
Dokter telah setuju perawatan Anyelir di pindahkan ke rumah dengan membawa peralatan, dua orang perawat khusus dan setiap hari dokter berjanji akan datang untuk mengontrol perkembangan kesehatan Anyelir.
Memang biaya yang di perlukan sangatlah besar ketimbang perawatan di rumah sakit, tapi hal itu tidak menjadi masalah bagi Satya, yang terpenting dia dan anak-anak bisa selalu dekat dengan Anyelir.
Sedangkan pekerjaan kantor rencananya akan di serahkan semua kepada Radit, hanya sesekali saja jika ada hal mendesak barulah Satya akan menyempatkan diri untuk datang.
Selama Anyelir koma, Satya akan pokus mengurusnya dan memberikan kasih sayang penuh kepada putra-putrinya. Dia tidak ingin anak-anaknya kekurangan kasih sayang dengan kondisi Anye yang seperti sekarang ini.
Dua orang Baby Sitter juga sudah datang di rumah Anyelir untuk bersiap menunggu kepulangan Bayi hari ini sekaligus pemindahan perawatan Anye.
Mama Tiara dan Ibunya Anye menggendong masing-masing cucunya, sementara Satya mengurus administrasi kepulangan mereka.
Saat semua urusan administrasi kepulangan sudah selesai, Satya mendekati Anye menciumnya dan membisikkan di telinganya, "Sayang... kita akan pulang hari ini, kamu jangan khawatir ya, Mas akan lakukan apapun agar kamu bisa sembuh. Mas janji jika kamu nanti sembuh kita beserta anak-anak akan ke Bandung melihat kebun bunga Anyelir yang sejak lama ingin sekali kamu lihat dan Mas akan belikan kebun itu jika kamu mau," ucap Satya.
Kemudian Mama dan Ibu bergantian mendekatkan pipi cucu mereka ke pipi Anye lalu Mama berkata, "Nak? cepatlah bangun, lihatlah bayimu begitu tampan dan cantik, mereka ingin kamu memeluk dan menyusui mereka."
Ibu juga meletakkan tubuh bayi mungil itu secara bergantian ke dada Anye berharap detak jantung bayinya akan menjadi salah satu terapi buat kesembuhan Anyelir.
Pihak rumah sakit sudah mempersiapkan Mobil ambulans, lalu Satya mendorong brankar Anye ke luar menuju mobil. Dengan di bantu oleh security, supir dan suster, merekapun memindahkan tubuh Anyelir ke dalam Ambulans.
Satya dan kedua Suster mendampingi Anye di dalam Ambulans sementara Mama, Ibu, Kakek dan Tirta serta kedua bayi sudah berangkat terlebih dahulu.
Bi Imah sudah mempersiapkan kamar saat mereka tiba di rumah. Sebenarnya kamar anak ada di lantai atas, tapi malam ini Satya ingin anak-anaknya tidur bersama mereka di kamar bawah.
Malam ini adalah hari pertama mereka berkumpul, tidur berempat di satu kamar. Satya ingin memberikan kenangan kepada Anye, mendengar tangisan anak-anaknya saat mereka haus, merasakan kerepotan Satya dalam mengurus keduanya dalam hal membuat susu, mendiamkan saat si baby menangis serta mengganti popok ketika keduanya membuang kotoran.
Walaupun Satya belum berpengalaman, dia akan belajar dan harus bisa, cuma dia berpesan kepada Baby sitter jika nanti kuwalahan, keduanya harus siap di telepon jam berapapun harus turun ke kamar bawah untuk membantunya.
__ADS_1
Saat ini, kedua box bayi sengaja Satya letakkan di sisi sebelah kanan Anye sementara Satya duduk di sebelah kirinya.
Satya menggenggam tangan Anyelir, menciumnya tanpa melepaskan sembari dia berkata, "Ma'af, sekali lagi ma'afkan aku Nye, bangunlah! Aku nggak sanggup jika harus kehilanganmu." Sejenak Satyapun terdiam lalu mengelus kepala Anyelir.
"Selama ini aku terlalu egois, gengsi dan nggak berani jujur untuk mengakui jika aku mencintaimu, Nye. Kebaikanmu, perhatianmu, cinta dan kasih sayangmu terhadapku dan keluarga, telah meruntuhkan egoku. Dulu aku pernah bilang jangan pernah berharap cinta dariku, ternyata aku salah, aku terlalu sombong," ucap Satya sembari menarik napas dalam.
Satya terus menyesali kesalahan, perjuangan Anye dalam memberikan kebahagiaan untuk diri dan keluarganya dengan mempertaruhkan Nyawa telah membuat hatinya hancur.
Seandainya Allah memberikan pilihan, Satya akan memilih dirinyalah yang koma untuk menggantikan Anye dan berharap Anye hidup bahagia mengurus putra-putrinya.
Tangis bayi membuat Satya terkejut, lalu dia bangkit menghampiri box bayi, menggendong sang putra sembari berkata, "Papa tahu Nak, kalian pasti ingin dibelai dan di gendong Mami, maafkan Papa ya Nak? keegoisan Papa membuat kalian tidak merasakan kasih sayangnya begitu kalian lahir. Papa janji akan melakukan yang terbaik buat kalian semua."
Kemudian Satya menggendong sang putri, menciumnya dan berkata, "Kamu cantik Nak! secantik Mami, mudah-mudahan kamu juga akan menjadi wanita baik sepertinya."
Mendengarkan perkataan Satya, bayi itupun tersenyum dan menggenggam jari Satya, saat dia berusaha memainkan tangan putrinya.
Lalu Satya berkata, "Sebentar ya sayang, kalian tunggu disini, Papa akan membuatkan susu," ucap Satya sembari meletakkan putrinya kembali ke dalam box.
Baru selesai Satya memberikan susu, tiba-tiba sang putra menangis kembali, lalu dia menggendongnya, ternyata kain yang membalut tubuh bayi mungil itu telah basah terkena ompol.
Satya tersenyum, lalu dia mengganti pakaian bayinya, belum lagi selesai membereskan yang satu, satunya lagi ikut menangis, ternyata sama sang putri juga mengompol.
Walaupun Satya kerepotan tapi hal ini membawa kebahagiaan tersendiri baginya. Dia jadi tahu bagaimana rasa dan repotnya menjadi seorang ibu, ditambah lagi harus begadang semalaman karena bayi-bayinya tidak mau tidur.
Karena mengantuk, menjelang subuh Satya tertidur di sisi box bayinya setelah dia asyik bermain dengan mereka. Kedua bayi itu akhirnya juga tidur dan mereka menangis ketika suara Adzan berkumandang di masjid dekat rumah, seakan ingin membangunkan Satya untuk melaksanakan kewajibannya menyembah Rob.
Satya terbangun, menghampiri mereka dan menepuk-nepuk perlahan supaya keduanya kembali tidur. Setelah mereka tidur, Satya segera mandi dan melaksanakan Sholat, lalu dia membersihkan tubuh Anyelir layaknya seorang perawat.
__ADS_1
Saat perawat khusus yang ditugaskan merawat Anye datang, Satya sudah selesai mengganti pakaian istrinya, memakaikan bedak dan melakukan perawatan tubuh lain seperti yang biasa Anye lakukan.
Kemudian Satya berpesan kepada kedua perawat itu bahwa tugas membersihkan dan mengganti pakaian Anye adalah menjadi tugasnya setiap hari.
Dia hanya meminta mereka untuk mengawasi perkembangan kesehatan Anyelir selama dirinya keluar ruangan.
Baby sitter juga datang ingin memandikan bayi, karena Satya tidak pandai melakukan hal ini, diapun mengizinkan mereka sembari memperhatikan tata cara yang dilakukan kedua perawat tersebut. Satya ingin suatu saat bisa mencoba memandikan bayinya sendiri.
Setelah tugas mereka semua selesai, Satya izin pamit untuk sarapan dan meminta perawat serta Baby Sitter agar sementara menjaga mereka sampai dirinya kembali.
Bi Imah yang melihat Tuannya keluar dari kamar segera menawarkan sarapan untuknya. Setelah mendapatkan anggukan dari Satya, beliau lalu menyiapkan sarapan tersebut dan menatanya di meja makan.
Satya mulai menikmati sarapannya, tapi kebiasaan sarapan bersama Anye membuatnya tidak berselera sarapan sendirian. Satya hanya makan sesuap lalu meninggalkan meja makan untuk menelephone Mamanya.
Dia meminta Mama Tiara datang untuk merembukkan tentang penambalan nama putra-putrinya. Rencananya Satya akan memberikan santunan kepada anak yatim piatu serta ke panti-panti asuhan.
Jika suatu saat Allah mengizinkan Anye sembuh cepat, barulah Satya akan mengundang anak yatim dan anak-anak panti tersebut datang kerumahnya untuk acara selamatan.
Bibi yang melihat sarapan Tuannya masih utuh hanya menggelengkan kepala, beliau tahu dan merasa prihatin dengan apa yang sedang dirasakan oleh majikannya sekarang.
Biasanya Bi Imah selalu melihat kebahagiaan di wajah Satya, kini hanya kesedihan yang terlihat. Satya hanya bisa tersenyum dan tertawa saat dia ada di ruangan bersama dengan anak dan istrinya.
Bersambung......
π»Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote, like, coment dan rate bintang limanya. Terimakasih π
Hai para reader semua, author minta maaf baru sempat up hari ini karena ada keperluan keluarga yang mendesak, mudah-mudahan mulai besok bisa up normal kembali.
__ADS_1
Dan disini author ingin merekomendasikan karya sahabat author " Emy ", silahkan di kepoin ya sembari menunggu author up lagi. Jangan lupa tinggalkan jejaknya di sana juga ya guys... Terimakasih πππ