
Kehadiran sahabat membawa kebahagiaan tersendiri bagi Anye, mereka adalah keluarga pengganti sejak ia meninggalkan kampung halaman dan tinggal di kota.
Malam ini, kedatangan rombongan yang terdiri dari Tina, Sri, Diah, Rita, Ani, Lusy serta Adam sangat membuat Anye terkejut. Suara tawa dan canda mereka memecahkan kesunyian di kompleks perumahan milik Satya.
Tidak kalah heboh Mama Tiara dan Tirta juga ikut memberikan kejutan, mereka nongol di balik pintu setelah para sahabat Anyelir masuk.
Bik Imah dibantu oleh Tina dan Mama Tiara mempersiapkan minuman dan cemilan ala kadarnya yang ada dirumah itu.
Sementara Anye sudah dikerumuni oleh mereka yang penasaran ingin mendengar cerita tentang perjalanan bulan madunya.
Satya, Tirta dan Adam memilih mengobrol di teras, mereka tidak mau mengganggu sekumpulan wanita yang asyik bercerita dan tertawa yang suaranya nyaris memekakkan telinga.
Anye menceritakan keindahan yang ia lihat selama diperjalanan dan tempat-tempat yang mereka kunjungi, namun yang membuat Anye terdiam saat mereka menanyakan bagaimana tentang malam pertamanya. Ia malu, apalagi diantara para sahabatnya hanya dia dan Tina yang sudah menikah.
Melihat sahabatnya terpojok dengan pertanyaan itu membuat Tina ikut menimpali dengan meminta mereka untuk cepat menikah supaya tahu rasanya gimana menghadapi malam pertama.
Semuanya akhirnya tertawa dan meminta Tina untuk membantu mereka mencarikan pasangan, menurut mereka Tina beruntung baru ditinggal suami eh sudah ada cowok ganteng yang menunggunya.
Mama Tiara yang melihat menantunya kualahan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari sahabatnya juga ikut menimpali dengan berkata," Sudah...lihat itu kalian membuat wajah menantu mama seperti kepiting rebus, kini giliran mama ya yang akan mengajukan pertanyaan", ucap Mama Tiara.
"Oh ya Nye, bagaimana Queen bisa menyakitimu sementara Mama tahu dia itu adalah sahabat baik Nadia, apa mungkin ada campur tangan Nadia disini?", tanya Mama Tiara.
"Tidak Ma, justru mbak Nadia juga korban dari kejahatan Queen, bahkan yang menyedihkan sampai sekarang mbak Nadia sendiri belum tahu jika sakit yang di deritanya dan kehilangan putranya itu adalah akibat ulah Queen. Jika mbak Nadia tahu entah apa yang akan dilakukannya terhadap pengkhianat seperti Queen. Sahabat yang berhati busuk, tega menghancurkan hidup sahabatnya sendiri demi merebut yang bukan miliknya."
"Jadi Queen juga berencana ingin membuatmu mengalami seperti yang dialami Nadia?", tanya Mama Tiara.
Anyelir mengangguk dan melanjutkan perkataannya", Alhamdulillah, Anye bersyukur Ma, Allah masih melindungi Anye hingga rencana Queen cepat terbongkar."
Semua sahabat Anye mengucap syukur, namun mereka berkata jika suatu saat Queen tertangkap mereka satu persatu ingin memukul Queen dengan high heels biar bocor tuh kepala dan encer otaknya hingga yang ada dipikirannya tidak lagi untuk menyakiti orang lain.
__ADS_1
Mama Tiara disini memberikan saran kepada Anye untuk banyak mengkonsumsi buah dan Mama akan membuatkan jamu tradisional agar rahim Anye kembali subur. Mama Tiara juga memberi semangat bahwa berusaha dan berdoa itu kuncinya.
Anye sangat berterimakasih kepada semua sahabat dan khususnya kepada Mama Tiara, Mama mertua tapi serasa ibu sendiri dalam memberikan perhatian dan dukungannya kepada Anyelir sebagai menantu.
Sementara Tirta yang rencananya ingin mengajak Sri jalan akhirnya gagal karena hari yang sudah semakin larut, sedangkan mereka para wanita masih saja asyik mengobrol tanpa memikirkan kaum pria di luar yang sedari tadi mulai gelisah ingin segera pulang.
Satya juga sudah berulang kali berdehem sengaja memberikan kode kepada istrinya, namun Anye tidak menyadari hal itu. Akhirnya Satya masuk dan berkata kepada Mamanya, " Ma...hari sudah larut lho...kasihan kan Papa sendirian, pasti saat ini papa gelisah menunggu Mama", ucap Satya.
Mama pun menjawab", Kasihan Papa atau kamunya yang sudah tidak sabar ingin berduaan!".
Semua tertawa, namun mereka juga sadar bahwa Satya dan Anye juga pasti lelah dan mereka berdua butuh waktu untuk beristirahat.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang, Tirta pulang bersama Mamanya dan Sri pulang bareng teman-temannya.
Setelah semua pulang, Anye bersama Bik Imah membersihkan gelas-gelas yang kotor dan piring bekas tempat cemilan, lalu setelah selesai mereka memutuskan untuk beristirahat.
Satya sudah selesai membersihkan diri, ia duduk diatas tempat tidur, memainkan handphonenya sambil menunggu Anyelir. Saat ini Satya merenung, ia teringat dan rindu Nadia, lalu Satya mencoba menghubungi Nadia namun nomornya masih tidak aktif juga.
Mendengar pintu kamar mandi berderit terbuka Satya segera meletakkan handphonenya di atas nakas. Mulai hari ini Satya akan berusaha bersikap adil, jika saatnya ia bersama Anye harus fokus waktunya untuk Anye dan tiga hari setelah hari ini ia akan tinggal dirumahnya saat bersama Nadia dulu lalu fokus untuk mencari keberadaan Nadia.
Anye telah keluar dari kamar mandi mengenakan baju lingerie transparan pemberian Tina yang panjangnya setinggi diatas lutut, lalu ia berjalan kearah meja rias untuk membersihkan wajahnya, memakai handbody dan minyak wangi aroma jeruk kesukaan suaminya.
Satya menatap tak berkedip, jakunnya naik turun melihat sang istri yang terlihat begitu menggoda, lekuk tubuh, kulitnya yang putih mulus dan bagian-bagian yang menjadi candunya jelas terlihat dari balik bajunya yang transparan.
Memang selama Anye sakit Satya berpuasa, malam ini ia tidak mampu lagi menahan hasratnya,
Ia turun dari tempat tidur, mendekati Anyelir, memeluknya dari belakang dan mulai menciumi tengkuk istrinya.
Hal ini membuat Anye merinding, bulu kuduknya pun berdiri, tanpa Satya berkata iapun tahu bahwa malam ini suaminya itu menginginkan pelayanan darinya.
__ADS_1
Satya mulai membalikkan tubuh sang istri, mencium keningnya hingga turun ke bibirnya yang lembut, saling pagut sepuasnya sembari tangannya menjelajahi setiap area di balik lingerie yang menjadi candunya.
Hawa panas pun kian menjalar ke tubuh keduanya, Anye melenguh merasakan kenikmatan hingga membuat Satya semakin bersemangat.
Dengan sigap dan rasa tak sabar Satya pun menggendong sang istri ala bridal style, membaringkannya, mengoyak lingerie itu hingga menjadi beberapa helai lalu mencampakkannya ke sembarang arah.
Satya terus mencium area kesayangannya dan meninggalkan stempel kepemilikan dimanapun ia suka. Lenguhan demi lenguhan terus keluar dari mulut Anye hingga Satya tidak mampu lagi mengendalikan hasratnya dan akhirnya penyatuan antara keduanya pun terjadi.
Malam ini beberapa kali pertempuran panas terjadi, seakan Satya tidak pernah puas mendapatkan pelayanan dari Anye, ia mau lagi dan lagi hingga tubuh Anye terkulai tak berdaya barulah Satya menyudahi permainannya.
Kemudian ia menggendong tubuh sang istri membawanya ke kamar mandi, mereka saling membersihkan diri dari sisa-sisa penyatuan, lalu kembali ke tempat tidur untuk beristirahat.
Rasa lelah akhirnya membuat mereka tertidur hingga cahaya matahari pagi yang menerobos masuk dari sela kain penutup jendela akhirnya membangunkan mereka. Anye sangat terkejut, ia langsung keluar dari balik selimutnya dan berlari ke kamar mandi, sholat subuh mereka terlewatkan karena kelelahan.
Bersambung..............
Apakah Satya dan Anye tetap berkewajiban melaksanakan sholat subuh setelah membersihkan diri walaupun kesiangan? atau mereka bisa dan berkewajiban menggantinya di waktu sholat berikutnya.
π»Hal ini menjadi PR ya....bagi para reader untuk mencari jawabannya karena dalam kehidupan sehari-hari hal itu pasti pernah terjadi.
Kita tunggu jawabannya ya para reader kesayangan Author....
Ayolah saling berbagi ilmu, apalagi ilmu yang baik, pasti pahala balasannya.
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ
π» Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys....vote, like, comment dan rate bintang limanya ππ
π» Mohon dukungannya juga ya guys....dalam karya Author yang sedang diikutkan lomba ber tema Mengubah Takdir, dengan judul "MENIKAHI CUCU BILLIONER". Mohon bantuan vote, like, comment dan rate bintang limanya, Terimakasih πππ
__ADS_1
πΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌπΌ