Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 58. Tiga cucu kesayangan


__ADS_3

"Kek, Satya keluar dulu ya biar bisa gantian dengan yang lain, pokoknya kakek jangan banyak mikir. Satya janji akan lakukan apapun asal kakek bisa sembuh dan selalu bahagia, Satya sayang Kakek."


"Kakek juga sayang kamu Nak, Kakek juga ingin kamu selalu bahagia."


Satya keluar dari ruang rawat Kakek Permana agar bisa bergantian dengan yang lain. Satu persatu mulai masuk di mulai dengan Mama Tiara, Papa Chandra lalu Tirta.


Tirta tidak bisa menahan tawanya saat berada di dalam ruangan, Kakek yang melihat Tirta masuk dengan tertawa menutup mulutnya dengan telunjuknya memberi kode agar Tirta diam atau rencana mereka nanti bisa gagal. Ternyata selain Radit, Tirta juga ikut andil dalam skenario Kakek.


"Jadi bagaimana Kek, Kakak setuju kan untuk pergi berbulan madu!",


Kakek pun mengangguk, "Setelah masalah Kakakmu selesai lanjut giliranmu ya Tirta, Kakek juga ingin bermain dengan anak-anak mu."


"Ah Kakek, Tirta masih belum siap lho Kek untuk berumah tangga, jodohnya aja belum pasti. Belum ada yang mau Kek sama Tirta."


"Kamu nya saja yang pilih-pilih, mana mungkin nggak ada cewek yang mau sama cucu Kakek yang ganteng begini dan sudah berkarir pula. Pokoknya Kakek nggak mau tahu, tahun depan paling lambat sudah harus ada calon cucu menantu yang kamu bawa ke rumah."


"Dua tahun lagi ya Kek, Tirta janji dech...biar Tirta seleksi dulu calon-calonnya."


"Dasar kamu badung, pakai menawar pula, memangnya kamu anggap kompetisi tentang masalah jodoh."


"Harus Kek, Tirta kan juga kepingin seperti Kak Satya, dua kali menikah eh gadis yang di peroleh baik dan cantik semua."


"Jadi kamu ingin berpoligami juga!",


"Astaghfirullah Kakek, satu wanita saja sudah sangat merepotkan apalagi dua. Bakalan dirumah saja nanti Tirta nggak ngantor-ngantor toh perusahaan Kakek juga yang rugi kan."


"Baguslah jika kamu faham, sudah sana cari calonnya dan cepat di seleksi, kakek sudah nggak sabar kepingin tahu wanita seperti apa sebenarnya selera kamu".


"Siiiaaap Kek, Tirta keluar dulu Kakek Sayang!", ucap Tirta sambil mencium kedua pipi Kakeknya lalu segera keluar.


Kakek menggelengkan kepalanya, kedua cucunya itu adalah kesayangannya, kakek tidak akan pernah bisa marah terhadap keduanya.

__ADS_1


Setibanya Tirta diluar, dia langsung menghampiri Anyelir.


"Kak Anye, cepat sana giliran Kakak ntar keburu Kakek ketiduran. Jika Kakek ketiduran bakalan Kakak nggak bisa keluar sebelum kakek bangun. Lagipula Kakek nanyain Kakak terus tuh sejak tadi minta dikusukin kakinya."


"Pandai sekali kamu bohongi Kakak iparmu ya, jangan-jangan kamu yang di mintai Kakek untuk mengusuk kaki beliau nah kamunya malah kabur, kamu alihkan pula kepada Kak Anye. Mari Nye biar Mas temani, jika kakek benar-benar minta kusuk, biar Mas saja nanti yang mengusuk kaki Kakek".


"Ayo Mas kita harus cepat, sebentar lagi jam besuk habis, biar kita bisa kasi kesempatan buat Kak Radit, itu Mas... Kak Radit nya juga sudah datang."


"Tunggu Sat, Aku duluan boleh!", Soalnya satu jam lagi aku sudah harus sampai rumah ada urusan yang belum kuselesaikan."


"Oke Dit masuklah, kakek juga sudah menunggumu."


Radit pun segera masuk menjenguk Kakek, setelah pintu ruangan Kakek tertutup dia melihat Kakek Permana mengacungkan kedua jempolnya.


"Selamat Kek, kerjasama kita berhasil. Radit nggak bisa lama di sini Kek, ada satu hal lagi yang masih harus Radit urus, kita harus cepat jangan sampai Satya menunda keberangkatannya lagi. Masalah hotel, tourguide dan tiket pesawat semuanya sudah oke. Mereka akan berkeliling Sumatera Barat selama kurang lebih satu bulan, jadi Radit harus menghandle semua kerjaan Satya dan mendelegasikan pekerjaan Anyelir kepada wakilnya agar mereka tidak beralasan menunda keberangkatan disebabkan pekerjaan kantor. Masalah Nadia juga aman Kek, Radit sudah mengatur agar Satya tenang tidak terlalu memikirkan keberadaan Nadia saat ini."


"Terimakasih Nak, jangan lupa fikirkan juga kebahagiaanmu, bagaimana jika Kakek perkenalkan kamu dengan cucu teman Kakek. Orangnya cantik dan juga baik, lulusan luar negeri lho, Kakeknya juga saat ini sedang mencarikan jodoh buatnya".


"Mana mungkin sebanding dengan Radit Kek, Radit hanya seorang anak panti yang tidak memiliki keluarga."


"Rencananya dalam waktu dekat ini Kakek akan membuka usaha di bidang pertanian dan perkebunan yang nantinya itu untukmu. Jika masalah Satya tidak usah kamu fikirkan lagi Kakek yakin dengan adanya Anyelir di sampingnya ia pasti mampu menangani semua urusan hotel berdua dengan Anyelir, jadi nantinya kamu dengan tenang bisa mengurus usahamu sendiri bersama istrimu kelak."


Mendengar ucapan Kakek membuat Radit meneteskan air mata, ia tidak menyangka Kakek Permana memperlakukan dia sebagaimana memperlakukan Satya dan Tirta.


"Kesini Nak, apa kamu tidak ingin memeluk Kakek mu ini!", ucap Kakek sambil melebarkan kedua tangannya.


Radit kemudian menghambur ke pelukan Kakek Permana, dia menangis😭 di pelukan Kakek, rasanya terbayar sudah kerinduannya akan kehangatan keluarga. Kakek juga menitikkan air mata sambil mempererat pelukannya dan berkata, "Kamu cucuku dan sampai kapanpun akan tetap menjadi cucuku."


Saat keduanya sedang asyik dengan suasana haru tiba-tiba pintu ruangan terbuka, muncul lah Satya, Anyelir dan Tirta yang ingin berpamitan karena perawat sudah memberi tahu jam besuk sudah habis.


Ketiganya merasa heran melihat Kakek dan Radit terlihat sedang mengusap air mata mereka. Kakek yang melihat rasa heran dari kedua cucunya lalu meminta Satya dan Tirta untuk mendekat, diraihnya tangan Satya, Tirta dan Radit dan menyatukan ketiga tangan mereka sembari berkata,

__ADS_1


"Kalian bertiga cucuku, kesayanganku sampai kapanpun, saling dukunglah kalian walaupun Kakek nanti sudah tiada. Kedudukan kalian sama dihatiku walau tidak ada hubungan pertalian darah."


Ketiganya lalu berpelukan dan kembali memeluk Kakek dengan tersenyum. Lalu Satya berkata, "Kakek jangan khawatir walau Kakek tidak meminta, Radit tetap saudara kami, kami akan tetap saling jaga dan saling dukung, jika dia terluka raga maupun hatinya maka kami juga pasti terluka."


"Ehemm...ehemm, Anyelir berdehem melihat suasana haru di depannya kemudian ia berjalan mendekat dan berkata, " Jadi Anye bukan cucu Kakek nih!",


"Tentu saja. Kamu juga cucu Kakek, kamu kan cucu Kakek yang paling cantik. Kesini Nak, ada yang mau Kakek omongin, mungkin Satya belum sempat mendiskusikannya denganmu."


"Mengenai apa Kek?",


"Lusa kalian sudah bisa berangkat berbulan madu, Kakek dan Radit sudah mempersiapkan semua urusan keberangkatan kalian."


"Tapi Kek, urusan mencari Mbak Nadia kan belum selesai mana mungkin Mas Satya dan Anye bisa berangkat."


"Kamu tidak usah fikirkan hal itu, Satya sudah setuju. Sekarang yang harus kalian fikirkan bagaimana secepat mungkin memberikan kakek seorang buyut, ya kan Sat!",


Satya pun menjawab," Insha Allah Kek, bantu doakan kami ya Kek semoga setelah pulang dari sana nanti, kami bisa segera memberikan kabar baik untuk keluarga kita."


Anyelir yang merasa tidak percaya dengan jawaban Satya, memandangnya heran. Berbagai pertanyaan muncul dikepalanya,


"Apakah aku tidak salah mendengar Mas, benarkah mas Satya bisa meninggalkan urusan mencari Mbak Nadia demi aku, apakah Mas Satya akan segera memberikan hakku, Benarkah Mas Satya sudah ikhlas sepenuhnya menerimaku sebagai istrinya bukan karena terpaksa dan apakah aku sudah siap memberikan mahkotaku yang paling berharga yang selama ini aku jaga hanya untuk suami yang mencintaiku?"


Anye terus menatap Satya tak berkedip, jantung nya berdetak kencang semakin tak karuan membayangkan apa yang bakal mereka jalani sebulan mendatang. Sebulan menghabiskan hari, menikmati keindahan alam, melakukan semua aktifitas hanya berdua.


Satya yang melihat Anyelir menatapnya dengan serius lalu tersenyum kemudian tertawa sembari berucap," Kenapa Sayang...mengapa kamu menatap Mas seperti itu, apa kamu tidak percaya dengan keseriusan suamimu ini? dan apakah kamu tidak yakin Mas bisa membahagiakan kamu disana, Mas bahkan bisa membuatmu sangat bahagia sampai-sampai kamu ingin kita berdua terus disana, tidak ingin segera kembali kesini", Satya pun mengakhiri ucapannya dengan kembali tertawa sambil menggoda Anyelir."


Radit dan Tirta yang mendengar Satya menggoda Anyelir ikutan tertawa. Anye yang melihat mereka tertawa merasa malu😊, kemudian mencubit lengan suaminya. Sementara Kakek hanya tersenyum lalu berkata,


"Sudah-sudah jangan kalian tertawain terus cucu kakek, lihat dia kan jadi malu, awas jika nanti dia batalin semuanya gara-gara kalian, bakalan Kakek beri hukuman kalian berdua, Kakek akan nikahkan juga kalian biar pergi bulan madunya sama-sama."


"Ayo kabur...", ucap Tirta sambil membalikkan badannya berjalan keluar ruangan, kemudian ia melanjutkan ucapannya, "Tirta belum siap nikah cepat Kek!", itu Kak Radit saja ya ...". Tirta sudah menghilang di balik pintu dan hanya suaranya saja yang terdengar.

__ADS_1


"Radit juga belum siap Kek!, Radit juga permisi ya Kek."


Kemudian Radit berjalan dengan cepat keluar menyusul Tirta, Kakek hanya menggelengkan kepalanya melihat keduanya yang dengan cepat menghilang dibalik pintu. Satya dan Anye juga permisi untuk pulang, Satya ingin mengantar Anyelir dulu baru kembali lagi ke rumah sakit untuk menjaga Kakek.


__ADS_2