Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 120. Menabalkan Nama


__ADS_3

"Assalamu'alaikum," sapa Kakek kepada Satya yang membukakan pintu.


"Wa'alaikumsalam, silahkan masuk Kek," pinta Satya.


Ternyata Kakek datang bersama Papa Candra dan Tirta. Satya juga mempersilakan Papa dan adiknya masuk. Tidak berselang lama dari kedatangan mereka, Pak ustadz yang akan menabalkan dan membawakan doa juga sampai.


Satya segera meminta baby sitter agar membawa kedua bayi ke ruang keluarga, di sana acara akan di adakan. Perawat yang khusus merawat Anyelir menuntunnya menuju sofa yang ada di sana, dengan kondisinya Anyelir belum bisa duduk di bawah bersama yang lainnya.


Sementara Mama Tiara menggandeng Nadia untuk ikut bergabung karena acara akan segera di mulai.


Pak Ustadz pun membuka acara dengan mengucap Basmalah lalu beliau meminta agar kedua bayi di tidurkan di hadapannya.


Kemudian beliau memegang kepala baby putra sembari membaca Ta’awudz, surat al Ikhlash, surat al Falaq dan surat an Naas, dilanjutkan dengan mengucapkan lafadz untuk memberi nama sebagai berikut :


[Sammaituka (sammainaka)bil-Islaamilladziy sammaaka bihiLLaahi Alfarizki Putra Permana bin Satya Permana, Al-Faatihah].


Mereka pun kembali bersama-sama membacakan surat Al-fatihah hingga selesai.


Setelah selesai Pak Ustadz menggunting sedikit rambut baby putra sebagai syarat sebelum proses pencukuran yang akan di lanjutkan oleh bidan bayi di lingkungan rumah Satya.


Lalu Pak ustadz melanjutkan dengan memegang kepala baby Yasmine sembari berkata:


Sammaituki (sammainaki) bil-Islaamilladziy sammaaki bihiLLaahi Putri Yasmine binti Satya Permana, Al-Faatihah.


Yang hadir kembali membaca Surat Al-fatihah secara bersama-sama, setelah selesai dilanjutkan dengan pemotongan rambut baby Yasmine dan di akhiri pembacaan doa selamat untuk bayi yang di lakukan oleh Pak Ustadz.


Bidan bayi yang sudah selesai mencukur rambut baby putra melanjutkan pekerjaannya dengan mencukur rambut baby yasmin.


Setelah proses pencukuran selesai, masing-masing rambut yang dicukur itu ditimbang dengan timbangan emas.


Satya yang tergolong mampu ingin mengikuti syariat Islam yang mana berat rambut kedua bayinya dihargakan dengan setara harga emas.

__ADS_1


Lalu dia akan mensedekahkan uang senilai berat rambut yang sudah disetarakan dengan harga emas tersebut kepada fakir-miskin.


Mengenai penyembelihan Aqiqah akan dilakukan sekaligus setelah acara pencukuran rambut selesai. Satya telah mempercayakan masalah aqiqah ini kepada para tetangga yang biasa menangani aqiqah dan qurban.


Tugas awal Satya dan Anyelir untuk kedua bayi mereka telah selesai. Tugas ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW tentang kewajiban orang tua dalam memberikan nama yang baik kepada anak sebagai berikut:


...قاَلَ النَّبِيَ صليَ اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّمَ ׃ ٳنَّ مِنْ حَقِّ الوَالِدِ عَلَي الْوَلَدِهٖ ﺃَنْ يُّعَلّلِمَهُ الكِتَابَة َ وَﺃَنْ يُحَسِنُ ٳِسْمُهٗ وﺃَنْ يُزَوِّجَهٗ ٳِذّا بَلَغَ٠ رواه ابن انّجار...


...Artinya : Sesungguhnya diantara kewajiban orang tua terhadap anak yaitu mengajari...


...menulis, memberikan nama yang baik, dan menikahkannya bila telah dewasa....


...(H.R. Ibnu Najar)....


Acara sederhana itupun telah selesai, uang beserta daging aqiqah akan langsung di sedekahkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.


Kakek, Papa serta Mama memberikan nasihat kepada Satya, Anye dan Nadia selaku orang tua muda harus bersabar dalam hal mendidik anak.


Begitu juga dengan seorang anak, jika anak lahir dengan kasih sayang dan pendidikan yang baik, dia akan terlihat suatu saat menjadi anak yang baik. Akan terlihat indah dan baik pada waktunya.


Setelah selesai memberikan wejangan, Satya mengajak mereka ke ruang makan karena Bi Imah telah menyajikan hidangan makan siang.


Nadia yang sejak tadi merasa perutnya sakit meminta tolong Tirta agar mengantarnya pulang, dia tidak ingin semua keluarga tahu tentang kondisinya yang sudah parah.


Dengan beralasan obatnya tertinggal dirumah akhirnya Satya dan yang lain mengizinkan Nadia pulang di antar oleh Tirta.


Nadia berpamitan kepada Anye sambil memeluknya dan berkata lirih menahan sakit, "Mudah-mudahan baby Putra dan baby Yasmine akan menjadi anak yang sholeh dan sholehah ya Nye, terimakasih telah memberiku kesempatan untuk menjadi Mama mereka. Aku mungkin tidak akan bisa melihat mereka tumbuh, kamulah Mama terbaik, jadi setelah aku pergi janjimu aku kembalikan, kamulah yang lebih berhak dipanggil Mama ketimbang diriku," ucap Nadia tanpa melepaskan pelukannya.


"Selamat tinggal adikku, tugasku telah selesai, aku mohon teruslah berikan kebahagiaan untuk Kak Satya dan keluarga ini. Jika Allah memanggilku pulang sekarang, aku ikhlas karena orang yang aku sayang sudah berada di tangan istri yang tepat."


"Tolong sampaikan salamku untuk anak-anak ketika mereka dewasa nanti, walaupun aku tidak bisa mendampingi hingga dewasa tapi aku menyayangi mereka dan akan selalu mendoakan yang terbaik dari alamku sana."

__ADS_1


Setelah mengatakan semua, Nadia mencium Anye sembari meneteskan air mata lalu tersenyum. Anye terpaku mendengar pesan Nadia, timbul perasaan aneh di hatinya, dia merasakan sepertinya Nadia akan segera pergi jauh meninggalkan mereka.


Nadia melepaskan pelukannya lalu dia menggendong baby secara bergantian sambil mencium mereka dan mengatakan bahwa mereka harus menjadi anak yang baik dan sayang terhadap keluarga.


Dia meletakkan mereka kembali ke boxnya lalu pamit kepada Satya beserta yang lain. Tirta sudah menyiapkan mobil, Satya pun mengantar Nadia sampai ke mobil. Satya mencium kening Nadia sambil berpesan agar berhati-hati dan jika merasa sakit agar segera menghubunginya.


Satya kembali ke dalam rumah setelah mobil Tirta menghilang dari pandangan matanya. Baru saja dia masuk terdengar suara mobil masuk ke halaman rumah, Satya kembali membuka pintu ternyata yang datang adalah Radit dan Tina.


Tina terlihat sangat pucat dan kurus, mabuk hamilnya parah tapi setelah pulang dari dokter dia tetap memaksa ingin ke rumah Anye, karena sejak Anye sadar dia belum melihatnya.


Anye senang melihat sahabatnya datang, mereka lalu berpelukan sembari menangis. Tina sempat berpikir tidak akan berkesempatan lagi bertemu sahabatnya itu. Ternyata Allah telah menunjukkan kuasanya dengan menyembuhkan Anyelir.


Mama Tiara meminta Tina untuk duduk, Mama khawatir melihat kondisi Tina saat ini. Lalu Mama mendekatkan ke dua box bayi agar Tina bisa melihat si kembar.


Tina yang melihatnya pun menjadi gemas, dia menggendong baby Putra terlebih dahulu sembari berkata, "Hai ganteng, apa kabar? Tante rindu dengan kamu, siapa namamu baby ganteng?"


Anyelir pun menjawab dengan menirukan suara anak kecil, "Alfarizki Putra Permana, Tante!"


Tina mempermainkan jari tangan baby Putra, dan baby putra pun tersenyum hingga membuat Tina enggan mengembalikannya ke box. Namun karena baby putra mengompol, Mama segera memintanya untuk mengganti popok.


Kini perhatian Tina beralih ke baby Yasmine, dia menggendong dan menciumnya lalu berkata, "Hallo keponakan Tante yang cantik? nama kamu pasti Putri Yasmine kan? kamu cantik seperti ibumu dan mudah-mudahan sifat dan perilaku kamu nantinya lebih cantik dari wajah dan namamu. Hemm...Tante sayang kalian berdua," ucap Tina sembari kembali mencium baby Yasmine.


Anye, Tina dan Mama asyik terus bermain dengan si kecil sementara Satya, Kakek, Papa dan Radit pokus mengobrol tentang perkembangan bisnis. Setelah Anyelir benar sehat, Satya akan aktif kembali di kantor untuk merencanakan pembukaan cabang baru perusahaannya.


Bersambung......


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys, vote, like, coment, hadiah jika berkenan dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏


Hai para reader kesayangan TERIKAT CINTA LAIN, hari ini saya akan merekomendasi karya yang sangat oke dari sahabatku kak Ramanda, jamin ketagihan deh kalian, ceritanya bagus banget, silahkan dikepoin ya...dan jangan lupa tinggalkan jejaknya disana. Terimakasih 🙏


__ADS_1


__ADS_2