Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 53. Meminta maaf atas kebohongan


__ADS_3

Semua anggota keluarga Kakek Permana sudah berkumpul di ruang makan, kecuali Satya dan Anyelir. Mereka tidak tahu jika Satya sejak tadi siang pergi keluar rumah untuk mencari Nadia.


Kakek yang melihat anggota keluarganya belum lengkap berkumpul disana, Beliau belum ingin memulai makan, kemudian Kakek meminta Tirta untuk memanggil kakaknya.


" Tirta coba panggil Kakakmu dan Kakak Iparmu untuk turun makan malam, jika mereka lelah dan ingin makan di kamar biar nanti makanannya diantar oleh Bik Darmi."


" Iya Kek, Tirta akan panggil mereka".


Tirta segera naik menuju kamar Kakaknya dan mengetuk pintu kamar.


" Tok...tok...tok".


" Kak Satya, Kak Anye, Kakek meminta kalian turun untuk makan malam".


Mendengar pintu kamarnya di ketuk, Anye segera membukanya. Tirta pun tersenyum melihat kakak iparnya yang membuka pintu. Kemudian Anye berkata,


" Iya dek, Kakak akan segera turun, terimakasih ya Dek."


Tirta mengangguk lalu kembali keruang makan, tak lama kemudian datanglah Anyelir, ia meminta maaf kepada semuanya karena telah membuat mereka menunggu. Melihat Anye yang datang sendirian membuat mereka semua heran, lalu Mama Tiara bertanya kepada Anye.


" Nak kemana suamimu kok nggak ikut makan?"


" Mas Satya pergi sejak tadi siang Ma, katanya ingin menemui klien penting dan jika sampai malam belum kembali kita diminta makan duluan", jawab Anye.


" Oh ya sudah jika begitu", jawab Mama Tiara.


Kakek mengernyitkan dahinya, lalu ia meminta mereka untuk segera makan, ia tahu pasti ada yang Satya sembunyikan dari istrinya.


Saat mereka sedang menikmati hidangan, terdengar ucapan salam dari luar, ternyata Satya dan Radit yang datang, lalu Kakek meminta keduanya untuk segera ikut makan.


Anye yang melihat suaminya datang kemudian mencuci tangannya dan meninggalkan piring makanannya untuk mengambilkan makanan buat Satya. Ia mengambilkan sepiring nasi beserta lauknya kemudian ia menawarkan untuk melayani Radit juga namun Radit menolaknya.


" Terimakasih Nye, biar Kak Radit ambil sendiri kamu terusin saja makannya."


Lalu mereka semua menikmati hidangan dengan tenang seperti biasanya, hanya suara dentingan sendok saja yang terdengar.


Setelah mereka selesai makan, semuanya memilih kembali ke kamar masing-masing. Hanya Kakek, Satya dan Radit yang masih mengobrol di ruang tamu. Radit kemudian pamit pulang, kini hanya tinggal Kakek dan Satya.


Kemudian kakek menepuk pundak cucunya seraya berkata, " Kenapa kamu membohongi istrimu Nak!",


Satya tahu Kakek pasti akan menanyakan hal ini, kemudian ia menceritakan semuanya tentang pencarian Nadia. Kakek kemudian melanjutkan ucapannya,


" Sebaiknya kamu jujur Nak kepada istrimu, jangan pernah membohonginya lagi. Lebih baik mengatakan kebenaran walau itu pahit daripada mengatakan hal yang manis tapi hanya sebuah kebohongan".


" Iya Kek, maafkan Satya", Satya tertunduk dan merasa bersalah.


" Sebaiknya kamu cepat susul istrimu dan jujurlah kepadanya, jangan meminta maaf kepada Kakek tapi minta maaf lah kepadanya. Masalah Nadia besok kamu cari lagi dan mintalah bantuan pihak kepolisian jika diperlukan."

__ADS_1


Sambil merangkul Satya kakek meminta Satya agar mengantarkannya ke kamar untuk beristirahat, baru kemudian Satya kembali menyusul Anyelir ke kamarnya.


Satya mengetuk pintu kamar sembari mengucap salam, Anye kemudian membukakan pintu dan menjawab salam dari Satya.


Kemudian Satya mengajak Anyelir duduk di sisi tempat tidur mereka, Satya memegang kedua tangan Anyelir ia ingin mengatakan kebenaran tentang kepergiannya tadi siang.


Anye yang dipegang tangannya merasa salah tingkah, ada perasaan aneh menjalar di hatinya, perasaan senang, takut dan terutama malu, ia tidak berani memandang wajah suaminya, Satya yang melihat Anye tertunduk kemudian mengangkat dagunya agar memandang wajah Satya.


" Nye lihat Mas, Mas mau minta maaf. Mas salah telah berbohong tadi siang, nggak seharusnya mas membohongimu", Satya berhenti berucap, ia ragu untuk melanjutkan ucapannya.


" Maksud Mas tadi siang tidak pergi ketemu klien?"


Satya mengangguk, kemudian ia menceritakan semuanya kepada Anye sampai ia berkeliling dengan Radit ke cafe yang pernah mereka datangi.


Kemudian Anye memberanikan dirinya memegang kembali kedua tangan suaminya dan berkata,


" Mas tidak perlu sungkan menceritakan masalah Mas kepada Anye, apalagi tentang mbak Nadia. Mbak Nadia adalah istri Mas jadi sudah kewajiban Mas untuk mencarinya dan mencemaskannya."


" Terimakasih Nye, kamu bisa mengerti posisi Mas", jawab Satya sambil mengeratkan pegangan tangan mereka.


" Mas sebaiknya pergilah mandi, Anye sudah menyiapkan air hangat di bathtub dengan minyak aroma terapi agar tubuh dan pikiran Mas relaks dan fresh kembali."


Kemudian Anye mengambilkan handuk mandi dan memberikannya kepada Satya. Satya lalu masuk ke kamar mandi sementara Anyelir menyiapkan pakaian buat suaminya.


Kalau hati Anye ditanya, cemburu itu pasti ada karena suaminya telah berbohong demi istrinya yang lain namun Anye juga tidak mau egois ia bisa menikah dengan Satya juga berkat izin Nadia.


Saat Satya keluar dari kamar mandi kembali hati Anye berdesir, detak jantungnya tidak stabil, ia mengakui ketampanan suaminya dan tubuhnya yang atletis membuatnya tidak berani memandangnya terlalu lama.


Di dalam hati Anye berkata, " Wanita mana yang tidak akan tertarik jika melihat Mas. Sudah baik, sayang, perhatian, tajir dan juga tampan. Sangat beruntung Mbak Nadia yang telah mendapatkan semuanya termasuk cinta Mas. Akan kah Anye seberuntung Mbak Nadia bisa mendapatkan cinta Mas walau mungkin tak sebesar cinta Mas terhadap mbak Nadia".


Satya yang menyadari kecanggungan istrinya mencoba memecahkan keheningan, " Nye...besok kita jadi pindah, jika ada barang-barang kamu dari tempat kost yang mau dibawa kesana telephone saja Pak Edi agar bisa bantu menjemputnya.


" Mengenai barang-barang rumah dan pakaian kamu, Mas sudah minta pihak toko untuk mengantarkannya langsung kesana, disana sudah ada Bik Imah yang akan membantumu mengurus rumah dan juga bisa menemanimu jika Mas menginap di rumah Nadia."


" Iya mas", jawab Anyelir.


Satya yang sudah selesai berpakaian lalu mengajak Anyelir untuk beristirahat.


" Ayo Nye kita istirahat, Mas lelah ingin tidur lebih awal", Satya pun merebahkan dirinya di atas tempat tidur.


" Mas duluan istirahat, Anye mau ke kamar mandi dulu", jawab Anye dengan hati dag dig dug berdebar takut jika Satya malam ini meminta haknya.


Anye pergi ke kamar mandi mengganti pakaiannya dengan baju tidur katun lengan panjang dan celana panjang motif boneka dan masih tetap mengenakan hijabnya, tanpa bercadar.


Kegugupan membuatnya ingin berlama-lama di dalam kamar mandi, sambil membayangkan bagaimana nanti dia harus bersikap, tidur berdua diatas tempat tidur yang sama bersama orang yang masih terasa asing baginya.


Ia sangat malu untuk menampakkan lekuk tubuh dan rambutnya walaupun kini Satya sudah sah menjadi suaminya. Perlahan dibukanya pintu kamar mandi dan berjalan mengendap berharap Satya sudah tertidur.

__ADS_1


Perasaan takut yang dirasakannya sekarang serasa seperti saat ia akan menghadapi ujian akhir kelulusan, semakin mendekat kearah tempat tidur badannya semakin terasa panas dingin.


Saat hampir tiba disisi tempat tidur, Anye berhenti mengamati Satya yang tidur miring membelakangi tempatnya saat ini berdiri, sambil mengelus dadanya ia kembali berjingkat dan perlahan merebahkan tubuhnya di atas kasur berharap Satya tidak membalikkan tubuhnya. Di dalam hatinya Anye bermonolog, " Aman, Mas Satya sudah tidur."


Kemudian Anye meletakkan guling diantara mereka sebagai pembatas, lalu menarik selimut dan menutupi seluruh tubuhnya hingga bagian kepala.


Alam fikirannya terus bergelut dengan hatinya, fikirannya mengatakan dia akan menolak jika Satya meminta haknya, sementara hatinya berkata kapanpun Satya meminta haknya dia harus siap karena membahagiakan suami adalah tugasnya.


Lelah berfikir dan rasa kantuk akhirnya membuat Anye ikut tertidur, hingga tanpa sadar guling pembatas diantara mereka sudah tidak ada ditempatnya, keduanya tidur sambil berpelukan hingga pagi pun tiba.


Saat terdengar suara Adzan berkumandang Anyelir dan Satya sama-sama terbangun mengerjapkan mata lalu keduanya saling pandang sejenak, sama terkejutnya dengan posisi tidur mereka sekarang yang saling peluk. Anye dengan gerakan repleks menjerit, merasa malu lalu tak sadar mendorong tubuh Satya hingga hampir terjatuh ke lantai.


Kemudian ia berlari masuk ke kamar mandi berkaca di cermin melihat wajahnya yang merah merona seperti kepiting rebus itu. Rasanya dia ingin terus bersembunyi disana hingga tidak terlihat oleh Satya.


Dia lalu membuka pakaiannya, mengguyur tubuhnya dengan sower berharap rasa segar membuat rasa malunya berkurang.


Satya yang melihat tingkah Anyelir tersenyum menahan geli kemudian dia mencoba menggoda istrinya,


" Nye, buka dong pintunya Mas sudah nggak tahan nih, Ayo dong Nye atau kita mandi berdua".


Anye yang mendengar suara Satya memanggilnya semakin malu dan ia baru tersadar jika ia masuk ke kamar mandi tidak membawa handuk dan pakaian ganti. Dia bingung harus bagaimana jika ia keluar untuk mengambil handuk tidak mungkin tapi dia juga tidak bisa terus berada di dalam kamar mandi sementara waktu subuh keburu habis.


Kemudian terdengar lagi suara Satya berkata sambil mengetuk pintu kamar mandi, " Ayo dong Nye cepat, kita belum sholat lho... ntar keburu habis waktu subuhnya."


" Iya Mas Anye tahu". Kemudian ia membuka sedikit pintu kamar mandi lalu menjulurkan kepalanya keluar dan memohon kepada Satya untuk mengambilkan handuknya beserta baju mandinya.


Berhubung mereka belum melaksanakan sholat subuh, Satya tidak ingin menggoda istrinya lagi, lalu ia mengambilkan handuk dan baju mandi yang di minta Anyelir kemudian menyerahkannya sambil tersenyum jahil.


Anye dengan cepat mengambilnya lalu kembali menutup pintu kamar mandi dengan kencang hingga hampir mengenai wajah Satya.


Satya hanya menggelengkan kepalanya sembari senyuman terus tersungging di bibirnya.


Setelah selesai, Anye membuka pintu kamar mandi dan tanpa menoleh ke arah Satya ia pun berlari ke arah tempat tidur mereka.


Satya kemudian berkata sebelum masuk ke kamar mandi, " Tunggu Mas ya Nye, subuh ini kita sholat berjamaah".


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


🌻JANGAN LUPA VOTE YANG BANYAK YA SAY


LIKE, COMMENT DAN BINTANG LIMANYA


🌻HAPPY READING ♥️♥️♥️ TERIMAKASIH 🙏🙏


🌻Fb Juliatik


🌻IG juliatikj

__ADS_1


🌻WA 089666644746


__ADS_2