Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 84. Mulai mencari Nadia


__ADS_3

Anye tidak bisa berkata-kata saat Satya menggendong dirinya di hadapan para karyawan, hanya perasaan bahagia dan terharu yang ia rasakan.


Walaupun awalnya tidak ada cinta diantara Anye dan Satya, namun kasih sayang, perhatian, saling pengertian dan seringnya bersama mampu memberikan kebahagiaan terhadap keduanya.


Mungkin mereka saja yang belum sepenuhnya menyadari jika sudah tumbuh cinta di dalam hati masing-masing.


Satya membawa Anye ke ruangan pribadi yang selama ini belum Anye ketahui, ternyata di dalam ruang kerja Satya ada ruangan tersembunyi, tempat Satya khusus beristirahat jika ia lelah bekerja.


Hanya orang tertentu saja yang mengetahuinya, yang jelas tahu pasti Radit, sekretaris Satya dan tentunya Nadia.


Beberapa ciuman mendarat di kening, di pipi, dan di bibir Anye. Ciuman permintaan maaf karena telah merahasiakan pernikahan mereka dari banyak orang, demi menjaga perasaan Nadia, namun malah menyakiti perasaan Anyelir.


Anyelir dengan lapang dada selalu menerima resiko atas perkawinannya, dia ikhlas menerima hujatan dari banyak orang yang hanya menilainya dari luar tanpa tahu jalan cerita yang sebenarnya.


Takdir hidup semua orang tidaklah sama, inilah takdir Anye sebagai istri kedua dari Satya, walaupun kepribadiannya sangat baik tetap saja dipandang buruk oleh orang-orang diluaran sana yang tetap menganggap dirinya sebagai pelakor.


Satya yang melihat istrinya bersikap legowo, sabar, santun, bahkan selalu tersenyum dalam menghadapi setiap masalah merasa sangat beruntung, ia bersyukur Allah telah mempertemukannya dengan Anye, gadis kampung yang rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan orang tuanya dari lilitan hutang rentenir.


Anye yang terus dipandangi oleh Satyapun, menundukkan wajahnya, ia tidak berani menggoda, takut Satya tidak dapat mengontrol hasratnya hingga menerobos palang merah.


Kemudian mereka memutuskan untuk tidur siang sejenak sembari berpelukan, sampai tiba saatnya anye harus berangkat kuliah dan Satya juga harus menemui dokter yang pernah merawat Nadia.


Sementara di ruangan Radit, Tina tertawa senang mendengarkan cerita Radit tentang Satya yang tadi mengumumkan status Anyelir, kemudian Tina pun berkata," Akhirnya Anyeku menang, Anye telah mendapatkan pengakuan dan ini merupakan awal dari kebahagiaannya", ucap Tina. Tadi Tina memang tidak ikut dalam acara makan siang karena ia mengurusi kamar para tamu yang baru saja tiba dari luar kota.


Anye dan Satya telah bangun dari tidur, mereka membersihkan diri lalu bersiap, Satya akan mengantar Anyelir terlebih dahulu ke kampus barulah ke tempat pak dokter.


Sebelum berangkat, Satya menelepon Radit untuk menghandle pekerjaan sampai jam kantor selesai karena ia dan Anye baru akan balik lagi ke kantor besok pagi.


Kemudian mereka berangkat ke kampus, setibanya disana Anye segera turun, mencium tangan Satya lalu berjalan meninggalkannya tanpa menoleh lagi.

__ADS_1


Satya yang tidak melihat tubuh istrinya lagi, segera melajukan mobilnya ke arah rumah sakit tempat bekerja dokter Indra yang dulu pernah menangani Nadia.


Saat tiba di rumah sakit Satya langsung menuju keruang prakteknya yang kebetulan buka sore hari hingga malam. Iapun membuat janji dengan mengambil nomor antrian.


Ketika giliran Satya tiba suster segera memanggil namanya lalu mempersilakan dirinya masuk ke ruangan dokter Indra. Dokter Indra yang masih mengenali Satya langsung tersenyum, menyapa, dan memintanya untuk duduk.


Dokter Indra lalu bertanya,"Apa kabar Mas Satya? kok datang sendiri? bagaimana kabar mbak Nadia? sudah lama sekali ya kalian tidak pernah datang kesini?"


Satya yang mendapatkan pertanyaan seperti itu, sudah bisa menduga bahwa pasti Nadia tidak pernah lagi datang kesini sejak terakhir datang bersamanya.


Namun Satya tetap ingin memastikan, kemudian ia bertanya,"Dok, apakah Nadia ada datang kesini untuk kontrol setelah terakhir datang dengan saya pada tahun lalu?"


Dokter Indra menatap Satya, beliau merasa heran, apa sebenarnya yang terjadi dengan Nadia mantan pasiennya?, kemudian iapun menjawab," Bukankah kalian pindah dan melakukan pengobatan di Amerika?memangnya sejak kapan kalian kembali?", tanya balik dokter Indra.


"Memang setahun lebih kami di sana dok, tapi Nadia lebih memilih mempertahankan bayi kami daripada pengobatan kankernya", jawab Satya sedih karena teringat masa lalunya.


"Apakah bayi kalian lahir dengan selamat?", tanya dokter Indra lagi dengan tidak yakin.


Satya hanya menggelengkan kepalanya, ia terbayang saat Nadia menahan rasa sakit demi mempertahankan bayinya untuk tetap hidup di dalam rahimnya.


Dokter Indra menarik napasnya dalam-dalam, kemudian beliau berkata lagi,"Kan saya sudah bilang Mas, tidak mungkin untuk mempertahankan Bayi itu. Bayi itu harus digugurkan lalu fokus dengan pengobatan ibunya, jika tetap mempertahankan resikonya kanker itu akan semakin menyebar dan tidak ada dokter yang berani menjamin bayi itu bisa lahirkan normal serta sampai kapan ibunya bisa bertahan."


"Ia dok, dokter di sana juga bilang seperti yang dokter katakan, namun Nadia terlalu keras kepala dan saya tidak berhasil membujuknya", ucap Satya yang merasa menyesal.


Lalu Satya melanjutkan ceritanya,"Putra kami meninggal menjelang dilahirkan dok dan penyakit kanker Nadia sudah menyebar hingga ia harus rutin menjalani kemoterapi. Itupun dokter tidak bisa memprediksi apakah Nadia bisa sembuh atau tidak."


"Lantas apakah Mbak Nadia rutin menjalani kemonya?", tanya dokter Indra lagi.


"Waktu saya masih di sana, kami selalu check-up rutin dan beberapa kali Nadia melakukan kemo

__ADS_1


tapi setelah saya kembali ke Jakarta, saya tidak tahu dok apakah ia masih rutin check-up atau tidak. Jika saya telepon dan bertanya katanya sih masih rutin", ucap Satya.


"Kenapa mbak Nadia tidak ikut pulang Mas, kan bisa check-up di sini lagipula mas juga bisa ikut memantau pengobatannya", tanya dokter Indra lagi.


"Nadia menolak Dok, saya tidak bisa terus bertahan di sana. Kakek saya disini sakit-sakitan, usaha beliau banyak dan tidak ada yang ngurus, mau tidak mau saya harus kembali", ucap Satya lagi.


"Mbak Nadia kenapa begitu keras kepala ya, apakah ia tidak menyayangi hidupnya lagi", gumam dokter Indra.


"Lantas jika Mbak Nadia masih di Amerika, kenapa Mas Satya kemari? apa Mas Satya sakit?", tanya dokter Indra.


"Tidak Dok, Alhamdulillah saya sehat. Namun pembantu di rumah saya bilang jika Nadia seminggu yang lalu pulang ke rumah dengan kondisi yang menyedihkan, kebetulan saat itu saya sedang di luar daerah", ucap Satya.


"Lho...mbak Nadianya tidak memberi kabar kepada Mas Satya jika telah pulang ke Jakarta?", tanya dokter Indra lagi.


"Tidak Dok, saya kehilangan kontak, dan sampai sekarang ponselnya tidak bisa dihubungi."


"Kenapa mbak Nadia bersikap begitu? padahal jika benar sekarang kondisinya buruk, harusnya ia tetap berada di dekat orang-orang yang mencintai dia. Dia butuh teman dan juga butuh dukungan", ucap dokter Indra.


Kemudian Satya menceritakan semua yang telah terjadi selama ia berada di Jakarta bahwa ia telah menikah lagi, itupun atas desakan Nadia.


Setelah mendengar cerita Satya, barulah dokter Indra paham, kenapa Nadia memilih menghindar sampai ia tahu istri Satya benar hamil.


Dokter Indra menduga, pasti kondisi Nadia saat ini sudah parah dan ia menginginkan suaminya bahagia sebelum kematian menjemputnya.


Bersambung......


________________


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya guys.... vote,like, comment dan rate bintang limanya🙏😉

__ADS_1


__ADS_2