Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 102. Percaya Kepada Takdir


__ADS_3

Undangan pesta dan syukuran sudah disebar. Para karyawan dan kolega bisnis yang sudah mendengar kabar tentang kehamilan istri Satya semua memberi ucapan selamat tapi banyak juga yang merasa kasihan dengan nasib Nadia yang tidak bisa memberikan keturunan.


Mereka juga saling komentar bagaimana nasib Nadia selanjutnya, jika keajaiban bisa membuatnya sembuh, apa ketiganya bisa hidup bersama dan bahagia, atau malah ada yang mengalah.


Kasak-kusuk tentang rumah tangga Satya terdengar oleh Radit, Tina dan juga Satya sendiri. Hanya Anyelir yang tidak mendengarnya karena dia fokus istirahat di rumah.


Hal itu membuat Satya bersyukur, karena jika Anye mendengarnya, Satya takut akan mempengaruhi kejiwaan Anye dalam masa kehamilannya. Sebab dokter telah menjelaskan bahwa wanita hamil seringkali memiliki emosi yang tidak stabil.


Satya tidak menanggapi omongan orang tentang rumah tangganya, menurutnya Bahagia atau tidak dirinya dan juga kedua istrinya tergantung akan sikap adilnya nanti.


Dia hanya manusia yang bisanya cuma berusaha, keputusan akhir tetap Allah yang menentukan kemana arah rumah tangganya akan berakhir.


Apakah akan berakhir bahagia atau sebaliknya, semuanya Satya serahkan kepada sang pengatur kehidupan.


Radit dan Tina tetap memberikan dukungan kepada Satya, mereka yakin asal Satya, Anye dan Nadia ikhlas menerima takdir hidup mereka pasti ketiganya bisa hidup bahagia.


Persiapan acara pun sudah dilakukan di rumah Kakek, besok acara besar akan di gelar, kabar itu juga sudah sampai ke telinga para wartawan hingga mereka sudah menyambangi rumah kediaman Kakek dan juga di kantor.


Para wartawan ingin mewawancarai Satya perihal kebenaran kehamilan istri keduanya dan tentang istri pertama yang kabarnya menghilang.


Satya bersedia diwawancarai, dia ingin mengklarifikasi tentang berita yang mereka dengar, dengan jujur Satya menjelaskan semuanya dan dia melalui media meminta agar Nadia segera kembali untuk menata kehidupan mereka kembali bersama Anye dan juga calon bayinya.


Sementara di rumah Kakek, para wartawan juga ingin Kakek mengucapkan sesuatu untuk berbagi kebahagiaan. Dengan wajah sumringah Kakek menyambut kedatangan mereka dan mengatakan bahwa dirinya sangat bahagia, yang ditunggunya selama bertahun-tahun akhirnya akan segera hadir di pangkuannya.


Beliau berharap kebahagiaan ini akan semakin bertambah dengan pernikahan Radit juga menyusul pernikahan Tirta dan berharap kelahiran para buyut dari rumah tangga keduanya.

__ADS_1


Mengenai Nadia, Kakek mengklarifikasi kabar bahwa Nadia akan tersingkir dari keluarga Permana adalah salah. Nadia akan tetap menjadi cucu menantunya yang memiliki posisi sama seperti Anyelir dan Kakek akan menerima kedatangan Nadia kapanpun Nadia ingin pulang.


Pintu rumah keluarga Permana selalu terbuka untuk Nadia.


Para wartawan senang mendapatkan berita besar yang bakalan mereka muat di berita utama, keesokan hari berita tersebut menyebar ke seluruh media, baik koran, TV, majalah dan situs-situs internet. Hampir semua lapisan masyarakat membicarakan tentang kehidupan keluarga Permana.


Anye yang sedang menonton TV pun melihat berita tersebut, dia senang sekaligus cemas, akankah rumah tangganya bisa tetap bahagia saat Nadia nanti kembali.


Sementara Nadia juga melihat berita tersebut di koran dan di TV, dia belum yakin apakah harus kembali atau tidak, karena perkembangan penyakitnya yang semakin parah pasti hanya akan menyusahkan keluarga Permana khususnya Satya.


Satya meminta Anye untuk merias diri dan memakai gaun cantik yang telah di belikan olehnya, kemudian dia mengajaknya ke rumah Kakek karena sebentar lagi iringan pengantin laki-laki pasti tiba.


Ternyata di rumah Kakek, orang tua Tina dan kedua orang tua Anyelir sudah tiba. Ayah dan Ibu Anye sengaja datang tidak memberitahu terlebih dahulu karena ingin memberikan kejutan kepada putrinya.


Melihat Ayah dan ibunya ada di sana Anye segera menghampiri mereka dan memeluk keduanya, dia berterima kasih karena ayah dan ibunya mau datang ikut merasakan kebahagiaan mereka.


Rombongan pengantin pria juga sudah hadir bersama rombongan ibu panti bersama anak-anak panti. Radit terlihat sangat gagah hingga serasi bersanding dengan Tina.


Acara inti segera di mulai, setelah penghulu pernikahan hadir di sana. Ijab qobul pun di lafadzkan oleh Radit dengan sekali tarikan nafas.


Kemudian penghulu menanyakan kepada saksi apakah ijab qobul tersebut sah, saksi pun menjawab sah dan diikuti jawaban serentak dari semua yang hadir di sana.


Acara pun di lanjutkan dengan sungkeman kepada kedua belah pihak, lalu di lanjutkan dengan acara tepung tawar untuk kedua pengantin dan juga untuk Satya dan Anyelir yang sebentar lagi akan menjadi orang tua.


Semua orang bahagia, namun di ujung belahan bumi lain, tepatnya di Amerika, Kak Nina, Kakaknya Nadia sedang marah melalui telephone, dia marah kepada sang adik yang menurutnya terlalu bodoh, telah menyerahkan suaminya kepada wanita lain.

__ADS_1


Menurut Nina, adiknya pasti akan semakin tersingkir setelah Anyelir melahirkan, apalagi jika anak yang akan dilahirkan Anyelir nanti adalah seorang putra, putra penerus utama keluarga Permana.


Kak Nina tidak ikhlas adiknya di duakan, walau Nadia sudah menjelaskan bahwa pernikahan Satya memang atas izinnya bahkan Nadia lah yang memaksa Satya untuk menikah.


Nadia yang malas mendengarkan omelan dari kakaknya yang seperti tidak berujung, membuatnya berpura-pura ponselnya hilang signal dan akhirnya dia putuskan panggilan tersebut.


Kak Nina kesal, lalu melempar ponsel ke atas tempat tidurnya. Suami kak Nina pun yang melihat kemarahan sang istri hanya bisa menggelengkan kepala.


Dengan suasana hati istrinya yang sedang buruk, percuma jika beliau memberi nasihat, malah akan memperburuk suasana.


Nadia terus menyaksikan siaran langsung acara pernikahan Radit dan juga acara selamatan untuk calon bayi Satya. Dia meneteskan air mata, sembari membayangkan seandainya dirinya-lah yang sedang mengandung dan sedang di tepung tawarin di sana pasti hidupnya akan sempurna, dia akan menjadi istri yang paling bahagia.


Acara selamatan tersebut di akhiri dengan pembacaan do'a oleh ustadz yang telah di undang oleh Tirta. Doa untuk kebahagiaan pengantin baru dan juga doa untuk kesehatan, keselamatan calon bayi dan juga calon kedua orang tua.


Semua acara berjalan lancar, para wartawan dan juga para tamu satu persatu mulai meninggalkan tempat itu, begitu juga dengan orang tua Tina dan orang tua Anyelir, mereka memutuskan untuk menginap di rumah Anye dengan diantar oleh supir kantor.


Sedangkan Satya dan Anye tidak di perbolehkan pulang oleh Kakek karena menurut mitosnya tidak baik bagi ibu hamil diluar rumah saat hari menjelang tengah malam.


Begitu juga dengan kedua pengantin, mereka juga di minta untuk menginap karena besok pagi masih ada wejangan khusus yang akan Kakek sampaikan kepada kedua mempelai.


Para pelayan telah mempersiapkan kamar untuk mereka, Kakek tahu cucu-cucunya pasti lelah setelah seharian sibuk dengan acara, kemudian Kakek meminta mereka untuk beristirahat di kamar yang sudah di siapkan.


Semua pergi ke kamarnya masing-masing, baik Kakek, Mama-papa, Tirta, Satya dan Anyelir serta pasangan pengantin. Mereka semua beristirahat, hanya para pelayan saja yang masih terjaga untuk membereskan ruangan.


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys... vote, like sebanyak-banyaknya coment dan rate bintang limanya 🙏😉

__ADS_1


🌻 Selamat beristirahat, semoga sehat, bahagia dan sukses selalu buat kita. Aamiin.....


__ADS_2