
Percakapan antara Satya dan Ardian sayup-sayup terdengar ditelinga Anyelir yang saat ini mulai terbangun dari tidurnya. Pengaruh obat yang disuntikkan oleh dokter melalui selang infus membuatnya tertidur cukup lama, hingga sakit diperutnya sudah tidak terasa lagi.
Namun dampak obat yang diberikan Queen terhadap rahim Anye belum diketahui seberapa parah, Inilah yang ingin Satya ketahui dengan sesegera mungkin membawa Anyelir ke ahli kandungan terkenal yang ada di Jakarta.
Saat ini Satya hanya bisa berharap mudah-mudahan dampak yang ditimbulkannya belum cukup serius seperti apa yang terjadi pada Nadia karena rencana buruk Queen terhadap diri Anye sejak dini cepat diketahui.
Anye yang mendengar nama Queen dan Nadia disebut-sebut merasa penasaran, sebenarnya ada masalah apa yang terjadi hingga sakitnya bisa berhubungan dengan mereka.
Kemudian Anye memanggil Satya ingin mendapatkan penjelasan, "Mas..., ada apa sebenarnya?"
Satya yang mendengar istrinya memanggil, segera berdiri dan mendekat sambil berkata", Oh...sudah bangun Nye, bagaimana sekarang masih sakit perutnya?", tanya Satya.
"Alhamdulillah, udah enakan mas, nggak terasa sakit lagi", jawab Anyelir.
"Walaupun sudah tidak terasa sakit tapi kita harus tetap melakukan pemeriksaan secara intensif, besok pagi kita berangkat, balik ke Jakarta. Mas sudah minta Radit untuk atur kepulangan kita dan menghubungi dokter ahli kandungan terkenal di Jakarta agar melakukan pemeriksaan terhadap rahimmu", ucap Satya lagi.
"Memangnya ada apa dengan rahim Anye Mas?, bukannya Anye hanya sakit perut, mungkin hanya pengaruh salah makan saja", ucap Anye.
"Sakit perutmu bukan karena salah makan Nye, namun karena perbuatan Queen", ucap Satya mulai memberi penjelasan.
"Memangnya apa yang dilakukan Queen Mas", tanya Anye semakin penasaran.
Kemudian Satya menceritakan semua tentang perbuatan Queen yang telah memberikan obat perusak kandungan di dalam susu dan juga jus yang Anye minum serta menceritakan tentang kemungkinan bahwa musibah yang terjadi pada Nadia juga akibat ulah Queen.
Anye sangat terkejut mendengarnya, ia merasa tidak percaya bahwa Queen sanggup melakukan hal sekejam itu, apalagi terhadap Nadia yang merupakan sahabat dekatnya.
__ADS_1
Ardian yang tadinya hanya diam saja mendengarkan percakapan antara Satya dan Anye segera berdiri mendekat lalu menunjukkan rekaman perbuatan Queen dan pengakuan pelayan resto yang ada di handphonenya.
Marah, sedih dan sesal yang kini Anye rasakan setelah melihat bukti-bukti yang di tunjukkan oleh Ardian. Marah karena kekejaman Queen, sedih karena kini dia tahu rahimnya sedang tidak baik, dan menyesal karena ia tidak memberi tahu kepada Satya maupun Ardian tentang ancaman terakhir yang ia terima lewat pesan WhatsApp.
Satya yang melihat ada kesedihan di wajah istrinya segera berkata, "Kamu jangan khawatir Nye, besok kita langsung check kondisi rahimmu, mudah- mudahan tidak terjadi hal yang serius."
"Iya Mas, jika pun terjadi hal yang serius berarti itu memang jalannya Mas, kehendak-Nya, mungkin juga karena kesalahan Anye", ucap Anye menyesal.
"Kenapa kamu bilang karena kesalahanmu, memangnya salah kamu apa Nye?", tanya Satya yang tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Anyelir.
Kemudian Anye menunjukkan pesan WathsApp ancaman yang selama ini dia sembunyikan dari Satya. Satya yang membacanya pun terkejut, berarti benar Queen juga lah pelaku kejahatan terhadap Nadia. Dia sama menginginkan apa yang terjadi pada Nadia juga terjadi pada Anyelir yaitu menginginkan keduanya tidak bisa melahirkan keturunan untuk Satya sehingga akhirnya ia yang akan merebut Satya untuk menjadi suaminya.
"Kenapa kamu rahasiakan pesan ini dari Mas Nye, jika tidak kita bisa lebih waspada dan segera meminta Ardian untuk menyelidikinya", tanya Satya yang menyayangkan kenapa Anye harus merahasiakan hal ini terhadapnya.
"Maaf Mas, maafkan Anye. Tadinya Anye hanya tidak ingin membuat mas semakin cemas dan Anye ingin membuka kedok si peneror itu dengan cara Anye sendiri tapi nyatanya Anye gagal dan akhirnya Anye benar jadi korban", ucap Anye yang merasa menyesal.
Anye terus menatap Satya, wajahnya memerah hampir menangis, kini hanya perasaan bersalah dan penyesalan yang membebani hatinya, ternyata rencana bulan madu yang sudah direncanakan dengan matang dan waktunya pas bertepatan dengan masa subur Anyelir akhirnya gagal karena kesalahannya sendiri.
Satya yang mendapatkan tatapan aneh dari istrinya seperti mengerti dan ingin menghiburnya, kemudian ia memegang wajah Anye sambil berkata", Sudah jangan bersedih, kita akan berusaha lagi, pasti ada hikmah baik di balik ini semua. Bukankah kita belum puas pacaran?, nah Allah ingin kita mengulang kembali, perjalanan bulan madu untuk yang kedua", ucap Satya sembari tersenyum dan bermain mata menggoda istrinya.
Kemudian Satya melanjutkan perkataannya untuk bertanya kepada Ardian, "Benar kan Yan, kamu masih bersedia kan menjadi tourguide kami jika kami melakukan bulan madu kedua?"
"Siiaap bos, tentu saja dengan senang hati. Jika ada bulan madu ketiga, keempat dan kelima pun saya bersedia untuk menjadi tourguide bagi kalian", ucap Ardian sambil bercanda.
Anye semakin malu mendengarkan candaan mereka, sementara Satya tertawa sambil berkata, "Boleh juga ide kamu itu Yan, bulan madu ketiga, keempat dan kelima pasti asyik apalagi jika bareng kamu membawa pasangan pasti lebih asyik", ucap Satya mencoba menggoda Ardian.
__ADS_1
"Ah Si bos, belum kefikiran mah bos, lagipula belum ada perempuan yang mau sama saya", jawab Ardian.
"Belum ada yang mau atau Kak Dian nya yang pilih-pilih pasangan?", ucap Anyelir sambil tertawa, mencoba menimpali perkataan Ardian.
"Nggak atuh Non, mana mungkin orang seperti saya pilih-pilih, nggak bakalan laku ntar seumur hidup."
Akhirnya semua tertawa mendengar jawaban Ardian dengan logat Sunda nya.
Berhubung hari telah larut, Ardianpun pamit pulang, besok pagi ia akan menjemput Satya dan Anye untuk kembali ke resort dulu membereskan barang lalu lanjut mengantarkan mereka ke bandara untuk penerbangan kembali ke Jakarta.
Melihat Ardian telah hilang dari pandangan mata, Satya kemudian mencium istrinya, kekhawatirannya sedikit berkurang saat ia melihat Anye tersenyum dan terlihat baik-baik saja.
Kemudian iapun berkata," Tidurlah lagi Yang, kamu harus banyak istirahat agar besok kondisimu semakin membaik hingga tidak kelelahan selama dalam perjalanan. Mas akan jaga kamu disini sambil menelephone Radit untuk menanyakan tentang dokter yang akan memeriksamu besok.
Anyepun mengangguk, lalu ia mencoba memejamkan matanya kembali, namun bayangan buruk jika benar rahimnya nanti bermasalah membuatnya resah dan gelisah, membuatnya berfikir apa yang akan terjadi pada dirinya jika akibat ulah Queen nantinya ia akan sulit mengandung atau bahkan tidak bisa hamil dan mengidap penyakit seperti halnya Nadia.
Batin Anyelir pun berkata," Apakah dirinya akan bisa bersikap bijaksana seperti Nadia?, yang mampu berbesar hati serta ikhlas meminta suami yang kini telah ia cintai untuk menikah lagi atau tidak."
Rasa takut dan fikirannya yang lelah serta pengaruh sisa obat dari dokter akhirnya membuat Anyelir tertidur kembali.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
π»Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys....vote sebanyak-banyaknya, like, comment dan rate bintang limanya ππ dan dukung juga ya karya Author yang lain "MENIKAHI CUCU BILLIONER" dan "PERSAHABATAN TELAH MENGUBAH TAKDIR".
TERIMAKASIH πππ
__ADS_1
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ