Terikat Cinta Lain

Terikat Cinta Lain
Episode 114. Cemas


__ADS_3

Satya dan Nadia sampai di rumah Anyelir, Satya berlari masuk ke dalam rumah dengan berpesan terlebih dahulu kepada Nadia agar menunggu Bi Imah datang untuk membantunya turun.


Bi Imah pun berlari ke arah mobil untuk membantu Nadia sesuai perintah dari Satya. Sementara Satya sudah berada di kamar untuk melihat kondisinya.


Anyelir yang masih merasakan sakit di bagian bawah perutnya begitu melihat Satya datang langsung memeluk sembari menangis.


"Lho...kok Mas ada di sini? Bibi kan Anye minta untuk panggil taksi?" tanya Anyelir.


Satya menutup mulut Anye dengan jari telunjuknya, lalu berkata, "Kenapa kamu tidak mengizinkan Bi Imah untuk menghubungi Mas? Mas 'kan sudah bilang jika ada apa-apa dan jam berapapun langsung hubungi saja!" ucap Satya sedikit meninggikan suaranya karena khawatir.


"Anye nggak enak Mas, Mas 'kan baru saja di rumah Mbak Nadia," ucap Anyelir dengan manja karena tidak ingin suaminya marah.


"Jika terjadi hal yang buruk bagaimana? kalian hidupku, aku akan menyesal seandainya tidak bisa melakukan apapun untuk menyelamatkan kalian," ucap Satya dengan wajah dingin.


Kemudian dia melanjutkan ucapannya, "Ayo kita ke dokter, Mas ingin dokter segera memeriksa kalian, agar Mas bisa tenang apakah semuanya baik-baik saja," ucap Satya sembari mengambil tas Anye dan memapahnya keluar kamar.


Ternyata Nadia sudah menunggu di ruang tamu bersama Bi Imah. Anye yang melihat ada wanita asing, cantik, dan elegan di rumahnya merasa heran, jantungnya berdegup kencang, batinnya terusik dan berkata, "Ya Allah, inikah mbak Nadia? ternyata dia sangat cantik dan elegan, nggak ada apa-apanya aku jika dibandingkan dengannya. Izinkan aku Mbak merasakan sedikit kebahagiaan bersama Mas Satya? aku nggak bermaksud merebutnya darimu mbak?"


Hati Anyelir semakin tidak tenang, dia takut, kasih sayang yang perlahan telah ia dapatkan dari suaminya akan hilang setelah Nadia kembali di kehidupan Satya apalagi jika Allah memberi mukjizat kesembuhan untuk Nadia.


Satya melihat kecemasan di wajah Anyelir, begitu juga dengan Nadia. Dia tidak ingin berlarut-larut, kemudian Satya memperkenalkan keduanya, walaupun dia tahu ada rasa sakit dan kecanggungan diantara Anye dan Nadia tapi inilah kenyataan, kenyataan perjalanan hidup yang harus rumah tangga mereka hadapi.


Mau tidak mau, suka atau tidak suka semua sudah terjadi, jika tidak di pertemukan sekarang toh suatu saat mereka pasti bakal bertemu juga.


Anye kemudian menatap mata Nadia sembari berkata, "Maaf Mbak," hanya dua kata itu yang sanggup keluar dari mulut Anyelir.


Nadia tidak bisa menjawab, dia hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu Nadia berkata, "Ayo mas segera kita bawa Anye kerumah sakit, mudah-mudahan tidak terjadi hal yang serius," ucap Nadia.

__ADS_1


Satyapun terus memapah Anye masuk ke dalam mobilnya, dia ingin memberikan support kepada Anyelir yang masih terlihat menyeringai menahan sakit dengan mendudukkannya di bangku depan dekat dengan dirinya.


Kemudian Satya membantu Nadia seraya berkata lirih, "Maafkan aku Nad?"


Nadia paham dengan situasi yang ada, dia menggenggam tangan Satya, sembari mengangguk dan Nadia berharap bisa membantu Satya memberinya kekuatan agar kecemasannya berkurang.


Satya bergegas naik ke dalam mobil, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang karena dia takut kedua istri yang di bawanya dalam keadaan sakit.


Mereka tiba di rumah sakit, Satya memapah Anye dan meminta Nadia menunggu sejenak di ruang tunggu sampai Satya kembali.


Dengan menggunakan brangkar Satya membawa Anye ke ruangan dokter kandungan, dokter pun segera memeriksanya, saat ini memang terjadi kontraksi akibat Anye terjatuh, makanya dokter meminta agar Anye di rawat inap untuk memastikan kondisi selanjutnya.


Jika rasa sakitnya tidak hilang dan kontraksinya semakin sering maka tindakan operasi harus segera di lakukan untuk mengangkat sang bayi.


Walaupun usia kandungan Anye baru tujuh bulan, tapi menurut dokter kondisi kedua bayi Anye sehat dan sudah bisa di lahirkan dengan cara operasi.


Setelah Anye berada di ruang rawat, Satya kemudian menelephone Mama Tiara agar ke rumah sakit membantu menjaga Anyelir atau mengantarkan Nadia ke rumah sakit untuk check-up.


Satya lalu menemui Nadia dan membawanya ke ruang rawat Anye, di sana mereka menunggu kehadiran Mama Tiara dan juga menunggu keputusan dokter.


Mama Tiara sudah tiba di rumah sakit dan melihat kondisi Anye, lalu Mama berkata kepada Satya dan Nadia, apa yang bisa Mama bantu untuk mereka.


Sebelum Satya menjawab, Nadia berkata, "Ma, tolong antar Nadia check-up saja ya? Kak Satya biar menunggu Anye, jika Kak Satya yang pergi takutnya saat dokter meminta keputusannya bakalan repot 'kan Ma?" ucap Nadia.


"Iya juga Sat, biar Mama yang antar Nadia check-up ya? kamu tetap disini, siapa tahu Anyelir membutuhkan support kamu menjelang kelahiran bayi kalian.


Satya akhirnya setuju, lalu saat Nadia pamit, diapun mencium keningnya untuk berterimakasih atas pengertiannya serta mengatakan agar berhati-hati.

__ADS_1


Nadia juga mendekati Anyelir, dia memegang tangan Anye sembari berkata, "Kamu wanita yang kuat Nye, aku yakin kamu juga istri dan Ibu yang hebat untuk mereka," ucap Nadia sembari mengelus perut Anyelir.


Saat Nadia sedang mengelus perut Anye, Bayi dalam kandungan Anyepun bergerak, Nadia senang, dia jadi teringat saat dulu mengandung almarhum putranya.


Anyelir mengucapkan terimakasih lalu dia meminta maaf kembali kepada Nadia, tapi Nadia menjawab, "Tidak ada yang salah atau benar di sini Nye? keadaanlah yang telah membuat kita bertiga ada di posisi seperti sekarang ini. Yang terpenting sekarang Kamu harus tetap semangat demi mereka," ucap Nadia bijak.


Nadia, Mama juga Tirta yang tadi datang mengantar Mama, segera pamit. Mama dan Tirta juga memberi semangat kepada Anyelir sebelum mereka pergi.


Kini tinggallah Satya dan Anye yang ada di ruangan itu, Satya menarik sebuah bangku, lalu duduk didekat Anye, dia mengelus kepala serta perut Anyelir. Lalu dia mencium perut Anye sembari berkata, "Anak-anak kalian baik-baiklah di sana, jika kalian memang sudah tidak sabar ingin melihat kami dan melihat dunia ini maka lahirlah dengan baik, hingga membuat kami dan semua keluarga bahagia."


Bayi-bayi itupun bergerak hingga membuat Anye semakin merasakan kesakitan sampai meremas tangan Satya sangat kuat demi menahan rasa sakitnya.


Satya yang melihatnya pun merasa iba dan panik, lalu dia menekan bel untuk memanggil suster. Suster pun datang untuk memeriksa, lalu suster berlari ke ruangan dokter untuk memberitahukan keadaan Anye yang sedang merasakan kesakitan seperti akan segera melahirkan.


Dokter pun datang lalu dia meminta suster untuk menyiapkan ruangan dan meminta Satya menandatangani surat persetujuan operasi.


Kini Anye sudah di bawa ke ruangan operasi, Satya yang menunggu di luar sangat cemas, dia mondar-mandir seperti dia yang hendak melahirkan. Lampu di ruang operasipun menyala, menandakan operasi sedang dilakukan.


Bersambung.......


🌻 Jangan lupa tinggalkan jejak ya guys..... vote, like, coment dan rate bintang limanya. Terimakasih 🙏😉


🌻 Terimakasih atas semua dukungannya ya guys... author mohon maaf jika di dalam episode belakangan ini terjadi pro dan kontra, hanya itu yang mampu author tuangkan dalam karya ini, sebab author belum pernah dan Inshaallah tidak ingin dipoligami 🤭🙏


Hai para readers kesayangan TERIKAT CINTA LAIN, aku mau kasi rekomendasi nih novel karya temanku, yang ceritanya pasti oke banget, silahkan mampir, baca dan jangan lupa tinggalkan jejaknya ya ... Terimakasih 🙏🙏🙏


__ADS_1


__ADS_2