
~Terimakasih kepada para reader kesayangan Author yang selalu setia menunggu author update dan yang telah mengerjakan PR berbagi ilmu kepada kita semua๐ Alhamdulillah jawabannya benar, Sholat adalah kewajiban, dan harus tetap dikerjakan walau kita bangun kesiangan dengan syarat bukan disengaja ya bangun kesiangannya, udah dengar adzan eh.... tarik selimut lagi ๐คฃ, nah ini baru tanggung dech dosanya melambat-lambatkan sholat๐คญ.
~Ikuti dan dukung terus ya guys karya saya TERIKAT CINTA LAIN dan mohon dukungannya juga ya para reader kesayangan Author untuk karya saya yang sedang saya ikutkan lomba yang berjudul: ๐ผ MENIKAHI CUCU BILLIONER๐ผ mohon Vote, like, comment dan rate bintang limanya dan mohon ikuti akun Author ya....๐๐๐
~Terimakasih atas seluruh dukungannya, bantuan para reader mudah-mudahan berkah di dunia dan akhirat. Aamiin....
______________
"Ayo mas cepat, kita kesiangan. Anye mandi di sini ya dan mas naik dech...mandi di kamar atas biar kita bisa segera menjalankan sholat. Sudah telat banget kita Mas", ucap Anyelir sambil berlari ke kamar mandi.
Mereka tetap menjalankan kewajibannya walaupun telat dan hal ini tidak mereka sengaja. Setelah selesai, Anye menuju dapur hendak menyiapkan sarapan, ternyata sarapan sudah tertata rapi di meja makan.
Bik Imah selesai sholat subuh langsung membereskan rumah dan memasak sarapan, ia ingin membangunkan majikannya namun perasaan segan membuat ia mengurungkan niatnya.
Anye malu melihat Bik Imah yang telah menyelesaikan semua tugasnya sementara dirinya baru saja bangun, kemudian Anye berkata," Bik maaf ya, saya bangun kesiangan, lain kali saya minta tolong ya Bik, jika Bibi tidak melihat saya di dapur setelah lepas sholat subuh tolong bangunkan saya ya Bik, itu tandanya saya kesiangan."
"Iya Non, sebenarnya tadi saya ingin membangunkan Non dan Tuan tapi saya nggak berani, saya fikir Non dan Tuan pasti lelah setelah perjalanan kemaren", jawab Bik Imah.
"Oh ya Bik, ntar masak sedikit saja ya buat makan malam, soalnya kami mungkin makan siang di rumah Mama, rencananya kami mau jenguk Kakek."
"Baiklah Non, jika begitu bibi ke pasar dulu ya, sebelum non dan tuan berangkat", ucap Bik Imah.
"Sebelum ke pasar kita sarapan dulu yuk bik, tapi sebentar saya panggil Mas Satya dulu", ucap Anye.
"Terimakasih Non, bibi sarapannya nanti saja setelah kembali dari pasar, Non dan Tuan Silahkan sarapan duluan", tolak Bik Imah yang masih segan di ajak sarapan satu meja dengan majikannya.
"Oh ya Bik, saya nitip beli buah ya, belikan saja Anggur, apel dan jeruk, untuk oleh-oleh soalnya karena kepulangan yang mendesak jadinya kami tidak sempat membeli oleh-oleh", ucap Anye sambil mengulurkan beberapa lembar uang pecahan seratus ribuan dari dalam dompetnya.
__ADS_1
"Iya Non", jawab Bik Imah yang kemudian berjalan menuju garasi untuk mengambil sepeda motor.
Anye kemudian kembali ke kamar untuk memanggil suaminya, disana ternyata Satya sedang membuka laptopnya, ada pekerjaan yang harus diselesaikan. Jika ada waktu luang Satya tidak menyia-nyiakan, ia selalu memanfaatkannya untuk menyelesaikan pekerjaan.
Melihat suaminya sibuk, Anye segera mendekatinya dan bertanya,"Banyak pekerjaan hari ini ya Mas?, apa besok kita mulai masuk kantor saja Mas, kasihan Kak Radit kan, sudah terlalu lama ia harus menghandle semua urusan kantor sendiri."
"Lusa saja kita masuk kantor Nye, sekalian kita ke kampus kamu, perkuliahan kan sudah di mulai."
"Baiklah Mas, terserah Mas saja. Ayo mas jika pekerjaannya sudah selesai kita sarapan dulu, tapi kita mau ke rumah Mama untuk jenguk Kakek."
"Iya Nye", jawab Satya sambil menutup laptopnya.
Anye menggandeng Satya menuju ruang makan, kemudian ia melayani Satya mengambilkan nasi, lauk dan sayur barulah Anye mengambil makanan untuk dirinya sendiri.
Mereka makan dengan lahap dan sebagai penutup meminum jus jeruk hangat serta meminum obat sesuai yang diresepkan oleh dokter.
Tak lama menunggu terdengar suara sepeda motor Bik Imah sampai di depan rumah, kemudian merekapun bersiap hendak berangkat ke rumah kakek Adiartha.
Dalam perjalanan menuju rumah Kakek, Satya mendapatkan telephone dari Radit yang mengatakan bahwa Ardiansyah telah memberikan kabar bahwa Queen sudah di tangkap dan sekarang berada di lapas yang ada di kota Padang.
Anye dan Satya merasa bersyukur, akhirnya pihak kepolisian telah menangkap Queen, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, apalagi jika Nadia segera muncul dan menjadi saksi yang bisa memberatkan hukumannya.
Kini mereka telah tiba di kediaman Kakek, disana telah berkumpul, Papa mama dan juga Tirta, sementara Kakek tidak terlihat. Satya dan Anye yang baru turun dari mobilnya langsung menyapa dan menyalim tangan kedua orang tuanya lalu Satya bertanya", Ma...dimana Kakek kok tidak terlihat?"
Mama Tiara lalu menjawab,"Kakekmu sedang berbaring dikamar, tadi tidak sengaja beliau mendengar percakapan kami tentang kejadian yang menimpa Anyelir dan kakek sangat terkejut dan khawatir hingga napasnya sedikit sesak, makanya kami mengantarkannya ke kamar untuk beristirahat."
"Pergilah ke kamar Kakek, berilah beliau penjelasan, mungkin jika kalian langsung yang menjelaskan akan membuat hatinya tenang", ucap Papa Chandra.
__ADS_1
"Baiklah Pa, ma kami ke kamar Kakek dulu ya. Ayo Nye", ajak Satya sembari menggandeng tangan istrinya.
Mereka pun mengetuk pintu kamar Kakek sampai beberapa kali, barulah terdengar suara Kakek menyahut dan meminta mereka untuk masuk.
Satya dan Anye segera masuk, mereka melihat Kakek terbaring diatas tempat tidurnya dengan selimut yang menutupi sampai sebatas dadanya. Terlihat wajah Kakek yang sedikit pucat hingga membuat Satya khawatir dan langsung mendekat tanpa melepaskan pegangan tangannya terhadap Anyelir.
Senyum mengembang di wajah Kakek saat melihat sang cucu datang dengan bergandengan tangan. Anye pun merasa malu lalu ia menarik tangannya supaya Satya melepaskan pegangannya. Keduanya mengucap salam dan memegang tangan Kakek, lalu Satya berkata," Apa kabar Kek, kata Mama Kakek sakit?"
"Nggak kok Nak, kakek hanya lelah, setelah melihat kalian Kakek pasti sembuh", jawab Kakek seraya tersenyum.
"Syukurlah lah Kek, kami fikir terjadi hal yang serius terhadap Kakek", lanjut Satya.
"Oh ya, Kakek mendengar kabar buruk tentang yang terjadi pada Anyelir, apakah karena hal itu hingga menyebabkan kalian mempercepat kepulangan dari bulan madu?, jadi bagaimana sekarang dengan keadaanmu Nak?", tanya Kakek dengan khawatir.
"Kakek jangan khawatir semuanya aman, tadi sewaktu dalam perjalanan kemari Radit telephone memberitahukan bahwa Queen yang mencelakai Anye dan ternyata dia juga yang telah mencelakai Nadia sudah tertangkap dan sekarang sedang di kantor kepolisian padang", ucap Satya.
"Syukurlah jika begitu, biarkan saja dia mendapatkan hukumannya disana, biar nggak mengganggu fikiran kalian disini", ucap Kakek lagi.
Lalu Satya melanjutkan penjelasannya, "Mengenai kondisi rahim Anye tidak terlalu mengkhawatirkan sebab langsung dilakukan pengobatan dan perawatan Kek, memang butuh waktu diperkirakan sekitar sebulan untuk membersihkan pengaruh obat tersebut, setelah itu kata dokter aman dan siap melakukan program hamil", lanjut Satya.
"Syukurlah jika begitu, tadinya Kakek sempat berfikir kesalahan apalah yang telah Kakek lakukan dimasa lalu hingga Allah tidak mengizinkan Kakek untuk menimang cucu walaupun hanya seorang", ucap Kakek yang sempat merasa kegagalan Satya untuk memiliki anak adalah karna karmanya.
"Pokoknya, doakan saja kami Kek. Inshaallah jika Allah mengizinkan semuanya pasti datang dan akan indah pada waktunya", ucap Satya dengan tenang.
"Iya Kek, Inshaallah Anye akan lebih berhati-hati, Anye akan ikuti semua petunjuk dari dokter kandungan hingga membuat Anye bisa cepat hamil", ucap Anye sengaja menimpali dan ingin menenangkan hati kakek".
Bersambung......
__ADS_1
Maaf ya para reader, author baru sempat Update. ๐๐๐