Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 64. Rindu kasih sayang istri


__ADS_3

Malam ini setelah melakukan beberapa kali penyatuan keduanya merasa lelah namun rasa lelah itu terkalahkan dengan kepuasan dan kebahagiaan yang mereka rasakan.


Darah perawan yang menempel di seprai berwarna putih itu membuat Satya tersenyum puas. Ia merasa beruntung telah mendapatkan mahkota keperawanan yang selama ini ternyata Anyelir jaga dan hanya dipersembahkan untuknya sebagai suami.


Sebelum mereka tertidur, walaupun lelah Satya tetap menggendong istrinya, membawanya ke toilet agar mereka bisa membersihkan sisa-sisa penyatuan tadi, keduanya berwudhu lalu Satya kembali menggendong Anye ke tempat tidur, merebahkannya, menarik selimut agar mereka bisa beristirahat.


Satya yang telah memiliki pengalaman dalam hal ini, berusaha memperlakukan istrinya selembut mungkin, ia tahu pasti Anyelir merasakan sakit yang luar biasa di area sensitifnya saat Satya berhasil mendapatkan kesuciannya seperti hal nya Nadia dulu.


Mereka akhirnya tertidur sampai sepertiga malam, Anyelir terbangun biasanya ia melaksanakan sholat tahajud, namun saat ini Anye tidak bisa bergerak karena pelukan suaminya. Kaki Satya saat ini mengapitnya layaknya seperti guling.


Merasakan adanya gerakan dari balik selimut membuat Satya terbangun, bukan melepaskan Anye malah lebih mempererat pelukannya. Anye telah membangunkan singa liar yang kapan saja siap menerkam dan mencabik-cabiknya.


Satya yang sudah terbangun mencium kening istrinya, mencium lembut bibir Anye sampai ia kesulitan bernafas. Melihat Anye kesulitan bernafas, ia segera melepaskan ciumannya lalu membisikkan sesuatu di telinga Anye. Anye yang mendengarnya memelototkan matanya, ia tidak percaya jika suaminya meminta jatahnya lagi, sementara tubuh Anye sepertinya sudah tidak bertenaga.


Namun kepandaian Satya dalam melakukan foreply akhirnya berhasil membangkitkan gairah istrinya kembali, hingga terjadilah penyatuan ulang untuk beberapa kali.


Haus akan kasih sayang dan pelayanan seorang istri yang sudah berbulan tidak ia dapatkan membuat Satya tidak pernah merasa puas, ia tidak ingin membiarkan istrinya malam ini tidur dengan nyenyak, penyatuan demi penyatuan ia lakukan hingga hampir menjelang subuh.


Anye yang sudah sangat lelah merasa heran, kenapa suaminya begitu kuat hingga ia kualahan mengimbanginya. Satya juga sebenarnya heran dan bertanya-tanya dalam hatinya kenapa saat ini dia begitu rakus akan pelayanan istri, sangat berbeda sekali dengan saat pertama kali dulu ia melakukannya dengan Nadia.


Apakah karena pengaruh jamu yang telah diberikan oleh mamanya atau memang karena sahwat yang sudah lama ditahannya dan sekarang adalah puncaknya atau mungkin juga karena kepandaian Anye dalam memberikan pelayanan hingga membuatnya ketagihan.


Waktu subuh hampir tiba, Anye perlahan berusaha turun dari tempat tidur karena ia tidak ingin membangunkan suaminya. Namun rasa sakit di area sensitifnya membuatnya tidak sengaja mengeluarkan kata aduh dari mulutnya hingga membangunkan Satya.

__ADS_1


" Mau kemana Yang, masih sakit ya, sini biar mas periksa", ucap Satya sambil tersenyum mesum menggoda istrinya.


Anye yang tahu dengan maksud suaminya segera menjawab, " Nggak kok Mas, sudah nggak sakit, ini Anye mau membersihkan diri, sebentar lagi kan masuk waktu sholat subuh."


Rasa sakit coba Anye kesampingkan agar suaminya jangan sampai mengkhawatirkan dan mendekatinya lagi karena ia sudah sangat lelah.


Namun ketika ia hendak melangkahkan kaki, Anye hampir terjatuh dan Satya langsung menangkap tubuh istrinya, kemudian ia tersenyum dan berkata, "Mas tahu kamu telah berbohong." Tanpa melanjutkan ucapannya Satya segera menggendong tubuh Anyelir membawanya ke toilet, ia menyiapkan air hangat yang sudah diberinya minyak aroma terapi lalu dengan telaten memandikan istrinya.


Kelembutan sang suami kembali membuat Anye tersanjung, kini tubuhnya terasa segar namun ia tidak menyangka jika tangan di balik punggungnya mulai beraksi. Anye akhirnya jatuh lagi dalam kemesuman suaminya, penyatuan terakhir pagi ini pun terjadi di dalam toilet hotel. Setelah membersihkan diri keduanya lalu bersiap untuk melakukan sholat subuh berjamaah.


Kebahagiaan Anye kini kian bertambah, Imam sholat sudah ia dapat, satu haknya sebagai istri juga sudah ia peroleh, tinggal kedepannya bagaimana ia akan berusaha membahagiakan suaminya agar semakin mencintainya dengan salah satunya mengandung keturunan Permana yang selama ini sangat keluarga ini harapkan.


Kewajiban kepada Rob sudah mereka laksanakan, karena lelah Anye memutuskan untuk menarik kembali selimutnya, ia ingin tidur sambil menunggu sarapan mereka tiba. Satya yang melihat istrinya tertidur sengaja membiarkannya, ia tahu Anye pasti sangat lelah karena ulahnya.


Ciuman Satya telah membangunkan Anyelir, Anye langsung duduk sambil mengucek matanya yang masih mengantuk, ketika ia membuka mata Satya tengah menyodorkan sesendok lontong ke arah mulutnya.


"Makanlah dulu, nanti setelah makan baru lanjut istirahat lagi", ucap Satya. Anye merasa malu kenapa Satya yang malah melayani dia.


"Maaf mas, biar Anye sendiri yang melanjutkannya. Mas juga kan harus sarapan nanti keburu dingin lho jika mas suapin Anye dulu."


"Nggak apa-apa Nye, biar mas yang suapin kamu. Mas tahu kamu pasti lelah kan gara-gara ulah mas."


Anye tersenyum malu mendengar ucapan suaminya, akhirnya ia menurut saja sampai suapan terakhir selesai. Setelah selesai melayani makan istrinya, Satya baru menikmati sarapannya.

__ADS_1


Kemudian Satya menjelaskan kepada Anye bahwa hari ini mereka akan beristirahat saja dikamar, besok baru melanjutkan perjalanan ke danau Maninjau.


Anye protes dengan keputusan Satya, kenapa musti ditunda perjalanannya, ia bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika mereka seharian di dalam kamar saja, hari ini dirinya pasti bakal menjadi santapan empuk lagi bagi suaminya yang bak singa lapar.


Saat Anye protes Satya hanya menjawab memang inilah yang dia inginkan seharian berduaan saja di dalam kamar bersama Anye menikmati bulan madu mereka.


Anye ngambek, ia menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya hingga kepala. Satya tersenyum melihat istrinya yang lagi ngambek lalu ia berkata, " Iya sayang, nanti kita jalan-jalan kok tapi tidak sekarang, nanti sore kita keluar menikmati matahari terbenam."


Anye masih juga belum keluar dari selimutnya, lalu timbul ide Satya untuk menggoda istrinya. Satya mengatakan jika Anye tidak keluar juga dari selimutnya maka Satya akan masuk dan membuatnya menikmati beberapa ronde lagi.


Mendengar ancaman Satya membuat Anye menarik selimutnya memunculkan separuh badannya lalu ia mengatupkan kedua tangannya memohon agar Satya tidak melakukan ancamannya.


Satya tertawa terbahak melihat tingkah istrinya, lalu ia meminta Anye untuk berdandan yang cantik karena ia ingin mengajak Anye berjalan-jalan menikmati suasana hotel dan Satya telah menghubungi pihak hotel agar mengosongkan kolam renang dari pengunjung lain karena dia juga akan mengajak Anye berenang tanpa ada orang lain yang ikut menikmati keindahan tubuh istrinya.


Anye segera bergegas ke toilet, alangkah terkejutnya dia ketika dihadapan cermin melihat sekujur tubuhnya penuh dengan tanda kepemilikan yang telah di buat oleh Satya, nyaris hampir tak bersela. Kemudian ia menjerit histeris hingga membuat Satya terkejut dan spontan mendorong pintu toilet. Pintu pun terbuka dan ia melihat istrinya tanpa sehelai benang sedang menatap dirinya di cermin sambil menangis.


Satya tahu, pasti Anye terkejut dengan hasil perbuatannya kemudian ia memeluk Anye dari belakang berusaha menenangkannya dengan meminta maaf, mengelap air matanya lalu menciumnya dengan sangat lembut.


Hati istri mana yang tidak akan luluh mendapatkan perlakuan lembut dan sayang dari sang suami, dan akhirnya terbuai kembali dengan permainan yang membuat keduanya bahagia.


Di luar hotel Ardiansyah yang berkewajiban mengabarkan tentang perjalanan bulan madu ini kepada Kakek Permana, saat ini sedang menelephone Beliau. Ardiansyah menceritakan semuanya bahwa hubungan kedua pasangan pengantin baru itu terlihat baik dan kemungkinan kabar bahagia akan Kakek terima setelah kepulangan mereka nanti dari bulan madu.


Mendengar berita ini membuat hati Kakek sangat bahagia, ia akan sabar menunggu berita baik itu sambil menahan dan menyembunyikan kebenaran dari keluarganya tentang penyakit yang di deritanya yang sudah semakin parah.

__ADS_1


__ADS_2