
Ibu merasa heran melihat sebuah mobil memasuki halaman rumah, karena seingatnya, hanya menantu yang memiliki mobil mewah, sedangkan di keluarga besarnya tidak ada yang memiliki mobil seperti itu.
Memang, semenjak si kembar lahir, Satya mengganti mobilnya dengan yang lebih besar, agar muat jika bepergian membawa para pengasuh dan juga membawa banyak barang.
Menurut ibu tidak mungkin jika anak dan menantunya yang datang, karena biasanya mereka akan memberi kabar jika akan datang ke sana.
Ibu terkejut sekaligus senang saat melihat putrinya turun dari dalam mobil sembari tersenyum dan berlari memeluknya. Apalagi saat para pengasuh mendekat ke arah beliau dengan membawa kedua cucunya.
"Aduh.... cucu-cucu Nenek udah pada besar," ucap ibu sembari mengambil baby Putra dari tangan pengasuh.
Kemudian ibu mencium baby Yasmine, sebelum gantian menggendongnya. Satya setelah memberi salam ke ibu, lalu menurunkan barang-barang, setelah ibu bertanya tentang keberadaan Ayah.
"Oh ya Bu, Ayah kemana kok tidak terlihat apa belum pulang dari ladang?" tanya Satya yang penasaran karena hari sudah hampir maghrib tapi sang Ayah tidak terlihat.
"Nggak Nak, Ayah lagi ke rumah Pak Lurah, kata Ayah sekalian langsung ke masjid. Mari Nak silahkan masuk," ajak Ibu.
Mereka kemudian masuk ke dalam rumah, lalu Satya pamit kepada Ibu dan Anye untuk ke Masjid sekaligus bertemu Ayah.
Setelah Satya pergi, Ibu lalu menjewer pelan telinga Anyelir, sembari berkata, "Kamu Nak! bukannya datang kasi kabar dulu, biar ibu bisa masak yang enak buat kalian! Malu 'kan ibu dengan menantu, jam segini apa coba yang bisa kita masak buat makan malam?" tanya Ibu.
"Anye juga tidak tahu Bu, jika Mas Satya mau ngajak kami kesini? Anye sadarnya pas sudah mulai masuk jalan lintas ke kampung, eh Mas Satya bilang sengaja buat kejutan. Tapi Ibu jangan khawatir, kami tadi sudah beli makanan kok jadi kita hanya tinggal menanak nasi. Ibu di sini saja ya? Tolong bantu lihat si kembar, biar Anye yang menanak Nasi," ucap Anyelir.
Ibu pun mengangguk sembari menggendong baby Yasmine. Ibu sangat senang melihat kedua cucunya yang begitu lincah dan tentunya tampan serta cantik.
Baby Sitter pun mulai mengajari anak-anak untuk memanggil nenek. Dengan sangat lucu dan logatnya yang cadel, anak-anak menirukan ucapan Baby Sitter mereka.
Anye dan Ibu pun membersihkan diri lalu melaksanakan sholat maghrib, setelah itu ibu menjaga si kembar sedangkan Anye menata makanan di atas meja makan. Sementara baby kembar bersama Ibu, para pengasuh gantian melaksanakan sholat.
Ayah dan Satya sudah kembali dari masjid, lalu Ibu meminta Ayah untuk mengajak Satya makan. Merekapun menikmati makan malam secara bersama-sama.
"Yah, bagaimana perkembangan panen padi tahun ini?" tanya Satya.
"Alhamdulillah Nak, padi yang Ayah tanam adalah kualitas super jadi hasilnya sangat memuaskan, di atas target yang Ayah perkiraan," jawab Ayah.
__ADS_1
"Syukurlah Yah, kami ikut senang mendengarnya," ucap Anyelir.
"Kalau sayur dan buah-buahan bagaimana yah perkembangannya?" tanya Satya lagi.
"Sayur agak merosot Nak, karena di serang hama burik daun, sedangkan buah-buahan Alhamdulillah lumayan Nak, harganya pun melonjak."
"Ayah, Ibu, Anye permisi dulu ya? mau nidurkan si kembar, nampaknya mereka sudah mengantuk dan lelah makanya mulai rewel."
"Iya Nak, pergilah! bawa mereka beristirahat. Nak Satya juga perlu beristirahat, capekkan bawa mobil sendiri dengan perjalanan jauh," ucap ibu.
Satya pun ikut pamit untuk beristirahat, besok pagi setelah sholat subuh dia ingin mengajak Anyelir ke suatu tempat. Dia telah menyiapkan kejutan selanjutnya untuk Anyelir.
Malam ini mereka lelap tertidur karena letih menempuh perjalanan jauh, begitu mendengar lantunan ayat suci Al-Qur'an dari masjid, Satya pun terbangun, lalu bersiap untuk berangkat ke masjid bersama Ayah.
Sepulang dari masjid, Satya izin kepada Ayah dan Ibu ingin mengajak Anyelir ke suatu tempat, dia ingin memberikan kejutan buat Anye karena hari ini adalah hari ulang tahunnya.
Ibu dan Ayah pun mengangguk setuju, mereka senang putrinya mendapatkan perhatian yang besar dari sang menantu dan ibu berjanji akan menjaga anak-anak selama mereka pergi.
Setelah mendapatkan izin, Satya pun kembali ke kamar untuk mengajak Anyelir. Anye yang baru selesai melaksanakan sholat dan sedang melipat mukenah terkejut ketika tiba-tiba mendapat pelukan, serta ciuman dari Satya.
ucap Satya sembari kembali menciumnya.
Anye hampir menangis mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari Satya, dia tidak menyangka ternyata Satya mengingat tanggal kelahirannya, padahal dia sendiri lupa.
Kemudian Anye membalas ucapan suaminya, "Terimakasih Sayang, terimakasih atas dua hadiah yang telah Mas berikan. I love you to,"
"Mas saja belum memberikan kado, kenapa kamu bilang sudah mendapatkan dua kado?" tanya Satya heran.
"Kado pertama, Mas sudah ajak kami liburan ke sini dan kado kedua, Mas sudah kasi ucapan dan ciuman selamat pagi," ucap Anyelir sembari tersenyum bahagia.
"Oh, nah...sekarang Mas mau kasih kamu kado yang ke tiga," ucap Satya.
"Apa itu Mas", tanya Anyelir penasaran.
__ADS_1
"Bersiaplah kita berdua akan pergi ke suatu tempat, tadi Mas sudah minta izin kepada Ayah dan Ibu untuk menjaga anak-anak sampai kita kembali," ucap Satya.
Kemudian keduanya bersiap, setelah itu pamit kepada Ayah dan Ibu untuk pergi sebentar. Satya mengemudikan mobilnya ke luar dari kampung Anyelir menuju kampung sebelah yang udaranya lebih dingin.
Anye sangat penasaran ketika Satya menghentikan mobilnya lalu mengikat matanya dengan sebuah syal, dia ingin memberikan kado yang selama ini menjadi idaman Anye tapi belum sempat Satya berikan.
Merekapun turun dari mobil, lalu Satya menggandeng tangan Anyelir agar tidak terjatuh saat berjalan ke tempat yang Satya tuju. Sekitar 10 menit berjalan merekapun sampai, lalu Satya membuka syal yang menutupi mata Anyelir.
Anye mengerjapkan mata, matanya membulat tak percaya saat melihat ke sekeliling, mereka sekarang sedang berdiri di tengah kebun bunga yang sangat luas.
Aneka jenis bunga Anyelir dan bunga mawar berwarna-warni tumbuh di sana, lalu Anye memeluk Satya mengucapkan terimakasih karena telah membawanya ke kebun bunga yang selama ini dia impikan.
"Terimakasih Sayang, sekali lagi terimakasih, Anye makin cinta sama Mas," ucap Anyelir sembari mencium Satya dan berlari meninggalkannya.
Anye berlari kesana kesini sambil merentangkan kedua tangannya, mencium aroma wangi mawar yang menambah ketenangan dan kebahagiaan hati. Dia bak seorang gadis yang sedang jatuh cinta, tersenyum, tertawa sembari sesekali menyentuh kelopak bunga-bunga Anyelir kesayangannya.
Satya senang ternyata dia tidak salah dalam memilih kado buat istrinya. Setelah puas mengelilingi kebun, Satya mengajak Anye kembali, karena kasihan dengan anak-anak.
Sebenarnya Anye masih ingin berlama-lama di kebun itu tapi dia harus memikirkan si kembar yang sejak pagi belum mendapatkan ASI darinya.
Lalu Anye mengikuti Satya kembali ke mobil, saat mereka telah duduk dan siap untuk kembali Satya mengulurkan sebuah sertifikat ke tangan istrinya.
Anye heran dan perlahan membuka lembaran kertas tersebut, matanya kembali membulat, tak terasa air mata pun menetes melihat isinya.
Satya telah menghadiahkan kebun bunga Anyelir dan mawar yang begitu luas untuknya dan membuat sertifikat kebun itu atas namanya.
Sebuah kado istimewa telah Satya persembahkan untuk istri tercintanya. Kembali Satya mendapatkan pelukan dan ciuman dari Anyelir. Tapi mata Anyelir membulat kembali saat Satya menagih balasan atas kadonya. Satya telah berpuasa beberapa hari jadi nanti malam dia menginginkan Anye memberikan layanan terbaiknya.
BERSAMBUNG.......
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys favorit, vote, like, coment, hadiah dan rate bintang limanya.
Terimakasih 🙏
__ADS_1
Silahkan mampir juga yuk para readers kesayangan TERIKAT CINTA LAIN ke karya sahabatku, nggak kalah seru lho....dan jangan lupa tinggalkan jejaknya di sana ya 🙏🙏🙏