Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 67. Merasa tidak nyaman


__ADS_3

"Ayo Mas kita turun, indah sekali pemandangan disana!",


"Iya, kita jalan-jalan di tepi danau ya, kata Kakek disana banyak penjual pensi".


"Apa itu pensi Mas?"


"Pensi sejenis kerang kepah tapi kecil-kecil dan kebanyakan mereka disana menjualnya yang sudah dimasak tumis pedas. Cara makannya di seruput dan dihisap-hisap, bagi penggemar pedas ya sangat nikmat."


"Iya dech ayo, Anye jadi penasaran dan ingin segera mencobanya!",


Kemudian Anye menggandeng lengan Satya, ia terus membiasakan diri untuk menghilangkan rasa malu dan canggung. Anye ingin bermanja, ingin mendapatkan kasih sayang lebih dan juga memberikan kasih sayangnya terhadap Satya sebagai suaminya.


Dia juga ingin menunjukkan kepada dunia bahwa inilah suaminya, meskipun ia tahu bahwa di suatu tempat ada wanita lain yang juga memiliki hak yang sama atas diri Satya.


Saat mereka tiba di lantai bawah, Satya melihat dikejauhan Ardiansyah sedang bersama seorang wanita yang sepertinya tidak asing bagi Satya. Ardiansyah yang melihat Satya dan Anyelir turun segera meninggalkan wanita itu dan langsung mendekati Satya seraya berkata,


"Maaf bos, hari ini kita mau lanjut jalan ke Bukit Tinggi atau bos mau menikmati panorama danau ini dulu?"


"Untuk dua hari ini kami telah sepakat menghabiskan waktu menikmati pemandangan danau dulu yan, baru lusa kita lanjutkan perjalanan ke tempat lain."


"Jika begitu Saya boleh izin kan bos membawa teman saya untuk jalan-jalan disekitar sini, mana tahu bos membutuhkan saya silahkan call aja, Inshaallah secepatnya saya akan kembali."


"Oh...silahkan Yan, bersenang-senanglah hari ini kami beri kamu free job. Apakah wanita yang tadi bersamamu dan yang sedang memandang ke arah danau itu pacar kamu Yan?"


"Teman kok Bos", jawab Ardiansyah sambil tersenyum malu.


"Pacar juga nggak apa kok Kak!, lagipula Kak Diyan juga sudah pantas untuk menikah. Bersenang-senanglah Kak, jika perlu kita double date, pasti lebih seru dan Anye jadi punya teman disini."


"Terimakasih bos, terimakasih Non. Sebentar saya akan panggil teman saya agar bisa berkenalan, dia juga berasal dari Jakarta dan kebetulan sedang liburan bersama abangnya. Berhubung abangnya ada pekerjaan di kota Pariaman, dia memutuskan untuk jalan-jalan kesini. Sebentar ya bos, saya akan panggil dia."


Ardiyan pergi meninggalkan Satya dan Anye untuk memanggil teman wanitanya, lalu ia mengajak wanita itu untuk berkenalan dengan Satya dan Anye. Saat semakin dekat Satya sangat terkejut, ternyata benar ia mengenal gadis itu.


Gadis itu sudah tersenyum dari kejauhan saat melihat Satya, ketika semakin dekat ia menyapa Satya, "Hai...apa kabar Sat, ternyata kamu toh tamu yang di maksud oleh Ardiyan."


"Kamu...πŸ™„Queen kan, temannya Nadia?"


"Yups... ternyata kamu masih ingat, setelah lebih dari setahun kita tidak pernah bertemu."

__ADS_1


"Pasti ingatlah, kamu kan salah satu teman baik Nadia."


"Kapan kamu kembali ke Indo Sat dan bagaimana kabar Nadia sekarang, sejak kalian berangkat ke Amerika kami putus kontak. Aku fikir mungkin Nadia mau fokus untuk pengobatan dan menunggu kelahiran bayi kalian."


Ardiansyah yang sudah diberitahu oleh Radit sebelumnya untuk mendekatkan Satya dan Anye serta sudah tahu tentang kisah hidup Satya kenapa menikah lagi mencoba mengalihkan pembicaraan Queen tentang Nadia, kemudian ia berkata :


"Ternyata bos mengenal Queen?"


"Iya Yan, tadi saat turun aku melihat kalian sedang ngobrol disana rasanya aku tidak asing dan kenal dengan gadis itu, eh...ternyata benar dia Queen sahabat Nadia istri pertamaku."


Ardian menatap Anyelir saat Satya menyebutkan nama istri pertamanya, namun Ardian bersyukur Anyelir masih tampak biasa saja tanpa ada perubahan dalam mimik wajahnya. Lalu Queen bertanya lagi kepada Satya,


"Apa maksud kamu dengan istri pertama Sat, memangnya kamu sudah memiliki istri kedua?"


"Oh ya kenalkan Queen, ini adalah Anyelir istriku."


"Nye...ini Queen temannya Nadia."


Anye kemudian mengulurkan tangannya dengan tersenyum, sementara Queen menanggapinya acuh tak acuh, sepertinya Queen kurang menyukai Anyelir.


"Jadi bagaimana dengan Nadia, apa dia tahu kamu sudah menikah lagi dan apa dia juga berada di Indo Sat? lalu bagaimana bayi kalian?"


"Dia yang memintaku untuk menikah dan dia masih berada di Amerika sementara bayi kami meninggal sebelum dilahirkan", ucap Satya sedih teringat istri dan almarhum putranya.


Anyelir diam dan menunduk sedih saat mendengar jawaban Satya, walaupun memang kenyataannya mereka awalnya menikah karena keadaan yang memaksa. Hatinya kini terasa sakit saat ada orang yang menyinggung tentang alasan pernikahan mereka.


Ardian yang melihat kesedihan dibalik wajah Anye tidak ingin membiarkan situasi itu semakin merusak kebahagiaan bulan madu mereka.


Kemudian Ardian mencoba menetralkan situasi dengan mengajak Queen pergi serta mengingatkan Satya secara tidak langsung untuk segera mengajak Anye jalan-jalan ke danau.


"Oh ya Queen, ayo kita jalan katanya kamu ingin menikmati pemandangan disini dan kita jangan sampai mengganggu rencana yang telah dibuat oleh si bos dan non Anye."


"Sebentar lagi ya Yan, aku masih ingin tahu kabar tentang Nadia sahabatku."


Satya yang menyadari situasi ini pasti membuat hati Anye tidak nyaman segera berkata, " Oh ya, maaf ya Queen nanti kita ngobrol lagi, sekarang kami harus pergi."


Queen tidak bisa berkata apa-apa lagi karna Satya sendiri yang memutuskan ingin pergi menghindar dari percakapan mereka. Satya kemudian menggandeng Anye berjalan ke arah danau, sementara Ardiansyah membawa Queen berjalan ke arah yang berbeda agar tidak menggangu acara Satya dan Anye.

__ADS_1


Sepanjang jalan menuju danau Anye hanya diam, kebahagiaannya sedikit terusik karena kehadiran Queen. Anye merasa dari cara Queen berbicara dan memandangnya, ada perasaan aneh yang Anye sendiri belum tahu perasaan apa itu.


Melihat istrinya sejak tadi hanya diam membuat Satya ingin menggodanya. Satya pura-pura sakit perut, ia memegangi perutnya dengan sebelah tangannya lalu meringis dan mengaduh hingga membuat Anye terkejut dan panik.


"Mas...mas kenapa, mas sakit!, ayo kita kembali saja ya Mas dan panggil dokter, atau Anye telephone Ardian agar datang kesini membawa dokter."


Satya terus berpura-pura, tanpa menjawab ucapan Anye, " Aduh Nye...aduh, rintih Satya kembali dan kali ini memegang ulu hatinya.


Melihat Satya semakin kesakitan, Anye bertambah bingung kemudian ia memapah Satya mencari tempat agar mereka bisa duduk. Kesempatan itupun dipergunakan oleh Satya,


CupsπŸ‘„ CupsπŸ‘„ dua ciuman mendarat di pipi kanan Anye saat ia sedang kepayahan memapah Satya.


Anye membelalakkan matanya dan berkata,


" ih....Mas, malu dong!, tuh banyak orang yang lihat, sakit-sakit masih juga mesum."


Satya semakin menjadi, dengan tertawa dia berulang-ulang mencium pipi istrinya tanpa menghiraukan sekitarnya. Anye yang baru menyadari jika suaminya hanya berpura-pura sakit dan sengaja mengisengi dirinya segera berlari kearah tepian danau untuk menghindar dari kejahilan Satya.


Namun langkah Satya dalam berlari masih lebih kencang dari Anye, iapun berhasil menangkap, menarik istrinya hingga jatuh ke dalam pelukannya. Anye kini tidak bisa lepas dari pelukan Satya, walau ia berulang kali mencoba meronta, akhirnya karena lelah Anye menyerah sambil berkata,


"Ampun Mas, ampun...tolong lepaskan Anye, malu Mas banyak yang melihat kita."


"Biarin, Mas nggak malu kok, kamu kan istri mas ngapain harus malu, mereka kan juga pernah muda pasti mereka faham. Lagipula ini karena salahmu!"


"Salah Anye apa Mas?"


"Habisnya sejak tadi kamu diam saja, Mas nggak mau istri Mas yang cantik ini jadi bisu karena kehadiran wanita lain."


Anye hanya memanyunkan bibirnya, dia senang ternyata Satya memperhatikan perasaannya.


Sesampainya di tepian danau Satya mencari penjual pensi, ia ingin Anye mencicipi salah satu makanan khas yang ada di daerah danau Maninjau ini.


Dua porsi pensi pun sudah ada ditangan Satya, satu porsi diberikan kepada Anye dan seporsi lagi untuk dirinya. Anye yang belum pernah menikmati pensi agak bingung bagaimana cara memakannya. Sementara Satya yang lumayan mahir, sudah tahu cara menikmati pensi hanya tersenyum melihat cara makan istrinya.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


β™₯️ JANGAN LUPA DUKUNGANNYA YA GUYS.... VOTE SEBANYAK-BANYAKNYA, LIKE, COMMENT DAN RATE BINTANG LIMANYA. TERIMAKASIH πŸ™πŸ™πŸ™

__ADS_1


β™₯️ Mohon dukungannya juga ya guys....dalam karyaku ya baru saja terbit, yang berjudul "MENIKAHI CUCU BILLIONER" πŸ™πŸ™πŸ™


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2