Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 112. Mengenang masa lalu


__ADS_3

Malam ini Satya berusaha membahagiakan Nadia, dia ingin menghilangkan kesedihannya dengan mengenang masa-masa bahagia mereka dulu, salah satunya dengan menonton film yang digemari oleh Nadia.


Selepas Maghrib Satya dan Nadia pun segera bersiap, mereka akan makan malam di cafe tempat dulu biasa nongkrong sebelum nonton.


Nadia berdandan sangat cantik, dia memoles wajahnya dengan makeup hingga terlihat fresh dan berseri-seri. Nadia tidak ingin orang-orang tahu jika dirinya seorang wanita penyakitan yang tinggal menunggu ajal menjemput. Dia berusaha tampil sempurna, tampil sehat agar Satya tidak terlalu mencemaskan dirinya.


Melihat kebahagiaan di wajah Nadia membuat kecemasan Satya sedikit berkurang, lalu dia menggandeng tangan Nadia berjalan menuju mobilnya.


Di sepanjang perjalanan Satya memutar musik romantis seperti halnya dulu ketika mereka selalu menghabiskan malam akhir pekan dengan berkeliling menyaksikan keindahan kota.


Nadia mendengarkan musik lalu ikut bersenandung ria dengan suaranya yang masih merdu seperti dulu. Dulu dia sering bernyanyi saat Radit memainkan gitar, sementara Satya hanya jadi penonton dan pendengar yang baik.


Merekapun sudah tiba di Mall, lalu berjalan ke cafe untuk makan malam, ternyata pelayan di sana masih mengenali keduanya. Dulu pelayan itu selalu mengatakan bahwa Satya dan Nadia adalah pasangan yang sempurna hingga dia mendambakan suatu saat ingin memiliki suami seperti Satya.


Pelayan tersebut tersenyum, mempersilakan Satya dan Nadia masuk lalu meminta mereka duduk di tempat yang dulu biasa mereka duduki ketika datang kesana dan kebetulan saat ini memang lagi kosong pelanggan.


Satya dan Nadia memesan salah satu makanan kesukaan mereka yaitu spaghetti, jus jeruk untuk Satya dan jus mangga buat Nadia.


Keduanya menikmati sajian sembari mendengarkan alunan musik romantis yang menambah suasana bahagia para penikmat makanan di sana.


Tiba-tiba seorang MC mempersilakan seorang pria misterius yang menggunakan topeng wajah untuk memainkan sebuah gitar, dengan lirik lagu yang sangat digemari oleh Nadia, yaitu lirik lagu dari Krisdayanti yang berjudul "Mencintaimu."


Nadia sepertinya tidak asing dengan orang tersebut baik dari gaya bermain gitar dan dari suaranya, tapi karena kondisi Nadia yang sekarang, dia jadi susah untuk mengingat.


Yang membuat Nadia terkejut adalah saat MC memintanya untuk datang ke panggung menemani pria itu bernyanyi. Nadia memandang Satya, lalu Satya mengangguk dan menggandeng tangan Nadia untuk naik ke panggung bersamanya.


Alunan musik kembali mengalun diiringi suara petikan gitar, Nadia mulai menyanyikan lagu yang membuatnya teringat saat dirinya, Satya dan juga Radit sering bersama menghabiskan liburan akhir pekan mereka.


Setelah Nadia selesai bernyanyi, pria misterius itu berlari ke belakang panggung mengambil setangkai bunga mawar, lalu memberikannya kepada Nadia sembari berkata, "Kupersembahkan bunga ini hanya untuk sahabat terbaikku, sahabat yang telah membuat diriku mengerti akan arti sebuah pengorbanan untuk orang terkasih, semoga kebahagiaan akan selalu menyertai hidupmu."


Nadiapun akhirnya ingat, sahabat yang dulu selalu memberinya bunga setiap kali dia selesai bernyanyi adalah Radit. Sembari meneteskan air mata haru, Nadiapun menyebutkan nama Radit dan mengucapkan terimakasih karena malam ini telah membuatnya mengerti betapa berharga waktu dan kenangan tentang persahabatan yang telah mereka lewati bersama.

__ADS_1


Satya memang sengaja mengundang Radit dan Tina untuk hadir di cafe tersebut sebelum mereka datang, dia ingin persahabatan mereka bertiga tetap menjadi kenangan tak terlupakan bagi Nadia di penghujung usianya.


Satya menghapus air mata istrinya lalu memberikan seikat bunga Anyelir, bunga kesayangan Nadia yang sejak sore tanpa sepengetahuan Nadia sudah Satya pesan kepada pihak cafe untuk menyediakannya.


Walaupun nama Anyelir mengingatkan Nadia akan sosok madunya, tapi dia berharap dengan kedatangan Anyelir bisa memberikan kebahagiaan untuk Satya seperti halnya bunga Anyelir ini sejak dulu telah memberikan kebahagiaan dan kenangan tersendiri untuknya.


Kini Satya dan Nadia sudah kembali ke tempat duduk semula, sedangkan Radit mengajak Tina yang tadi sengaja duduk di balik panggung untuk bergabung dengan sahabatnya. Radit ingin memperkenalkan Tina kepada Nadia.


Satya berterimakasih kepada Radit dan Tina yang sudah berkenan hadir dan bersedia bekerjasama untuk membuat Nadia bahagia.


Lalu Radit memperkenalkan Tina sebagai istrinya, kepada Nadia. Tina pun mengulurkan tangan, sembari batinnya berkata, "Kamu memang wanita yang cantik Nadia? kecantikan paras dan hatimu sangat pantas membuat kedua pria ini memberikan cintanya untukmu."


Tina kagum dengan ketegaran Nadia, dia mampu menyembunyikan kesedihannya di balik senyumnya yang indah. Tina tidak cemburu, jika suaminya pernah mencintai Nadia, tapi dia malah bersyukur Radit bisa belajar dari Nadia, bahwa cinta tidak selamanya harus memiliki, cinta juga harus berani berkorban untuk orang yang di cintai.


Di saat Radit ikhlas menerima hal itu, dia bisa membuka hatinya untuk Tina, mencintai, menyayangi dan menghargai Tina seperti yang saat ini Tina rasakan.


Setelah saling mengenal, keduanya ngobrol dan tertawa seperti dua teman lama yang baru saja bersua hingga membuat Satya dan Radit merasa dicuekin.


Radit juga berkata, "Iya nih bos, payah jika para Nyonya sudah bersua, kita jadi di cuekin."


Nadia dan Tina pun tertawa, lalu masing-masing menggandeng pasangannya menuju bioskop.


Sesampainya di sana, Radit dan Tina membeli minuman dan popcorn sementara Satya dan Nadia dalam antrian membeli tiket.


Film pun sudah mulai di putar saat mereka masuk, ternyata bukan film romantis tetapi film horor hingga membuat para Nyonya ketakutan. Mereka menyembunyikan wajah di balik pundak masing-masing suami hingga film pun berakhir.


Malam ini Nadia sangat senang, senang dengan kejutan dari Satya dan senang karena telah memiliki teman baru seperti Tina.


Nadia dan Tina berjanji akan bertemu kembali saat Tina mempunyai waktu yang senggang. Nadia meminta Tina agar berkunjung ke rumahnya, dia ingin menunjukkan foto-foto lama persahabatan antara dirinya, Satya, Radit dan juga Tirta.


Hari sudah larut saat mereka berpisah, Satya mengajak Nadia pulang untuk beristirahat karena besok siang Satya sudah menjadwalkan kembali untuk Nadia Check-up.

__ADS_1


Sementara Radit dan Tina masih ingin berkeliling mengitari kota, mereka jarang memiliki moment seperti ini sebab masing-masing pada siang hari sibuk dan malam sudah lelah karena bekerja.


Kali ini mereka memanfaatkan waktu, menikmati masa pacaran yang sama-sama keduanya belum pernah rasakan.


Satya dan Nadia sudah tiba dirumah, karena kondisi Nadia yang mudah lelah membuatnya tertidur di mobil. Satya yang tidak tega membangunkan sang istri lalu menggendong Nadia, membawa masuk kedalam rumah.


Saat Satya hendak merebahkan tubuh Nadia di tempat tidur, diapun terbangun. Nadia mengucapkan Alhamdulillah, dia bersyukur ternyata Allah masih memberinya kesempatan membuka mata, melihat Satya yang sedang tersenyum di hadapannya.


Kemudian Nadia meminta tolong kepada Satya untuk mengambilkan salah satu pakaian tidur kesayangannya di dalam lemari, pakaian yang dulu pernah membuat Satya tergila-gila dan tidak ingin jauh dari Nadia.


Dengan mata yang masih sayu karena mengantuk, Nadia pun berkata, "Kak, bolehkah aku minta tolong, untuk mengambilkan lingerie yang pernah Kak Satya belikan untukku dulu? aku menaruhnya dalam kotak, yang ada di lemari," Pinta Nadia.


Satyapun memenuhi permintaan Nadia, dia mengambilkan apa yang Nadia minta dan membantunya berganti pakaian. Kini Nadia terlihat sangat cantik di mata Satya walaupun tidak seseksi dulu saat penyakit belum menggerogoti tubuhnya.


Nadia melingkarkan kedua tangan keleher Satya, mencium Satya sepuasnya, Satyapun membalas ciuman itu, ciuman yang sudah lama keduanya rindukan.


Akan tetapi, saat keduanya hampir terlena, Nadia sadar lalu menghentikan ciumannya, diapun berkata sembari meneteskan air mata, "Maafkan aku Kak, maaf...aku menyerah, aku tidak bisa memberikan yang lebih untuk Kakak, aku tidak sanggup lagi memenuhi kebutuhan lahir maupun kebutuhan bathin Kakak," ucap Nadia sedih.


Mendengar perkataan istrinya, Satya langsung menarik Nadia ke dalam pelukannya, dia memeluk erat sembari mencium puncak kepala Nadia dan air matanya pun menetes jatuh diatas kepala Nadia.


Hati Satya hancur, wanita yang dulu selalu agresif setiap melayani dirinya, hingga membuatnya selalu bahagia kini tidak berdaya, kata menyerah seakan telah menyayat hatinya.


Satya menghapus air matanya dan juga air mata Nadia, lalu dia berkata, "Kamu tidak boleh menyerah Yang? kamu harus kuat, harus berjuang melawan sakitmu demi kita. Kita harus yakin, pasti Allah punya rencana indah di balik ini semua.


Bersambung..........



🌻 Setiap penulis pasti ingin menciptakan karya terbaik yang bisa membuat para pembaca bahagia tanpa memikirkan profit receh yang kami terima, walaupun terkadang apa yang kami lakukan kurang berkenan, kurang dihargai dan bahkan mendapatkan cemoohan, mudah-mudahan Allah akan menggantinya dengan ladang pahala yang lain melalui pengajaran dan pelajaran hidup yang coba kami syi'arkan.


🌻 Terimakasih atas semua dukungan para pembaca dan sahabatku semua, salam siang, selamat beraktivitas, semoga sehat, bahagia dan sukses selalu buat kita semua. Aamiin.....

__ADS_1


__ADS_2