Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 105. Menemukan Nadia


__ADS_3

Satya tiba di rumah sakit sesuai maps di ponselnya, kemudian dia menuju ke unit medis untuk menanyakan informasi tentang poliklinik penyakit dalam.


Karyawan yang bertugas di unit medis lalu memberitahu arah poliklinik, setelah itu Satya bergegas kesana, dia sudah tidak sabar ingin mengetahui apakah benar Nadia di rawat di sini.


Saat tiba di bagian poliklinik Satya segera ke bagian informasi, dia menanyakan pasien atas nama Nadia, tadinya mereka tidak mau memberitahu namun Satya menunjukkan memo dari dokter yang pernah merawat Nadia agar menemui dokter kanker yang bertugas di rumah sakit ini.


Salah satu perawat di poliklinik segera mengantarkan Satya untuk bertemu sang dokter. Dokter Prasetyo lalu mempersilakan Satya masuk dan menanyakan keperluan Satya kenapa datang mencarinya.


Satya lalu memberikan memo ditangannya sembari menjelaskan bahwa dia mencari Nadia yang menurut kabar sedang di rawat di rumah sakit ini.


Dokter Prasetyo menarik napas dalam, lalu dia mengajak Satya ke luar dari ruangannya menuju halaman belakang rumah sakit.


Sembari berjalan Dokter Prasetyo menjelaskan bahwa penyakit kanker rahim yang di derita Nadia sudah masuk stadium akhir dan beberapa hari lalu Nadia tidak mau lagi melanjutkan pengobatannya.


Nadia menghabiskan hari-harinya dengan bermain bersama anak-anak yang senasib dengannya. Mereka adalah penderita kanker darah, kanker tulang dan penderita kanker otak. Dia selalu menutupi kesedihannya dengan memberikan semangat kepada anak-anak tersebut. Makanya anak-anak itu memanggil dirinya dengan sebutan mama Nadia.


Menurut cerita dokter Prasetyo, kadang dia menemukan Nadia sedang menangis saat dia sedang memandang dua buah foto, yaitu foto Satya dan foto almarhum putra mereka.


Satya tidak bisa membendung tangisnya ketika mendengar cerita sang dokter, dia menyesal kenapa saat itu percaya kepada omongan Nadia bahwa dirinya baik-baik saja, hanya tinggal perawatan pemulihan.


Seharusnya dulu Satya memaksa Nadia untuk ikut pulang ke Indonesia bersamanya jadi dia bisa terus mengontrol kesehatannya dan tidak kehilangan jejak Nadia.


Mereka tiba di teras belakang rumah sakit, di sana Satya melihat seorang wanita berkerudung sedang duduk di rerumputan membelakangi mereka bermain dengan beberapa orang anak. Lalu dokter prasetyo menunjuk kearahnya sembari berkata, "Itulah Nadia, istri Tuan Satya."


Satya melangkah ingin menemui Nadia, namun langkahnya berhenti saat dokter menarik lengannya dan berkata, "Tolong berilah semangat agar Nadia mau melanjutkan pengobatannya, masalah usia itu hanya Allah yang tahu, yang penting kita harus terus berusaha dan jangan berhenti berharap, siapa tahu ada keajaiban datang untuk kesembuhannya," ucap dokter Prasetyo.


Satya mengangguk lalu dia melanjutkan langkahnya hingga dia berada tepat di belakang Nadia. Anak-anak yang sedang bermain dengan Nadia pun menghentikan permainannya lalu mereka tersenyum kepada Satya dan berkata, " Selamat sore om ganteng, mari om bermain dengan kami," ucap mereka hampir serempak.

__ADS_1


Nadia yang melihat dan mendengar perkataan merekapun merasa heran, lalu spontan membalikkan tubuhnya, matanya membulat tanpa bisa berkata, hanya air mata yang mengalir tak bisa dia bendung.


Satya duduk bersimpuh dan memeluk Nadia erat, mereka saling berpelukan melepas kerinduan dan kesedihan di hati mereka, keduanya menangis sesenggukan.


Penampilan Nadia berubah, dulu dia selalu menggeraikan rambutnya yang panjang dan indah, suka memakai gaun pendek dan kini kebalikannya, dia berbusana panjang dan mengenakan hijab.


Tubuh Nadia terlihat kurus, ada lingkar hitam di bawah kedua matanya, namun tetap tidak mengurangi kecantikan Nadia.


Ya, Nadia memang seorang wanita yang elegan, cantik, berkulit putih, berhidung mancung, tinggi semampai bak seorang artis, tapi sayang di dalam tubuhnya terdapat penyakit ganas yang kapan saja siap merenggut nyawanya.


Di hadapan semua orang, Nadia juga pandai bersikap tegar, selalu periang, seperti layaknya orang sehat tapi di dalam hati sebenarnya dia hancur, dia mengutamakan kebahagian suaminya daripada memikirkan dirinya sendiri.


Satya terus memeluk sang istri, hingga seorang anak menepuk bahunya sambil berkata, "Sudah Om! Om siapa? dan kenapa om peluk-peluk mama kami?" ucap gadis kecil berusia lima tahun yang sangat cantik.


Satya melepaskan pelukannya, lalu memegang tangan gadis kecil itu sembari berkata, "Jadi ini Mama kalian?" tanya Satya sembari memandang mata gadis imut itu.


"Jika begitu, Om adalah Papa kalian karena Om adalah suami dari Mama Nadia," ucap Satya sembari tersenyum memeluk Nadia dan gadis kecil itu.


Semua anak kecil yang tadi bermain dengan Nadia tertawa gembira mendengar perkataan Satya, lalu mereka mendekat dan ikut memeluk Satya serta Nadia.


Perasaan bahagia menyusup di hati Satya, beginilah rasanya menjadi orang tua yang dirindukannya selama ini. Peluk manja dari anak-anak itu mengingatkan Satya akan sosok bayinya yang sekarang masih ada dalam kandungan Anyelir.


Di dalam hati Satya meminta maaf kepada anak dan istrinya karena telah berbohong, tapi sepulangnya nanti dari rumah sakit dia akan berusaha menjelaskannya.


Setelah puas berpelukan dengan anak-anak itu, Nadia lalu meminta mereka agar kembali ke ruangan masing-masing, karena Nadia ingin ngobrol berdua dengan Satya. Lalu dengan tidak rela mereka meninggalkan tempat itu, tapi Satya janji akan datang lagi untuk mengajak mereka bermain.


Anak-anak itupun berlari meninggalkan Satya dan Nadia setelah berpamitan, terlihat kegembiraan di balik wajah polos mereka hingga membuat Satya merindukan bayinya.

__ADS_1


Kini hanya tinggal mereka berdua, lalu Satya berkata untuk memecahkan kesunyian, "Kenapa kamu menghilang Yang? aku rindu kamu, aku sudah lama mencarimu tapi kamu seperti di telan bumi, hingga akhirnya aku meminta pertolongan dokter yang pernah merawatmu dulu dan baru sekarang aku bisa menemukanmu," ucap Satya sembari memegang kedua tangan istrinya.


Nadia memandang wajah Satya sembari mengelusnya, dia sangat merindukannya tapi dia bersyukur pengorbanannya tidak sia-sia, sebentar lagi Satya akan menjadi seorang Papa.


Dia tersenyum sambil meneteskan air mata, kemudian berkata, "Aku juga merindukanmu Mas, sangat merindukanmu, jika aku tidak menghilang, kamu pasti tidak bakal mau menikah lagi dan selamanya tidak akan ada bayi lucu yang akan memanggilmu Papa, "ucap Nadia.


"Tapi tidak begini caranya Yang, kamu mengorbankan hidup, menghilang dan menghentikan pengobatanmu, kamu bisa bersama kami dan aku akan selalu mengurus dan merawatmu hingga sembuh," ucap Satya sembari menghapus air mata di pipi Nadia.


"Percuma Mas, di obati juga percuma, aku sudah lelah, penyakitku ini tidak akan bisa sembuh, bahkan dokter Amerika secara tidak langsung juga telah menyerah, hanya saja mereka tidak mengatakannya dengan terus memberiku obat yang aku sendiri sudah bosan meminumnya, tidak ada reaksi apapun yang mengarah kepada kesembuhan," ucap Nadia pesimis sembari membuka kerudungnya untuk memperlihatkan bahwa mahkota di kepalanya sudah hampir habis, rambutnya rontok akibat pengaruh kemo dan obat-obatan yang Nadia minum.


Satya menangis, dia mengelus kepala sang istri sembari menciumnya, Satya tidak menyangka rambut Nadia yang begitu indah kini nyaris tak bersisa.


Kemudian Satya menutupkan kerudung itu kembali lalu menarik Nadia ke dalam dekapannya. Nadia terisak-isak di pelukan Satya, pelukan hangat yang sudah lama dia rindukan. Satya berjanji akan melindungi Nadia, dia ingin membahagiakan Nadia di sisa-sisa usianya.


Di sela tangis sang istri, Satya berkata, "Ayolah Yang pulang bersamaku, kita akan hidup bahagia seperti dulu lagi, aku akan merawatmu, aku akan menyayangimu, menyayangi Anyelir bersama anak-anak kita. Bayiku bersama Anyelir adalah bayimu juga, kamu berhak ikut merawat mereka nanti jika mereka sudah lahir.


"Apa maksudmu Mas, apakah Anyelir akan mau menerima kehadiranku diantara kalian? dan apakah dia juga akan mengizinkan aku untuk membantu merawat bayi kalian? Aku pasti cuma akan menyusahkanmu Mas, kehadiranku pasti cuma akan menjadi pengganggu dalam kebahagiaan rumah tangga kalian," ucap Nadia yang langsung di tutup mulutnya dengan ciuman Satya.


"Jangan ngomong begitu Yang, Anyelir itu istri yang baik, Inshaallah dia pasti bisa menerima kehadiranmu bersama kami, kamu tahu, janin yang tumbuh di rahim Anyelir bukan hanya satu tapi dua, jadi nanti jika bayi itu lahir dia bakal kerepotan untuk mengurusnya sendiri, kalian bisa mengurusnya bersama-sama," ucap Satya penuh harap agar Nadia mau ikut pulang bersamanya.


Bersambung.....


Apakah Nadia akan ikut pulang bersama Satya? bagaimanakah reaksi Anyelir bila dia tahu akan kebohongan Satya? ikuti terus kelanjutannya ya guys.....🙏😉


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys.... vote, like, coment dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏😉


🌻 Mohon maaf kepada seluruh reader kesayangan author, kemaren author tidak sempat Update karena ada keluarga author yang meninggal dunia. 🙏🙏🙏

__ADS_1


🌻 Terimakasih untuk semua dukungan kalian, semoga kita selalu di beri kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan. Amiin


__ADS_2