
Pucuk dicinta ulam pun tiba, orang yang Anyelir rindukan akhirnya menelpon juga, Anye langsung menerima panggilan dari Satya dan terlihat di sana sang suami sedang rebahan sambil menghadap laptopnya.
Melihat layar laptop yang masih menampilkan pekerjaan menandakan bahwa Satya juga belum bisa tidur. Kemudian Anye mengatakan agar Satya segera tidur karena besok pagi-pagi sekali mereka harus sudah berangkat ke kantor, ada klien penting yang harus ditemui.
Satya mengangguk namun sebelumnya ia minta Anyelir untuk memberikan ciuman pengantar tidur begitu juga sebaliknya, kemudian Satya mengakhiri panggilannya dan mereka memutuskan untuk segera tidur.
Anye tetap bangun subuh walaupun ia sedang libur sholat, ia menyibukkan diri dengan membantu Bik Imah membersihkan rumah, baru kemudian ia bersiap untuk pergi ke kantor.
Bik Imah telah mengeluarkan sepeda motor agar bisa di pakai oleh Anye ke kantor, namun baru saja Anye menstarternya eh ternyata Satya datang menjemput Anyelir.
Melihat Satya datang menjemput, Anye segera menyerahkan kunci motor kembali kepada Bik Imah, dikiranya Satya tidak datang menjemput.
Satya yang melihat Anye sudah duduk di atas motor merasa heran, kemudian ia bertanya,"Lho
kok naik motor Nye, memangnya mau kemana?",
tanya Satya.
"Anye kira mas kesiangan jadi nggak bakalan jemput", jawab Anye.
"Nggak kok, tadi ngobrol dengan mang Ujang, begitu lihat jam ternyata sudah pukul tujuh, jadinya telat datang kesini", ucap Satya.
"Oh, pantaslah. Sudah ayo mas kita berangkat, ntar
takutnya klien mas kecewa", ajak Anye.
Satya pun mengangguk setuju, kemudian Anye berjalan mendekati mobil Satya setelah ia berpamitan kepada Bik Imah.
__ADS_1
Anye masuk ke mobil sembari mengulurkan tangannya, Satya bingung sebenarnya apa yang di minta Anye. Anye yang melihat Satya bingung kemudian menarik tangan suaminya lalu menciumnya, setelah itu ia tersenyum sambil memakai sabuk pengaman.
Satya perlahan menyadari bahwa istrinya yang ini memang berbeda, kemudian ia mencium kening Anye lalu mulai menjalankan mobilnya.
Dalam perjalanan, Anye bertanya apakah Satya sudah sarapan atau belum, kemudian Satyapun menjawab", Sudah Nye, tadi kebetulan Bik Ratih masak nasi goreng jadi aku sarapan sekalian bareng mang Ujang."
Selain membicarakan pekerjaan kantor Satya pun membicarakan perihal Nadia, rencananya sore nanti Satya akan pergi menemui dokter yang dulu pernah menangani Nadia sebelum mereka berangkat ke Amerika. Dengan menemui dokter tersebut, Satya berharap bisa mendapatkan informasi tentang Nadia.
Jika benar Nadia ada di Jakarta paling tidak rumah sakitlah yang paling sering ia kunjungi. Jadi titik awal pencarian Nadia, akan Satya mulai dengan mendatangi setiap rumah sakit yang ada dokter ahli penyakit kanker.
Mereka akhirnya tiba di kantor, Anye segera turun sebab Satya akan pergi lagi untuk menjumpai klien penting. Sebelum turun Anye kembali menyalim tangan suaminya lalu mengucapkan salam.
Setelah menjawab salam, Satyapun melajukan mobilnya ke arah jalan raya, sementara Anyelir segera masuk ke dalam hotel menuju ruangannya untuk melanjutkan pekerjaan.
Bagian dapur kini tengah sibuk mempersiapkan makanan, dan minuman untuk acara nanti siang sembari melayani para tamu. Sedangkan Radit dan Tina yang baru datang langsung menghampiri mereka karena Radit ingin memastikan sejauh mana persiapan yang sudah mereka lakukan.
Satya kembali kekantor sebelum jam makan siang, kemudian ia menelephone Radit agar segera mengumpulkan karyawan dan memulai makan. Lalu Satya menjemput Anye di ruangannya dan mengajaknya untuk bergabung bersama yang lain.
Melihat hal itu membuat karyawan yang hadir di sana merasa heran, mereka kasak-kusuk penasaran, sebenarnya apa yang akan dilakukan bos mereka dengan bunga itu.
Bagi segelintir orang yang sudah tahu seperti Radit dan Tina mereka hanya tersenyum menyaksikan ke bucinan apa yang akan dilakukan oleh Satya.
Satya mendekati sang istri, kemudian berlutut dihadapannya, memberikan bunga mawar yang ada ditangannya kepada Anyelir lalu mengeluarkan sebuah kotak yang berisi satu set perhiasan dan memakaikannya di jari manis, di pergelangan tangan lalu mengalungkan perhiasan terakhir ke leher istrinya.
Anye yang mendapatkan perlakuan seperti itu sangat terharu, apalagi saat Satya bertanya dengan suara lantang,"Anyelir...maukah kamu tetap menjadi istriku sampai maut memisahkan kita?"
Hanya tangisan haru dan sebuah anggukan yang mampu Anyelir lakukan untuk menjawab pertanyaan Satya di depan semua orang.
__ADS_1
Anye tidak pernah menyangka jika makan siang bersama seluruh karyawan pada hari ini adalah untuk mengumumkan identitasnya sebagai istri sah dari Satya Permana.
Para karyawan merasa heran dan tidak percaya, apalagi para karyawan wanita, muncul berbagai pertanyaan di kepala mereka, kenapa Satya seorang bos ternama mampu merendahkan dirinya dihadapan Anye si gadis kampung? memangnya sejak kapan mereka berhubungan? dan apakah benar makna dari perkataan Satya yang telah bersama-sama mereka dengar bahwa Satya meminta Anyelir untuk selamanya menjadi istrinya.
Satya kembali berdiri menatap keseluruh karyawan nya, ia ingin menjawab kebingungan mereka. Kemudian dengan mengangkat tangannya, Satya menunjukkan buku nikah dirinya dengan Anyelir, seraya berkata," Dia... Anyelir adalah istri sahku, sekarang, besok, lusa dan selama-lamanya.
Jadi aku mohon kepada kalian, jangan sembarangan menyebarkan gosip di sini maupun di luaran sana, jika kalian sendiri tidak tahu kebenarannya. Apa yang kalian lakukan hanya akan merugikan orang lain dengan mencemarkan nama baiknya.
Selesai berbicara lalu Satya menggendong, membawa sang istri ala bridal style ke ruangan pribadinya dan menyerahkan sisa urusan kepada Radit.
Sepeninggal Satya dari ruangan itu terdengar suara karyawan saling berkomentar, diantara mereka ada yang merasa senang dengan pernikahan bosnya namun sebagian juga ada yang merasa cemburu.
Radit kemudian mengambil alih pembicaraan dengan berkata," Kalian dengarkan semua, gosip yang bos kita maksud tadi adalah pencemaran nama baik istrinya, beliau telah mendengarnya langsung diantara kalian yang melakukannya. Jadi berhati-hatilah kalian berbicara jika masih ingin bekerja disini atau memang kalian sudah bosan bergabung di perusahaan ini ! kami persilahkan dengan hormat untuk keluar jika itu yang kalian mau", ucap Radit dengan tegas.
Mereka yang merasa bersalah menundukkan kepala, dari omongan Radit, berarti bos Satya mengetahui siapa-siapa orangnya yang telah menebar gosip.
Raditpun membubarkan semua karyawan, namun ada tiga orang karyawan wanita yang masih berdiri di sana, kemudian Radit bertanya," Kenapa kalian bertiga masih disini?", tanya Radit.
Salah satu diantara mereka pun menjawab,"Kami ingin meminta maaf Pak, kepada Ibu Anyelir. Kami mengaku bersalah telah menggosipkan hal buruk tentang beliau. Tapi kami mohon pak, jangan dipecat, karena kami masih membutuhkan pekerjaan ini", ucapnya di ikuti oleh kedua temannya yang lain.
Radit kemudian menjawab,"Kali ini kalian kami maafkan, tapi jika sekali lagi aku atau siapapun mendengar kalian bergosip hal yang merugikan orang, aku sendiri yang akan memecat kalian", ucap Radit dengan tegas.
Bersambung........
🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys, vote, like, comment dan rate bintang limanya 🙏😉
🌻 Mohon dukungannya juga ya guys dalam karya author yang sedang diikutkan lomba yang berjudul MENIKAHI CUCU BILLIONER.🙏😉
__ADS_1
🌻 Keberhasilan kami para penulis adalah berkat kalian semua para pembaca setia karya saya. Saya pribadi mohon maaf atas kekurangan dalam semua karya saya dan mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan kalian semua.🙏🙏🙏
.