Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 48. Bridal Shower Ala Anyelir


__ADS_3

Sesuai permintaan Satya Pak Edi pagi ini berangkat ke kampung untuk menjemput orang tua Anyelir. Pak Edi selalu senang jika mendapat tugas kesana, karena disanalah tempat impiannya untuk menikmati hari tua.


Kali ini Pak Edi tidak berangkat sendiri, beliau membawa rekannya seorang supir kantor sebagai supir pengganti untuk perjalanan pulang nanti sore, karena keberangkatannya kali ini tidak bisa menginap, hanya menjemput Ayah dan ibu lalu langsung balik lagi ke Jakarta.


Ayah dan Ibu di kampung juga telah bersiap, mereka meminta tolong kepada tetangga untuk mengurus rumah dan menjaga hewan ternak selama mereka pergi dan mengenai pembangunan mesjid yang sudah dimulai, sepenuhnya Ayah percayakan kepada panitia dan Pak Lurah.


Mereka juga sudah mempersiapkan oleh-oleh yang akan diberikan kepada pihak besan yaitu pihak keluarga Satya. Oleh-olehnya berupa belut kering, ikan gabus dan sepat asin buatan ayah yang ikannya diperolehnya dari sawah dan sungai serta Ibu membawa olahan keripik ubi, keripik pisang, peyek bayam buatan sendiri yang bahan bakunya diperoleh dari pekarangan rumah mereka.


Hanya makanan kampung yang bisa mereka berikan kepada keluarga Satya tapi mereka ikhlas mengolahnya dengan tangan mereka sendiri dengan berharap keluarga Satya akan menerima dan menyukainya.


Semua oleh-oleh sudah Ibu kemas rapi ke dalam dus, pakaian Ayah dan Ibu untuk bekal ganti disana juga sudah tertata rapi di dalam tas, mereka juga sudah berdandan hanya tinggal menunggu sekitar dua puluh menit lagi pak Edi sampai.


Bu Wati dan Pak Imran tetangga yang dipercayakan untuk menjaga rumah dan ternak mereka juga sudah datang. Ibu menyajikan masakan yang sejak tadi sudah dimasaknya, membuat teh serta kopi agar ketika Pak Edi sampai bisa beristirahat sejenak sambil mereka bersama sama menikmati makanan dan minuman yang telah ibu sajikan.


Yang ditunggu pun akhirnya sampai, Ayah mempersilakan Pak Edi dan temannya masuk ke dalam rumah, kemudian ibu meminta mereka sambil menikmati hidangan yang telah ibu sajikan.


Sekitar satu jam mereka beristirahat lalu Pak Edi meminta Ayah dan Ibu bersiap agar mereka segera berangkat. Pak Edi bersama temannya segera memasukkan oleh-oleh serta tas Ayah Ibu ke dalam bagasi mobil, sementara ayah dan ibu berpamitan kepada para tetangga.


Selesai berpamitan mereka masuk ke mobil dan segera berangkat. Sepanjang perjalanan mereka mengobrol dengan Pak Edi, sementara teman Pak Edi lah yang fokus menyetir. Obrolan demi obrolan, aneka candaan membuat mereka Asyik hingga tak terasa mobil sudah memasuki jalanan ibu kota.


Ayah dan Ibu yang belum pernah datang ke Jakarta merasa takjub menyaksikan gedung-gedung pencakar langit yang ada disana. Hari ini lah mereka baru bisa melihat langsung seberapa megahnya ibu kota yang selama ini di elu-elu kan oleh warga kampung mereka.


Bahkan Ayah Ibu juga tidak tahu bahwa salah satu gedung pencakar langit yang nantinya akan mereka lihat dan tempati adalah salah satu milik menantu dan keluarga besan mereka.


Pak Edi kemudian meminta temannya untuk mengarahkan laju mobil ke hotel Duta Angkasa tempat mereka bekerja. Setelah sampai Pak Edi membawa orang tua Anye ke bagian reseption untuk melapor dan mengambil kunci kamar yang telah dipersiapkan bos mereka untuk orang tua Anyelir.

__ADS_1


GRO (Guest Relation Officer) mengantar Ayah dan ibu ke kamar untuk beristirahat, sementara Pak Edi juga berpamitan ingin beristirahat dan menghubungi bos nya bahwasanya mereka telah sampai di hotel. Satya yang mendapat kabar dari Pak Edi segera menelephone Anyelir.


Saat handphone Anye berdering ia sedang bersenda gurau dengan teman-temannya, ia segera melihat kontak si pemanggil ternyata dari Satya, kemudian ia menjauh dari teman-temannya untuk menerima panggilan tersebut. Anye kemudian mengklik tombol menerima panggilan dan terdengarlah suara Satya di sana mengucap salam.


"Assalamu'alaikum Nye", ucap Satya ketika panggilan telephonenya tersambung.


"Wa'alaikumsalam Mas", jawab Anyelir


"Mas mau beritahu Nye jika Ayah dan Ibu sudah sampai di Jakarta, kini sudah diantar Pak Edi ke hotel. Jika kamu malam ini ingin menemui mereka Mas akan jemput kamu".


"Alhamdulillah mereka sudah sampai dengan selamat, Anye rasa sebaiknya besok pagi saja ya Mas kita menemui mereka, ini sudah malam mereka pasti lelah jadi biarkan mereka beristirahat lagian Mas juga pasti capek baru saja sampai rumah sudah harus jemput Anye lagi dan kembali ke hotel, Mas kan juga butuh istirahat".


"Baiklah Nye, besok pagi Mas jemput kamu seperti biasa ya".


Kemudian Satya mengucap salam dan menutup telephonenya.


Setelah menjawab salam dari Satya dan bunyi telephone terputus, Anye segera bergabung kembali bersama teman-temannya.


Anye ingin menghabiskan malam terakhirnya tinggal di kost bercanda ria sepuasnya dengan mereka karena besok malam dia sudah harus pindah ke hotel untuk persiapan pernikahan dan lusa malam statusnya sudah akan berubah menjadi seorang istri yang tentunya semuanya akan berubah, ia akan ikut kemana suami akan membawanya dan hari-harinya akan tersita untuk mengurus suami, mengurus pekerjaan serta mengurusi kuliahnya.


Saat Anye kembali mereka semua menggodanya, apalagi Diah.


"Wah, yang mau jadi pengantin wajahnya berseri-seri tuh, senangnya ya diperhatikan terus oleh ayang beibnya. Padahal baru diantar pulang dan munngkin dia baru sampai rumah eh sudah nelephone lagi, sudah kangen tuh Satya".


Dengan wajah memerah seperti kepiting rebus, Anyepun menjawab,

__ADS_1


"Kamu apaan Diah, Satya telephone hanya ingin kasi kabar lho bahwa Pak Edi dan orang tuaku sudah sampai di hotel. Aku senang lah mereka sudah sampai jadi besok pagi kami akan menemui mereka".


" Rindu juga nggak apa-apa kan toh sudah dapat restu dari semua, tinggal satu hari satu malam saja kan Nye sudah halal", lanjut Rita.


"Sudah ah jangan goda Anye terus, lihat tuh wajahnya semakin memerah", timpal Lusy.


"Kalian nih ayo dong kita gunain waktu kita yang tersisa bersama Anye malam ini, besok malam aku kembali tidur sendiri", ucap Tina dengan sedih.


"Oh ya Nye, lusa kami ke hotel dulu ya baru kita berangkat bareng ke rumah Satya, kami berlima kan pagar ayu kamu", ucap Ani.


"Asal jangan pagar makan tanaman ya", jawab Sri.


Semuanya tertawa mendengar ucapan Sri.


"Kalian lusa rental mobil saja ntar aku yang bayar dech biaya rentalnya", ucap Anye.


"Tidak usah Nye lusa mereka bisa bareng aku saja, mobilku masih cukup kok buat mereka berlima", tiba-tiba Adam datang ikut nimbrung ucapan mereka, kemudian Adam pun ikut duduk bergabung disana.


"Nye, boleh kan aku ikut duduk disini, malam ini juga malam terakhir kan aku bisa bercanda denganmu? lusa kamu sudah jadi milik orang dan mungkin aku sudah total kehilangan kesempatan untuk bisa duduk dan ngobrol bersama kamu", pinta Adam dengan mengesampingkan rasa malunya terhadap yang lain.


Anye hanya mengangguk, mengiyakan permintaan Adam, yang lainnya juga menerima kedatangan Adam dengan mempersilakan ia duduk diantara kerumunan mereka. Mereka tahu apa yang sekarang dirasakan Adam, dia pasti sedih, hatinya patah, pupus sudah harapan Adam untuk mendekati dan memiliki cinta Anyelir.


Mereka akhirnya ngobrol banyak hal, bercanda, tertawa bersama hingga tak terasa waktu pun hampir pagi. Anye beruntung memiliki sahabat seperti mereka, mereka adalah kakak, Abang dan adik baginya. Merekalah keluarga Anye selama tinggal di Jakarta dan Anye berjanji tidak akan pernah melupakan mereka sampai kapanpun.


Jika para kawula muda sekarang menghabiskan malam terakhir sebelum pernikahan dengan mengadakan pesta meriah tidak halnya dengan Anyelir. Bridal Shower ala Anyelir adalah tanpa ada pesta, tanpa ada kado, mereka menghabiskan malam ini untuk mengenang rasa kekeluargaan yang selama ini terjalin di antara dia dan para sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2