untuknya dan juga Satya.
__ADS_1
Satya memang telah meminta sekretarisnya untuk belanja semua peralatan dan perlengkapan rumah baru mereka termasuk pakaian dan meminta pihak toko untuk langsung mengirimnya kerumah ini agar Bi Imah bisa langsung menatanya.
" Mas, kenapa Mas banyak sekali membeli pakaian baru?, bukankah pakaian kita khususnya milik Anye masih banyak yang layak dipakai !",.
" Nggak apa-apa Nye, kebetulan kemaren tuh banyak diskon jadi Mas minta saja Lusy membelikan pakaian yang banyak buat kita, jadi jika Mas menginap disini kan nggak perlu lagi harus bawa baju dari rumah Nadia begitu juga sebaliknya."
" Oh gitu ya Mas", jawab Nadia sambil menyusun pakaian mereka ke dalam lemari. Sementara Satya duduk di atas tempat tidur sambil mengutak atik handphonenya, sepertinya ia sedang serius chattingan dengan seseorang.
Begitu pekerjaan Anye selesai, ia bermaksud melihat-lihat ruangan yang lain sebelum jam makan siang tiba. Anye kemudian mohon izin kepada Satya,
" Mas, bolehkah Anye naik ke lantai dua, Anye ingin melihat-lihat ruangan yang lain!",
Satya tidak menoleh juga tidak menjawab, mungkin keseriusannya chatting membuatnya tidak mendengar perkataan Anyelir. Kemudian Anye mengulang kembali ucapannya, sambil duduk di tepi tempat tidur,
" Bagaimana Mas, bolehkah Anye melihat-lihat rumah kita!",
Satya menjawab tanpa menoleh sedikitpun ke arah Anyelir dan masih tetap asyik dengan handphonenya.
" Pergilah !", nanti Mas nyusul, jawab Satya kemudian namun masih tetap cuek.
Anye yang mendapatkan perlakuan dingin dari Satya merasa kecil hatinya, dengan perasaan tidak nyaman ia pun pergi meninggalkan kamarnya berjalan ke tangga ulir yang menuju ke lantai dua.
Ia mengecek semua kamar yang ada disana, tiba di kamar anak ia terpaku melihat dekorasi kedua kamar tersebut, satu kamar di dekor dengan nuansa kamar anak perempuan lengkap dengan isinya dan satu lagi di dekor dengan dekorasi kamar anak laki-laki juga sama, sudah penuh dengan isi kebutuhan anak laki-laki.
Dalam pemikiran Anyelir sekarang mengatakan,
( Gengsi pastinya ya kan Say...jika Anye harus meminta duluan🤭🤭🤭).
Padahal dalam kitab Adabun Nisa Juz 1 halaman 292 sabda Rasulullah SAW menegaskan bahwa yang artinya :
..." Ketika seorang istri mencium suaminya dengan ikhlas maka dia seperti khatam 12 kali. Tidak hanya itu maka Allah mencatat setiap ayatnya sebagai 50 kebaikan dan setiap ciuman istri akan dijadikan sebuah kerajaan di surga."...
Intinya jika Anye rela meminta duluan untuk berhubungan intim maka balasan seperti dalam hadits di ataslah yang akan dia dapatkan kelak.
Dan dalam Sabdanya Rasulullah juga berkata yang artinya :
..." Jika seorang wanita tidur meninggalkan tempat tidur suaminya (tidak menemani suaminya) maka malaikat melaknatnya hingga pagi hari."...
...( HR Muslim no. 1436 )...
Mudah-mudahan Nadia juga cepat menyadarinya ya kan Say...dia harus cepat kembali jika dia mengharapkan surga dan tidak mau mendapatkan laknat dari malaikat karena Nadia telah meninggalkan suaminya bukan hanya satu malam tapi sudah berbulan.
Namun para suami juga jangan besar kepala termasuk Satya, suami punya tanggung jawab yang besar dalam mengurus istri dan memenuhi kebutuhannya, hal ini dikatakan dalam sebuah hadist yang artinya :
__ADS_1
..." Tidaklah seorang hamba diserahkan kepadanya urusan ra'iyyah (yang harus diurus) lalu ia tidak mengurusnya dengan baik kecuali ia tidak akan mencium aroma surga."...
...( HR Al-Bukhari no. 7150 )...
Setelah puas memandang kamar anak, Anye kemudian menutup pintu kedua kamar itu lalu berjalan ke balkon, ia memandang lurus ke depan melihat pemandangan sekeliling rumah mereka sambil berfikir bagaimana dan apa yang harus ia lakukan agar Satya bisa memandang dirinya, memberikan perhatiannya dan suatu saat bisa memberikan cintanya dengan tulus ikhlas bukan karena terpaksa karena ingin mendapatkan anak darinya.
Anye menghela nafas dalam-dalam lalu menghempaskannya perlahan, dalam diamnya ia melamunkan orang tuanya yang jauh yang sudah pulang ke kampungnya dan ia berandai jika waktu itu ia punya pilihan lain, ia tidak akan memilih menjadi istri kedua yang tidak dicintai.
Merasa diabaikan, dicuekin oleh Satya tadi saja sudah membuat hatinya sakit hingga tanpa ia sadari air mata menetes dari kedua sudut matanya.
Ia terisak tanpa bisa berkata-kata, tidak mungkin mengadu kepada kedua orangtuanya maupun kepada Tina sahabatnya karena itu adalah aib suaminya, aib rumah tangganya.
Untuk beberapa saat ia termenung disana mengadukan nasibnya kepada Allah hingga ia dikejutkan oleh kedua tangan yang melingkar, memeluk pinggangnya dan menyandarkan kepala di bahunya hingga kedua sisi pipi mereka bertemu.
Satya mendekap erat tubuh Anyelir istrinya dari belakang, sambil memejamkan mata dan terus mengeratkan pelukannya ia pun berucap ditelinga Anyelir, " Maafkan Mas Sayang, maaf telah mengabaikanmu, maaf telah membiarkanmu sendiri disini menangis".
Aroma wangi khas tercium oleh Anyelir, ya... aroma parfum yang dipakai Satya suaminya. Anyepun memejamkan mata, terhanyut dalam dekapan Satya dengan suasana romantis yang tidak pernah ia duga.
Semilir angin, dedaunan yang bergoyang seakan ikut hanyut menyaksikan kedua insan pengantin baru yang sedang berdekapan mesra, saling merasakan debaran jantung mereka yang tak beraturan, saling merasakan kehangatan yang menjalar ditubuh mereka hingga terdengar panggilan Bik Imah untuk makan siang mengejutkan keduanya.
Anyelir buru-buru melepaskan diri dari dekapan Satya karena takut terlihat oleh Bik Imah, ia membalikkan tubuhnya dan Cups👄... sebuah ciuman berhasil mendarat di bibirnya. Anye terperangah tak percaya, ciuman pertama dalam hidupnya dari seorang pria sudah ia dapatkan. Anye mendapatkan ciuman pertamanya dari orang yang memang sangat ia harapkan.
Wajah Anyelir merona merah seperti kepiting rebus, jantungnya berdebar sangat kencang, hatinya ♥️ terasa berbunga-bunga🌷🌻🌼💐♥️, sambil memegang bibirnya ia pun berlari meninggalkan Satya menuruni anak tangga menuju kamar mereka. Ia menutup wajahnya dengan bantal sembari tersenyum bahagia membayangkan apa yang baru saja terjadi. Anye serasa bermimpi dicium pangerannya dan tidak ingin terbangun dari mimpinya.
Satya yang melihat tingkah laku istrinya yang berlari karena malu, tersenyum dan berjalan menyusulnya ke dalam kamar. Kemudian ia mencium pucuk kepala istrinya dan berucap, " Ayo yang kita makan, Mas sudah lapar, cacing diperut Mas ini sudah tidak bisa diajak kompromi."
Mendengar ucapan Satya yang sudah kelaparan membuat Anyelir merasa tidak tega, kemudian ia membuka bantal yang menutupi wajahnya lalu tersenyum malu dan meraih lengan Satya mengajaknya ke ruang makan.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
🌷VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA YA SAY....
LIKE, COMMENT DAN BINTANG 🌟 LIMANYA
DITUNGGU YA SAY......
🌷FOLLOW AKUN AUTHOR YA JULIA FAZAR, INSHA ALLAH BULAN DEPAN DIUSAHAKAN TERBIT NOVEL TERBARU SAYA LAGI👌
🌷HAPPY READING ♥️♥️ ♥️ DAN TERIMAKASIH 🙏🙏🙏
🌻Nama pena Julia Fazar
🌻Fb Juliatik
__ADS_1
🌻IG juliatikj
🌻WA 089666644746