Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 101. Harapan di balik pesta dan syukuran


__ADS_3

"Ma, titip salam buat Papa ya, kami permisi dulu karena Anye harus banyak istirahat," ucap Satya.


"Iya Nak, nanti Mama sampaikan kepada Papa, memang kondisi sangat rawan di kehamilan muda, jadi kalian harus terus konsultasi ke dokter kandungan. Hati-hati ya...jaga istrimu baik-baik, bila perlu rehat ngantor dulu untuk sementara," ucap Mama Tiara.


Setelah berpamitan kepada Kakek, Mama dan Tirta, merekapun kembali ke rumah. Anye memegangi perutnya hingga membuat Satya khawatir, lalu dia mendekat, memegang perut Anye dan bertanya, "Kenapa Yang, ada yang sakit?"


"Lapar," jawab Anyelir sembari menyeringai.


"Kepingin makan apa nih anak Papa biar Papa masakin, "ucap Satya sambil mengelus perut istrinya.


"Memangnya Papa Satya pandai memasak," tanya Anyelir yang merasa nggak yakin.


"Oh demi anak Papa masak apapun pasti bisa, ayo sebutin saja, anak Papa kepingin makan apa nih?" jawab Satya.


"Soto Medan!" memangnya Mas bisa buatnya.


"Tenang, asalkan bahannya ada di kulkas Mas pasti bisa," ucap Satya sembari mengacungkan jempolnya.


"Ada kok Mas, semua bahan ada di kulkas, dari kemaren sih kepinginnya tapi kok Anye malasan mau masak, padahal semua bahan sudah Anye beli saat bareng Tina ke pasar."


"Ya sudah, Mami duduk di sini ya sambil nonton TV ntar jika sudah mateng masakannya Papa panggil deh," ucap Satya yang ingin memanjakan istri dan calon anaknya.


Anye menuruti ucapan Satya, dia duduk nyantai sambil nonton TV, sementara Satya menyiapkan bahan yang akan di masak sembari membuka resep di google.


Satya cekatan dalam hal memasak karena dulu dia rajin membantu sang Mama di dapur, hanya saja takarannya yang dia tidak ingat makanyadia harus cari referensi melalui google.


Sebentar saja masakan yang diinginkan Anye selesai di masak oleh Satya, lalu Satya membawanya ke hadapan sang istri, dia ingin Anye makan sambil bersantai di ruang TV.


Aroma soto yang di masak oleh Satya ternyata sangat harum hingga Anyelir tidak tahan ingin segera menyantapnya. Begitu soto itu terhidang di depannya, dengan tidak sabar, Anye langsung menyantap soto itu walau masih panas.


Satya yang melihatnya menjadi takut jika mulut sang istri melepuh, namun Anye dengan segera menghabiskannya. Anye memandang wajah Satya lalu dia berkata, "Masakan Papa memang yang terbaik," puji Anyelir.


Senyum mengembang di wajah Satya, dia bersyukur jika istri dan calon bayi yang ada di dalam kandungan isterinya menyukai masakannya. Satya rela memasak buat mereka asalkan Anye tidak muntah lagi.


Ternyata ada keasyikan tersendiri bagi Satya bisa melayani orang-orang yang dia sayang.

__ADS_1


Setelah selesai makan dan sejenak menonton TV bersama, Satya lalu mengajak Anye untuk beristirahat, dia meminta Anye cuti sementara dari pekerjaannya. Besok pagi Bik Imah sudah kembali bekerja setelah lama pulang ke kampung, jadi Anye ada teman di rumah selagi Satya ke kantor.


Anye akhirnya menuruti permintaan Satya, pagi ini dia mengantar kepergian Satya sampai ke teras rumah. Setelah berpamitan dengan memberi ciuman di kening dan juga di perut sang istri, Satya segera berangkat ke kantor.


Radit heran saat melihat Satya datang sendiri ke kantor, biasanya dia selalu datang bersama Anye. Rasa penasaran membuat Radit segera menghampiri sahabatnya dan bertanya," Sat, kemana Anye, kenapa kamu datang sendiri? apa Anye sakit Sat?" tanya Radit.


Satya tersenyum mendengar pertanyaan sahabatnya yang beruntun, kemudian dia menjawab, "Iya Dit, Anye sedang sakit."


"Hahh benarkah Sat? sakit apa Anyelir, tapi kelihatannya kemaren dia baik-baik saja," ucap Radit.


Satya lalu menjawab, "Sakit karena aku Dit," ucap Satya lagi.


"Kamu jangan macam-macam ya Sat, sudah dapat istri yang baik dan sayang sama kamu masih juga kau sakiti! keterlaluan kamu Sat, " ucap Radit kesal.


"Nih sakitnya," ucap Satya sembari tertawa dan menunjukkan foto surat keterangan kehamilan yang ada di dalam ponselnya.


"Buset deh...serius nih kan? selamat ya Sat, akhirnya apa yang kalian nanti akan segera terwujud," ucap Radit senang sembari memeluk sahabatnya.


"Iya Dit, aku bersyukur masih memiliki kesempatan untuk menjadi orang tua, tapi sayang Dit, Nadia seperti di telan bumi, harusnya dia juga ada di sini dan ikut merasakan kebahagiaan, walaupun anakku nanti bukan lahir dari rahimnya setidaknya apa yang selama ini dia impikan untuk bisa di panggil Mama akan terwujud," ucap Satya yang sedih teringat dengan harapan Nadia.


"Mudah-mudahan dia mendengar berita kehamilan Anyelir ya Dit! hingga dia akan segera kembali sesuai janjinya. Aku tidak tahu perkembangan kesehatannya sekarang, aku hanya ingin dia baik-baik saja," ucap Satya lagi.


"Pasti, cepat atau lambat Nadia akan mendengar berita ini Sat." ucap Radit.


"Aku sudah berencana dengan Kakek akan mengadakan selamatan atas kehamilan Anyelir berbarengan dengan pesta pernikahanmu, sekaligus kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mengundang anak panti Dit. Rencana ini akan di atur oleh Tirta dan aku berharap Nadia bisa muncul di sana karena awak media pasti akan hadir meliput pesta besar yang akan kita adakan."


"Kami jadi tidak enak, pernikahanmu saja tidak di rayakan sebesar itu, kenapa malah pernikahanku yang bukan siapa-siapa akan kalian gelar begitu mewah," ucap Radit.


"Itu sudah keputusan Kakek, dia ingin mengobati kenangan buruk masa kecilmu dengan membahagiakanmu saat dewasa. Kakek pernah bilang kepada aku dan Tirta, Beliau bangga bisa menjadi pengganti orang tuamu," ucap Satya yang teringat dengan perkataan sang Kakek.


"Sebaiknya aku sampaikan berita bahagia ini kepada Tina, pasti dia sangat bahagia mendengarnya dan sahabat-sahabat mereka pasti juga merasakan hal yang sama."


"Oh ya Dit, apa kalian sudah siap, pesta akan di adakan minggu depan. Pastikan semua relasi kita dan juga seluruh karyawan kamu undang ya, aku ingin mereka juga ikut merasakan kebahagiaan kita," pinta Satya.


"Siap Bos," ucap Radit sembari meninggalkan tempat itu untuk menemui Tina.

__ADS_1


Tina yang sedang asyik dengan pekerjaan, terpaksa meninggalkannya sejenak karena Radit meminta dirinya datang ke ruangan karena ada hal yang akan di bicarakan.


Radit yang melihat calon istrinya datang, lalu mempersilakan duduk. Dia ingin mengerjai Tina sebelum memberinya kabar baik.


Tina merasa takut saat melihat Radit hanya diam memperhatikannya dengan memasang wajah dingin. Dia yakin punya salah hingga membuat Radit bersikap seperti itu dan Tina tidak berani menatap wajah Radit, dia hanya menundukkan kepala.


Setelah beberapa Saat dengan situasi hening, Raditpun tertawa ngakak, hingga membuat Tina membulatkan mata, dia merasa kesal ternyata Radit mengerjainya.


Tina berniat meninggalkan ruangan namun Radit menarik lengannya, hingga membuat Tina berbalik menatap Radit. Kemudian Radit berkata," Berhasilkan aktingku Tin?" ucap Radit.


Dasar kamu bos gila, aku lagi banyak pekerjaan eh kamunya panggil aku, ternyata cuma ingin mengerjaiku," ucap Tina kesal.


"Tenang, kabar yang ingin aku sampaikan lebih berharga dari apapun, kamu pasti akan senang dan tak sabar pastinya ingin menemui sahabat karibmu itu,' ucap Radit lagi.


"Ini tentang Anye, memangnya kabar apa dari Anye, apa jangan-jangan dia..."


Sebelum Tina melanjutkan ucapannya, Raditpun mengangguk.


"Serius Kak, Anyelir hamil? ucap Tina untuk lebih meyakinkan dirinya atas berita baik itu.


Raditpun mengangguk kembali, seketika Tina berteriak dengan kencang, ia mengucap syukur Alhamdulillah. Radit yang melihat reaksi calon istrinya segera membekap mulutnya dan berkata," Jangan kencang-kencang Woi," ini masih jam kantor lho Tin.


"Maaf Kak, jadi Anyelir sekarang di mana, apa dia masih ngantor? tanya Tina.


"Anye istirahat untuk sementara di rumah," jawab Radit.


"Asyik... sore nanti sepulang bekerja aku boleh ya Kak mengunjungi Anyelir? pamit Tina.


"Boleh tapi tunggu aku ya?"


Tina mencebikkan bibirnya, sebenarnya dia ingin pergi sendiri, karena banyak hal yang ingin ia obrolkan dengan Anyelir tentang masalah wanita. Tapi apa boleh buat, Tina juga tidak bisa menolak permintaan calon suaminya itu.


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys...vote, like sebanyak-banyaknya, coment dan rate bintang limanya 🙏😉


🌻 Mohon dukungannya juga ya guys dalam karya author yang baru ikut lomba dengan judul DARINYA KU TAHU ARTI CINTA DAN KEHILANGAN 🙏🙏🙏

__ADS_1


🌻 TERIMAKASIH ATAS SEMUA DUKUNGANNYA, SEMOGA KITA SEMUA TETAP SEHAT, BAHAGIA DAN SUKSES SELALU.


__ADS_2