
Mendengar Anyelir kembali mendapatkan ancaman di tempat mereka berbulan madu, Radit juga merasa tidak tenang. Ia kemudian menghubungi Ardiansyah agar lebih waspada dan meminta Ardiansyah untuk mencari orang yang bisa dipercaya untuk mengawasi kemanapun mereka pergi.
" Yan, kamu atur semua, cari orang yang benar kamu percaya. Aku tidak mau terjadi hal-hal yang buruk terhadap Satya dan Anyelir hingga membuat acara bulan madu mereka gagal. Jika ada hal yang mencurigakan cepat kabari aku ya Yan, bila perlu aku sendiri yang akan terbang ke sana."
"Oke Dit, kamu jangan khawatir aku akan lebih waspada."
"Baiklah Yan, malam ini atur seromantis mungkin makan malam mereka ya!"
"Siiaap Dit, insha Allah semuanya akan berjalan lancar."
Radit juga telah mengkonfirmasi semua kejadian itu kepada pihak hotel dan mereka minta maaf atas ketidak nyamanan yang terjadi, keteledoran pelayan bagian kamar serta security. Pihak hotel berjanji akan meningkatkan kewaspadaan mereka terhadap pelayanan kepada Satya dan Anyelir.
Satya dan Anye sedang bersiap untuk makan malam, karena kejadian tadi membuat Satya waspada, rencananya besok mereka akan berpindah tempat, mereka akan melakukan perjalanan ke Danau Maninjau dan menginap di salah satu resort disana.
Satya telah menyiapkan sebuah gaun yang indah untuk Anyelir, ia sengaja tadi siang meminta Ardiansyah untuk menghubungi sebuah butik agar mengirimkan foto-foto koleksi gaun mereka yang terbaik melalui handphone Satya, lalu Satya memilih satu gaun yang menurutnya cocok untuk dipakai oleh Anye.
Kemudian setelah Satya mentransfer sejumlah uang seharga gaun tersebut pihak butik pun langsung mengirimnya ke hotel tempat Satya dan Anye sekarang menginap.
Seorang pengantar barang telah mengantar pesanan Satya ke kamarnya, kemudian ia memberikan gaun tersebut kepada Anyelir untuk segera dipakai. Anye mulai membiasakan diri memakai pakaiannya di hadapan suaminya sesuai yang diinginkan Satya. Satya yang sedari tadi memperhatikan istrinya mengenakan gaun, melihat lekuk tubuh istrinya hanya bisa menelan salivanya.
Saat hendak menaikkan resleting di bagian punggung, Anye merasa kesulitan. Satya yang melihatnya kemudian membantu menaikkan resleting tersebut sambil memberikan beberapa kali ciuman disana, Satya memeluk Anyelir dari belakang lalu mencium punggung atas Anye yang masih terbuka sepuasnya, tampilan kulitnya yang putih mulus dan geliatan serta ******* perlahan Anyelir yang juga sedang menikmati moment itu membuat hawa panas di tubuh Satya meningkat. Nafas Satya mulai tersengal, Anye merasakan ada sesuatu yang menegang dan menonjol dibawah sana yang menempel dibelakang pahanya. Birahi Satya terpancing, ia mencium tengkuk Anye hingga Anye menggeliat, lalu Satya mencium cuping telinga Anye dan membalikkan tubuhnya hingga mereka berhadapan.
Satya sudah tak sabar, gelora birahi mulai menguasainya, ia ******* bibir ranum milik istrinya sepuasnya, Anye juga membalas ciuman dari suaminya itu hingga Anye merasa kesulitan bernafas. Melihat istrinya kesulitan bernafas membuat Satya melepasnya sejenak pagutannya.
Lalu ia kembali menjulurkan lidahnya dan memainkan lidahnya di dalam mulut istrinya. Rasa manis, Satya rasakan dari bibir istrinya, Anye yang belum berpengalaman dalam hal ini mencoba mengikuti irama permainan. Satya mulai merasa ketagihan, lalu mengulangnya mencium bibir Anye untuk beberapa kali. Sekarang ciuman bersama Anye sudah mulai menjadi candu baginya.
__ADS_1
Mendapat balasan dari Anye membuat birahi Satya semakin bergelora, ia mencium leher Anye yang jenjang sambil meremas area kesukaan para suami pada umumnya. Area itu terlihat putih, mulus, sangat menggodanya. Anye kini mulai merasakan kenikmatan yang belum pernah ia rasakan, di bawah sana dibalik kedua pahanya yaitu tepatnya di area sensitifnya mulai basah karena permainan yang dilakukan oleh suaminya.
Satya yang merasa semakin panas, memasukkan kedua tangannya ke dalam gaun Anyelir yang belum tertutup sepenuhnya, ia meremas kembali dan terus meremas dan akhirnya mencium area itu sepuasnya dan **********. Anye kembali mendesah saat Satya melakukan hal itu dan apa yang ada dibawah sana kembali menegang dan menempel di bagian bawah milik Anye. Keduanya sama-sama menikmati kebahagiaan malam ini walaupun belum melakukan penyatuan.
Kegiatan mereka pun terhenti saat mendengar suara ketukan pintu, Satya merasa kecewa dan kesal lalu dia melepaskan Anye, merapikan bajunya dan berjalan kedepan pintu sementara Anye buru-buru merapikan gaunnya dan mengenakan hijabnya, ketika hendak membuka pintu Satya menoleh ke arah istrinya, ia ingin memastikan apakah aurat istrinya sudah tertutup, Satya tidak ingin laki-laki lain melihat istrinya tanpa berhijab.
Saat Satya membuka pintu ternyata seorang pelayan, ia memberitahu jika mereka sudah mempersiapkan tempat untuk makan malam sesuai permintaan Satya. Satya yang menginginkan area terbuka untuk makan malam agar terkesan lebih romantis, ternyata Ardiansyah dibantu oleh pihak hotel telah mendekor lantai teratas hotel sesuai permintaannya.
Pelayan itu pun pergi setelah mendapatkan anggukan dari Satya, kemudian Satya yang melihat Anyelir sudah selesai berdandan mengulurkan lengannya agar Anye menggandengnya. Anye dengan senyuman manisnya menggandeng lengan suaminya mengikuti kemana Satya akan
membawanya.
Mereka telah berada di tempat yang telah di persiapkan untuk makan malam, Satya menarik kursi dan mempersilakan Anyelir untuk duduk.
Hidangan kini telah disajikan oleh pelayan kemudian Satya dan Anye menikmatinya dengan suasana hening, hanya suara dentingan sendok mereka saja yang terdengar.
Sementara di setiap sudut lantai atas gedung tempat mereka menikmati makan malam di jaga ketat oleh Ardiansyah dan beberapa orang kepercayaannya. Mereka siap siaga untuk mengantisipasi kemungkinan adanya ancaman kembali yang bisa mengganggu keromantisan pasangan yang ada di hadapan mereka.
Selesai makan Satya dan Anye saling bercerita mengenang masa kecil dan masa-masa remaja mereka, namun Satya tidak sedikitpun menyinggung masalah Nadia dan rumah tangganya karena ia tidak ingin merusak suasana romantis yang ingin ia ciptakan untuk membahagiakan Anyelir.
Hari semakin larut, namun mereka masih betah disana, bercerita, bercanda dan tertawa lepas bak dua sahabat yang telah lama tidak bersua.
Terdengarlah suara handphone Satya berdering, ternyata dari Mama Tiara, Mama Tiara hanya mengingatkan Satya untuk segera membuka kado ya telah Mamanya berikan kepada Anye sebelum keberangkatan mereka ke bandara tadi siang.
__ADS_1
Satya ingat saat ia mengambilkan pakaian Anye di dalam koper dan menemukan lingerie disana, ia melihat sebuah kado, namun karena ketakutan Anyelir tadi membuatnya lupa untuk menanyakannya.
Sebelum menutup telephonenya Mama Tiara berpesan kepada Satya agar fokus bahagia bersama Anyelir. Satya pun mengiyakan permintaan sang mama. Malam ini dia akan melaksanakan kewajibannya dan memberikan hak kepada Anyelir yang sudah di tundanya dalam beberapa hari ini.
Setelah apa yang terjadi sebelum pergi makan malam tadi membuat Satya yakin, hati dan cintanya mulai ada untuk Anyelir. Malam ini ia pasti bisa merasakan kebahagiaan batiniahnya kembali yang telah berbulan lamanya hilang dari hidupnya.
Mama Tiara juga selalu memikirkan kebahagiaan Satya, setahun lebih pasti putranya tidak terurus masalah kebutuhan rohaninya, namun ia salut putranya tidak pernah mengeluh dan tidak juga mau mencari kesenangan di luar rumahnya.
Setelah puas memberi nasehat kepada Satya Mama meminta Satya memberikan handphonenya kepada Anye, ada yang ingin Mama ucapkan langsung kepada menantunya itu.
Anyepun mengucap salam kepada Mama Tiara, Mama menjawab salam dari Anye kemudian berkata,
" Jangan lupa ya nak pesan Mama tadi siang, minumlah jamu itu sebelum kamu berangkat tidur dan minum kembali besok pagi ketika kamu terbangun. Insha Allah Mama doakan kalian cepat di beri momongan agar kebahagiaan kalian semakin lengkap. Dan satu lagi di dalam kado itu ada suatu barang yang bisa membuat suamimu bahagia bahkan tidak akan melepaskanmu semalaman ini, nikmatilah kebahagiaanmu malam ini bersamanya. Sudah dulu ya... Mama tutup dulu telephonenya, papa kamu juga sudah menunggu Mama tuh!",
" Iya Ma, terimakasih ya Ma."
Setelah Mama Tiara menutup teleponnya, Satya mengajak Anye untuk kembali ke kamar mereka, Satya penasaran ingin segera mengetahui sebenarnya apa isi kado yang telah Mamanya berikan sampai-sampai Mama Tiara meneleponnya agar membukanya malam ini juga.
Bersambung..........
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
πΌJangan lupa tinggalkan jejak ya guys....Vote sebanyak-banyaknya, like, Comment dan rate bintang limanya. Terimakasih πππ
πΌJangan lupa dukungannya juga ya guys dalam karya saya yang satu lagi "Persahabatan Telah Mengubah Takdir", hari ini telah Up episode 38. Setuju menikah
__ADS_1
πΌ Semoga kesehatan dan keberkahan selalu menyertai hidup kita. Aamiin....
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»