Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 59. Persiapan Honeymoon


__ADS_3

"Nak, ini tiket pesawat untuk keberangkatan kalian sore nanti, mengenai akomodasi dan tourguide juga sudah di atur Radit, berbahagia lah kalian di sana. Jangan lupa kunjungi keluarga Nenekmu saat kalian hendak kembali kesini saja, agar tidak menggangu jadwal bulan madu kalian, salam dari Kakek buat mereka ya."


"Iya Kek, apa kondisi Kakek sudah membaik soalnya Satya tidak akan tenang jika meninggalkan Kakek dalam kondisi seperti ini."


"Jangan khawatirkan Kakek Nak, tadi dokter sudah memberi tahu kondisi Kakek sudah kembali stabil, sore ini Kakek juga sudah di perbolehkan pulang. Lagi pula kan ada Tirta, Papa Mama kamu serta Radit yang bisa menjaga Kakek, jadi kamu jangan terlalu khawatir".


"Syukurlah jika begitu Kek, jadi Satya bisa meninggalkan Jakarta dengan tenang."


"Sekarang Pulanglah!", persiapkan semuanya agar kalian tidak terlambat nanti tiba di bandara."


"Anye yang akan mempersiapkan semuanya Kek, sementara Satya kesini, kebetulan juga tadi pagi Tina teman dekatnya Anye datang kerumah, pasti dia juga telah membantu Anye bersiap. Lagipula hanya pakaian saja kan Kek yang perlu kami bawa kesana."


"Kamu kan juga perlu istirahat sebelum melakukan perjalanan jauh Nak!",


"Iya Kek, sebentar lagi Satya pulang sambil menunggu kedatangan Tirta agar bisa menggantikan Satya menemani Kakek."


Sementara di rumah, Anyelir di bantu Tina sudah selesai mempersiapkan perlengkapan yang akan Anye bawa. Tina kemudian mengajari Anye bagaimana trik membuat suami semakin dekat dan lengket terus kepada istri, bagaimana menyenangkan suami di atas ranjang hingga tidak akan dilupakan seumur hidupnya.


Keluguan Anyelir membuat Tina harus menjelaskan secara gamblang masalah apa yg harus dilakukan pasangan saat berbulan madu. Tina menyarankan agar Anye rajin searching di google bagaimana cara menyenangkan suami, bagaimana supaya suami tidak bosan dan apa yang harus mereka lakukan agar Anye bisa cepat hamil dan beberapa hal penting lainnya agar rumah tangga selalu harmonis.


Pipi Anye memerah saat Tina menjelaskan semuanya, hal ini baginya masih tabu hingga membuatnya malu. Namun Tina yang sudah berpengalaman dengan hal ini ingin sahabatnya bisa merubah dirinya agar bisa mendapatkan hati dan cinta suaminya. Tina ingin Anye bahagia lahir batin dalam menjalani rumah tangganya.


Saat mereka asyik mengobrol telephone Anye berdering ternyata Satya yang menelephonenya. Satya menanyakan apakah semua persiapan sudah selesai dilakukan dan Satya memberitahu sekitar jam tiga mereka sudah harus berangkat ke bandara untuk check-in. Sebelum ia menutup telephonenya, Satya meminta Anyelir untuk mempersiapkan makan siang karena Satya sedang dalam perjalanan pulang bersama Radit.


Setelah panggilan telephone di tutup oleh Satya, Anye bermaksud bergegas ke dapur untuk membantu Bi Imah mempersiapkan makan siang.


"Tin, semuanya sudah beres tinggal alat make-up saja yang belum kita masukkan, aku bisa minta tolong Tin kamu masukkan alat make-up ku yang yang baru kubeli itu kedalam koper", pinta Anyelir sambil tangannya menunjuk ke arah lemari hias yang ada dipojokkan kamar.


"Aku mau membantu Bik Imah mempersiapkan makan siang karena Mas Satya bersama Kak Radit sebentar lagi sampai. Setelah selesai letakkan saja kopernya di ruang tamu ya Tin".


"Oke jangan khawatir, pergilah biar aku selesaikan sisanya".


Anye bergegas ke dapur sementara Tina memasukkan alat make-up ke dalam koper lalu mendorongnya ke arah ruang tamu, kesempatan ini dipergunakan Tina untuk memasukkan kado honeymoon yang sudah di persiapkannya di dalam mobilnya.


Tina keluar rumah menuju mobilnya yang terparkir di halaman rumah lalu dia mengambil sebuah paper bag yang berisi beberapa buah lingerie seksi kemudian kembali ke ruang tamu dan menyelipkan lingerie-lingerie itu kedalam koper Anyelir. Ia sengaja melakukan ini secara diam-diam, jika tidak pasti Anyelir akan menolaknya, syukurnya ia mempunyai kesempatan untuk melakukannya.

__ADS_1


Setelah ia selesai melakukan tugasnya, kemudian ia menyusul Anye ke dapur. Melihat Anye dan Bi Imah sibuk memasak ia pun ingin membantunya.


"Nye, apa ya bisa aku bantu?"


"Tin tolong susun saja piring, gelas, air minum dan buah ke atas meja makan, setelah itu kamu bantu aku buatkan jus jeruk dan jus melon ya!", soalnya Kak Radit suka jus melon, buahnya kamu ambil saja di dalam kulkas dan gulanya terletak di dalam lemari gantung di pojokan itu, biar aku dan Bi Imah menyelesaikan masakan ini."


"Siap Bu boss", jawab Tina sambil berlalu mengambil alat dan bahan yang di perlukan.


Masakan semuanya sudah matang, Tina juga sudah menyusun semuanya di atas meja. Kemudian sambil menunggu kedatangan suaminya Anye bermaksud pergi mandi. Tina dan Bi Imah mengobrol sambil mengupas buah.


Saat mereka sudah selesai, terdengar suara seorang wanita mengucap salam, ternyata Mama Tiara bersama Papa Chandra, mereka sengaja singgah sebelum menjemput Kakek untuk pulang dari rumah sakit.


Tina dan Bi Imah menyambut kedatangan mereka dan mempersilakan mereka masuk. Mama yang tidak melihat Anyelir dan Satya bertanya kepada Bi Imah.


"Bi...di mana Anye dan Satya kok tidak kelihatan?"


"Non Anye sedang mandi Nyonya, paling sebentar lagi juga selesai, kalau Den Satya masih dalam perjalanan pulang dari rumah sakit bersama den Radit."


"Oh begitu, baiklah saya akan coba ketuk kamarnya siapa tahu Anye sudah selesai mandi soalnya ada yang ingin saya berikan untuknya."


Kemudian Mama Tiara berjalan menuju kamar Anyelir, dia mengetuk pintu kamar beberapa kali sambil menyebutkan bahwa dirinya Mama Tiara ingin bertemu Anye. Mendengar Mamanya Satya datang Anye kemudian membuka pintu kamar dan mempersilakan masuk karena ia sedang berdandan.


"Eh Mama, mari silahkan masuk Ma, Anye baru selesai mandi. Mama duduk dulu Anye mau kenakan hijab sebentar ya Ma!",


Mama Tiara duduk di sofa dekat tempat tidur Anye, kemudian Anye yang sudah selesai berdandan segera menghampirinya dan duduk di sebelahnya.


"Ada apa ya Ma?", tanya Anyelir penasaran.


"Ini Nye janji Mama", sambil menyerahkan sebuah kotak yang di bungkus seperti kado.


"Kado apa ini Ma?"


"Itu kado pernikahan sekaligus kado untuk honeymoon buat kalian, di dalamnya ada beberapa jenis barang, salah satunya adalah jamu penyubur kandungan. Minum sesuai aturan yang Mama tulis ya Nak, buka nya nanti saja saat kalian sudah disana."


"Terimakasih Ma, terimakasih atas perhatian Mama dan atas kadonya."

__ADS_1


Kemudian Mama memeluk Anye sambil berkata, "Semoga berhasil ya Nak, semoga kalian bahagia dan selalu berhati-hati disana, Mama mau kalian pergi dan pulang dengan selamat dan Mama tunggu kabar bahagia dari kalian."


Anye memeluk Mama Tiara seperti memeluk ibunya sendiri, ia bersyukur mendapatkan Mama Mertua yang sangat baik.


Oh ya Ma, sebentar lagi Mas Satya dan Kak Radit juga sampai, kita makan siang bareng ya Ma. Anye, Bi Imah dan Tina sudah mempersiapkan semuanya di meja makan.


Begitu Anye selesai berkata, terdengar suara Satya dan Radit mengucapkan salam. Kemudian Anye mengajak Mama untuk menemui mereka. Mama mengingatkan Anye untuk memasukkan kado darinya sebelumnya ke dalam koper agar tidak ketinggalan.


Kemudian Anye dan Mama keluar kamar, Anye menyerahkan kado dari Mama kepada Tina, Anye meminta tolong agar Tina memasukkannya ke dalam koper.


Tina bergegas ke ruang tamu dimana koper Anye ia letakkan disana kemudian memasukkan kado dari Mama Satya ke dalamnya lalu ia kembali ke ruang makan untuk menambahkan piring dan gelas untuk orang tua Satya.


Anye dan Mama yang menemui Satya serta Radit segera mengajak mereka ke ruang makan.


"Mas, Kak Radit, Papa dan Mama...ayo kita ke ruang makan, Bi Imah dan Tina sudah menyiapkan semuanya".


Mereka semua menuju ke ruang makan, disana telah terhidang aneka menu kesukaan Satya dan keluarganya.


Anyelir yang sebelumnya pernah bertanya kepada Mama tentang makanan kesukaan keluarganya, saat pindah rumah ia telah belanja stok aneka bahan masakan tersebut dan disimpannya di dalam kulkas hingga saat dibutuhkan mendadak seperti saat ini, Anye dengan segera bisa memasaknya.


Mama yang melihat aneka hidangan kesukaan anaknya terhidang dimeja merasa kagum, ternyata menantunya bisa dengan cepat belajar memahami selera makan keluarganya.


"Ayo Pa, Ma, Kak Radit, Mas, kita makan.Tina dan Bi Imah ayo kesini kita sama-sama makan", Ajak Anyelir.


Lalu mereka menikmati semua makanan yang terhidang dengan lahap. Papa, Mama dan Radit mengakui rasa masakan Anye sangatlah nikmat.


Selesai makan mereka berkumpul diruang tamu, Mama Papa memberi nasihat kepada Satya dan Anye kemudian mengucapkan selamat jalan. Setelah itu mereka pamit untuk menjemput Kakek di rumah sakit.


Satya dan Anye bersiap untuk berangkat ke bandara di antar oleh Radit dan Tina. Agar lebih efisien dan cepat Radit meminta mereka semua naik ke mobilnya termasuk Tina. Radit pun berjanji akan mengantar Tina pulang ke kost setelah dari bandara.


Akhirnya Tina menyetujui usul Radit, lalu ia meminta supirnya untuk kembali lebih dulu.


Mereka pun berangkat ke bandara Sukarno Hatta dengan mobil Radit, setibanya disana Satya dan Anye berpamitan kepada Radit dan Tina. Tina memeluk Anye dan Radit juga memeluk Satya, keduanya masing-masing saling memberi pesan untuk sahabatnya yang akan berangkat.


Satya dan Anye melambaikan tangan kepada sahabatnya sambil berjalan masuk untuk chek-in keberangkatan menuju bandara internasional Minangkabau yang terletak di kota Padang Pariaman, yang jaraknya sekitar 23 km dari kota Padang. Sementara Radit dan Tina memutuskan untuk pulang setelah bayangan kedua sahabatnya sudah tidak terlihat lagi.

__ADS_1


__ADS_2