
Rasa bersalah dan keinginan Radit untuk segera meminta maaf membuatnya menambah kecepatan mobilnya hingga yang seharusnya jarak tempuh memakan waktu hampir satu jam kali ini hanya dalam waktu setengah jam saja ia sudah sampai ke tempat yang di tujunya.
Dengan terburu-buru Radit turun dari mobilnya kemudian mengetuk pintu sambil mengucap salam. Untuk beberapa saat Radit terdiam, ia tidak mendengar sahutan ataupun suara seseorang membuka pintu.
Kemudian Radit mengetuknya lebih keras tapi tetap tak ada jawaban, rasa cemas membuatnya semakin kuat memanggil nama wanita itu dan mengetuk pintu rumahnya kembali.
Saat ia bermaksud menelephone tiba-tiba pintu pun terbuka terlihatlah sosok wanita cantik, anggun tapi terlihat sedikit kurus dan pucat sambil meringis menahan sakit dan memegangi perutnya.
" Nadia, kamu kenapa? apa penyakitmu kambuh lagi, ayo kita kerumah sakit", ajak Radit yang terlihat sangat cemas".
Ternyata wanita itu benar Nadia, istrinya Satya. Ia telah kembali dari Amerika tanpa sepengetahuan Satya dan meminta bantuan Radit untuk mencarikan tempat tinggal dan mendekor ruangan kamarnya seperti dekorasi kamar mereka saat tinggal di Amerika. Jadi ketika Satya menelphone, dia tidak akan curiga jika Nadia sudah ada di Jakarta.
Nadia sengaja tidak ingin memberitahu Satya jika ia telah kembali karena ia ingin melihat Satya menikah dan ia ingin pernikahan Satya berjalan lancar tanpa Satya melihat kehadirannya yang bisa saja membuat Satya cemas atau mungkin malah membatalkan pernikahannya dengan Anyelir.
Dan maksud lain dari kepulangannya lebih awal sebelum pernikahan Satya dilangsungkan karena Nadia ingin membuktikan sendiri apakah informasi yang ia dengar itu benar adanya bahwa suaminya telah mendapatkan calon istri yang bernama Anyelir dan telah mendapat restu dari pihak keluarga Permana khususnya restu dari kakek Permana dan ia ingin memastikan sendiri apakah Anyelir itu memang gadis yang baik dan benar pantas untuk mendampingi suaminya.
Walau hati Nadia merasa sakit tapi ia juga merasa lega bahwa suaminya tidak akan jatuh ke tangan wanita yang salah, Anyelir benar seorang kembang desa yang cantik luar dan dalam, cantik rupa dan juga cantik hatinya.
Dan yang membuat Nadia serasa tak percaya ternyata Satya telah mendapatkan wanita yang namanya sama dengan nama bunga kesayangan Nadia yaitu bunga Anyelir.
__ADS_1
Nadia hanya berharap mudah-mudahan suatu saat nanti Anyelir akan menjadi istri kesayangan Satya saat Nadia tidak bisa lagi mendampinginya.
Dan berharap Anye akan menjadi bunga kesayangan dihatinya karena ia bisa memberikan kebahagiaan bagi suami dan keluarganya yang selama ini tidak bisa Nadia berikan.
Agar readers tidak penasaran dengan wujud bunga Anyelir, yang merupakan bunga kesayangan dari tokoh Anyelir dan juga bunga kesayangan Nadia, ini author beri satu gambar visualnya ya, semoga para readers suka dan happy reading.
Kembali kepada kecemasan Radit yang belum juga bisa membujuk Nadia agar mau di bawa berobat kerumah sakit membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa selain menuntun Nadia agar duduk di sofa dan Radit berlari ke kamar Nadia sesuai petunjuk dari Nadia untuk mengambilkan obat pereda rasa sakit yang diberikan oleh dokter bila tiba-tiba rasa sakit datang menyerang perutnya.
Setelah menemukan obatnya diatas nakas dikamar Nadia, Radit pun kembali ke dapur untuk mengambilkan air minum, baru kemudian menyerahkannya kepada Nadia agar obatnya segera diminumnya.
Mereka memutuskan untuk menikmati makan malam di sekitar pasar malam yang digelar di alun alun kota, dimana dulu mereka bertiga dan kadang berempat dengan Tirta sering menghabiskan waktu tertawa, bercanda, berlarian saling kejar satu sama lain dan mereka juga bermain aneka permainan seperti biang lala, ombak banyu, tong setan dan kora-kora.
Masa itu seakan kembali diingatan Radit dan Nadia, tapi sayangnya kini hanya ada mereka berdua saja di sana dan entah kapan mereka akan bisa datang berempat ke tempat ini secara bersama-sama lagi seperti dulu.
Sejenak Radit bahagia melihat Nadia dengan gembira menikmati permainan yang ada disana, tapi kembali sedih saat melihat kemuraman wajah Nadia tepat ia berada di depan pintu masuk rumah hantu. Nadia teringat akan Satya, yang saat ia ketakutan di dalam sana Satya lah yang menenangkannya dengan memeluknya. Radit faham akan hal itu kemudian ia berkata kepada Nadia,
" Aku telephonekan Satya ya agar ia datang kesini, pasti jika ada dia kamu akan selalu bahagia tidak ada lagi kemuraman di wajahmu Nad seperti saat ini".
__ADS_1
" Jangan Dit, aku tidak mau bertemu dia, belum saatnya kami untuk bertemu, aku bahagia kok kan ada kamu disini", jawab Nadia dengan senyum yang dipaksakan.
" Kamu ya Nad, dari dulu tidak pernah berubah selalu keras kepala, jika kamu sudah memutuskan sesuatu keputusanmu itu tidak akan pernah kamu rubah".
Nadia hanya tersenyum sambil berlalu dari permainan rumah hantu, dia tidak mau teringat terus dengan sosok Satya disana, lalu ia melambaikan tangannya ke Radit mengajaknya untuk naik ke tong setan untuk melihat atraksi di dalamnya.
Sambil menggelengkan kepalanya Radit segera menyusul Nadia yang ternyata sudah melangkah naik ke tangga tong setan. Suara berisik sepeda motor yang sedang melakukan atraksi pun terdengar memekakkan telinga, Radit menutup kedua telinganya dengan kedua telapak tangannya, Nadia yang melihatnya tertawa geli sambil menarik tangan Radit.
Malam ini Nadia sangat terhibur, sejenak ia bisa tertawa melupakan kesedihannya. Melihat hal ini membuat Radit berjanji dalam hatinya " Aku akan melakukan apa saja untukmu Nad agar kamu bisa selalu tersenyum dan tertawa ".
Radit masih asyik dengan alam fikirannya, dia berandai-andai, " Jika waktu bisa diputar kembali Nad, aku pasti akan mengungkapkan cintaku jauh sebelum Satya dan akan membuatmu selalu bahagia".
Ketika dia tersadar dari lamunannya ia tidak lagi menemukan Nadia dihadapannya, kemudian dia berlari kesana-kemari mencarinya dan ternyata tiba-tiba Nadia mengejutkannya dengan menyodorkan sebungkus kembang gula yang berwarna pink, yang merupakan salah satu makanan favorit mereka saat dulu mereka sering datang ke tempat ini.
Raditpun merasa senang mendapatkan kembang gula dari Nadia karena sedari dulu yang selalu mendapatkannya adalah Satya.
Kemudian Radit membuka bungkusnya, mulai memakannya dan menyodorkan kembali ke arah mulut Nadia. Keduanya terus memakannya secara bergantian, saling mentertawai karena mulut mereka yang belepotan hingga kembang gula itupun habis.
Setelah puas bermain, puas tertawa akhirnya mereka putuskan untuk pulang karena hari sudah semakin larut lalu keduanya meninggalkan tempat itu dengan terukir senyum di wajah mereka.
__ADS_1
Radit kemudian mengantarkan Nadia kembali pulang ke rumah persembunyiannya dan setelah melihat Nadia hilang di balik pintu barulah ia segera melajukan mobilnya kembali kerumahnya untuk beristirahat.