
Walaupun Anyelir tidur hampir menjelang pagi tapi ia tidak melalaikan kewajiban kepada Rob nya, ia tetap bangun Subuh menjalankan sholat, mengaji dan membantu Bu Ida untuk memasak sarapan buat seluruh penghuni kost disana.
Pagi ini Anye melanjutkan aktifitasnya membereskan barang-barang yang diperlukan yang akan di bawa ke hotel dan selebihnya masih ia titipkan kepada Tina sampai ia tahu kemana Satya akan membawanya setelah menikah.
" Berbenah selesai, lanjut ah pamit ke Bu Ida dan teman-teman sebelum Mas Satya datang", monolog Anyelir.
Anye menemui Bu Ida untuk mengucapkan terima kasih karena telah menerima dan menganggap dirinya sebagai anak serta sudah banyak menolongnya selama ia tinggal disini, setelah itu ia pun menemui teman-temannya sambil menunggu kedatangan Satya.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu kehadirannya pun datang kemudian mereka berangkat ke hotel untuk menemui Ayah dan Ibu.
Mereka tiba di hotel dan langsung menuju kamar Ayah dan Ibu, Anye pun sangat senang bertemu mereka.
Setelah mengabarkan kedatangan Ayah dan Ibu, Satya mohon izin untuk menyelesaikan pekerjaannya dan berjanji akan kembali menjelang makan siang.
Ia meminta Anyelir untuk menemani Ayah dan Ibu sekaligus beristirahat karena Perusahaan telah memberikan cuti bekerja selama satu minggu kedepan kepada Anye di mulai sejak hari ini.
Kesempatan mengobrol kali ini dipergunakan Ayah dan Ibu untuk memberi wejangan kepada putri mereka.
" Pesan Ayah nak, jadilah kamu Al Mar'atus Shalehah, sebaik-baiknya perhiasan dunia yaitu wanita sholehah."
Kemudian ayah melanjutkan kembali ucapannya,
" Hari ini kamu masih tanggungjawab kami nak, mulai besok tanggungjawab itu beralih kepada suamimu, mengabdi dan taatlah kepadanya karena surga seorang istri ada pada suaminya.
Apapun yang terjadi nanti dalam rumah tanggamu bersabarlah, tegarlah, pasang surut kehidupan itu pasti ada, cobaan dalam rumah tangga itu biasa nak.
Jika suami sedang marah istri harus pandai meredam kemarahan begitu juga sebaliknya, kalian harus bisa saling melengkapi, menutupi kekurangan masing-masing, Insha Allah rumah tangga kalian nanti langgeng jika kalian bisa saling memahami dan sejalan hanya mengharapkan ridho dari Allah.
Lalu ibu melanjutkan," Keluargamu besok bukan hanya kami, keluarga suamimu juga harus kamu hargai, orang tuanya juga orang tuamu jadi perlakukanlah sama seperti kamu memperlakukan kami".
" Insha Allah Ayah...Ibu, Anye akan berusaha menjadi istri dan ibu yang baik dalam rumah tangga Anye nantinya, Anye akan selalu ingat pesan Ayah dan Ibu.
Setelah memberikan wejangan Ayah dan Ibu lalu memeluk Anyelir, mereka berharap dan selalu berdoa agar putri satu-satunya ini akan mendapatkan kebahagiaan kelak dalam rumah tangganya.
Anye juga memeluk mereka sambil menangis 😠dan berterimakasih karena berkat mereka lah Anye bisa seperti sekarang menjadi seorang wanita dewasa yang mulai besok menjadi seorang istri dan bertanggung jawab terhadap suami dan keluarganya.
__ADS_1
Mereka terus bercerita mengenang masa kecil Anye, masa sekolah sampai dia beranjak dewasa, rasanya Ayah dan Ibu masih tidak percaya gadis kecil mereka sudah akan menikah.
Karena keasyikan mengobrol membuat mereka lupa jam makan siang hampir tiba. Telephone genggam Anye berdering ternyata dari Satya, ia meminta Anye membawa Ayah dan Ibu ke ruangan khusus yang telah ia persiapkan untuk makan siang.
Anyepun membawa kedua orangtuanya ke tempat yang dimaksud oleh Satya dan ternyata Satya beserta Mama, Papa, Kakek, Tirta dan Radit juga telah berkumpul disana dengan aneka hidangan yang telah tersaji.
Satya segera memperkenalkan keluarganya dan mereka semua menyambut kedatangan orang tua Anyelir dengan sangat ramah, kemudian kakek mempersilakan semuanya untuk menyantap hidangan yang telah tersedia.
Semuanya makan dengan hening, hanya suara dentingan sendok dan garpu saja yang terdengar hingga acara makan pun selesai.
Kini mereka melanjutkan acara silaturahmi dengan saling bercengkrama, saling mengenal antar besan hingga tercipta suasana akrab antar kedua keluarga.
Meskipun beda status sosial ekonomi namun keluarga Satya tidak memandang rendah keluarga Anye hingga membuat Ayah dan ibu yakin dan ikhlas melepaskan putrinya menjadi bagian dari keluarga Satya.
Di sela obrolan, Kakek memberi wejangan kepada Satya bagaimana menjadi suami yang baik serta adil bagi kedua istrinya nanti dan Kakek secara pribadi juga meminta Anyelir agar bersabar menghadapi sikaf Satya yang mungkin belum sepenuhnya bisa memperlakukan Anye dengan baik.
Ayah juga menyerahkan, mengalihkan tanggung jawab tentang diri Anye kepada Satya dan meminta Satya untuk membahagiakan putrinya.
Setelah kedua keluarga saling berkenalan dan memberi wejangan kepada kedua calon mempelai, mereka putuskan untuk kembali ke tempat, ke rumah dan kepada kegiatan masing-masing dengan kesepakatan besok pagi bertemu kembali dalam acara pernikahan anak-anak dan cucu mereka di rumah Kakek Permana.
Satya dan seluruh keluarganya kembali ke rumah Kakek Permana, sementara Anye dan orang tuanya kembali ke kamar hotel untuk beristirahat.
Tentang pakaian yang akan Satya dan Anye pakai dalam acara besok juga sudah dikirim oleh pihak butik, pakaian Satya mereka kirim ke rumah Kakek sedangkan gaun Anye mereka kirim ke kamar hotel tempat Anye akan dirias besok pagi.
Sejak Anye pindah ke kamar hotel, penjagaan terhadap dirinya telah diperketat, Satya tidak ingin kejadian pengancaman terhadap Anyelir terulang dan bisa membahayakan diri Anye serta pernikahan mereka. Penjagaan ketat dilakukan terutama di luar kamar Anyelir dan kamar kedua orangtuanya, hanya orang-orang tertentu saja yang boleh masuk seperti bagian kebersihan dan pengantar makanan.
Kedua calon pengantin malam ini terlihat sangat gelisah, Satya yang sejak sore telah menghubungi Nadia tapi handphonenya tidak aktif dan sampai malam ini dia coba hubungi kembali namun hanya operator yang menjawab untuk meninggalkan pesan.
Kemudian ia mencoba menanyakan perihal Nadia kepada Kak Nina kakaknya Nadia yang ada di Amerika ternyata jawaban sang kakak sangat membuatnya tidak nyaman dan bertambah gelisah.
Sang kakak marah terhadap Satya karena Nadia pergi dari Amerika tiga minggu yang lalu tidak meninggalkan pesan apapun dan sampai sekarang tidak pernah memberi kabar.
Satya terkejut tapi Satya juga tidak bisa membela diri, tidak bisa membenarkan dirinya sedikitpun tentang apa yang dituduhkan dan dimarahkan oleh kak Nina.
Kak Nina mengatakan dia tidak menganggap Satya sebagai adik iparnya lagi, dia akan berusaha memisahkan Satya dari Nadia dan jika terjadi sesuatu yang buruk terhadap Nadia kak Nina tidak akan segan lagi untuk menyakiti Anyelir, ia akan membalaskan sakit hati adiknya.
__ADS_1
Menurut Satya omongan kak Nina benar, pasti pernikahannya ini telah menyakiti hati mereka tapi ia menikah lagi bukan hanya karena permintaan Kakek tapi juga atas desakan Nadia yang mengancam tidak akan pernah kembali selamanya.
Semuanya sudah diputuskan, ia tidak mungkin mundur lagi dan lari dari pernikahan yang sudah kedua belah pihak keluarga persiapkan, ada banyak hati yang harus dia jaga daripada hanya memikirkan hatinya sendiri.
Dengan masih mendengarkan omelan dan caci maki dari kakaknya Nadia, Satya pun hanya bisa menarik nafas dalam sembari meminta maaf dan dia berjanji setelah ijab qabul besok selesai, Satya akan berusaha mencari Nadia.
Sementara di dalam kamar hotel Anyelir juga merasakan perasaan yang tidak enak, firasatnya mengatakan bakal ada sesuatu yang akan terjadi terhadap dirinya atau keluarganya.
Dia berjalan mendekati jendela dan menatap kejauhan hanya lalu lalang kendaraan dan kerlap kerlip lampu saja yang terlihat, lalu ia kembali mencoba merebahkan tubuhnya untuk beristirahat namun fikirannya juga tidak tenang.
Akhirnya Anye memutuskan untuk menelephone
sahabatnya Tina, ia ingin Tina menemaninya tidur di kamar hotel tempatnya sekarang tinggal.
Anye mencari kontak Tina kemudian melakukan panggilan, panggilan pun tersambung,
" Hallo, ya ada apa calon pengantin, rindu ya dengan sahabatmu ini", ucap Tina sebelum Anyelir membuka percakapan.
" Tin, kamu bisa kesini nggak temani aku, perasaanku sejak tadi tidak enak lho, aku merasa akan ada sesuatu yang terjadi. Kamu kesini ya, secepatnya ntar masalah penjaga biar aku telephone biar bisa izinkan kamu masuk".
" Baiklah Nye, kebetulan aku sedang ada di Mall jadi aku bisa minta antar supir pribadi suamiku sekalian kesana".
" Buruan ya aku tunggu".
" Siiiaaap Bu bos", ledek Tina sambil terkekeh.
Anye sedikit tenang karena Tina sebentar lagi datang menemaninya, ia tidak berani menceritakan firasatnya ini kepada Ayah dan Ibunya, Anye tidak ingin membuat mereka khawatir.
Kemudian Anye merebahkan dirinya, menelephone kepala penjaga yang sedang berjaga di depan kamarnya agar memberikan izin masuk kepada sahabatnya Tina yang sebentar lagi sampai, lalu ia mengirimkan foto Tina lewat WathsApp.
Tak menunggu lama Tina pun sampai, ia di beri izin masuk oleh kepala penjaga. Tina heran kenapa penjagaan terhadap Anyelir dan orang tuanya begitu ketat, lalu dia nyelonong masuk saja begitu melihat Anyelir membuka pintu sambil mengajukan pertanyaan,
" Ada apa memangnya Nye, kenapa kalian di jaga begitu ketat?"
Sebelum menjawab pertanyaan Tina, Anyelir meminta sahabatnya untuk duduk dan menelephone pengantar makanan agar mengantarkan dua gelas susu dan sedikit cemilan.
__ADS_1
Anye menceritakan bahwa semua itu permintaan Satya agar dia bisa tenang meninggalkan Anye di hotel dengan penjagaan ketat, sambil menikmati susu dan cemilan yang telah diantarkan oleh pengantar makanan mereka terus ngobrol hingga keduanya menguap tanda rasa kantuk menyerang.
Keduanya memutuskan untuk tidur namun sebelumnya Tina memakaikan masker wajah dan masker mata di wajah Anyelir agar besok pagi wajah Anyelir terlihat lebih cerah dan fresh.