Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 69. Obat perusak kandungan


__ADS_3

Queen kesal karena usahanya untuk menarik perhatian Satya dan mempermalukan Anyelir gagal. Pagi ini dia ingin menemui Ardiansyah, ia bermaksud mendekati Ardian demi keberhasilan rencana selanjutnya.


Pucuk dicinta ulam pun tiba, saat ia keluar dari kamarnya Queen melihat Ardian berjalan ke arah resto, lalu ia mengejarnya dengan mensejajarkan langkah dan menyapanya, " Selamat pagi yan, baru saja aku ingin mencarimu eh ternyata kamu nya ada disini. Oh ya Yan, jika hari ini kamu tidak sibuk boleh dong temani aku jalan, aku bosan dan nggak seru kan jika jalan-jalannya hanya sendirian, sementara abangku belum juga selesai dengan pekerjaannya di Pariaman.


"Dengan senang hati Queen, hari ini aku juga masih non job, besok kami baru melanjutkan perjalanan ke bukit tinggi", jawab Ardian.


"Kemana ini pasangan pengantin baru, kok belum nampak batang hidungnya yan?", tanya Queen lagi.


"Mungkin mereka masih ada dikamarnya, sebentar lagi juga pasti keluar sarapan sebab tadi kulihat pelayan sudah sibuk mempersiapkan sebuah meja untuk mereka", ucap Ardian.


Baru saja Ardian selesai ngomong, seorang pelayan lewat di depan mereka dengan membawa hidangan berupa dua porsi soto lengkap dengan perkedelnya, lalu pelayan itu menatanya di sebuah meja yang disana juga telah terhidang segelas susu dan juga segelas jus.


"Apa itu meja untuk mereka yan?, soalnya belum ada pengunjung tapi sudah tersedia hidangan", lanjut Queen bertanya lagi kepada Ardian.


"Iya benar Queen, pasti sebentar lagi mereka akan datang", jawab Ardian.


Kemudian Queen berjalan ke arah meja disebelah meja yang telah di pesan oleh Satya, lalu iapun berkata sambil menarik tangan Ardian," Yan kita duduk disini saja ya, biar bisa bergabung dengan mereka, pasti mereka juga tidak akan keberatan."


Ardian mengangguk tanpa ada rasa curiga sedikitpun, lagipula ia memang ingin menemui Satya untuk membicarakan perjalanan mereka besok.


Ketika Ardian hendak duduk tiba-tiba handphone nya berdering, ia melihat ke layar ternyata panggilan dari Radit. Ardian kemudian minta izin keluar sebentar kepada Queen untuk mengangkat telephone itu. Queen pun mengangguk seraya tersenyum, dalam hati dia berkata, " Terimakasih Yan, inilah saatnya...ternyata dirimu berguna untuk mempermudah rencanaku."


Melihat Ardian keluar resto dan asyik dengan handphonenya, Queen segera mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebotol kecil cairan bening lalu dengan terburu-buru mencampurkan beberapa tetes cairan itu kedalam gelas yang isinya susu. Queen mengaduknya dengan sendok kemudian mengelap sendok itu dengan tissue dan meletakkannya kembali pada tempatnya semula.


Queen tersenyum karena untuk tahap ini rencananya berjalan lancar, ia yakin susu itu pasti buat Anyelir sebab dulu Nadia pernah cerita jika Satya tidak begitu menyukai susu dan lebih suka dengan jus jeruk.


Agar tidak menimbulkan kecurigaan jika Satya dan Anye nanti tiba disana, Queen lalu berpura-pura menyusul Ardian, namun sebelumnya ia telah memesan menu sarapan kepada pelayan agar meletakkannya di atas meja mereka.

__ADS_1


Queen berjalan keluar resto menyusul Ardian, setibanya disana Ardian pun telah selesai menerima telephone dari Radit, lalu Queen memanggil Ardian, " Yan ayo kita sarapan, aku sudah memesan menu dan sudah terhidang di meja kita. Jika kamu tidak keberatan aku ingin pagi ini juga kita gerak ke danau agar siang nanti kita bisa kembali untuk beristirahat," ucap Queen.


Ardian setuju dengan usul Queen karena siang nanti ia mendapat tugas tambahan dari Radit yang harus segera di kerjakannya.


Kemudian Ardian berkata," Baiklah Queen, ayo kita kedalam untuk sarapan setelah itu baru kita berjalan-jalan ke danau, tapi aku hanya bisa menemanimu hingga pukul sebelas saja ya, sebab masih ada urusan yang harus aku selesaikan.


"Oke Yan nggak masalah, aku sudah sangat berterimakasih kamu bisa menemaniku."


Keduanya berjalan masuk kembali ke dalam resto untuk menikmati sarapan, ternyata setibanya di dalam, mereka melihat disana Satya dan Anye sedang menikmati sarapan mereka.


Ardianpun menyapa keduanya," Selamat pagi bos, Non Anye, selamat menikmati sarapan."


"Pagi Yan", jawab Satya.


"Pagi kak Diyan, kak Queen, mari silahkan duduk kita sarapan bareng", ucap Anyelir dengan tersenyum ramah.


Sementara Queen hanya tersenyum sinis menanggapi ajakan dari Anyelir sambil melirik Satya.


"Oh...jadi itu sarapan milik kalian, kami kira ada tamu lain yang juga sedang menikmati perjalanan bulan madu", ucap Satya sambil tertawa.


"Ah si bos bisa aja", lanjut Ardian sambil menarik kursinya.


Mereka berempat menikmati sarapan dengan suasana hening, hanya suara dentingan sendok saja yang terdengar disana.


Satya dan Anye sudah selesai menikmati sarapannya lalu ia meminta Anye untuk meminum susu yang telah ia pesan khusus buat Anye.


"Minumlah Nye susunya, mas sengaja pesan buatmu karena mas lihat dua hari ini kamu makan sedikit sekali, mas nggak mau kamu nanti sakit", ucap Satya yang ternyata memperhatikan mood makan istrinya yang berkurang.

__ADS_1


"Anye kira ini buat Mas, mas kan tahu Anye tidak suka susu, Anye lebih suka minum jus lho mas."


"Iya mas tahu, tapi ini kan demi kesehatan kamu, jika kamu sakit, kita nggak bisa meneruskan acara honeymoon ini, apa kamu sudah ingin kita kembali."


Queen yang mendengar percakapan mereka menjadi cemas, seandainya Anye bertahan tidak mau meminum susu itu maka rencananya akan gagal lagi. Dalam batinnya berkata," Ayo Nye minum dong, turuti permintaan Satya, aku nggak mau rencanaku gagal lagi. Aku ingin bulan madu kalian nggak membawa hasil dan kamu selamanya tidak akan bisa hamil setelah tiga kali mengkonsumsi obat itu."


Satya yang melihat Anye tidak juga mengambil gelas susunya terus memohon agar istrinya segera meminumnya. Anye terus berusaha menolak karena ia bisa muntah jika dipaksa minum susu. Namun saat melihat wajah suaminya yang kecewa, ia ingin mencoba meminumnya.


"Baiklah Mas, Anye coba minum tapi sedikit saja ya karena Anye takut nanti memuntahkannya."


"Nggak apa-apa Nye, coba sedikit dulu, jika kamu rasa tetap nggak bisa mas juga nggak akan memaksa, tapi harus tetap kamu coba. Jika nanti kamu hamil toh juga harus rutin minum susu demi kesehatan bayi kita, jadi harus belajar suka dari sekarang."


Anye tahu yang di katakan Satya memang benar, ia harus belajar menyukai susu dari sekarang, terutama susu untuk membantu kesuburan kandungannya serta susu ibu hamil nantinya.


Kemudian Anye mengambil gelas yang berisi susu itu dan mencoba meminumnya seteguk demi seteguk, namun baru tiga teguk dia meminumnya tiba tiba perutnya sangat mual dan tak bisa ia tahan lagi akhirnya byur..., Anye muntah. Semua makanan yang baru saja ia makan keluar tanpa tersisa. Hingga cairan kuning yang begitu pahitpun keluar dari dalam perutnya, menandakan sudah tidak ada lagi isi perut yang bisa ia muntahkan.


Satya yang melihat istrinya muntah sampai keringat dingin di dahinya pun keluar merasa menyesal dan merasa bersalah, lalu ia memanggil pelayan dan meminta tolong untuk mengambilkan tissue, kain lap dan kain pel karena ia sendiri yang akan membersihkan muntahan istrinya.


____________


Selanjutnya apakah yang akan terjadi, kabur dulu ah....πŸ˜‰, biar readers semakin penasaran. Ikuti terus ya kelanjutan ceritanya dan jangan lupa tinggalkan jejak Vote sebanyak-banyaknya, like, comment dan rate bintang limanya πŸ™πŸ˜‰


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


🌻Mohon dukungannya juga ya guys...., ayo baca juga karya saya yang lain " MENIKAHI CUCU BILLIONER" dan " PERSAHABATAN TELAH MENGUBAH TAKDIR". Nggak kalah seru lho guys....


Terimakasih πŸ™πŸ˜‰

__ADS_1


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


__ADS_2