Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 91. Berhasil berkat dukungan istri dan sahabat


__ADS_3

Tiga malam jatah tinggal dan menginap bersama Anye, Satya lewati dengan penuh kebahagiaan meskipun ia belum bisa mendapatkan haknya.


Kemesraan mereka dapatkan dengan cara yang berbeda tidak hanya dengan cara penyatuan, cinta yang kian tumbuh diantara keduanya membuat mereka saling memahami atas kebutuhannya masing-masing.


Mereka bisa saling melengkapi, saling mengisi setiap kekurangan pasangannya. Canda, tawa selalu menghiasi hari-hari mereka hingga terkadang membuat orang lain iri melihatnya.


Mereka yang tadinya menganggap Anyelir buruk perlahan mulai mengerti, pimpinan mereka membutuhkan seorang pendamping yang bisa berperan sebagai istri, sebagai sahabat dan juga sebagai partner kerja.


Bisnis yang dikelola Satya kian berkembang, ia membuka tiga cabang lagi di luar daerah, hal ini tidak lepas dari peranserta Anye dalam setiap pengambilan keputusan.


Anye selalu memberikan pertimbangan dan dukungan sebelum Satya memutuskan suatu kebijakan. Satya juga tidak segan-segan meminta pertimbangan Radit sebagai asisten dan juga sebagai sahabat karibnya.


Mereka bertiga kini telah menjadi tim yang solid, kepintaran Anye diakui oleh Satya, Radit dan juga para bawahannya. Walaupun begitu Anye tetaplah si anak desa yang ramah, baik dan tidak tercemar oleh kehidupan kota.


Kabar baik tentang kemajuan bisnis Satya terdengar di telinga Kakek, beliau bersyukur kehadiran Anyelir mampu membangkitkan Satya dari keterpurukan akan kondisi rumah tangganya.


Walau Satya masih tetap memikirkan Nadia setidaknya ia bisa terhibur dan bangkit lagi karena kehadiran Anye. Kakek juga berharap akan ada kabar terbaik yang akan menyusul.


Satya mendapatkan banyak ucapan selamat dari para koleganya, namun ia tidak ingin menyembunyikan bahwa keberhasilannya adalah berkat peran dan dukungan istri serta sahabatnya.


Berita keberhasilan Satya sudah masuk ke pemberitaan utama surat kabar, disana terpampang jelas tulisan dibalik kesuksesan Satya dan foto mereka bertiga.


Surat kabar itu sampai ke tangan Nadia, ia ikut senang suaminya sudah bisa bangkit lagi. Nadia mencium foto Satya berulang-ulang sambil menangis, ia sangat rindu tapi sekarang belum saatnya ia kembali. Nadia harus menunggu beberapa saat lagi sampai ia mendengar berita kehamilan Anyelir.


Kemudian Nadia bermonolog,"Terimakasih Anyelir, terimakasih kak Radit, jika bukan karena kalian pasti Kak Satya masih terpuruk bersamaku", ucapnya lirih.


Menurut Nadia, Anyelir sudah membuktikan bahwa dirinya memang pantas menjadi istri Satya, pantas menjadi menantu keluarga Permana dan satu lagi yang ditunggu semua keluarga yaitu apakah ia akan pantas menjadi seorang ibu.


Nadia senang sekaligus sedih, senang melihat suaminya jatuh kepada wanita yang tepat dan sedih karena dirinya adalah wanita yang kurang beruntung, wanita tidak sempurna dan selamanya tidak akan pernah di panggil Mama.

__ADS_1


Nadia terus mendekap koran ditangannya, sembari menangis hingga ia lelah dengan pikirannya dan akhirnya tertidur.


Di kantornya Satya sedang menyusun agenda kerja, ia mencari waktu yang tepat dan akan mengosongkan jadwal kerja sekitar seminggu untuk mengunjungi mertua sekaligus menjadwalkan bulan madu kedua mereka sejalan dengan masa subur Anyelir.


Tujuan Satya membawa Anye ke kampung halamannya adalah ingin memberikan ketenangan, kesenangan dan juga kenyamanan yang pastinya akan berpengaruh terhadap program kehamilan yang sedang mereka rencanakan.


Selain itu, Satya ingin menghadiri undangan peresmian masjid yang merupakan infaq atas nama keluarganya yang sudah selesai di bangun.


Setelah mendapatkan waktu yang tepat Satya pun menelephone Anye agar datang keruangannya, ia ingin memberitahukan jadwal keberangkatan mereka supaya Anye juga bisa menyusun agenda kerja serta meminta izin tidak masuk kampus.


Begitu sampai di ruangan, Anye tidak menemukan keberadaan Satya di kursi kerjanya, kemudian ia memandang ke sekeliling, tetap tidak ada.


Anye mengeluarkan ponsel hendak menelephone namun tiba-tiba dari arah belakang tubuhnya dipeluk dan di gendong ala bridal style oleh Satya menuju ke kamar pribadinya.


Senyum mengembang di wajah Anye, lalu ia mengalungkan kedua tangan ke leher Satya, ia juga ingin bermanja, ingin berada dalam kehangatan dekapan sang suami.


Melihat reaksi istrinya yang welcome, semakin membuat Satya bersemangat. Lalu ia mengeratkan dekapannya sembari mencium sepuasnya.


Bibir mereka menyatu, saling *****, saling pagut, saling hisap sepuasnya, rasa manis dari bibir Anye telah menjadi candu bagi Satya.


Kemudian Satya mulai menelusuri area kesukaannya, baju kerja merekapun satu persatu mulai tanggal dan tercampak di sembarang arah, hanya tinggal pakaian dalam saja yang masih tersisa di tubuh masing-masing.


Tanda kepemilikan juga sudah berjajar di setiap bagian tubuh Anye yang menjadi area pavorit Satya. Lenguhan demi lenguhan dari mulut Anye mulai terdengar, pertanda ia juga sedang menikmati ritme permainan panas sang suami.


Hawa panas terus menjalar, lenguhan Anye juga semakin kuat saat Satya bermain di area paling sensitifnya, mendengar hal itu kejantanan Satya semakin tertantang, ia menjadi lebih bersemangat.


Kini di tubuh mereka sudah tidak ada sehelai pakaianpun yang tertinggal, Satya menarik selimut untuk menutupi kegiatannya agar tidak ada campur tangan syeitan di sana.


Ia terus bermain-main di bagian tubuh Anye yang menjadi candunya, mencium sepuasnya hingga keduanya pun melakukan penyatuan sebagai awal bulan madu kedua mereka sebelum berangkat ke kampung halaman Anyelir.

__ADS_1


Selesai menunaikan hak dan kewajibannya, mereka berdua segera mandi, berdandan dan bersiap untuk bekerja kembali.


Mereka keluar dari ruangan pribadi Satya berbarengan dengan munculnya Radit disana, Radit yang melihat rambut Satya basah langsung menebak, pasti bosnya baru saja meminta haknya.


Radit menyeringai, sembari berucap,"Nampaknya sebentar lagi akan ada berita baik nih, aku akan cepat dapat keponakan", ucap Radit menggoda sahabatnya.


Anye yang merasa malu berpura-pura tidak mendengar ucapan Radit, ia menyusun berkas yang berserak di meja Satya.


Sementara Satya malah menimpali omongan Radit,"Udah buruan kalian kapan lagi, minggu ini kami akan bulan madu lagi lho Dit, rencananya ke kampung Anye sekalian jenguk ayah dan ibu."


"Serius Sat?", tanya Radit.


Satya mengangguk sembari menjawab,"Nih aku sedang mengosongkan jadwal kerja selama satu minggu. Ayo sekalian ikut, bukankah kamu harus mengajukan lamaran di keluarga Tina sebelum acara pernikahan?", tanya Satya.


"Jadi jika kita berdua pergi, siapa yang akan menghandle di sini Sat", tanya balik Radit.


"Aman, aku akan minta tolong Tirta untuk menghandle semuanya selama kita pergi."


"Baiklah, jika tidak ada masalah, kami ikut deh, nanti aku sampaikan dulu kepada Tina agar ia bersiap dan kontek keluarganya di kampung."


Anye yang mendengar berita ini sangat senang, senyum sumringah di wajahnya jelas terlihat, lalu ia berkata,"Terimakasih Mas, terimakasih Kak Radit, ini surprise buat aku dan Tina", ucap Anye bahagia.


Lalu Anye bergegas mengambil ponselnya, ia ingin segera memberitahukan rencana kepulangannya kepada Ayah dan ibunya.


Satya sangat senang melihat kebahagiaan istrinya dan ia berjanji akan terus berusaha membuat rumah tangganya dipenuhi kebahagiaan begitu juga dengan Nadia jika ia nanti sudah kembali.


Bersambung......


🌻Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys.... vote, like comment dan rate bintang limanya πŸ™πŸ˜‰

__ADS_1


🌻Semoga hari-hari kita selalu dipenuhi dengan kebahagiaan.


🌻 Silahkan follow akun author ya guys....agar tetap tahu kapan saya update dan terbitkan karya baru. Terimakasih atas semua dukungannya πŸ™πŸ™πŸ™


__ADS_2