
"Terimakasih Nak, sudah datang menjenguk ibu", ucap Bu Ida saat melihat Satya sudah kembali ke dalam kamar.
Kemudian Bu Ida melanjutkan ucapannya, "Mudah-mudahan kebahagiaan terus menyertai rumah tangga kalian, dan kamu Nye Ibu do'akan semoga cepat hamil hingga semakin lengkap kebahagiaan keluarga Permana. Ibu juga berharap cepat mendapatkan menantu yang baik dan juga cucu hingga bisa tenang meninggalkan dunia ini", ucap Bu Ida sembari memandang wajah Adam, putranya.
Adam hanya menundukkan kepala, ia tahu apa sebenarnya maksud dari perkataan Mamanya. Bu Ida ingin menegaskan jika Adam harus segera melupakan Anyelir yang telah mendapatkan kebahagiaan rumah tangga bersama Satya dan harus segera mencari calon istri hingga beliau juga bisa segera mendapatkan seorang cucu.
Satya senang mendengar ucapan Bu Ida, semakin cepat Adam mendapatkan calon istri maka Satya akan tenang karena kesempatan Adam untuk mendekati Anye semakin kecil.
Anye dan Satya pamit pulang, Anye mencium pipi Bu Ida dan iapun berbisik akan membantu agar Adam sesegera mungkin mendapatkan calon istri dengan begitu Bu Ida akan tenang dan diharapkan cepat sembuh.
Bu Ida dan Adam mengucapkan terimakasih atas kedatangan mereka, lalu Adam mengantarkan keduanya hingga ke luar kamar karena di sana teman-teman Anye sedang menunggu termasuk Tina.
Mereka menarik tangan Anye dan berbisik bertanya tentang apa yang Bu Ida bicarakan namun Anye hanya tersenyum sembari menjawab bahwa Bu Ida hanya rindu dengan dirinya.
Namun mereka tidak percaya begitu saja, mereka berharap suatu saat pasti Anyelir akan jujur. Lalu para sahabatnya bertanya apa Anye sudah hamil atau belum, Anye hanya menjawab sedang dalam proses sambil tersenyum dan mendekati suaminya.
Satya tahu sahabat-sahabat istrinya penasaran dan ingin segera mendengar kabar tentang kehamilan Anye, kemudian Satya berkata," Sebentar lagi pasti ada berita baik, minggu depan rencananya kami akan bulan madu kedua, memproses terus supaya cepat berhasil, bantu doanya dong dari kalian semua!", ucap Satya sembari tersenyum dan melirik istrinya yang sedang malu.
"Asyik dech- Anye bulan madu terus, lah kita kapan ya, boro-boro bulan madu pacar aja pun enggan mendekat", ucap Rita sembari tertawa di ikuti oleh yang lain.
"Makanya, kalian harus belajar dari kami. Aku kan juga sebentar lagi merasakan bulan madu yang kedua", ucap Tina tertawa sengaja ingin meledek para sahabatnya.
Mereka kemudian menarik tangan Anye dan Tina, lalu memohon untuk mengajari mereka cara mencari gebetan ganteng dan tajir seperti Satya dan juga Radit.
Keduanya tertawa, lalu Anye hanya menjawab," Berusaha perbaiki diri terus pasti Allah akan memberikan jodoh yang baik pula."
Kemudian Satya mohon izin untuk mengajak Anye pulang karena hari telah larut, mereka harus segera beristirahat, besok banyak pekerjaan yang harus diselesaikan dan Anye juga harus kuliah.
Semua mengantar Anye sampai depan pintu, mereka melambaikan tangan sembari berkata agar Anye dan Satya jangan lupa proses, semua sangat menantikan kehadiran Satya dan Anye junior.
Anye tertawa melihat tingkah laku para sahabatnya, ia hanya memberi kode dengan menyilangkan jemarinya lalu melambaikan sapu tangannya yang kebetulan berwarna merah.
__ADS_1
Awalnya mereka tidak paham, namun Satya menjawab,"Masih ada rambu di larang masuk."
Semua memasang wajah cemberut, kecewa mendengar Anye sedang menstruasi namun kemudian mereka serempak berkata," Semangat, bulan depan pasti ada kabar baik", doa mereka untuk Anyelir dan Satya.
Satya melajukan mobilnya kembali ke rumah mereka, diperjalanan Anye bertanya kenapa tadi Satya bilang minggu depan akan bulan madu kedua, bukankah sekarang sedang banyak pekerjaan dan Anye juga baru aktif kuliah mana mungkin meninggalkan semuanya untuk berangkat bulan madu lagi.
Mendengar perkataan istrinya Satya tertawa, ia senang jika Anyepun memikirkan tentang bulan madu kedua. Kemudian Satya berkata," Kita akan berangkat bulan madu sekaligus menjenguk Ayah dan Ibu di kampung."
Anye terkejut, ia tidak percaya bahwa Satya berencana mengajaknya menjenguk Ayah dan Ibu, Kemudian Anye repleks mencium Satya yang lagi fokus menyetir sembari berkata,"I love you."
Satya menghentikan mobilnya, lalu tersenyum dan menunjuk pipi, kening dan bibirnya, ia meminta Anye mencium juga di bagian itu.
Anye yang sedang gembira tanpa komentar apapun segera menuruti permintaan sang suami, ia mencium berulang-ulang seraya berkata I love you dan saat bibirnya menyatu dengan bibir suaminya, Satya tidak melepaskan kesempatan, ia *******, memagut bibir istrinya dengan lembut.
Jantung Satya dan Anye berdesir, candu yang sudah tiga hari tidak Satya dapatkan seakan membuatnya tidak ingin melepaskan pagutannya.
Rindu akan kemesraan, kebersamaan dan penyatuan membuat mereka semakin menikmati ciuman itu hingga menjadi ciuman panas. Hawa panas mulai menjalar di tubuh keduanya, ciuman mereka terhenti karena terkejut mendengar suara ketukan di balik kaca mobil Satya.
Satya menurunkan kaca mobilnya dan terlihat seorang polisi dengan wajah garangnya meminta mereka turun. Satya kemudian turun dari mobil lalu diikuti oleh Anye, ia merasa penasaran, apa kesalahan yang telah mereka lakukan hingga pak polisi marah dan meminta mereka turun.
Polisi itu dengan tampang seramnya pun menjawab," Kenapa kalian ciuman di tengah jalan hah! apa kalian sengaja ingin membuat kejombloan saya meronta!", ucapnya dengan marah.
Lalu Satya menjawab,"Maaf pak, kami tidak sengaja, habisnya situasinya tadi mendukung sih untuk kami berciuman, kan jalanan lagi sepi", ucap Satya sembari meringis.
Kemudian polisi itu berkata lagi,"Sekarang lakukan ciuman itu lagi didepan saya, kalau tidak saya akan menembak kalian berdua", ucapnya sembari mengacungkan pistolnya.
Pistol yang mengarah di kepala Satya membuat Anye ketakutan dan memohon agar polisi itu melepaskan Satya dan ia berjanji akan menuruti permintaannya.
Menurut Anye lebih baik berciuman di depan polisi itu daripada melihat kepala Satya ditembus peluru.
Kemudian dalam suasana yang sedikit temaram itu, Anye mendekatkan bibirnya ke bibir suaminya, ia mulai menciumnya, polisi itu kegirangan dan tertawa terbahak-bahak sambil berkata," Ayo lagi! lebih intim lagi jika tidak...", ia kembali mengancam ingin menarik pelatuk pistolnya.
__ADS_1
Anye semakin ketakutan, lalu ia mendekatkan bibirnya lagi, Satya yang merasa mendapat kesempatan emas kemudian memagut istrinya, ia tidak perduli jika peluru menembus kepalanya.
Selagi sang polisi hanya menyuruh mereka berciuman itu tidak menjadi masalah bagi Satya tapi jika polisi itu ingin menyakiti Anye barulah ia akan melawannya.
Polisi itu kembali kegirangan, sementara Anye merasa malu dan ia kesal kenapa Satya malah menikmati ciuman itu bukan berusaha mencari cara agar lepas dari ancaman pistol pak polisi yang mengarah di kepalanya.
Lalu polisi itu meminta mereka mengulang adegan itu untuk ketiga kalinya, Satya tetap saja santai dan malah menarik Anye agar semakin mendekat ke dalam pelukannya.
Anye semakin kesal namun ia tidak berani melawan, ketika ia sudah mendekatkan bibirnya tiba-tiba terdengar suara sirene mobil polisi patroli mendekat.
Polisi yang menodongkan pistol di kepala Satya merasa ketakutan, kemudian ia berlari sembari melemparkan pistol itu ke arah Satya.
Satya menangkap pistol itu, bersamaan dengan sampainya mobil patroli di dekat mereka. Seorang polisi dan perawatpun turun, mereka ingin bertanya kepada Satya dan Anye, apakah mereka tadi melihat seorang pasien rumah sakit jiwa yang berpakaian polisi dan membawa pistol mainan melintas di sini.
Anye dan Satya saling pandang lalu memberikan pistol itu kepada perawat, lalu perawat segera memeriksanya dan mengatakan bahwa benar pistol itu adalah mainan yang di bawa oleh pasiennya yang tadi kabur dari rumah sakit jiwa.
Satya segera menunjukkan kemana arah polisi gila tadi berlari, lalu perawat dan polisi itu segera mengejar kearah yang ditunjukkan oleh Satya.
Setelah kepergian mobil patroli itu, Satya dan Anye pun tertawa terpingkal-pingkal, mereka tidak menyangka bisa dikerjain oleh seorang pasien RSJ yang gila karena ingin menjadi Polisi.
Kemudian Satya berkata kepada Anyelir bahwa kejadian barusan adalah sengsara membawa nikmat, ketakutan Anyelir memberikan kenikmatan bagi Satya.
Anyelir kesal terhadap Satya, ia buru-buru masuk ke dalam mobil, Satya yang tahu istrinya ngambek segera menyusul.
Satya kemudian merayu Anye, bercerita tentang apa yang akan mereka lakukan nanti ketika sampai di kampung. Anye yang memang rindu kampung, rindu Ayah dan Ibu lalu menimpali perkataan Satya hingga ia lupa dengan perasaan kesal dan ngambeknya.
Bersambung......
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys...
vote, like comment dan rate bintang limanya 🙏😉
__ADS_1
🌻 Mohon dukungannya juga ya guys dalam karya author yang lain yang berjudul MENIKAHI CUCU BILLIONER yang saat ini sedang diikutkan lomba.
🌻 Dukungan kalian semua sangat berarti buat kami para penulis, jadi saya mohon dukungan selanjutnya ya guys... terimakasih 🙏🙏🙏