
Anye telah sampai di rumahnya berkat bantuan Radit, saat ia hendak masuk, mobil Satya pun sampai. Malam ini jadwalnya Satya untuk menginap bersamanya, setelah tiga malam menginap di rumah Nadia.
Melihat sang istri sudah di rumah membuat hati Satya tenang, Satya kemudian turun dari mobil, menghampiri Anye sembari mencium keningnya.
Anye mengambil tas kerja dari tangan Satya, lalu menggandeng tangan suaminya untuk bersama masuk ke dalam rumah.
Bik Imah yang tahu jadwal kepulangan majikannya sudah mempersiapkan menu makan malam.
Selesai membersihkan diri, keduanya pun berjalan menuju ruang makan, di sana terhidang menu asam manis seafood dan jus jeruk kesukaan mereka.
Anye memanggil Bik imah untuk makan bareng namun Bik Imah menolak secara halus, karena beliau tidak ingin mengganggu majikannya yang baru saja pulang.
Satya memandangi sang istri yang asyik melayaninya, mengambilkan makanan. Ia merasa ada yang aneh dengan sikap Anye, malam ini Anye lebih banyak diam, tidak seperti biasanya.
Untuk menghilangkan rasa penasarannya, Satya kemudian bertanya,"Ada apa Nye, malam ini kamu kok lebih banyak diam, tidak seperti biasanya", ucap Satya.
Anye tersenyum sembari menjawab,"Tidak ada apa apa kok Mas, mungkin Anye cuma lelah, hanya butuh istirahat aja kali mas", ucap Anye.
"Ya sudah ayo kita makan dulu, biar kita bisa cepat istirahat", ucap Satya.
Mereka lalu makan dengan lahap, disela makannya Satya mencoba menggoda sang istri,"Menu dan momennya sudah pas kan Nye, namun sayang jatahnya belum bisa Mas ambil", ucap Satya sembari melirik sang istri.
Anye hanya mencebikkan bibir sembari menyelesaikan makannya. Memang waktunya belum tepat, menstruasi Anye baru selesai tiga hari ke depan, dan saat itu jatah Satya harus menginap di rumah Nadia.
Sungguh malang nasib Satya pekan iniya para reader, di rumah Anye nggak dapat jatah, di rumah Nadia apalagi, punya dua istri namun belum bisa memperoleh jatahnya untuk beberapa hari ke depan.
Setelah selesai makan dan membereskan meja, Anye yang hendak pergi ke kamar di tarik oleh Satya hingga membuat Anye jatuh ke dalam pelukan sang suami.
Anye meronta minta di lepaskan oleh Satya, namun Satya semakin mempererat pelukannya, lalu ia berkata," Izinkan aku seperti ini dulu Yang", ucap Satya sembari menikmati keharuman tubuh sang istri.
Kemudian Satya mengajak Anye menikmati suasana malam di lantai dua rumah mereka.
__ADS_1
Disana sangat jelas terlihat kerlap-kerlip lampu, sinar bulan yang kebetulan sedang purnama dan semilirnya angin membuat suasana semakin romantis, apalagi ketika Satya memutar salah satu lagu kesayangan mereka yang berjudul "Cintailah aku sepenuh hati" dari Ari Lasso.
Anye dari atas balkon menatap bulan yang sudah bulat sempurna, sementara Satya tidak mau melepaskan pelukannya sedikitpun sembari terus mencium tengkuk sang istri hingga membuat bulu kuduk Anyelir pun berdiri.
Ia tidak munafik, suasana seperti ini yang selalu Anye rindukan saat Satya menginap di rumah Nadia, berada dalam pelukan Satya adalah tempat ternyaman baginya.
Sejenak Anye terhanyut dengan suasana yang diciptakan oleh Satya, hingga deringan ponselnya mengejutkan mereka. Anye mengeluarkan ponsel dari sakunya dan melihat siapa yang melakukan panggilan, ternyata tertera nama Adam di sana.
Anye tidak ingin merusak suasana, lalu ia mengecilkan volume ponselnya dan mengabaikan panggilan tersebut.
Satya yang melihat sang istri tidak menjawab panggilan di ponselnya kemudian bertanya,"Siapa Nye?"
Anye ragu untuk menjawab, karena ia tahu Satya bakal cemburu, namun Satya mengulang kembali pertanyaannya dan kali ini Anye tidak mungkin diam.
Kemudian ia mengambil ponselnya kembali lalu menyerahkannya kepada Satya. Satya menerima ponsel itu dan ternyata Adam kembali sedang memanggil.
Satya kemudian mengangkat panggilan itu, ia ingin tahu kenapa Adam menghubungi istrinya, terdengarlah suara Adam di seberang sana, ia sangat panik dan meminta tolong Anye agar segera datang ke kost.
Bu Ida jatuh di kamar mandi dan mengalami stroke, beliau ingin bertemu Anyelir makanya Adam nekad menelephone Anye walau ia tahu hari sudah malam.
Satya mengesampingkan rasa cemburunya, lalu mengajak Anye pergi ke kost untuk memenuhi permintaan Bu Ida, mamanya Adam.
Anyepun bersiap, ia mengambil jaket Satya beserta tasnya, kemudian bergegas berangkat dengan perasaan khawatir.
Selama perjalanan, mereka hanya diam tenggelam dengan lamunannya masing-masing. Satya heran sebegitu rindukah Mama Adam terhadap Anye, hingga meminta istrinya untuk datang.
Mereka sudah sampai di tempat tujuan, Satya menggandeng istrinya, kemudian berjalan masuk ke kost Bu Ida. Terlihat di sana para sahabatnya berkumpul, menanti kedatangannya.
Begitu melihat Anye semua mendekat dan langsung memeluknya, mereka rindu sekaligus sedang merasakan kesedihan akibat musibah yang menimpa Bu Ida.
Anye kemudian bertanya kepada mereka sebenarnya apa yang terjadi dan kenapa Bu Ida sampai bisa jatuh di kamar mandi.
__ADS_1
Mereka kemudian menjelaskan kepada Anyelir bahwa sebelum kejadian, Adam dan ibunya sempat berselisih pendapat tentang masalah jodoh buat Adam.
Satya hanya diam mendengarkan cerita dari para sahabat Anyelir, di balik cerita itu ia menyimak bahwa Mama Adam bermaksud menjodohkannya, namun Adam menolak karena ia belum bisa melupakan Anyelir.
Setelah mendengarkan penjelasan dari para sahabatnya, Anye segera mengajak Satya untuk menemui Adam dan Mamanya.
Mereka tiba di depan pintu kamar Bu Ida, kemudian Anye mengetuknya perlahan, terlihat Adam muncul dari balik pintu, ia tersenyum namun terlihat jelas ada kecemasan dan penyesalan di balik senyumnya.
Adam mempersilakan mereka masuk, dan meminta maaf karena telah merepotkan mereka.
Satya dan Anyepun masuk, di sana terlihat Bu Ida terbaring, sedang tertidur. Anye mendekat dan duduk di sebelah pembaringan, lalu memegang tangan Bu Ida, beliau membuka mata dan berusaha berbicara namun terbata-bata. Ada air mata menetes di kedua sudut matanya.
Satya yang menyadari, pasti ada hal penting yang ingin di sampaikan Bu Ida kepada Anye, segera mengajak Adam keluar. Ia ingin memberikan kesempatan kepada Bu Ida agar leluasa berbicara dengan Anye, hanya berdua saja.
Bu ida menggenggam tangan Anye, ia menanyakan bagaimana kabar Anye dan bagaimana dengan rumah tangganya.
Anye menjawab sembari menjelaskan bahwa rumahtangganya baik-baik saja dan Alhamdulillah saat ini ia sangat bahagia.
Bu Ida senang sekaligus sedih, senang karena Anye mendapatkan kebahagiaannya dan sedih karena putranya sudah tidak mempunyai harapan lagi untuk menunggu Anyelir.
Ternyata Bu Ida ingin meminta Anye menerima Adam jika rumah tangganya bersama Satya tidak berhasil terbina dengan baik, dengan kata lain beliau bersedia menerima Anye sebagai menantu walau nantinya status Anye janda.
Anye mengatupkan kedua tangannya untuk meminta maaf bahwa ia tidak bisa memenuhi permintaan Bu Ida, kemudian ia berjanji akan berbicara dengan Adam agar segera mencari pendamping sesuai permintaan Beliau.
Bu Ida tersenyum, ia menggenggam erat tangan Anye dan berharap Anyelir bisa berhasil membujuk putranya.
Bersambung......
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote, like comment dan rate bintang limanya 🙏😉
🌻 Mohon dukungannya juga ya kepada seluruh pembaca kesayangan author terhadap karya author yang berjudul MENIKAHI CUCU BILLIONER yang saat ini sedang diikutkan lomba. Terimakasih 🙏🙏🙏
__ADS_1