Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 99. Ngidam durian


__ADS_3

Mbak pelayan sudah menyiapkan hidangan yang di minta oleh Anye, kemudian Satya menyuapkan makanan itu sesuap demi sesuap ke mulut sang istri berharap kali ini Anye tidak akan muntah lagi.


Selesai makan, mbak pelayan memberikan wedang jahe agar mengurangi rasa mual. Seteguk demi seteguk Anye meminumnya, bersyukur kali ini dia tidak merasa ingin muntah.


Satya sudah bersiap untuk membawa Anyelir ke rumah sakit tempat praktek dokter kandungan langganan mereka tapi sebelumnya Satya ingin memberikan hadiah kepada Mbak pelayan yang telah membantu mereka.


Selembar cek senilai dua puluh juta Satya serahkan kepada mbak pelayan sebagai ucapan terimakasih karena telah membantunya. Mbak pelayan sangat terkejut sembari mengucek mata beliau mengucapkan nilainya.


Anye dan Satya yang melihat hal itu tertawa, mbak pelayan terlihat lucu dengan ekspresi nya, lalu Anye berkata,"Terimakasih Mbak sudah membantu kami, semoga hadiah itu bermanfaat bagi mbak sekeluarga," ucap Anyelir.


"Terimakasih juga Nyonya, Tuan! rasanya seperti mimpi saya bisa memegang uang senilai ini," ucap mbak pelayan.


Setelah membayar tagihan cafe, Satya dan Anye memutuskan segera meninggalkan tempat itu menuju rumah sakit. Saat sampai mereka langsung menuju ke ruangan dokter karena sebelumnya Satya telah menghubungi untuk mendapatkan nomor antrian.


Dokter pun menyapa mereka dengan ramah lalu menanyakan kabar Anyelir apa sudah ada perkembangan setelah minum obat. Satya kemudian menceritakan kejadian barusan, lalu pak dokter segera memeriksa Anyelir dan diagnosa mereka sama.


Lalu pak dokter melakukan pemeriksaan detak jantung Bayi dan USG, Alhamdulillah beliau mengatakan Bayi dalam kandungan Anyelir sehat serta saat ini sudah masuk usia empat minggu.


Namun jenis kelamin bayi belum bisa dilihat karena usia kandungan yang masih terlalu muda.


Pak dokter memberikan selamat kepada keduanya, lalu beliau memberikan resep obat dan vitamin yang harus mereka tebus di apotek serta menyarankan Anyelir untuk banyak makan buah dan sayur-sayuran.


Satya dan Anye mengucapkan terimakasih kepada pak dokter lalu mereka pergi ke apotek untuk menebus obat yang di resepkan.


Kemudian mereka berencana ingin berkunjung ke rumah Kakek sekaligus memberitahukan kabar gembira ini kepada seluruh keluarga.


Dalam perjalanan ke rumah Kakek, tiba-tiba Anye kepingin makan durian, Anye lalu bilang ke Satya agar berhenti di stand yang menjual durian, tapi Satya mengingatkan jika durian tidak baik untuk ibu hamil. Kemudian Satya merayu Anye untuk makan buah yang lain, dia akan segera membelikannya.


Satya memberhentikan mobilnya di sebuah toko yang menjual aneka buah-buahan, lalu dia meminta agar pemilik toko mengemaskan beberapa macam buah yang biasanya di sukai oleh Anye.

__ADS_1


Setelah itu Satya langsung membawanya ke mobil, namun di dalam mobil Anye manyun terus, yang ia minta cuma durian bukan buah yang lain.


Satya sebenarnya tahu tapi dia terus membujuk, mengupaskan jeruk untuk Anye tapi dia menggeleng, di tawari apel, anggur dan juga pisang Anye juga tidak mau. Anye memalingkan wajah menatap jalanan tanpa mempedulikan Satya yang terus merayunya.


Melihat istrinya cemberut terus akhirnya Satya membelokkan mobil ke sebuah stand durian, eh wajah Anye langsung sumringah. Namun Satya berkata, "Boleh makan tapi hanya sedikit ya," ucap Satya.


Anye turun lebih dulu, dia langsung mendekati pedagang durian dan memilih durian yang paling gede dan harganya cukup mahal karena musim panen durian sudah hampir habis.


Satya membulatkan wajahnya, dia menggeleng dan berkata, "Jangan yang itu Yang, yang kecil aja ya, lagian kamu hanya boleh makan sebiji saja," ucap Satya.


Tapi Anyelir tetap berkeras minta yang besar tadi agar segera di kupas. Kemudian Satya menyerah, dia minta Abang pedagang durian untuk membukanya.


Satya menutup hidungnya karena ia tidak terlalu menyukai durian. Melihat isinya yang begitu besar membuat air liur Anye hampir meleleh, kemudian ia mulai memakannya sebiji, lalu Satya meminta Abang pedagang untuk menjauhkannya dari Anyelir.


Anyelir merajuk, dia minta Satya makan semua durian itu jika dirinya tidak boleh makan lagi. Satya yang tidak mau istrinya makan buah durian lagi segera melahap buah durian itu dengan menutup hidungnya.


Setelah itu Satya mengulurkan sejumlah uang sesuai harga durian tersebut. Satya segera berlari menjauh dari sana karena dia sudah tidak tahan dan ingin muntah.


Sampai di belakang mobil akhirnya Satya memuntahkan semuanya. Anye terkejut, dia tidak menyangka jika keinginannya membuat Satya muntah.


Kemudian Abye mendekati Satya dengan perasaan bersalah, dia mengambil tisu dari dalam mobil serta minyak kayu putih di dalam tasnya.


Anye melap mulut suaminya, memberi minyak kayu putih di bagian perut serta punggung Satya dan dia meminta Satya agar menghirupnya untuk mengurangi rasa mual.


Satya menangkupkan kedua tangannya, dia meminta maaf tidak bisa memenuhi permintaan sang istri, Anye lalu memeluk suaminya dan berkata, "Maaf Mas aku nggak tahu jika Mas tidak suka durian," ucap Anye yang merasa menyesal.


"Akupun nggak tahu, kenapa harus memaksa Mas, rasanya bahagia dan puas saat Mas menghabiskan durian tadi," lanjut Anye.


"Ya sudah nggak apa-apa, mungkin inilah salah satu kelebihan ibu hamil, mengalami masa ngidam," ucap Satya yang paham dengan keadaan Anye.

__ADS_1


Satya yang sudah merasa enakan segera mengajak Anye kembali ke mobil dan meneruskan perjalanan. Akhirnya mereka pun tiba di rumah kediaman Kakek.


Mama Tiara sedang merawat tanaman di taman belakang, saat mereka tiba. Bibi yang ingin memberi tahukan kedatangan mereka dilarang oleh Satya karena dia dan Anye ingin memberi kejutan.


Sementara Kakek sedang beristirahat di kamar dan Tirta juga sedang berada di kamar atas, tutur pelayan yang bekerja di rumah Kakek.


Kemudian Satya mengajak Anyelir ke taman belakang, dia berjalan berjingkat agar tidak menimbulkan suara. Rencananya, dia ingin mengejutkan sang Mama.


Hingga jarak beberapa langkah, eh ternyata Mama berdiri dan membalikkan badan, hendak kembali ke rumah dalam rumah.


Mama Tiara terkejut sekalian senang melihat kedatangan mereka, kemudian beliau mengajak mereka masuk dan mama ingin mencuci tangannya terlebih dulu.


Anye yang matanya masih tertuju pada pot yang berisi tanaman Anyelir, segera mendekat lalu berkata, "Ma, bolehkah Anye minta bunga yang itu?" tanya Anye.


Sejenak sang Mama terdiam sembari menatap Satya. Mama Tiara ingin meminta persetujuan putranya karena bunga itu adalah milik Nadia.


Melihat sang Mama terdiam lalu Anye berkata, ya sudah Ma jika Mama keberatan, nggak apa-apa kok. Lusa kita ke Bandung ya Mas, Anye pingin ke Cibodas melihat kebun bunga Anyelir.


"Boleh kok ya kan Ma?" jawab Satya karena tidak ingin Anye bepergian jauh dulu pada masa hamil muda seperti sekarang, Satya takut Anye kelelahan dan berakibat tidak baik pada kandungannya.


Mendengar kata boleh dari Satya membuat Mama mengangguk lalu mengambil pot yang berisi tanaman Anyelir dan menyerahkannya kepada Anye.


Anyelir sangat senang, dia mengelus helai demi helai bunga itu lalu mengucapkan terimakasih kepada Mama Tiara.


Kemudian mama mengajak mereka masuk untuk menemui Kakek, saat mereka berjalan ke arah teras belakang ternyata Kakek dan Tirta sudah duduk disana sembari ngeteh dan ngopi.


Kakek senang dengan kedatangan Satya dan Anye, makanya saat tadi bibi memberitahukan, beliau langsung bangkit dan ingin bertemu dengan Keduanya.


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys...vote, like sebanyak-banyaknya, coment dan rate bintang limanya 🙏😉

__ADS_1


__ADS_2