Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 27. Restu dari kakek


__ADS_3

Anye menghabiskan minumannya, kemudian menuju ruang pribadi Satya dengan membawa kedua paper bag yang diberikan Rina tadi. Ia membuka paper bag dan sangat terkejut melihat isinya, satu set pakaian beserta hijabnya dengan warna kesukaannya yaitu hijau muda, sepasang sepatu pumps warna putih, sebuah tas jinjing mungil yang cantik dan satu set perhiasan


yang tampilannya sangat cantik, unik dan simple serta satu set alat rias.


Ternyata Satya sudah memikirkan semua perlengkapan yang dibutuhkan Anyelir untuk lebih mempercantik dirinya saat ingin menemui Kakek Permana.


Anye segera mengganti pakaiannya dan merias wajahnya secara natural seperti biasa serta mengenakan perhiasan dan sepatu yang telah dibelikan Satya untuknya.


Setelah selesai berdandan Anyepun segera kembali menemui Satya. Satya yang melihat Anye keluar dari ruangan pribadinya menatapnya tak berkedip, ia melihat sosok Anye yang Anggun, cantik, lembut dengan gaun yang sangat serasi nyaris menampilkan kecantikan yang sempurna.


Anye yang mendapatkan tatapan seperti itu dari Satya merasa malu kemudian ia berdehem untuk menetralkan suasana. Satya yang mendengar deheman Anye pun terkesiap kemudian mengalihkan perhatiannya ke meja kerja tempat ia meletakkan kunci mobilnya. Kemudian ia berkata


" Kamu sudah siap Nye, kita harus segera berangkat pasti jalanan macet karena hari telah sore banyak pengguna jalan yang dari pulang bekerja. Aku boleh minta sesuatu sama kamu Nye?"


" Apa itu Sat?"


" Karena sebentar lagi kita akan menikah aku mohon rubahlah panggilanmu terhadapku. Terserah kamu mau panggil aku apa, boleh kakak, abang, Aa ataupun mas. Aku ingin kita terlihat lebih dekat dimata kakek".


" Baiklah Mas...Mas Satya", ucap Anyelir.


" Terima kasih Nye".


" Tapi aku takut Mas, apa nanti kakek setuju dengan pilihan mas dan apa kakek akan merestui kita, Aku kan hanya seorang gadis kampung yang bukan lulusan sarjana terlebih lagi dengan status sosial ekonomi keluargaku yang tidak sepadan dengan keluarga Mas".


Satya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan Anyelir, " Kamu jangan cemas Nye, kakek sangat baik, ia tidak pernah memandang orang dari status mereka. Aku yakin kakek pasti setuju dan merestui pernikahan kita".


" Ayo kita berangkat sekarang, kakek pasti sudah menunggu kita".


Mereka kemudian berangkat ke rumah sakit, sebelum sampai kerumah sakit Satya membelokkan mobilnya ke sebuah toko kue dan toko yang menjual aneka buah. Mereka ingin membeli kue kesukaan kakek dan membelikan Anggur pesanan kakek, kemudian mereka melanjutkan perjalanannya kembali. Perjalanan memakan waktu lebih kurang satu jam karena jalanan macet sesuai yang telah diperkirakan Satya.


Akhirnya mereka sampai juga dirumah sakit, Anye yang masih cemas dan gugup untuk menemui kakek Permana memilih berjalan dibelakang Satya.


Satya yang menyadari hal itu kemudian menghentikan langkahnya, ia kemudian memegang tangan kanan Anyelir dan meletakkan di lengan kirinya. Ia ingin Anyelir menggandeng lengannya untuk menghilangkan perasaan cemas dan kegugupannya.

__ADS_1


Saat memasuki lorong menuju ruang rawat kakek ternyata Radit sudah berada di sana menyambut kedatangan mereka, dengan sikap usilnya ia menggoda Satya dan Anyelir.


" Wah Romi dan Juli mesranya, buat orang iri aja. Boleh dong Bang Raditnya di gandeng juga, bang Radit kan juga kepingin tau rasanya di gandeng cewek cantik, ya kan Sat...boleh ya".


Satya yang sudah terbiasa dengan keusilan sahabatnya itupun segera menginjakkan sepatunya ke ujung sepatu Radit


" Aduuuh...aduuuh, dengan bergaya seperti amat kesakitan ia pun berjingkat untuk melepaskan injakan Satya. Tega nian kamu Sat sama sahabatmu sendiri, sakit tau".


" Rasain....enak saja kamu mau menggandeng Anyelir, tuh....tuh beliau itu yang butuh tanganmu untuk menggandengnya", jawab Satya asal dengan menunjuk ke arah perawat setengah baya yang berbadan sangat gemuk sedang berjalan menuju kamar pasien di ujung lorong".


" Kamu kan gitu, yang jelek-jelek dikasikan aku nah giliran yang cantik-cantik semuanya dekat ke kamu dan nggak mau sama aku", jawab Radit dengan muka melas.


Satya dan Anyelir pun tertawa melihat wajah melas Radit.


" Sudah ayo buruan kita ke ruangan kakek, kenapa kamu tinggal kakek sendirian disana, awas ya kalau nanti kakek kenapa-kenapa aku potong bonus tahunanmu".


" Huhh... dasar bos main potong-potong aja, ntar modal nikahku mana jika bonus tahunanku kamu potong. Aku meninggalkan ruangan kakek juga karena menjalankan perintahnya, kakek udah nggak sabar tuh nunggu kedatangan kalian, nah aku disuruh kakek menjemput kalian. Kamu sih ditelephone nggak ngangkat-ngangkat".


Satya menepuk keningnya, ia baru sadar jika handphonenya tertinggal di meja kerjanya.


" Ayo Nye buruan kita temui kakek, beliau pasti khawatir menunggu kita. Oh ya Dit, tolong kamu ambilkan kue dan buah di mobilku ya, kami sampai lupa menurunkannya, Nih...kunci mobilnya".


"Oke bos", jawab Radit.


Satya dan Anyelir kemudian berjalan menuju ke ruangan kakek Permana sedangkan Radit pergi ke parkiran untuk mengambil kue dan buah yang tertinggal di dalam mobil Satya.


Begitu memasuki ruangan, jantung Anye berdetak tak karuan, ia masih saja cemas dan gugup walau telah menggandeng tangan Satya. Ternyata kakek sedang berbaring membelakangi arah pintu masuk, Satya dan Anye segera mengucapkan salam,


" Assalamu'alaikum Kek".


Kakek yang mendengar suara cucunya pun segera membalikkan tubuhnya menghadap ke arah datangnya suara. Kakek menjawab salam mereka dan berusaha bangkit hendak duduk karena senang melihat mereka yang ditunggu telah datang, Satya pun buru-buru membantu kakek untuk duduk. Kemudian Satya mengenalkan Anyelir kepada kakeknya,


" Kek kenalkan ini Anyelir, calon istri Satya. Nye...ini kakek Permana, kakekku yang paling baik", ucap Satya yang sedang memperkenalkan keduanya.

__ADS_1


Anye segera mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan kakek sambil berucap,


" Saya Anyelir kek".


Kakek yang sedang menjabat tangan Anyelir sambil memandang wajahnya terdiam seperti sedang mengingat sesuatu, kemudian kakek berkata, " Kamu bukannya gadis yang pernah menolong saya?"


Anye yang mendengar ucapan kakek barusan mulai memberanikan diri memandang wajah kakek Permana, alangkah terkejutnya Anye saat memandang kakek.


" Kakek !, bukannya kakek yang dulu pernah datang ke hotel Duta Angkasa ya?"


Kakek mengangguk dan tersenyum gembira, kakek senang ternyata calon cucu menantunya adalah gadis baik yang pernah menolongnya. Lalu kakek menceritakan kepada Satya bagaimana asal mula kakek bisa kenal dengan Anyelir.


Satya pun bertanya kepada Anyelir setelah mendengarkan cerita kakek, " Jadi gadis yang menelphone aku waktu itu menyuruhku untuk menjemput kakek di resto itu kamu Nye?"


Anye kemudian mengangguk dengan malu, karena ia sempat berkata ketus kepada Satya. Waktu itu ia sedang kesal kenapa sang cucu tega membiarkan kakeknya yang sudah tua datang sendirian ke resto dengan sempoyongan.


Kakek pun kembali tertawa sembari mengingat kejadian itu, kemudian ia melanjutkan omongannya.


" Jadi gadis yang berani mengumpat kamu waktu itu sebagai seorang cucu yang tega membiarkan kakek datang sendirian ke resto sekarang menjadi calon istri kamu Sat ".


Satya pun memandang Anyelir seraya berkata,


" Bukan aku tega Nye tapi dasar kakek saja yang masih merasa sok muda kemana-mana inginnya berjalan sendiri nggak mau ditemani siapapun. Bahkan bantuan Pak Edi yang ingin menjadi supir pribadi kakek pun di tolaknya, malah Pak Edi disuruh kakek untuk mengawasiku dengan menjadi supir pribadiku".


Kakek pun kembali tertawa mendengar perkataan Satya.


" Kamu lebih butuh Pak Edi nak ketimbang kakek, jika terjadi sesuatu dengan kamu kakek akan menyesal seumur hidup kakek dan mungkin akan mati sebelum waktunya".


" Kakek nggak boleh ngomong seperti itu, Satya sayang kakek melebihi diri Satya sendiri, Satya juga tidak mau terjadi sesuatu yang buruk terhadap kakek".


Air mata menggenang di kelopak mata tua kakek, kemudian beliau berkata lagi,


" Waktu kakek tidak banyak lagi nak, kakek ingin melihat kalian segera menikah dan berharap Allah masih memberikan kesempatan kepada kakek untuk menggendong putra kalian, setelah itu kakek ikhlas jika Allah memanggil kakek untuk kembali".

__ADS_1


Kemudian kakek memanggil Anyelir untuk mendekat, menggenggam tangannya dan berkata


" Tolong bahagiakan Satya Nak, kakek mohon kepadamu. Kakek do'akan semoga rumah tangga kalian nanti di ridhoi oleh Allah SWT dan langgeng sampai maut yang memisahkan kalian".


__ADS_2