
Begitu sampai di ruangannya Anye kembali teringat Satya, ia harus berbesar hati, tidak boleh egois hanya memikirkan rasa sakitnya sendiri dan harus mampu berpikiran positif bahwa rasa sakit yang dialami Satya serta Nadia jauh lebih parah dari yang ia rasakan.
Kini ia mencoba berdamai dengan hatinya, ia terus mengamalkan istighfar untuk mendapatkan ketenangan.
Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa orang yang menekuni istighfar akan mendapat kemudahan saat menghadapi kesulitan dan akan diberi rezeki dari arah yang tidak terduga.
عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda,
..."Barang siapa yang menekuni istighfar, Allah akan membuat setiap kesedihan menjadi kelonggaran, setiap kesempitan menjadi jalan keluar, dan memberi rezeki kepadanya dari arah yang tidak disangka-sangka." (HR Ibnu Majah)...
Anye yakin Satya mampu berlaku adil, Satya pasti tidak bermaksud mengabaikannya. Kepanikan Satya tadi mungkin saja karena apresiasi dari rasa takutnya kehilangan jejak Nadia dan juga karena rasa sedihnya yang telah melihat langsung bagaimana kondisi fisik Nadia sekarang.
Kemudian Anye bangkit dari tempat duduk, berdiri di depan jendela sembari mengambil ponselnya. Ia ingin menelephone Satya, memberikan support yang tadi belum sempat ia lakukan.
Panggilan dari ponsel Anye tersambung namun belum diangkat oleh Satya, Anyepun mengulangnya beberapa kali tetap saja tidak ada jawaban.
Anye gelisah, ia takut terjadi sesuatu dengan suaminya. Kemudian ia mencobanya lagi, hasilnya tetap sama.
Saat ini menatap langit biru dari balik jendela membuat hatinya sedikit tenang, ia berharap hatinya seluas langit, mampu dan ikhlas menerima setiap cobaan yang datang di dalam rumahtangganya.
Pikirannya terus menerawang memikirkan dimana gerangan suaminya sekarang berada dan mengapa tidak mau mengangkat telephone darinya. Sesibuk itukah Satya hingga tidak sempat hanya untuk sekedar mengangkat telephone dari orang yang sangat mengkhawatirkannya.
Tenggelam dalam lamunan membuat Anye tidak menyadari akan kedatangan seseorang di ruangannya. Dia adalah orang yang sekarang sedang Anyelir khawatirkan, yang menyita hati dan pikirannya.
Satya suaminya telah kembali, ingin meminta maaf karena telah mengabaikannya. Kesalahan yang seharusnya ia yang menanggung akibatnya kenapa harus Anye yang menjadi imbasnya.
__ADS_1
Perlahan Satya mendekati Anyelir kemudian ia memeluk erat pinggang dan menyandarkan kepala di bahu sang istri seraya membisikkan kata maaf di telinganya.
Anye tidak bisa bergerak karena pelukan erat suaminya, dia hanya meneteskan air mata merasa kesal, sedih dan terharu, ternyata benar satya tidak bermaksud mengabaikannya.
Satya membalikkan tubuh sang Istri, ia mencium seluruh wajah Anye dari mulai kening, kedua pipi lalu bibirnya seraya menyebutkan kata maaf di setiap ciumannya.
Anye semakin menangis, ia merasa bersalah lalu iapun meminta maaf kepada Satya karena telah berprasangka buruk tanpa menunggu penjelasan dari Satya. Kemudian Anyepun bertanya kenapa Satya tidak mengangkat panggilan dari ponselnya.
Satya tersenyum sambil menjawab,"Sengaja, Mas matikan ponsel hanya sekedar ingin tahu apa istri Mas yang cantik ini memiliki perhatian dan rasa khawatir terhadap diri Mas", ucap Satya, lalu kembali mencium sang istri.
Anye repleks mencubit pinggang Satya, ia ngambek, kenapa bisa-bisanya dalam situasi yang tegang begini Satya sengaja mengerjai dirinya.
Ia kembali duduk di meja kerjanya berpura-pura fokus di layar laptop, padahal pikirannya masih pada Satya.
Satya tahu jika istrinya sedang ngambek, kemudian ia mengambil setangkai bunga mawar 🌹 dari pas bunga yang ada di sudut ruangan itu lalu ia berlutut di hadapan kursi tempat Anye duduk seraya mengulurkan bunga ditangannya dan mengucapkan kata maaf.
Satyapun membalas perkataan sang istri," Aku juga suami yang paling beruntung bisa mendapatkan istri yang sabar, perhatian dan penuh welas asih sepertimu."
Setelah saling mengungkapkan perasaan masing-masing, keduanyapun sepakat untuk keluar kantor sembari menunggu jam makan siang tiba.
Mereka pergi nonton film di bioskop, kebetulan yang diputar adalah film horor, Satya senang setiap Anyelir ketakutan ia akan selalu memeluk Satya dan kesempatan itu di pergunakan oleh Satya untuk menciumnya.
Selesai nonton, mereka pergi makan siang lalu Satya mengantar Anyelir kembali ke kantor sementara Satya akan pergi ke bandara menjemput tamu penting yang akan menginap di hotel milliknya.
Anye kembali ke ruangan dengan wajah sumringah, nampak jelas kebahagiaan di wajah dan matanya.
Sementara Radit dan Tina yang memperhatikan Anye dari luar ruangan, mereka saling pandang lalu tersenyum sambil keduanya mengacungkan kedua ibu jari mereka tanda masalah telah selesai.
__ADS_1
Anye yang akhirnya menyadari jika kedua sahabatnya sedang memperhatikan dirinyapun merasa malu, ia menutup wajah dengan satu tangan, lalu yang satu tangan lagi memberi kode agar mereka segera pergi dari depan ruangannya.
Tina dan Radit tahu bahwa sahabat mereka sedang malu, lalu keduanya memutuskan untuk kembali kepada pekerjaannya masing-masing.
Anye meneruskan pekerjaan sambil tersenyum membayangkan perlakuan Satya tadi, ia benar-benar berterimakasih kepada Allah telah mempertemukannya dengan suami seperti Satya.
Pekerjaan Anyepun telah selesai, ia kemudian bersiap untuk berangkat kuliah, namun karena Satya belum juga kembali, Anye memutuskan menelephone Radit agar meminta sopir kantor untuk mengantarkan Anyelir ke kampus.
Radit tidak meminta sopir kantor untuk mengantar Anye namun dirinya bersama Tinalah yang akan mengantar Anye sesuai permintaan Satya, jika Satya tidak sempat mengantar jemput Anyelir maka hal itu akan menjadi tugas Radit.
Anye sangat senang, kedua sahabatnya bersedia mengantar dirinya. Mereka lalu berangkat diiringi dengan senda gurau, selama diperjalanan Tina dan Anye terus mengobrol hingga Radit merasa iri, ia merasa di cuekin, kemudian Raditpun berkata, "Waduh, ternyata begini nasib pak sopir ya, dicuekin terus oleh kedua majikan cantiknya."
Kedua sahabat itupun tertawa, mereka gembira melihat wajah Radit yang nampak memelas, minta diperhatikan.
Kemudian Anye menjawab,"Sabar ya pak sopir sebentar lagi majikan cantiknya ini jadi nyonya pak sopir kok", ucap Anye sambil tersenyum.
"Siap nyonya", jawab Radit sambil memberi hormat.
Mereka sudah tiba di parkiran kampus, kemudian Anye pamit untuk masuk ke dalam kelas. Saat Radit dan Tina hendak kembali ke kantor, Satya menelephone, ia ingin memastikan bahwa istrinya telah sampai di kampus dengan aman.
Lalu Satya menanyakan apakah mereka berjumpa dengan Adam atau tidak, Satya masih takut jika Adam akan mendekati Anyelir lagi.
Bersambung......
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys, vote, like comment dan rate bintang limanya🙏😉
🌻 Mohon dukungannya juga ya guys dalam karya author yang lain MENIKAHI CUCU BILLIONER nggak kalah seru lho....🙏😉
__ADS_1