
"Selamat siang bos", ucap Radit ketika melihat Satya masuk ke ruangannya.
"Kamu lagi sibuk Dit?, jika tidak aku mau minta tolong nih, tolong kamu atur acara makan siang besok untuk seluruh karyawan, aku ingin mengklarifikasi gosip-gosip miring tentang kami, terutama tentang Anyelir."
"Gosip apa memangnya Sat?, apa yang karyawan gosipkan tentang kalian?"
Kemudian Satya menceritakan semua yang ia dengar tadi saat hendak ke ruangan Radit. Raditpun tertawa terbahak-bahak. Satya Yang melihat Radit tertawa merasa kesal, lalu ia berkata, "Kenapa kamu malah tertawa bukannya memanggil tuh si biang gosip dan istirahatkan di rumah selama sebulan tanpa gaji karena telah mencemarkan nama baik pimpinannya", ucap Satya kesal.
"Semua salah kamu sendiri kan Sat?, kenapa kamu memilih menikah diam-diam, tanpa mengundang semua karyawan dan kamu kenapa ciuman di tempat terbuka, ya jelas saja mengundang gosip. Padahal banyak tempat tertutup yang bisa kamu pilih, terserah kamu mau ngapain nggak bakalan ada yang lihat. Satya, Satya...", ucap Radit sambil menggelengkan kepalanya.
"Kalau aku mah nggak masalah di gosipin, toh memang dia istriku dan ini kantorku terserah aku dong mau ngapain juga, tapi Anyelir yang kasihan, dia di cap sebagai penggoda suami orang, melakukan hal memalukan untuk mendapatkan jabatan, yang jelas intinya menjadi simpanan bos lah dan pelakor."
"Okelah Sat, kita akan buat mereka terkejut besok, hingga si biang gosip harus meminta maaf kepada Anye karena telah berani menggosipin nyonya Bos mereka", ucap Radit.
"Terserah kamu Dit, pokoknya kamu atur dech, aku maunya besok harus selesai. Anye juga pastinya sudah mendengar gosip ini, aku nggak mau gosip ini tersebar keluar bakalan lebih repot", ucap Satya lagi.
"Oke bos, siap melaksanakan", ucap Radit sembari memberi hormat dan menahan tawanya.
"Oh ya, ada berita buruk lagi nih!", ucap Satya.
"Berita apa Sat?", tanya Radit.
"Ternyata Anye sekampus dengan Adam."
"Maksudmu, Adam anak ibu kost mereka?"
Satyapun mengangguk, lalu berkata lagi," Adam kan seorang dosen dan sekarang mengajar disana."
"Baguslah jika begitu, Anye jadi punya backingan, Anyekan jadi punya pelindung disana."
"Iya sih perkataanmu ada benarnya, namun yang aku takutkan CLBK."
"Memangnya mereka pernah pacaran?, tanya Radit lagi.
__ADS_1
"Nggak sih, cuma Adam mencintai Anyelir. Aku takut jika mereka sering bertemu cinta Adam bisa aja kan bersemi kembali", ucap Satya.
"Jadi kamu mau melarang Anye kuliah, agar bisa terus di bawah pengawasanmu?", tanya Radit.
"Nggak mungkin juga aku patahkan semangatnya Dit, aku hanya bilang akan antar jemput Anye setiap hari. Yang aku khawatirkan jika aku sedang bersama klien atau jika nanti Nadia kembali, aku kan juga harus membagi waktu untuknya", ucap Satya yang merasa bingung.
"Jadi mau mu gimana?, kamu harus percaya Sat dengan Anye, aku yakin dia mampu menjaga ikatan pernikahan kalian, apalagi kamu bilang Adam yang mencintai dia, bukannya mereka saling cinta, untuk apa kamu cemburu!", ucap Radit lagi.
"Iya sih, tapi aku tetap nggak rela Dit jika nanti mereka sering bertemu dan apalagi sempat Adam mengantar pulang Anye. Itukan namanya memberikan peluang untuk Adam bisa mendekati Anye kembali", ucap Satya yang ketakutan dengan pikirannya sendiri.
"Baiklah, sebagai sahabat aku akan bantu kamu, biarlah aku yang akan antar jemput Anyelir saat kamu tidak bisa", ucap Radit yang ingin menenangkan hati sahabatnya.
"Nah itu yang aku mau, ternyata kamu memang pandai membaca pikiranku", ucap Satya merasa lega.
"Tapi apa kamu tidak takut, jika aku nanti menjadi pagar makan tanaman?", goda Radit sambil tertawa.
"Awas saja jika kamu berani melakukan itu, kusumpahin kamu nggak bakalan nikah seumur hidup", ucap Satya kesal.
"Ya sudah, kamu bisa tenang sekarang. Aku akan bantu jemput Anye bersama Tina, saat kamu tidak bisa menjemputnya, bila perlu Tina juga aku minta kuliah disana agar dia bisa selalu mendampingi Anyelir", usul Radit.
"Boleh juga idemu Dit, aku akan naikkan gaji Tina jika dia mau kuliah juga disana. Terimakasih ya Dit, kamu memang sahabatku yang paling baik. Jadi pernikahan kalian akan di adakan di mana Dit?", tanya Satya.
"Aku sih terserah Tina saja Sat, aku juga tidak mempunyai orang tua kan, bingung mau buat acara di mana?", jawab Radit.
"Dasar kau Dit, jadi kau anggap siapa kami, terutama Kakek. Sudah... di rumah Kakek aja, beliau pasti senang dan beliau juga janji kan akan memberikan hadiah rumah untukmu jika kau menikah", ucap Satya mengingatkan Radit.
"Oh ya Sat, aku belum kenalin Tina dengan Kakek, mungkin lusa lah kami baru bisa kesana sekalian jenguk Kakek. Bagaimana kabar Kakek sekarang?", tanya Radit.
"Kakek sedang sakit, gara-gara dengar kabar tentang kejadian yang menimpa Anyelir. Besok kalian kesana saja, kami tidak bisa ikut soalnya Anye besok mulai kuliah", ucap Satya.
"Inshaallah Sat, besok aku ajak Tina kesana."
"Oh ya, bagaimana sudah ada kabar atau belum Dit dari Nadia?", tanya Satya.
__ADS_1
Radit hanya menggelengkan kepalanya, namun dalam hatinya timbul perasaan sedih dan batinnya berkata, "Sebentar lagi mau tidak mau dia harus kembali Sat, saat ini yang dia butuhkan adalah kamu, orang yang bisa mendampinginya, merawat dan memberikan support serta kasih sayang dipenghujung usianya."
Satya melihat Radit yang menggelengkan kepalanya merasa kecewa, batinnya berkata,"Mengapa sekarang sulit sekali hanya untuk sekedar mendengar kabar tentang Nadia."
Kemudian Satya berkata," Mulai besok aku akan fokus lagi mencari Nadia Dit. Tapi aku bingung harus mulai darimana, handphonenya sampai sekarang belum juga bisa dihubungi, kakak dan Abang ipar juga tidak pernah mengangkat telephone dari aku. Mungkin aku harus berangkat lagi ke Amerika ya Dit untuk mencari Nadia", ucap Satya sedih.
"Jangan terburu-buru Sat, toh percuma kamu jauh-jauh ke Amerika jika Nadia sudah tidak tinggal disana lagi. Coba kamu sabar dulu, waktu itu dia pernah berkata pasti ia akan kembali saat ia mendengar kabar istrimu hamil", ucap Radit.
"Berarti Nadia punya informan dong di sini, yang mengetahui dan memberikan info tentang perkembangan pernikahanku, jika tidak bagaimana dia bisa tahu Dit?"
Satya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia berpikir pasti ada campur tangan orang dalam sebagai informan bagi Nadia.
Radit yang melihat Satya mulai curiga segera mengalihkan pembicaraan.
"Oh ya Sat, aku akan segera atur acara buat besok ya, jadi aku harus menemui Anye dulu nih untuk minta izin, soalnya dia kan manajer resto kita?", tanya Radit.
"Tidak usah Dit, kita akan buat acara besok sebagai kejutan juga buat Anye. Kamu bilang saja ke bagian dapur bahwa ini perintah langsung dari aku."
"Oke Sat", aku akan mulai atur dari sekarang.
"Iya Dit, aku juga ada janji sore ini dengan klien. Terimakasih atas bantuanmu, aku pergi dulu ya", ucap Satya sambil berlalu pergi meninggalkan ruangan Radit.
Setelah kepergian Satya, Radit menarik napasnya dalam-dalam sembari mengelus dadanya, Dia tidak tahu bagaimana reaksi Satya jika ia tahu bahwa informan yang dimaksud Satya ada dihadapannya yaitu teman karibnya sendiri.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
π» Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys....vote, like, comment dan rate bintang limanya ππ
π» Mohon dukungannya juga ya, dalam karya Author yang sedang diikutkan lomba karya tulis mengubah takdir yang berjudulπ MENIKAHI CUCU BILLIONERπ author tunggu lho vote, like, comment dan rate bintang limanya dalam karya ini πππ
π» Semoga sehat, sukses dan bahagia selalu untuk semua pembaca kesayangan Author β₯οΈβ₯οΈβ₯οΈ dan terimakasih atas seluruh dukungannya πππ
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
__ADS_1